“Morning, Mama Panda.”
Dara yang baru saja terjaga bahkan belum sepenuhnya sadar, menoleh. Pandu dengan senyum menenangkan menatapnya dan diantara mereka sudah ada Danar yang sedang asyik memainkan jemari Papanya.
“Sudah pada bangun. Ini jam berapa?” Dara mendekatkan wajahnya lalu mencium pipi Danar.
“Papanya juga mau.” Pandu sudah menyodorkan bibirnya.
“Aku baru bangun, belum gosok gigi dan mpppp.” Pandu tidak berbasa-basi menarik tengkuk istrinya melahap bibir yang selalu menggoda ketika bicara. Pagutan bibir itu dilakukan tepat di atas Danar yang menatap tidak mengerti apa yang dilakukan orang tuanya. Hanya mengeluarkan kata-kata dalam bahasa bayi yang tidak jelas.
“Mas!” Dara mengerucutkan bibir ketika pagutan terlepas.
“Kenapa, mau lagi?”
“Ck. Kamu belum siap-siap, nanti telat.”
“Nggak masalah sayang. Telat itu membawa kebahagiaan. Lihat saja Danar, karena kamu telat dia akhirnya hadir diantara kita. Kalau kamu masih mau yang kayak gini, aku masih semangat banget untuk proses cetak. Tinggal bilang mau gaya apa dan di mana.” Pandu mengira Dara menyembunyikan tes kehamilan yang hasilnya negatif dan penuturannya ini seakan menjelaskan kalau dia akan mendukung sang istri untuk tetap semangat “COBA LAGI”.
“Memang kamu pikir bayi itu kue, pake istilah cetak segala.”
“Ya iya dong, lihat aja Danar. Dia hasil cetakan kita berdua,” sahut Pandu tidak mau kalah.
“Cetakan kamu, wajahnya plek ketiplek wajah kamu.”
“Ya makanya kita semangat proses lagi, siapa tahu yang berikutnya ikut cetakan kamu.”
Dara melengos, enggan menanggapi. Tujuannya walk in closet, menyiapkan keperluan sang suami. Mulai dari pakaian dal4m, setelan kerja bahkan sepatu dan ikat pinggang. Terdengar celoteh dan tawa Danar karena digoda oleh Pandu.
“Mas, mandi!”
“Mandiin dong. Kayaknya udah lama kita nggak mandi bareng. Aku titip Danar ke Bunda dulu ya.”
“Nggak ah. Aku mandi nanti dulu, masih dingin dan kepalaku pusing.” Dara keluar dari walk in closet lalu membuka pintu menuju kamar Danar. Menyiapkan ke…
Cinta Tak Harus Kamu
CTHK 78 ~ Kejutan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 85 Episodes
Comments
Surya Hermawan
kok pingin gaplok muka pandu ya /Facepalm/
2024-12-16
0
Ari_nurin
🤣🤣🤣🤣 kebayang wajah tengil pandu pas ngomong kyk gt 🤣🤣
2024-11-25
0
Betti Murniatiningsih
ya allah,, pandu somplak
2025-12-21
0