"cih.... elo fikir gue bakalan biarin loe deket-deket sama Marvel, gue gak akan biarin itu. meski gue harus berurusan sama setan sekali pun tapi demi elo ngejauhin Marvel bakal tetap gue jabanin" Rani berdecih dengan menaikan bibirnya sedikit ke atas tersenyum penuh misteri
setelah ia memantau tenda Mella dan teman-temannya, ia pun masuk ke tenda nya sendiri. tanpa ia sadari ucapannya barusan akan membawa petaka untuk dirinya dan teman-temannya yang lain, karena ucapannya dapat di dengar oleh penunggu yang berada di hutan itu.
di tenda Mella tidur terlihat gelisah, keringat membanjiri dahi dan lehernya. kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan dalam mata terpejam terlihat ia mengerjap-ngerjapkan matanya dahinya terlihat berkerut beberapa kali.
"ini di mana, kenapa gue bisa ada di sini" Mella memutar tubuhnya menatap ke sekitarnya ia begitu nampak asing dengan tempat itu
hamparan luas sebuah perkebunan dan beberapa petak tambak ikan dan juga sawah kini Mella berdiri di tengah-tengah jalan setapak pembatas antara tambak satu dengan yang lainnya
"ini di mana? kenapa gue bisa di sini. perasaan gue tadi tidur di tenda terus kenapa bisa gue ada di sini" tanya Mella pada diri sendiri ia begitu merasa kebingungan
ia pun berjalan menyusuri jalan setapak itu dan merasa ada sesuatu yang sedang mengawasi, Mella pun melihat ke belakang dan melihat pohon pisang yang bergoyang-goyang daunnya padahal tidak ada angin saat itu.
netranya menyipit tatkala ia melihat sesuatu bayangan berwarna putih dan samar-samar "itu.. apaan ya? " gumam Mella ia semakin menajamkan penglihatan nya sampai ia benar-benar melihat dengan jelas bahwa benda putih itu ternyata memiliki jambul di atasnya yang di ikat di bagian tengah dan bawah seperti lontong
namun jika di perhatikan lagi lebih jelas benda putih seperti lontong itu memiliki wajah menyeramkan dengan wajah putih seperti bedak bayi satu botol yang di tumpahkan ke wajah sosok itu, lingkar mata hitam dan bola mata merah menyala terlihat sosok itu…
SERUPA
di kejar pocong
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments