Pandu harus kembali bersabar demi merasakan diseruduk oleh Panda, karena ada kerabatnya yang datang. Kerabat dari pihak mendiang ibunya. Bersama Jaya menyambut dan beramah tamah, Dara sempat menemani sebentar.
Saat kembali ke kamarnya, Kemala mengarahkan putrinya ke kamar Pandu. “Biar nanti dibantu bibi pindahkan perlengkapan kamu.”
“Kenapa nggak Mas Pandu aja yang pindah ke sini.”
“Dara, nggak boleh begitu. Harus patuh sama suami, ikut kemana dia pergi. Setelah ini diskusikan apa kamu tetap bekerja atau tidak. Pandu lebih dari cukup untuk menafkahi kamu, walaupun bekerja nanti malah membuat keluarga ini malu. Masa menantu Jaya Mahendra, kerja di hotel hanya sebagai asisten.”
“Iya Bun, tapi mana tahu besok Mas Pandu malah kasih aku jabatan yang bagus.” Dara kemudian tergelak membayangkan dia akan menjadi atasan David dan Leo.
Masih mengenakan kebaya lengkap dengan atributnya, Dara menuju lantai dua. Tepatnya ke kamar Pandu. Kamar yang mencirikan kalau penghuninya seorang pria, didominasi warna abu dan hitam. Baik untuk perlengkapan ataupun furniture.
Merebahkan tubuhnya di ranjang dan menghirup dalam-dalam aroma parfum Pandu yang tertinggal di bantal. Tubuh Dara masih lelah dan kantuk saat Kemala menghubunginya, ditambah dengan kenyataan ia menikah hari ini juga tentu saja sempat mempermainkan emosinya.
Mengantuk, sudah tidak bisa ditawar dan akhirnya ia terpejam. Terdengar ketukan pintu membuat Dara terjaga, ternyata ia baru tertidur satu jam. Koper miliknya sudah diantar dan langsung isinya dipindahkan ke wardrobe milik sang suami. Sempat tercengang melihat isi wardrobe milik Pandu. Lemari kaca berjejer berisi deretan jas, kemeja, juga pakaian lain. Termasuk juga lemari berisi tas, sepatu, bahkan ikat pinggang.
“Wow, kayak buka toko aja.”
Dara melepas setelan kebayanya lalu berganti kimono satin. Tidak ada meja rias di kamar Pandu, ia pun menghapus make up dan melepas sanggul rambutnya di toilet.
“ish, susah banget.” Dara masih berusaha melepas sanggul dan penjepi…
Cinta Tak Harus Kamu
CTHK 53 ~ I'm Coming
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments
Nuryati Yati
Pandu wis ora sabar langsung nyeruduk ae
2026-06-23
0
Erna M Jen
langsung gass ..om pandu jangan dilepasin
2024-12-08
0
NiedaSofian
Hahaha. Gila si pandu..sakit perutku
2024-12-02
0