Saat ini Sastra terlihat sedang berada di rumah duka, ia selalu setia menemani Bunga dan mambantu keluarga yang tengah di rundung kesedihan itu. Sastra pulang ke apartemennya hanya untuk sekedar berganti pakaian dan langsung kembali lagi ke rumah Bunga.
Bahkan Sastra membayar seluruh tagihan rumah sakit serta mengurus semua biaya untuk pemulasaraan jenazah hingga dimakamkan.
Rumah duka masih ramai dengan orang yang berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa, Bu Marni menyapa dan bersalaman dengan semua orang yang ikut berduka cita atas meninggalnya sang suami.
Sementara saat ini Bunga sedang duduk di kamarnya ditemani oleh Sastra.
"Sas, aku udah banyak nyusahin kamu. Aku bahkan nggak tahu harus berterimakasih dengan cara apa." Bunga menatap Sastra dengan wajah sendu.
"Kamu memang harus berterimakasih, karena semuanya nggak gratis," sahutnya sambil mengulum senyum.
"Mak-maksudmu?" Bunga mengerutkan keningnya.
Si tampan berlesung pipi itu tersenyum manis pada Bunga dan membelai rambutnya. "Kamu harus berterimakasih padaku dengan senyumanmu dan jangan bersedih lagi. Aku yakin bapakmu tidak akan suka melihat putri cantiknya selalu menangisi kepergiannya, tetaplah menjadi Bunga yang selalu penuh semangat."
"Terima kasih... terima kasih Sas," sahutnya.
"Hari Senin ini kamu tidak usah bekerja dulu, aku sudah memberi kabar pada Fajar."
"Nggak usah, aku akan tetap pergi bekerja Sekarang aku adalah tulang punggung keluarga karena sebagai anak sulung kebutuhan keluargaku adalah tanggung jawabku. Aku harus lebih kuat dan tegar, jadi untuk itu aku harus lebih giat bekerja tidak boleh bermalas-malasan," ucap Bunga penuh tekad.
"Bunga, tapi kamu masih dalam suasana berduka. Untuk besok dan lusa beristirahatlah dulu, selasa nanti baru kamu boleh masuk bekerja jadi jangan membantah lagi oke." Sastra membujuk gadis cantik yang ada dihadapannya.
"Baiklah." Bunga mengangguk.
Mereka berdua keluar dari kamar, Sastra memilih duduk di teras karena sedang menjawab panggilan telepon sedangk…
Kapan Menikah?
KM Part 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 170 Episodes
Comments
Marliyanilintangpratama
bisa gk ibu nya aja yg metong gitu.. dri awal baca selalu mendesak bunga kan kasian dia.. udah mah jdi tulang punggung keluarga di teken abis" pula tih biar cepet nikah heran deh yg di sebut perawan tua tuh klo udah umur 40ke atas... ini kan bunga bru umur 20an bukan yah.. ?? siapa tau si ina² itu MBA (marriage bay accident) kan kita gk tau yah
2025-05-24
0
Titik Novrianti
si ibu ini,,bikin eneg n mmuakan permintaannya 😵🤭
2024-03-05
0
Mak Lis
haddduhhh..ini masih berduka Bu..saru kalo harus bahas nikah..lagian juga belum ada tanda2 kalo Sastra mau nikahin Bunga
2023-07-12
0