"Tidak mau, aku ingin pulang sekarang. Ada suatu hal yang harus aku kerjakan." Pandangan Marco menyipit ke arah Ruby.
"Urusan? Urusan apa sampai sepenting itu dan lebih penting dari pada diriku?"
"Cih. Kenapa kamu menjadi sangat protektif? Sebelum aku bersamamu aku punya banyak kesibukan." Sarkas Ruby yang selalu tak mau di kalahkan.
"Sibuk dengan beberapa geng motor mu itu? Aku harap kamu segera lepas dengan para geng motor mu itu, karena sekarang kamu sudah menjadi milik ku."
" Bukankah kita bersama karena kesepakatan?"
Marco masih berdiri di depan Ruby . Kedua tangannya terlipat, ia tampak muak mendengar pembicaraan kali ini. Mengingat kenyataan bahwa hubungannya dengan Ruby berawal dari kesepakatan, ia mulai merasa jengkel dengan situasi ini.
Wajah Marco tampak merah padam, dan tubuhnya gemetar ketika mengingat sifat keras kepala Ruby yang tak pernah mau mengakui perasaannya. Ia merasa kecewa dan frustrasi, karena di satu sisi ia merasa ada perasaan yang mulai tumbuh di hatinya, namun Ruby seolah sama sekali tidak menggubris perasaannya sendiri.
Sambil menatap langit-langit kamarnya, Marco berusaha meresapi perasaan yang mulai menjalar di dadanya. Tiba-tiba, ia tertawa kecil melihat betapa konyolnya situasi ini. Bahkan dengan kejadian seperti ini, ia masih berharap suatu hari nanti Ruby akan menyadari perasaannya dan menerima cinta yang ia tawarkan.
"Iya, kamu betul. Ini hanya hubungan kesepakatan, jadi bukankah aku beruntung sudah mendapatkannya, aku jadi berfikir itu karena kenyataannya bahwa aku yang pertama kali melakukan itu bersama mu bukan?" Marcos pun tersenyum smirk dan berkata sesarkas itu untuk menutupi perasaannya.
Padahal jika Ruby mengingat pergulatan panas tadi pagi, seharusnya dia mengingat kata-kata Marco yang pria itu ucapkan, bahkan kata-kata itu jujur dari dalam hati Marco.
JELEGERRRR....
Hati Ruby bak di sambar petir ketika mendegar perkataan Marco baru saja. Ia tak juga memungkiri bahwa sikap Marco batu saja karena terpicu karena perkataann…
Mafia Bucin
bab 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
2024-08-01
1