Nafas Ruby mendadak tercekat, kala melihat senyum Marco yang tak seperti biasanya, senyum itu memperlihatkan Marco bak seperti iblis yang ingin menerkam mangsanya saat ini juga.
Dengan tangan yang sudah terikat, Marco menggendong tubuh Ruby bak membawa sekarung beras lalu melangkah menuju kamarnya.
Susah untuk Ruby bisa memberontak karena keadaan tanganya yang terikat.
Sampainya di kamar, Marco melempar tubuh Ruby ke atas kasurnya yang empuk.
"Aww.." pekik Ruby karena tanganya yang mulai memerah akibat sedikit tergores tali.
Marco menanggalkan jas dan juga kemeja putih yang ia saat ini masih menempel di tubuhnya.
Sontak Ruby membulatkan kedua matanya, ia terkejut melihat kembali tubuh sixpack dan berotot Marco yang tadi pagi bahkan belum bisa ia lupakan.
Dengan susah payah Ruby mencoba menelan salivanya, dan keringat dingin yang mulai bercucuran.
"Santailah baby, aku tidak akan menyakiti mu." Ujar Marco yang saat ini sudah setengah berdiri di atas ranjang dan berhadapan dengan Ruby.
"Kau bilang tak menyakiti ku? Lalu apa yang terjadi dengan pergelangan tanganku ini? Apa kau pura-pura buta dan tak mau melihat?" Sarkas Ruby mencoba memberanikan diri untuk memperlihatkan goresan pada lengannya yang masih terikat tali.
Kini Marco duduk tepat di depan Ruby dan sedikit mengikis jarak, tangan Marco terulur lalu meraih tangan Ruby, ia melihat memang ada sedikit goresan hingga membuat kulit Ruby yang tampak putih mulus bening itu mulai kemerahan.
Marco mencium telapak tangan Ruby. Dan itu membuat Ruby kembali terkejut dengan sikap Marco yang tak dapat di tebak.
Sampai dimana Marco tak berhenti hanya di telapak tangan Ruby. Kecupan Marco mulai merambat ke tangan, sampai nafas Ruby kembali tercekat kala bibir Marco menempel di ceruk lehernya.
Otot-otot pada leher Ruby terlihat sekali ketika sang empu merasa tegang, netra keduanya bertemu kala Marco mulai menatapnya dengan intim.
Saat Marco mulai mendekat wajahnya. Tiba-tiba Ruby mempunyai ide agar aksi Marco kali ini gagal.
B…
Mafia Bucin
bab 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments