Kediaman Brawijaya
Pagi yang indah disertai suara gemericik air dan sinar mentari yang masuk di sela sela jendela belum membangunkan kedua insan yang masih tertidur lelap.
Setelah menyelesaikan kewajiban pada sang pencipta subuh tadi, mereka kembali melanjutkan aktivitas yang membangkitkan gairah hingga pagi menyingsing.
Bahkan sarapan pagi yang seminggu ini dalam formasi lengkap, pagi ini sedikit berbeda, harusnya ada tambahan satu orang lagi setelah acara kemarin, tapi sarapan hampir selesai, keduanya tak kunjung datang juga.
Azura mulai mencari cari, matanya terus tertuju pada pintu kaca yang memisahkan ruang makan dan ruang keluarga. Lelah menunggu membuat kesabarannya habis.
" Umi, Abi.."
"Iya sayang."
" Aunty dan uncle mana?"
Mereka terdiam sesaat, begitupun dengan umi Ivana dan abi Lukman.
" Hmm..aunty dan uncle masih di kamar, mungkin sebentar lagi turun." Ujar Izel salah tingkah. Sebenarnya dia pun bingung, kenapa harus salah tingkah ketika anaknya bertanya hal yang lumrah? Tapi kembali lagi, mengingat jika ia sudah berumah tangga tentu ia tau apa yang sedang terjadi semalam di kamar adiknya, peperangan sengit mungkin berlangsung untuk waktu yang lama hingga mereka kelelahan dan belum terbangun hingga saat ini.
" Tidak biasanya aunty bangun siang." Ucapnya dengan kening mengernyit.
Hening.
" Atau jangan jangan aunty sakit.." Azura meletakkan sendoknya kemudian berdiri dan setengah berlari ke lantai atas di mana kamar Azalea berada.
" AZURA!!" Teriak Nadia.
Izel segera berlari menyusul Azura.
" Zura mau kemana?" Tanya Izel tersengal, anak kecil itu cepat sekali berlari hingga tak terasa sudah sampai di lantai atas.
" Ke kamar aunty." Tunjuknya ke arah kanan tepat menunjuk kamar Azalea yang terpisah dari bangunan utama.
" Zura tunggu di bawah saja. Abi yakin sebentar lagi aunty dan uncle keluar."
Azura mendengus kesal.
" Baiklah."
Izel menghela nafas, beruntung Azura jadi anak yang penurut hari ini.
Kembali Azura duduk, bukannya makan, ia hanya memandangi jam…
SEMERBAK WANGİ AZALEA
Episode 74 : Kebersamaan yang indah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 91 Episodes
Comments
Mamah Dini11
lupa mungkin sm desi atau blm di jemput ,memang orkay suka gitu saking banyaknya ke sibukan nya, tpiii moga aja ada yg ingat dn ada yg mau merawatnya
2026-06-09
1
Alif
knpa gak ada yg ingat sama desi ksian dia hidup sendiri
2026-02-18
1
ceuceu
kepikiran desi sendirian di pinggir hutan kesian bgt/Sob/
2026-08-06
0