AKSM 5 (Revisi)

Saat ini kembar sedang ada di kamar mereka, Gino yang merasa bosan binggung ingin melakukan kegiatan apa karena pekerjaan rumah yang ditugaskan oleh guru sudah mereka kerjakan dari 30 menit yang lalu. Gino yang melihat sang kakak tidak bergeming dari tadi seolah punya dunia sendiri merasa penasaran apa yang kakaknya kerjaan ditablet yang dari pagi sampe pulang sekolah tidak lepas dari tangannya.

"Kak, sok sibuk banget sih, ku perhatikan dari berangkat sekolah sampe pulang itu tablet lengket mulu ama tangan apa enggak pegel?" tanya Gino.

Gino yang ingin beranjak dari kasur menghampiri sang kakak pun diurungkan karena Genio sudah mematikan dan menaruh tabletnya dilaci belajarnya sebelum Gino kepo apa yang ada di dalam tablet itu.

"Sudah tidak usah kepo, kita ada waktu istirahat dua jam sebelum kepulangan mommy," ucap Genio sambil beranjak dari kursi untuk ke tempat tidur lalu bersiap untuk kepulau bantal tapi sebelumnya dia sudah mengunci laci meja belajarnya supaya sang adik tidak mengetahui apa yang sedang dia kerjakan.

Gino yang melihat itu hanya mendengus dan merebahkan kembali badan kekasur.

"Hemmm, mencurigakan sebenarnya apa yang sedang dikerjakan kakak sihhh bikin kepo saja," batin Gino sambil melirik sang kakak yang sudah terlelap, akhirnya Gino pun menyusul sang kakak kepulau bantal.

Beberapa jam kemudian mereka sudah rapih dengan pakaian rumahan untuk menyambut kepulangan sang mommy tercinta, sebelumnya mereka sudah membuat cemilan dan minuman segar untuk sang mommy, yang masih tersimpan di kulkas dengan apik.

Clek, suara pintu yang terbuka dari luar. Yashica masuk lalu menutup pintu tidak lupa untuk menguncinya kembali dan mengedarkan pandangannya untuk mencari anak anaknya lalu ia melihat si kembar turun dari tangga untuk menghampirinya untuk salaman dengan sang mommy. Yashica walau sudah lama tinggal di negara orang tetapi ia tidak pernah melewatkan mendidik anak anaknya tentang sopan santun dan tata krama tempat ia lahir dan dibesarkan karena ia masih keturunan darah biru dari sang ibu.

Gino membimbing sang mommy ke tempat duduk sedangkan Genio beralih ke dapur untuk mengambil cemilan dan minuman yang mereka buat sebelum kedatangan sang mommy.

"Pasti hari ini melelahkan ya mom?" tanya Gino sambil memijat bahu mommy. Yashica yang mendapat pertanyaan dari sang anak hanya tersenyum lembut dan mengelus tangan sang anak.

Tak lama Genio tiba di ruang tengah dan meletakkan cemilan dan minuman untuk mommy. Genio menyodorkan minuman dulu karena ia tau pasti mommy kehausan.

"Makasih, Honey," ucap Yashica sambil menerima gelas yang disodorkan sang putra sulung, setelah meneguk beberapa teguk lalu ia letakan di meja kembali.

"Sama sama mom," balas Genio lalu ia fokus memijat tangan sang mommy.

"Sudah honey, sini duduk di samping mommy," ucap Yashica.

Gino yang diminta duduk di samping sang mommy langsung menghentikan pijatannya. setelah melihat kedua anaknya sudah duduk di samping kanan & kirinya lalu ia menggenggam tangan mereka masing masing untuk ditaruh di atas pangkuannya. Yashica melihat wajah putra pertamanya dengan senyuman manis tetapi putranya ini memang selalu berwajah datar walaupun begitu sebagai seorang ibu ia tahu kalo putranya yang satu ini memiliki cinta yang sangat besar untuknya dan sang adik kembar, beralih ke putra keduanya yang dibalas senyuman Gino yang tak kalah manis dari seyuman sang mommy.

Yashica memeluk keduanya untuk meresapi kebersamaan mereka, andai dulu ia memilih menghilangkan dua janin yang tak berdosa, mungkin akan menjadi penyesalannya seumur hidup, saat ini ia bersukur tidak menggugurkannya karena ia telah melahirkan anak kembar yang genius dan sangat menggemaskan yang menjadi penghibur di kala capek pada rutinitasnya seperti sat ini, buat Yashica mereka adalah obat dari segala galanya obat. Karena kehadiran mereka ia tidak merasa hidup dalam kesendirian lagi karena ada penghibur yaitu anak.

"Terima kasih, mommy sayang kalian berdua," ucap Yashica sambil mencium ubun ubun kedua anaknya.

"Seharusnya kami yang bilang makasih sama mommy karena mommy adalah segala galanya untuk kami," balas Genio yang memeluk erat sang mommy.

"Hummm." Gino menganggukan kepala. "Betul yang di bilang kakak mom, jadi kami lebih lebih sayang mommy melebihi diri kita sendiri," lanjut Gino sambil memeluk mommy tak kalah eratnya dari kakak.

"Ya sudah melow melownya mommy harus bersih bersih dulu karena hari sudah mulai petang," ucap Yashica sambil melepas pelukannya dari sang anak. "Makasih ya honey untuk cemilan & minumannya, untuk malam ini gantian mommy yang akan memasak masakan yang lezat untuk kalian," lanjut Yashica sambil beranjak dari duduknya.

"Sama sama mom," ucap keduanya. " Asikkkk, makan enak lagi," seru Gino sedangkan Genio hanya melirik adiknya sambil berlalu ke dapur untuk menaruh piring & gelas kosong untuk dicuci.

...****************...

Setelah jam kantor selesai Ansel bukannya pulang tapi langsung meluncur ke markasnya karna ada sesuatu yang harus ia urus.

Tap tap tap

Suara langkah menggema di seluruh ruangan bernuansa hitam tapi elegant semua mafioso berbaris rapih menyambut sang pemimpin, di ujung barisan sang tangan kanan sudah menunggu. Ansel langsung menuju ruangannya diikuti sang tangan kanan setelah dirasa sang tuan duduk dengan nyaman ia maju di depan Ansel walau terhalang meja.

"Bagaimana transaksi dua hari yang lalu?" tanya Ansel pada sang tangan kanan.

"Semua aman terkendali dan klien dari utara ingin memesan beberapa jenis senjata laras panjang tuan," ucap Jeriko.

"Siapa pemimpinya?" tanya Ansel.

"Tuan Diego," ucapnya.

"Hemmm, pastikan mereka aman dan tidak merugikan pihak kita, Riko!" tegas Ansel. "Bagaimana apa ada berita dari Jerry?" lanjut Ansel bertanya.

"Untuk saat ini belum tuan dan saya pun belum menemukannya tapi saya usahakan segera," yakin Jeriko.

Ansel yang mendengarnya hanya menghela nafasnya.

"Riko, siapkan arena untuk ku!" perintah Ansel pada tangan kanan.

"Siap, saya undur diri tuan," ucap Jeriko sambil berlalu setelah mendapat ijin dari Ansel.

Untuk beberapa saat sebelum menuju arena Ansel masih berdiam diri di kursinya sambil mengusap liontin itu.

"Aku berjanji akan menemukanmu sekalipun keujung dunia," gumam Ansel.

......................

Bukkk

Bukkk

Bukkk

Duakkk

Saat ini sudah ada 19 pengawal yang babak belur karena Ansel meminta Jeriko untuk menyiapkan 20 anak buahnya untuk diajak latihan walaupun ia jarang utuk berlatih tapi untuk kekuatan dan strategi Ansel tidak diragukan lagi, ia meminta Jeriko bersiap siap untuk lawan tanding dengannya setelah ia menumbangkan pengawal yang ke 20.

Jeriko yang melihat anak buahnya yang ke 20 tumbang itu berarti sekarang gilirannya untuk melawan sang tuan. lalu Jeriko bergegas memasuki arena.

"Kau siap Riko," ucap Ansel.

"Siap tuan," jawab lantang Jeriko.

"Anggaplah aku ini musuh mu jadi jangan ada kata sungkan. Kalau kau merasa ada beban lampiaskan seluruh emosi mu, sekarang ini akulah lawan mu," ucap Ansel meyakinkan.

"Kalo begitu saya tidak akan sungkan, saya mulai," ucap Jeriko sambil mengambil ancang ancang.

Ansel merespon dengan anggukan.

Hiattttt

Jeriko mulai berlari menyerang Ansel dengan kekutan penuh.

Beberapa saat kemudian Ansel dan Jeriko masih bertahan di dalam Arena, dua duanya belum ada tanda tanda akan tumbang mereka sama sama kuat walau Jeriko mendapat pukulan berkali kali tetapi tetap berdiri tegak dengan sorot mata yang tajam, sedangkan Ansel hanya mendapatkan pukulan dua kali di wajahnya itu artinya Ansel masih lebih unggul. Beberapa jam kemudian Jeriko yang akhirnya tumbang. Sekarang para anak buah Jeriko berkumpul di depan sang pemimpin tak jauh dari Ansel, Jeriko selalu ada di sampingnya.

"Kekuatan mu sudah cukup bagus, pertahankan Riko," ucap Ansel sambil menepuk bahu sang tangan kanan, setelahnya Ansel menghadap para anak buah Riko yang tadi ditunjuk untuk jadi lawannya diarena.

"Kalian berlatihlah lebih keras dan asah terus kemampuan kalian masing masing, saya tidak bilang kalo kalian lemah tetapi buat saya kekuatan kalian masih kurang dan harus di upgrade kembali begitu pun dengan latihan latihan yang lain. Paham kalian!" ucap Ansel dengan sorot mata yang tajam dan dingin.

Paham!" ucap serentak para mafioso. Mereka langsung membubarkan diri setelah melihat sang tuan dan tangan kanan beranjak dari arena.

Setelah Ansel membersihkan diri di kamar pribadinya khusus di markas, ia langsung pulang tapi tidak pulang ke mansion utama, ia lebih memilih pulang ke apartemen karena hari sudah larut, besok pagi ia harus mengadakan rapat dengan para petinggi, berhubung juga apartemen dekat dengan kantor.

♤♡◇♧

Episodes
1 AKSM 1 (Revisi)
2 AKSM 2 (Revisi)
3 AKSM 3 (Revisi)
4 AKSM 4 (Revisi)
5 AKSM 5 (Revisi)
6 AKSM 6 (Revisi)
7 AKSM 7 (Revisi)
8 AKSM 8 (Revisi)
9 AKSM 9 (Revisi)
10 AKSM 10 (Revisi)
11 AKSM 11 (Revisi)
12 AKSM 12 (Revisi)
13 AKSM 13 (Revisi)
14 AKSM 14 (Revisi)
15 AKSM 15 (Revisi)
16 AKSM 16 (Revisi)
17 AKSM 17 (Revisi)
18 AKSM 18 (Revisi)
19 AKSM 19 (Revisi)
20 AKSM 20 (Revisi)
21 AKSM 21 (Revisi)
22 AKSM 22 (Revisi)
23 AKSM 23 (Revisi)
24 AKSM 24 (Revisi)
25 AKSM 25 (Revisi)
26 AKSM 26 (Revisi)
27 AKSM 27
28 AKSM 28
29 AKSM 29
30 AKSM 30
31 AKSM 31
32 AKSM 32
33 AKSM 33
34 AKSM 34
35 AKSM 35
36 AKSM 36
37 AKSM 37
38 AKSM 38
39 AKSM 39
40 AKSM 40
41 AKSM 41
42 AKSM 42
43 AKSM 43
44 AKSM 44
45 AKSM 45
46 AKSM 46
47 AKSM 47
48 AKSM 48
49 AKSM 49
50 AKSM 50
51 AKSM 51
52 AKSM 52
53 AKSM 53
54 AKSM 54
55 AKSM 55
56 AKSM 56
57 AKSM 57
58 AKSM 58
59 AKSM 59
60 AKSM 60
61 AKSM 61
62 AKSM
63 AKSM
64 AKSM
65 AKSM
66 AKSM
67 AKSM
68 AKSM
69 AKSM
70 AKSM
71 AKSM
72 AKSM
73 AKSM
74 AKSM
75 AKSM
76 AKSM
77 AKSM
78 AKSM
79 AKSM
80 AKSM
81 AKSM
82 AKSM
83 AKSM
84 AKSM
85 AKSM
86 AKSM
87 AKSM
88 AKSM
89 AKSM
90 AKSM
91 Draft
92 AKSM
93 AKSM
94 AKSM
95 AKSM
96 AKSM
97 AKSM
98 AKSM
99 AKSM
100 AKSM
101 Draft
102 AKSM
103 AKSM
104 AKSM
105 AKSM
106 AKSM
107 AKSM
108 AKSM
109 AKSM
110 AKSM
111 AKSM
112 AKSM
113 Draft
114 AKSM
115 AKSM
116 AKSM
117 AKSM
118 AKSM
119 AKSM
120 AKSM
121 Draft
122 AKSM
123 AKSM
124 AKSM
125 AKSM
126 AKSM
127 AKSM
128 AKSM
129 AKSM
130 AKSM
131 AKSM
132 AKSM
133 AKSM
134 AKSM
135 AKSM
136 AKSM
137 AKSM
138 AKSM
139 AKSM
140 AKSM
141 AKSM
142 Draft
143 AKSM
144 AKSM
145 AKSM
146 AKSM
147 AKSM
148 AKSM
149 AKSM
150 AKSM
151 AKSM
152 AKSM
153 AKSM
154 AKSM
155 AKSM
156 AKSM
157 AKSM
158 AKSM
159 AKSM
160 AKSM
161 AKSM
162 AKSM
163 AKSM
164 AKSM
165 AKSM
166 AKSM
167 AKSM
168 AKSM
169 AKSM
170 AKSM
171 AKSM
172 AKSM
173 AKSM
174 AKSM
175 AKSM
176 AKSM
177 AKSM
178 AKSM
179 AKSM
180 AKSM
181 AKSM
182 AKSM
183 AKSM
184 AKSM
185 AKSM
186 AKSM
187 AKSM
188 AKSM
189 AKSM
190 AKSM
191 AKSM
192 AKSM
193 AKSM
194 AKSM
195 AKSM
196 AKSM
197 AKSM
198 AKSM
199 AKSM
200 AKSM
201 AKSM
202 AKSM
203 AKSM
204 AKSM
205 AKSM
206 AKSM
207 AKSM
208 AKSM
Episodes

Updated 208 Episodes

1
AKSM 1 (Revisi)
2
AKSM 2 (Revisi)
3
AKSM 3 (Revisi)
4
AKSM 4 (Revisi)
5
AKSM 5 (Revisi)
6
AKSM 6 (Revisi)
7
AKSM 7 (Revisi)
8
AKSM 8 (Revisi)
9
AKSM 9 (Revisi)
10
AKSM 10 (Revisi)
11
AKSM 11 (Revisi)
12
AKSM 12 (Revisi)
13
AKSM 13 (Revisi)
14
AKSM 14 (Revisi)
15
AKSM 15 (Revisi)
16
AKSM 16 (Revisi)
17
AKSM 17 (Revisi)
18
AKSM 18 (Revisi)
19
AKSM 19 (Revisi)
20
AKSM 20 (Revisi)
21
AKSM 21 (Revisi)
22
AKSM 22 (Revisi)
23
AKSM 23 (Revisi)
24
AKSM 24 (Revisi)
25
AKSM 25 (Revisi)
26
AKSM 26 (Revisi)
27
AKSM 27
28
AKSM 28
29
AKSM 29
30
AKSM 30
31
AKSM 31
32
AKSM 32
33
AKSM 33
34
AKSM 34
35
AKSM 35
36
AKSM 36
37
AKSM 37
38
AKSM 38
39
AKSM 39
40
AKSM 40
41
AKSM 41
42
AKSM 42
43
AKSM 43
44
AKSM 44
45
AKSM 45
46
AKSM 46
47
AKSM 47
48
AKSM 48
49
AKSM 49
50
AKSM 50
51
AKSM 51
52
AKSM 52
53
AKSM 53
54
AKSM 54
55
AKSM 55
56
AKSM 56
57
AKSM 57
58
AKSM 58
59
AKSM 59
60
AKSM 60
61
AKSM 61
62
AKSM
63
AKSM
64
AKSM
65
AKSM
66
AKSM
67
AKSM
68
AKSM
69
AKSM
70
AKSM
71
AKSM
72
AKSM
73
AKSM
74
AKSM
75
AKSM
76
AKSM
77
AKSM
78
AKSM
79
AKSM
80
AKSM
81
AKSM
82
AKSM
83
AKSM
84
AKSM
85
AKSM
86
AKSM
87
AKSM
88
AKSM
89
AKSM
90
AKSM
91
Draft
92
AKSM
93
AKSM
94
AKSM
95
AKSM
96
AKSM
97
AKSM
98
AKSM
99
AKSM
100
AKSM
101
Draft
102
AKSM
103
AKSM
104
AKSM
105
AKSM
106
AKSM
107
AKSM
108
AKSM
109
AKSM
110
AKSM
111
AKSM
112
AKSM
113
Draft
114
AKSM
115
AKSM
116
AKSM
117
AKSM
118
AKSM
119
AKSM
120
AKSM
121
Draft
122
AKSM
123
AKSM
124
AKSM
125
AKSM
126
AKSM
127
AKSM
128
AKSM
129
AKSM
130
AKSM
131
AKSM
132
AKSM
133
AKSM
134
AKSM
135
AKSM
136
AKSM
137
AKSM
138
AKSM
139
AKSM
140
AKSM
141
AKSM
142
Draft
143
AKSM
144
AKSM
145
AKSM
146
AKSM
147
AKSM
148
AKSM
149
AKSM
150
AKSM
151
AKSM
152
AKSM
153
AKSM
154
AKSM
155
AKSM
156
AKSM
157
AKSM
158
AKSM
159
AKSM
160
AKSM
161
AKSM
162
AKSM
163
AKSM
164
AKSM
165
AKSM
166
AKSM
167
AKSM
168
AKSM
169
AKSM
170
AKSM
171
AKSM
172
AKSM
173
AKSM
174
AKSM
175
AKSM
176
AKSM
177
AKSM
178
AKSM
179
AKSM
180
AKSM
181
AKSM
182
AKSM
183
AKSM
184
AKSM
185
AKSM
186
AKSM
187
AKSM
188
AKSM
189
AKSM
190
AKSM
191
AKSM
192
AKSM
193
AKSM
194
AKSM
195
AKSM
196
AKSM
197
AKSM
198
AKSM
199
AKSM
200
AKSM
201
AKSM
202
AKSM
203
AKSM
204
AKSM
205
AKSM
206
AKSM
207
AKSM
208
AKSM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!