Ekhem.
Suara deheman membuyarkan dua sedang bernostalgia.
"Aku rasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk bermesraan," ujar Deva dengan wajah tanpa dosa.
"Cih mengganggu saja," gumam Kenzie dalam hati.
"Ehm ... kalau begitu aku akan menyiapkan makan untuk kalian," ucap Kenzie dan segera bangkit dari pangkuan Ardi.
"Kalau begitu segeralah, aku sudah lapar." Jawab Ardi dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
Sekarang hanya menyisakan dua lelaki yang kini saling pandang pandang. "Kenapa kamu menatapku seperti itu," ucap Ardi dengan gelagapan.
"Hasil dari pemeriksaan kemarin, aku butuh untuk memastikan." Kata Deva dengan wajahnya yang serius.
"Memangnya apa yang ingin kamu lihat? Bahkan aku hanya kelelahan, tetapi sikapmu seolah-olah kamu istriku!" dengus Ardi dengan sedikit kesal.
"Bahkan jika aku seorang perempuan, tentu saja tidak mau menjadi istrimu." Dengan nada mengejek Deva berkata.
"Dev, berhenti! Apa yang kamu lakukan padaku," ujar Ardi karena Deva menarik lengannya dan setelah itu meletakkan tangannya untuk memastikan jika Ardi tidak demam dan benar-benar hanya kelelahan.
"Diamlah, atau aku akan kembali membawamu ke rumah sakit." Jawab Deva.
Tak ingin membuat dirinya sendiri berada di rumah sakit. Ardi hanya bisa pasrah ketika Deva-sahabat satu-satunya berusaha memeriksa keadaannya.
"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan?" tanya Ardi karena Deva belum mengatakan apa-apa kepadanya.
"Nanti malam akan ada pesta pertemuan dengan beberapa pengusaha lainnya. Pak Surya juga akan hadir untuk mengumumkan tentang perusahaannya yang dialihkan ke Delon," jawab Deva.
"Baguslah," timpal Ardi.
"Kenapa kamu memberikan itu semua padanya? Perusahaan tersebut seharusnya jatuh ke tanganmu sesuai wasiat, terlebih Delon tidak ada hubungannya."
Ardi tidak menjawab, melainkan memberikan kode untuk tidak membahasnya karena dari arah dapur ia melihat Kenzie.
"Ray, Dev, waktunya makan!" ajak Kenzie pada mereka berdua.
"Ray ... siapa yang kamu panggil 'Ray', Zie?" tanya Deva denga…
Menikahi Suami Tuli
Pada Akhirnya (32)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments