Sun sang berjalan dengan menghentakan kakinya ke tanah, raut muka cemberut, mata beningnya sudah basah. Jalannya sangat cepat, suasana hati lagi tidak baik.
Membuka pintu rumah kayunya dan membantingnya dengan keras.
Ju jing yang lagi santai duduk di kursinya sambil menikmati Teh hangat, mendengar bantingan pintu cukup keras sontak menyemburkan Teh dari mulutnya.
Melihat anak gadisnya masuk dengan raut muka beringas, seakan ingin menerkam siapa saja yang ada di depannya. Ju jing urungkan niat nya untuk bertanya. Takut.,?? Bukan.., tapi lebih baik diam daripada ada yang pecah di dalam rumah ini. Maklum anak gadi semata wayang. mungkin suasana hati lagi tak baik. Birkan saja, nanti juga tenang pikir Ju jing.
Saat melihat ke arah pintu. Terlihat seorang pemuda berdiri sesekali melirik ke dalam rumah.. Tapi tak berani masuk.
"Masuk nak, mari sini duduk dan jelaskan apa yang terjadi" Ajak Ju jing.
"Baik Paman"
Julian langsung masuk dan duduk dibangku di sebelah Ju jing.
"Apa yang sebenarnya terjadi,.. ? Sampai Sun sang seperti itu Nak.. "
"Saya juga kurang tau Paman, semenjak dari Rumah pohon tadi, Dia sudah begitu, makanya saya ikut ke sini, Takut kenapa napa padanya."
Jawab Julian sedikit Khawatir.
" Memang kau bicara apa sebelumnya? "
" Hmm.. saya cuma bilang, saya sudah genap setahun di sini, rencana besok Guru akan mengantar saya ke dunia luar "
Semenjak itu raut wajahnya mulai tidak baik dan susah untuk diajak bicara"
Senyum tersungging di bibir Ju jing, dia mulai faham apa yang sebenarnya terjadi.
"Hahah.. Nak Julian, apa sudah kau tanyakan apa maunya..? Mungkin dia ingin ikut..?"
"Kalau itu belum Paman, saya cuma tanya kenapa dia begitu, tapi tak ada jawaban"
"Tidak apa, tidak apa.. Nanti biar Paman yang bicara padanya kalau suasana sudah tenang. Sun sang tak jauh beda dengan Mendiang Ibunya. Kalau dia sudah merajuk, susah untuk dibujuk..
" Iya Paman, oh ya, apa Paman melihat Paman Ju sang.. ??
Saya ingin Berlatih sekali lagi dengannya.. "
"Hahaha.. Namp…
Pendekar Dari Alam Bunian
Part 9
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments
Nani Andriani
di sini seharusnya di tul8skan jga bunyi pukulannya,,bukk atau bakkk,,,ini diam bae
2025-02-28
0
Doni Gunawan
lanjut lagi
2024-12-13
0