AKSM 4 (Revisi)

Tok tok tok...

"Masuk."

"Halo semua,"sapa wanita paruh baya yang masih sangat cantik.

"Mom?" bisik Ansel lirih.

"Halo aunty, selamat siang," sapa balik Neon dan Macario. Damian menganggukkan kepalanya dan Orion hanya tersenyum tipis.

"Wah... Lagi pada kumpul ya?" tanyanya.

"Iya aunty, berhubung kami sudah beberapa bulan tidak bertemu karena kesibukannya Ansel dan ada beberapa hal harus dibahas juga, jadinya kami mampir sekalian temu kangen dengan anak aunty ini," ucap Macario dengan senyum manisnya.

Beberapa saat kemudian, para sahabat Ansel sudah pamit mereka keluar lima menit yang lalu.

Wanita paruh baya yang masih sangat cantik di usianya yang sudah kepala lima dan wanita muda yang masih berdiri di sebelahnya.

"Kebetulan mommy tadi lewat dan sekalian mampir ke sini untuk makan siang, ohhh ya kenalin ini Anya anak teman arisan mommy dan Anya ini Ansel anak kedua aunty," tutur Kiara memperkenalkan Anya.

"Hai salam kenal. Anya," sapa Anya sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

Tetapi Ansel yang diajak salaman hanya acuh tak acuh tak menghiraukan anak dari teman arisan mommynya.

"Memang mommy dari mana?" tanya Ansel yang masih mengacuhkan Anya.

Kiara yang melihatnya merasa tidak enak hati lalu ia mengambil tangan Anya dan membimbingnya untuk duduk di sebelahnya dan Anya menundukkan kepalanya karena malu uluran tangannya tidak ditanggapi.

"Mommy habis dari butik dan kebetulan ketemu Anya dan berhubung butik langganan mommy satu arah dengan kantor mu ya sudah mommy pikir untuk mampir sekalian kita makan siang," ajaknya. "Bagaimana?" sambung Kiara bertanya.

"Maaf mom bukan Ansel menolak, tapi Ansel masih banyak kerjaan yang harus segera diselesaikan," ucap Ansel yang menolak halus ajakan makan siang sang mommy.

Hfuuhhh, Kiara yang tidak ingin memaksa hanya bisa pasrah karena dia tau karakter sang putra 11 12 dengan mertuanya yang tidak bisa dibantah.

"Ya sudah kalau begitu mommy tidak akan memaksa, tapi kamu jangan telat untuk makan siang, ok," ucap Kiara perhatian. "Kalo begitu mommy pergi," sambungnya pamit. "Ayo Anya," ajak Kiara.

Lalu kiara beranjak dari duduknya diikuti Anya berjalan ke arah pintu. Ansel hanya mengantarkan sang mommy sampai pintu, setelah melihat kepergian sang mommy lalu melihat luwis sebentar.

"Luwis, tolong pesankan makan siang," perintah Ansel sambil balik badan untuk masuk ke dalam ruangannya.

"Baik tuan," ucap Luwis yang langsung bergegas menelpon restoran langganan sang tuan.

Setelah mommy Kiara dan Anya sampai dilobby untuk menunggu mobil jemputan yang terpakir dibasement.

"Maaf ya Anya aunty jadi tidak enak karena sikap Ansel tadi," sesal mommy Kiara.

"Em gak papa kok aunty, Anya maklum," ucap Anya tersenyum sambil menenangkan mommy Kiara padahal sebenarnya dia sedang menahan kesel karna tidak ada seorang pun laki laki yang pernah mengabaikannya baru Ansel seorang makanya ia jadi tertantang untuk menaklukkan Ansel.

"Ya sudah kalo begitu kita makan siang berdua saja," ucap mommy Kiara.

"Ayo aunty," ajak Anya.

Mereka memasuki mobil untuk mencari restoran.

...****************...

High School

Saat ini pelajaran terakhir sedang berlangsung, beberapa saat kemudian terdengar bel berakhirnya mata pelajaran, saat semua murid berbondong bondong untuk keluar kelas hanya ada tiga murid yang masih tertinggal di dalam kelas.

"Ayo kak," ajak Gino beranjak dari kelas yang sudah sepi dari lima menit yang lalu, di saat Gino dan Lucas sudah di ambang pintu Genio masih bergeming tidak beranjak dari duduknya.

Gino yang melihat sang kakak tak beranjak pun hanya menghela nafas, karena Genio masih asik dengan tablet yang ada di tangannya.

10 menit kemudian Genio menaruh tabletnya ke dalam tas dan beranjak dari tempat duduknya berjalan keluar kelas tanpa menghiraukan adik kembarnya dan sahabat yang dari tadi menunggu sambil terkantuk kantuk. Lucas yang sadar pun langsung membangunkan Gino.

"No, bangun woyyy bangun Noooo," teriak Lucas.

"Apaan sih Luc, masih ngantuk nih, ya elah ganggu aja," sebal Gino karena tidur enaknya terganggu.

"Makanya melek itu mata, kita masih di kelas nih apalagi si Nio udah gak ada di kelas lagi," sembur Lucas jengkel.

Seketika mata Gino langsung melek mendengar sang kakak sudah tidak ada di kelas.

"Aiiih kita ditinggal Luc, Ayo," ajak Gino.

Mereka berlarian di sepanjang koridor sekolah yang sudah sepi, Lucas yang pertama melihat kalo Genio duduk di pos satpam.

"No, itu Nio ada di pos satpam," tunjuk Lucas.

"Ayo," ajak Gino menghampiri sang kakak.

Hosh hosh hosh hosh

"Lamban!" cibir Genio sinis.

"Hosh, kau," ucap Gino sambil menunjuk sang kakak sambil mengatur nafas. " Bukan kami yang lamban tapi kau yang meninggalkan kami di dalam kelas tadi bukannya membangunkan kami tapi kau malah acuh," sambung Gino sambil terus mengocehi sang kakak.

"Betul itu," sambung Lucas jengkel.

"Untung kakak kalo bukan sudah ku beri bogem," bisik Gino lirih.

Lucas yang mendengar bisikan lirih Gino menyahut.

"Memang kau berani," bisik Lucas di dekat telinga Gino.

"Tidak," bisik Gino sambil menggelengkan kepala.

Sedangkan si empu yang sedang di omongin tidak memperdulikannya ia lebih fokus dengan tablet yang ada di tangannya.

Beberapa saat kemudian mobil jemputan mereka sudah ada di depan gerbang. Setelah tuan kecil dan si kembar sudah nyaman di dalam mobil, sopir keluarga Mateo langsung mengantarkan kembar langsung pulang ke rumah.

Setelah berjam jam bermacet ria di jalan akhirnya sampai juga mobil yang mengantar pulang si kembar.

"Dahhhh, sampai jumpa," ucap Lucas seraya melambaikan tangannya.

Gino membalas lambaian tangan Lucas, Genio sudah di depan pintu sambil menunggu sang adik, mengunci pagar lalu mereka memasuki rumah yang masih terlihat sepi belum ada tanda tanda sang mommy pulang ke rumah.

"Hahhh hari ini benar benar melelahkan." Gino melemparkan tas dan tubuhnya ke sofa.

"Ino, ganti baju mu dan bantu aku untuk masak makan siang, cepat!" perintah Genio.

"Ooh ayo lah kak, istirahat sebentar napa...? Aku benar benar capek tau," protes Gino.

"Kau masaklah bagian mu dan aku akan masak bagian ku," seru Genio jengkel sambil berlalu memasuki kamar.

"Aiisss, iya iya." mau tak mau rela tak rela Gino beranjak dari sofa empuknya untuk berganti baju, karena kalo sang kakak sudah berkata seperti itu ia tidak bisa makan enak bikinan sang kakak. Sebenarnya dia bisa masak tapi masakannya tak akan seenak buatan sang mommy dan kakak. Dari usia mereka 5 tahun sudah diajarkan mandiri. Yashica terpaksa harus membuat mereka dewasa sebelum waktunya karena dia hanya hidup seorang diri di negara orang apa lagi dia sering meninggalkan kembar untuk bekerja untung saja ada bibi baik hati yang mau membantunya mengasuh si kembar kala itu, ia dan kembar tinggal di flat yang kumuh hanya flat kawasan kumuh yang terbilang murah meriah apa lagi seminggu sekali mereka kebagian jatah sembako kalo tidak ya makanan yang sudah jadi, setelah Yashica mendapat kerjaan yang menjanjikan ia baru bisa menabung sedikit demi sedikit dan sekarang, mereka bisa tinggal dengan nyaman walau rumah minimalis tingkat dua yang penting mereka tidak akan desak desakan lagi, menghirup bau sampah dan mengantri untuk mandi kalo kamar mandi mereka airnya mati dan seringnya mati lampu karena sering telat membayar.

Saat ini si kembar sedang berkutat di dapur, mereka saling bahu membahu kalo yang satu potong potong bahan makanan yang satu potong potong bahan bumbunya, saat ini bahan bahan yang mereka oleh sudah menyatu.

Srengggg, suara perpaduan panci dan spatula.

"Hemmm wanginyaaaa," ucap Gino sudah tak sabar untuk mencicipi masakan sang kakak.

Beberapa saat kemudian makanan lezat sudah terhidang di piring, mereka tinggal menaruhnya di meja makan.

"Ino kau yang bereskan dapur, aku yang cuci peralatan masaknya!" perintah Genio.

Gino yang mendapat perintah sang kakak langsung melaksanakannya tanpa protes. Setelah dirasa semua sudah rapih dan bersih mereka membawa piring masing masing untuk diletakan di meja makan dan siap untuk disantap.

"Ino jangan lupa berdoa!" perintah Genio.

"Amin," ucap si kembar.

Sebelum menyantap makanan yang ada di piringnya Gino meresapi bau lezat buatan sang kakak setelah merasa puas ia memasukan makanan lezat itu ke dalam mulutnya untuk dirasa, wajahnya mengambarkan rasa puas pada citra rasa makanan yang sedang dia rasakan.

"Masakan mu benar benar sempurna dan tak pernah gagal kak," puji Gino pada masakan sang kakak.

Genio yang mendapatkan pujian itu tidak merasa bangga diri karna menurutnya masih lezatan masakan sang mommy.

Setelah selesai makan pun mereka masih membagi tugas ada yang membersihkan meja makan dan ada yang mencuci piring bekas mereka makan. Yeshica benar benar mendidik mereka dengan mandiri tanpa protes dan mengeluh, dia hanya ingin anak anaknya tidak ketergantungan pada orang lain karena buat Yashica itu akan membentuk mereka sebagai laki laki sejati.

♤♡◇♧

Terpopuler

Comments

Tani

Tani

Jangan berhenti menulis thor, saya sudah menantikan karya selanjutnya.

2024-12-06

3

lihat semua
Episodes
1 AKSM 1 (Revisi)
2 AKSM 2 (Revisi)
3 AKSM 3 (Revisi)
4 AKSM 4 (Revisi)
5 AKSM 5 (Revisi)
6 AKSM 6 (Revisi)
7 AKSM 7 (Revisi)
8 AKSM 8 (Revisi)
9 AKSM 9 (Revisi)
10 AKSM 10 (Revisi)
11 AKSM 11 (Revisi)
12 AKSM 12 (Revisi)
13 AKSM 13 (Revisi)
14 AKSM 14 (Revisi)
15 AKSM 15 (Revisi)
16 AKSM 16 (Revisi)
17 AKSM 17 (Revisi)
18 AKSM 18 (Revisi)
19 AKSM 19 (Revisi)
20 AKSM 20 (Revisi)
21 AKSM 21 (Revisi)
22 AKSM 22 (Revisi)
23 AKSM 23 (Revisi)
24 AKSM 24 (Revisi)
25 AKSM 25 (Revisi)
26 AKSM 26 (Revisi)
27 AKSM 27
28 AKSM 28
29 AKSM 29
30 AKSM 30
31 AKSM 31
32 AKSM 32
33 AKSM 33
34 AKSM 34
35 AKSM 35
36 AKSM 36
37 AKSM 37
38 AKSM 38
39 AKSM 39
40 AKSM 40
41 AKSM 41
42 AKSM 42
43 AKSM 43
44 AKSM 44
45 AKSM 45
46 AKSM 46
47 AKSM 47
48 AKSM 48
49 AKSM 49
50 AKSM 50
51 AKSM 51
52 AKSM 52
53 AKSM 53
54 AKSM 54
55 AKSM 55
56 AKSM 56
57 AKSM 57
58 AKSM 58
59 AKSM 59
60 AKSM 60
61 AKSM 61
62 AKSM
63 AKSM
64 AKSM
65 AKSM
66 AKSM
67 AKSM
68 AKSM
69 AKSM
70 AKSM
71 AKSM
72 AKSM
73 AKSM
74 AKSM
75 AKSM
76 AKSM
77 AKSM
78 AKSM
79 AKSM
80 AKSM
81 AKSM
82 AKSM
83 AKSM
84 AKSM
85 AKSM
86 AKSM
87 AKSM
88 AKSM
89 AKSM
90 AKSM
91 Draft
92 AKSM
93 AKSM
94 AKSM
95 AKSM
96 AKSM
97 AKSM
98 AKSM
99 AKSM
100 AKSM
101 Draft
102 AKSM
103 AKSM
104 AKSM
105 AKSM
106 AKSM
107 AKSM
108 AKSM
109 AKSM
110 AKSM
111 AKSM
112 AKSM
113 Draft
114 AKSM
115 AKSM
116 AKSM
117 AKSM
118 AKSM
119 AKSM
120 AKSM
121 Draft
122 AKSM
123 AKSM
124 AKSM
125 AKSM
126 AKSM
127 AKSM
128 AKSM
129 AKSM
130 AKSM
131 AKSM
132 AKSM
133 AKSM
134 AKSM
135 AKSM
136 AKSM
137 AKSM
138 AKSM
139 AKSM
140 AKSM
141 AKSM
142 Draft
143 AKSM
144 AKSM
145 AKSM
146 AKSM
147 AKSM
148 AKSM
149 AKSM
150 AKSM
151 AKSM
152 AKSM
153 AKSM
154 AKSM
155 AKSM
156 AKSM
157 AKSM
158 AKSM
159 AKSM
160 AKSM
161 AKSM
162 AKSM
163 AKSM
164 AKSM
165 AKSM
166 AKSM
167 AKSM
168 AKSM
169 AKSM
170 AKSM
171 AKSM
172 AKSM
173 AKSM
174 AKSM
175 AKSM
176 AKSM
177 AKSM
178 AKSM
179 AKSM
180 AKSM
181 AKSM
182 AKSM
183 AKSM
184 AKSM
185 AKSM
186 AKSM
187 AKSM
188 AKSM
189 AKSM
190 AKSM
191 AKSM
192 AKSM
193 AKSM
194 AKSM
195 AKSM
196 AKSM
197 AKSM
198 AKSM
199 AKSM
200 AKSM
201 AKSM
202 AKSM
203 AKSM
204 AKSM
205 AKSM
206 AKSM
207 AKSM
208 AKSM
Episodes

Updated 208 Episodes

1
AKSM 1 (Revisi)
2
AKSM 2 (Revisi)
3
AKSM 3 (Revisi)
4
AKSM 4 (Revisi)
5
AKSM 5 (Revisi)
6
AKSM 6 (Revisi)
7
AKSM 7 (Revisi)
8
AKSM 8 (Revisi)
9
AKSM 9 (Revisi)
10
AKSM 10 (Revisi)
11
AKSM 11 (Revisi)
12
AKSM 12 (Revisi)
13
AKSM 13 (Revisi)
14
AKSM 14 (Revisi)
15
AKSM 15 (Revisi)
16
AKSM 16 (Revisi)
17
AKSM 17 (Revisi)
18
AKSM 18 (Revisi)
19
AKSM 19 (Revisi)
20
AKSM 20 (Revisi)
21
AKSM 21 (Revisi)
22
AKSM 22 (Revisi)
23
AKSM 23 (Revisi)
24
AKSM 24 (Revisi)
25
AKSM 25 (Revisi)
26
AKSM 26 (Revisi)
27
AKSM 27
28
AKSM 28
29
AKSM 29
30
AKSM 30
31
AKSM 31
32
AKSM 32
33
AKSM 33
34
AKSM 34
35
AKSM 35
36
AKSM 36
37
AKSM 37
38
AKSM 38
39
AKSM 39
40
AKSM 40
41
AKSM 41
42
AKSM 42
43
AKSM 43
44
AKSM 44
45
AKSM 45
46
AKSM 46
47
AKSM 47
48
AKSM 48
49
AKSM 49
50
AKSM 50
51
AKSM 51
52
AKSM 52
53
AKSM 53
54
AKSM 54
55
AKSM 55
56
AKSM 56
57
AKSM 57
58
AKSM 58
59
AKSM 59
60
AKSM 60
61
AKSM 61
62
AKSM
63
AKSM
64
AKSM
65
AKSM
66
AKSM
67
AKSM
68
AKSM
69
AKSM
70
AKSM
71
AKSM
72
AKSM
73
AKSM
74
AKSM
75
AKSM
76
AKSM
77
AKSM
78
AKSM
79
AKSM
80
AKSM
81
AKSM
82
AKSM
83
AKSM
84
AKSM
85
AKSM
86
AKSM
87
AKSM
88
AKSM
89
AKSM
90
AKSM
91
Draft
92
AKSM
93
AKSM
94
AKSM
95
AKSM
96
AKSM
97
AKSM
98
AKSM
99
AKSM
100
AKSM
101
Draft
102
AKSM
103
AKSM
104
AKSM
105
AKSM
106
AKSM
107
AKSM
108
AKSM
109
AKSM
110
AKSM
111
AKSM
112
AKSM
113
Draft
114
AKSM
115
AKSM
116
AKSM
117
AKSM
118
AKSM
119
AKSM
120
AKSM
121
Draft
122
AKSM
123
AKSM
124
AKSM
125
AKSM
126
AKSM
127
AKSM
128
AKSM
129
AKSM
130
AKSM
131
AKSM
132
AKSM
133
AKSM
134
AKSM
135
AKSM
136
AKSM
137
AKSM
138
AKSM
139
AKSM
140
AKSM
141
AKSM
142
Draft
143
AKSM
144
AKSM
145
AKSM
146
AKSM
147
AKSM
148
AKSM
149
AKSM
150
AKSM
151
AKSM
152
AKSM
153
AKSM
154
AKSM
155
AKSM
156
AKSM
157
AKSM
158
AKSM
159
AKSM
160
AKSM
161
AKSM
162
AKSM
163
AKSM
164
AKSM
165
AKSM
166
AKSM
167
AKSM
168
AKSM
169
AKSM
170
AKSM
171
AKSM
172
AKSM
173
AKSM
174
AKSM
175
AKSM
176
AKSM
177
AKSM
178
AKSM
179
AKSM
180
AKSM
181
AKSM
182
AKSM
183
AKSM
184
AKSM
185
AKSM
186
AKSM
187
AKSM
188
AKSM
189
AKSM
190
AKSM
191
AKSM
192
AKSM
193
AKSM
194
AKSM
195
AKSM
196
AKSM
197
AKSM
198
AKSM
199
AKSM
200
AKSM
201
AKSM
202
AKSM
203
AKSM
204
AKSM
205
AKSM
206
AKSM
207
AKSM
208
AKSM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!