AKSM 2 (Revisi)

Negara. I

Wajah rupawan, rahang tegas disertai tumbuhnya bulu bulu halus menambah kesan macho serta mata tajam berwarna hijau hazel, sedang menatap layar proyektor yang sedang dipresentasikan oleh karyawan divisi keuangan A.C Company Grup.

Semua bagian divisi yang hadir di ruang rapat harap harap cemas, setiap divisi memasang tampang pucat seolah menunggu vonis dari tuan hakim, presentasi yang dibawakan oleh divisi keuangan merupakan presentasi terakhir.

Sedangkan sang tuan masih tak bergeming, mata tajamnya masih tertuju layar proyektor yang sudah berubah warna putih sedari tadi.

Di saat sang asisten pribadi menanyakan hasil dari setiap presentasi divisi, sang tuan masih tak bergeming membuat mereka yang ada di lingkup rapat menahan nafas dan tidak berani untuk bergerak seinci pun.

Tiba tiba suara bariton sang tuan bergema di seluruh ruang rapat. Tetapi mata hijau hazelnya masih tertuju pada layar putih.

"Ace, apa sudah kau catat bagian bagian yang harus perbaikan ulang di setiap divisi," ucap sang tuan.

"Siap, sudah tuan," ucap Ace sang sekretaris dengan tegas.

"Bagus, kau tau apa yang harus dilakukan bukan dan saya minta laporan keuangan bulan lalu dan bulan ini sudah ada di meja sebelum jam kantor berakhir," ucap sang tuan.

"Baik, siap tuan," ucap Ace.

Setelah sang tuan mendapat jawaban dari sang sekretaris ia lalu beralih ke sang asisten.

"Juno, kau ambil alih rapat hari ini, aku kembali ke ruangan ingin istirahat sejenak," ucap sang tuan.

Bagaimana tidak lelah, perjalanan udara memakan waktu 18 hampir 20 jam dari Negara A ke Negara I. Setelah sampai di negara I sang tuan langsung menuju A.C Company Grup tanpa istirahat dan langsung mengadakan rapat dadakan.

"Siap, tuan," ucap Juno cepat.

...****************...

Flashback

Setelah mengudara hampir 20 jam akhirnya sang tuan mendarat tanpa istirahat langsung menuju A.C Company Grup.

"Juno, kita langsung ke A.C Company Grup dan kumpulkan setiap divisi," ucap sang tuan.

Sang asisten dengan sigap menghubungi sekretaris sang tuan.

"Bagaimana dengan markas, apa ada masalah. Juno?" tanya sang tuan.

"Siap, untuk semua terkendali aman tuan," ucap Juno dengan tegas.

"Bagus," ucap sang tuan dengan lugas.

Setelah itu hening tak ada lagi percakapan antara sang tuan dan asisten pribadi di dalam mobil. Beberapa saat kemudian mobil keluaran terbaru range rover sport berhenti tepat di depan pintu lobi. Semua mata tertuju siapa gerangan sang pemilik mobil mewah tersebut, semua menanti karena saat ini jam istirahat jamnya para karyawan dan karyawati makan siang. Terbukanya pintu depan turunya sang asisten yang mereka tau sang tangan kanan CEO A.C Company Grup sedang membukakan pintu tengah untuk sang tuan. Mereka yang tau siapa orang yang turun di bangku tengah semua langsung memancarkan wajah terpesona dengan mata tak berkedip bagi wanita dan ada yang menundukan kepalanya, begitu sang tuan melangkah ke dalam perusahaan diikuti sang asisten. Tak ada sapaan atau pun senyuman, melirik pun tidak, hanya pandangan tajam dan dingin yang sang tuan tunjukan hingga kaki jenjangnya melangkah lebar memasuki life khusus petinggi.

Sedangkan di bagian divisi, sekarang mereka kalang kabut karna tak ada persiapan berarti semua serba mendadak setelah mendapat informasi dari sekretaris sang tuan bahwa akan diadakan rapat dan presentasi di setiap divisi masing masing perwakilan.

Di ruang rapat sekarang sang tuan sedang mendengarkan salah satu bagian divisi. Mempresentasikan laporan dadakannya.

Flashback off

...****************...

Setelah Juno membubarkan rapat dadakan hasil sang tuan, ia kembali ke ruangannya. Sang asisten sengaja tidak menggangu waktu istirahat sang tuan karena kalo dia dibutuhkan pasti akan di panggil ke ruangan sang CEO.

CEO A.C COMPANY GRUP

Tulisan besar yang terpampang jelas di atas pintu kaca berwarna hitam, tak hanya kaca yang berwarna gelap di dalam ruangan yang super mewah dan megah berwarna abu kehitaman terkesan misterius terdapat meja besar dari pahatan kayu jati, di atas meja terpampang tulisan "CEO ~ ANSEL CULLEN DOMINIC" Seorang petinggi dan juga owner A.C Company Grup. Perusahaan yang ia dirikan sejak memasuki bangku sekolah menengah atas, tanpa embel embel nama belakang keluarga besar Dominic. Hanya bisnis bawah yang ia emban sebagai warisan kakek buyutnya. Perusahaan yang ia dirikan dari hasil jerih payahnya sendiri saat memasuki bangku kuliah sudah banyak anak perusahaan A.C Company Grup di beberapa negara termasuk di negara I yang kedua dan pusat dari A.C Company Grup ada di negara A.

Setelah ia memasuki ruangan CEO langsung menuju singgasana, duduk termenung untuk beberapa saat sebelum mengambil bandul liontin biru safir di dalam jasnya, kemana pun ia pergi liontin itu selalu ada dalam genggamannya.

Kemana lagi aku harus mencarimu, dari satu kota ke kota lain dari satu negara ke negara lain tapi selalu mendapat jalan buntu hanya satu satunya benda ini yang menjadi pengingat ku," batin Ansel dengan pandangan tak lepas dari liontin cantik itu.

Hanya liontin itu yang ia temukan di saat pemiliknya sudah tidak ada di sampingnya. Ia masih ingat jelas wangi manis, bibir sensual belah tengah, bulu mata lentik, kulit seputih susu, rambut hitam legam tanpa ia sadari dengan mata terpejam pikirannya sudah melalang buana, ia mengingat kembali momen pertama kalinya menyentuh seorang wanita tanpa menimbulkan alergi pada tubuhnya.

Malam itu Ansel dijebak oleh rekan bisnisnya agar bisa meniduri putrinya, saat itu ia sedang ada penjamuan antar pembisnis manca negara dan lokal. Untungnya kesadaran Ansel masih terjaga walau tubuhnya sudah panas ingin dipuaskan tetapi ia sebisa mungkin menahannya untuk sampai ke kamar hotel yang sebelumnya sudah di pesankan olah anak buahnya. Ia tidak ingin sembarang meniduri wanita kalo pada akhirnya harus berujung di ranjang rumah sakit pada esoknya lebih baik ia menahan siksaan dari pada badannya muncul ruam. Setelah memasuki kamar yang sudah dipesan.

"Shi*. Apa mereka tuli sudah ku bilang aku tidak memesannya, tetapi ini...?" tanyanya bergumam "Ahhh, sudah lah," sambungnya sambil berjalan ke kamar mandi.

Hampir satu jam lamanya ia di bawah guyuran air dingin tetapi rasa panas itu bukannya mereda malah semakin membara "Aahhh, siala* bukannya mereda kenapa malah semakin panas. Lihat saja kau pak tua aku tak akan membiarkanmu lolos, aku pastikan kau dan putrimu akan menanggungnya," gumamnya marah sambil mengepalkan kedua tangan dengan mata memerah.

Akhirnya mau tak mau ia harus keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk. Lalu menuju sang wanita terbaring di kasur, ia mencoba menyentuh wanita itu sampai beberapa detik dan tidak ada munculnya alergi itu datang.

"Maafkan aku nona, aku terpaksa melakukannya kalo tidak tubuh ku akan tersiksa, aku mohon bantu aku," bisiknya sambil memandang wanita cantik itu.

Setelah yakin apa yang dilakukannya ia mulai menyerang wanita tak berdaya itu.

"Oohh shi*. Virgin?" gumamnya bertanya di sela sela nikmatnya penyatuan. "Aku berjanji setelah ini akan bertanggung jawab," sambungnya.

Setelah selesai ia sempatkan untuk memandang ciptaan yang sangat indah itu, sebelum merapatkan tubuhnya dengan sang wanita yang baru saja ia renggut, setelahnya ia memejamkan mata dan mencium aroma manis pada tubuh wanitanya. Iya, Ansel sudah mengeklaim kalo sejak malam ini dia adalah wanitanya yang harus ia jaga.

Tetapi esok harinya tak ia temukan wanitanya di mana pun, hanya liontin yang jatuh di dekat kursi. Segera ia memerintahkan sang tangan kanan untuk mencari wanita yang sempat ia ambil fotonya tadi malam. Ia harus kembali ke negaranya karena ada beberapa kerjaan yang tidak bisa ia tinggal, untuk di sini ia serahkan pada sang tangan kanan termasuk mencari wanitanya, setelahnya ia langsung terbang ke negara asalnya.

♤♡◇♧

Terpopuler

Comments

reza indrayana

reza indrayana

bikin penasaran nichh...👍🏻👍👍🏻💛💙💛🫰🏻🫰🏻😘😘😘

2025-01-08

0

Wiwik Wardoyo

Wiwik Wardoyo

mampir thooorrr 👍👍

2025-06-25

0

falea sezi

falea sezi

kek q aja kadang kliru bedain anak kembar ku/Curse//Curse/

2025-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 AKSM 1 (Revisi)
2 AKSM 2 (Revisi)
3 AKSM 3 (Revisi)
4 AKSM 4 (Revisi)
5 AKSM 5 (Revisi)
6 AKSM 6 (Revisi)
7 AKSM 7 (Revisi)
8 AKSM 8 (Revisi)
9 AKSM 9 (Revisi)
10 AKSM 10 (Revisi)
11 AKSM 11 (Revisi)
12 AKSM 12 (Revisi)
13 AKSM 13 (Revisi)
14 AKSM 14 (Revisi)
15 AKSM 15 (Revisi)
16 AKSM 16 (Revisi)
17 AKSM 17 (Revisi)
18 AKSM 18 (Revisi)
19 AKSM 19 (Revisi)
20 AKSM 20 (Revisi)
21 AKSM 21 (Revisi)
22 AKSM 22 (Revisi)
23 AKSM 23 (Revisi)
24 AKSM 24 (Revisi)
25 AKSM 25 (Revisi)
26 AKSM 26 (Revisi)
27 AKSM 27
28 AKSM 28
29 AKSM 29
30 AKSM 30
31 AKSM 31
32 AKSM 32
33 AKSM 33
34 AKSM 34
35 AKSM 35
36 AKSM 36
37 AKSM 37
38 AKSM 38
39 AKSM 39
40 AKSM 40
41 AKSM 41
42 AKSM 42
43 AKSM 43
44 AKSM 44
45 AKSM 45
46 AKSM 46
47 AKSM 47
48 AKSM 48
49 AKSM 49
50 AKSM 50
51 AKSM 51
52 AKSM 52
53 AKSM 53
54 AKSM 54
55 AKSM 55
56 AKSM 56
57 AKSM 57
58 AKSM 58
59 AKSM 59
60 AKSM 60
61 AKSM 61
62 AKSM
63 AKSM
64 AKSM
65 AKSM
66 AKSM
67 AKSM
68 AKSM
69 AKSM
70 AKSM
71 AKSM
72 AKSM
73 AKSM
74 AKSM
75 AKSM
76 AKSM
77 AKSM
78 AKSM
79 AKSM
80 AKSM
81 AKSM
82 AKSM
83 AKSM
84 AKSM
85 AKSM
86 AKSM
87 AKSM
88 AKSM
89 AKSM
90 AKSM
91 Draft
92 AKSM
93 AKSM
94 AKSM
95 AKSM
96 AKSM
97 AKSM
98 AKSM
99 AKSM
100 AKSM
101 Draft
102 AKSM
103 AKSM
104 AKSM
105 AKSM
106 AKSM
107 AKSM
108 AKSM
109 AKSM
110 AKSM
111 AKSM
112 AKSM
113 Draft
114 AKSM
115 AKSM
116 AKSM
117 AKSM
118 AKSM
119 AKSM
120 AKSM
121 Draft
122 AKSM
123 AKSM
124 AKSM
125 AKSM
126 AKSM
127 AKSM
128 AKSM
129 AKSM
130 AKSM
131 AKSM
132 AKSM
133 AKSM
134 AKSM
135 AKSM
136 AKSM
137 AKSM
138 AKSM
139 AKSM
140 AKSM
141 AKSM
142 Draft
143 AKSM
144 AKSM
145 AKSM
146 AKSM
147 AKSM
148 AKSM
149 AKSM
150 AKSM
151 AKSM
152 AKSM
153 AKSM
154 AKSM
155 AKSM
156 AKSM
157 AKSM
158 AKSM
159 AKSM
160 AKSM
161 AKSM
162 AKSM
163 AKSM
164 AKSM
165 AKSM
166 AKSM
167 AKSM
168 AKSM
169 AKSM
170 AKSM
171 AKSM
172 AKSM
173 AKSM
174 AKSM
175 AKSM
176 AKSM
177 AKSM
178 AKSM
179 AKSM
180 AKSM
181 AKSM
182 AKSM
183 AKSM
184 AKSM
185 AKSM
186 AKSM
187 AKSM
188 AKSM
189 AKSM
190 AKSM
191 AKSM
192 AKSM
193 AKSM
194 AKSM
195 AKSM
196 AKSM
197 AKSM
198 AKSM
199 AKSM
200 AKSM
201 AKSM
202 AKSM
203 AKSM
204 AKSM
205 AKSM
206 AKSM
207 AKSM
208 AKSM
Episodes

Updated 208 Episodes

1
AKSM 1 (Revisi)
2
AKSM 2 (Revisi)
3
AKSM 3 (Revisi)
4
AKSM 4 (Revisi)
5
AKSM 5 (Revisi)
6
AKSM 6 (Revisi)
7
AKSM 7 (Revisi)
8
AKSM 8 (Revisi)
9
AKSM 9 (Revisi)
10
AKSM 10 (Revisi)
11
AKSM 11 (Revisi)
12
AKSM 12 (Revisi)
13
AKSM 13 (Revisi)
14
AKSM 14 (Revisi)
15
AKSM 15 (Revisi)
16
AKSM 16 (Revisi)
17
AKSM 17 (Revisi)
18
AKSM 18 (Revisi)
19
AKSM 19 (Revisi)
20
AKSM 20 (Revisi)
21
AKSM 21 (Revisi)
22
AKSM 22 (Revisi)
23
AKSM 23 (Revisi)
24
AKSM 24 (Revisi)
25
AKSM 25 (Revisi)
26
AKSM 26 (Revisi)
27
AKSM 27
28
AKSM 28
29
AKSM 29
30
AKSM 30
31
AKSM 31
32
AKSM 32
33
AKSM 33
34
AKSM 34
35
AKSM 35
36
AKSM 36
37
AKSM 37
38
AKSM 38
39
AKSM 39
40
AKSM 40
41
AKSM 41
42
AKSM 42
43
AKSM 43
44
AKSM 44
45
AKSM 45
46
AKSM 46
47
AKSM 47
48
AKSM 48
49
AKSM 49
50
AKSM 50
51
AKSM 51
52
AKSM 52
53
AKSM 53
54
AKSM 54
55
AKSM 55
56
AKSM 56
57
AKSM 57
58
AKSM 58
59
AKSM 59
60
AKSM 60
61
AKSM 61
62
AKSM
63
AKSM
64
AKSM
65
AKSM
66
AKSM
67
AKSM
68
AKSM
69
AKSM
70
AKSM
71
AKSM
72
AKSM
73
AKSM
74
AKSM
75
AKSM
76
AKSM
77
AKSM
78
AKSM
79
AKSM
80
AKSM
81
AKSM
82
AKSM
83
AKSM
84
AKSM
85
AKSM
86
AKSM
87
AKSM
88
AKSM
89
AKSM
90
AKSM
91
Draft
92
AKSM
93
AKSM
94
AKSM
95
AKSM
96
AKSM
97
AKSM
98
AKSM
99
AKSM
100
AKSM
101
Draft
102
AKSM
103
AKSM
104
AKSM
105
AKSM
106
AKSM
107
AKSM
108
AKSM
109
AKSM
110
AKSM
111
AKSM
112
AKSM
113
Draft
114
AKSM
115
AKSM
116
AKSM
117
AKSM
118
AKSM
119
AKSM
120
AKSM
121
Draft
122
AKSM
123
AKSM
124
AKSM
125
AKSM
126
AKSM
127
AKSM
128
AKSM
129
AKSM
130
AKSM
131
AKSM
132
AKSM
133
AKSM
134
AKSM
135
AKSM
136
AKSM
137
AKSM
138
AKSM
139
AKSM
140
AKSM
141
AKSM
142
Draft
143
AKSM
144
AKSM
145
AKSM
146
AKSM
147
AKSM
148
AKSM
149
AKSM
150
AKSM
151
AKSM
152
AKSM
153
AKSM
154
AKSM
155
AKSM
156
AKSM
157
AKSM
158
AKSM
159
AKSM
160
AKSM
161
AKSM
162
AKSM
163
AKSM
164
AKSM
165
AKSM
166
AKSM
167
AKSM
168
AKSM
169
AKSM
170
AKSM
171
AKSM
172
AKSM
173
AKSM
174
AKSM
175
AKSM
176
AKSM
177
AKSM
178
AKSM
179
AKSM
180
AKSM
181
AKSM
182
AKSM
183
AKSM
184
AKSM
185
AKSM
186
AKSM
187
AKSM
188
AKSM
189
AKSM
190
AKSM
191
AKSM
192
AKSM
193
AKSM
194
AKSM
195
AKSM
196
AKSM
197
AKSM
198
AKSM
199
AKSM
200
AKSM
201
AKSM
202
AKSM
203
AKSM
204
AKSM
205
AKSM
206
AKSM
207
AKSM
208
AKSM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!