Kemunculan puluhan murid berjubah merah membuat suasana yang baru saja mereda kembali menegang.
Senior Qian menghitung cepat. Jumlah mereka lebih dari lima puluh orang, sebagian besar masih dalam kondisi prima. Di antara mereka bahkan terdapat banyak murid tahap kesembilan dan kesepuluh Alam Murid Roh, ditambah dua murid wilayah dalam.
Jelas mereka bukan kelompok yang bisa dilawan dalam keadaan sekarang.
Lebih buruk lagi, orang yang berdiri di depan bukan sosok asing.
“Su Mo Li!”
Senior Qian menatap pemuda berambut dikepang itu dengan wajah pucat. “Kalian sudah berada di sekitar sini sejak tadi?”
Su Mo Li tersenyum tipis.
“Benar. Dua senior wilayah dalam menyembunyikan aura kami. Kalian sibuk saling membunuh, sementara kami hanya perlu menunggu.”
Wajah orang-orang di sekitar Senior Qian berubah buruk.
Mereka telah dijadikan mangsa sejak awal.
“Serahkan semua Kristal Giok Darah dan letakkan senjata kalian,” lanjut Su Mo Li. “Aku menjamin kalian tetap hidup.”
Senior Qian tidak segera menjawab.
Dengan kondisi mereka yang terluka dan kehabisan energi, melawan lebih dari lima puluh orang sama saja mencari kematian.
Seorang murid bernama Su Zuo akhirnya tidak tahan.
“Aku menyerah!”
Ia membawa puluhan Kristal Giok Darah dan menyerahkannya.
“Aku tidak menginginkan kesempatan masuk wilayah dalam lagi. Aku hanya ingin keluar hidup-hidup.”
Su Mo Li menerima kristal itu sambil tersenyum.
“Pilihan yang cerdas.”
Su Zuo menghela napas lega. “Kalau begitu, aku boleh pergi?”
“Jangan terburu-buru. Tinggallah bersama kami. Kami akan melindungimu sampai ujian selesai.”
Su Zuo langsung mengangguk.
Keselamatan jauh lebih penting daripada kontribusi.
Melihatnya tidak dibunuh, keberanian murid lain untuk menyerah pun muncul.
“Aku juga menyerahkan milikku!”
“Aku juga!”
“Asalkan kalian tidak membunuhku!”
Senior Qian mengepalkan tangan.
Semua perjuangan beberapa hari terakhir akan sia-sia, tetapi nyawa memang lebih penting.
“Serahkan milik kita.”
Murid berambut panjang di sampingnya menganggu…
DEWA PEDANG TANPA TANDING
Bab 53 — Tak Membiarkan Saksi Hidup
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments