Cintia menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi. Wajahnya masih basah oleh air yang baru saja ia gunakan untuk membasuh muka, tetapi dinginnya air itu tak mampu menghapus getaran dalam hatinya.
Mimpi itu begitu nyata—terlalu nyata. Ia bisa merasakan genggaman pisaunya, mendengar detak jantungnya yang berdegup cepat saat melangkah ke dalam kamar rumah sakit Araf. Ia bahkan masih bisa mencium bau antiseptik yang menyengat di udara.
Tapi itu hanya mimpi, bukan?
Cintia menghela napas panjang, lalu kembali ke kamarnya. Ia meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Jemarinya ragu-ragu sebelum akhirnya mengetik sebuah pesan.
“Araf, bisa ketemu?”
Ia menekan tombol kirim, lalu menunggu. Dadanya terasa sesak.
Tak butuh waktu lama sebelum ponselnya bergetar. Pesan balasan dari Araf muncul di layar.
“Di mana?”
Cintia menggigit bibirnya. Ia tidak yakin apa yang sedang ia lakukan. Tapi ia butuh jawaban.
“Taman kota. Setengah jam lagi.”
Araf tidak membalas, tapi Cintia tahu dia akan datang.
---
Cintia tiba lebih dulu di taman kota. Udara malam terasa dingin, membuatnya merapatkan jaketnya. Lampu taman yang redup menciptakan bayangan panjang di tanah, membuat suasana semakin terasa menekan.
Beberapa menit kemudian, Araf muncul di kejauhan. Ia mengenakan jaket abu-abu, tangannya dimasukkan ke dalam saku. Langkahnya tenang, tetapi sorot matanya tajam saat mendekat.
“Kamu kelihatan aneh,” ucap Araf begitu ia berdiri di hadapan Cintia. “Ada apa?”
Cintia menatapnya dalam diam, mencoba membaca ekspresi laki-laki itu.
“Aku mimpi tentang kamu,” akhirnya ia berkata.
Araf mengangkat alisnya. “Mimpi?”
“Ya. Tentang aku… mencoba membunuhmu.”
Ekspresi Araf berubah, tetapi bukan keterkejutan yang terlihat di wajahnya—melainkan sesuatu yang lebih tenang, seolah-olah ia sudah memperkirakan hal ini.
“Dan di akhir mimpi itu, aku tertangkap.” Cintia melanjutkan, menatap Araf dengan intens. “Apa artinya, Raf?”
Araf menghela napas, lalu duduk di bangku taman. “Menurut kamu send…
Balas Dendam Psikopat
BAB 19 BAYANGAN DALAM MIMPI.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
Cintia berusaha iklas it lebih baik, kl km bales sama aja km sprti dya.
ambil hikmah dari kejadian dlu. it yg membuat km bertahan smpe skg
2025-03-02
3