Luna terbatuk, darah merembes dari sudut bibirnya saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya yang terasa remuk. Napasnya tersengal, kepalanya berdenyut hebat akibat benturan keras yang baru saja ia alami. Pandangannya kabur, tapi satu hal yang pasti—Cintia masih berdiri di sana, menatapnya dari kejauhan.
Dengan langkah santai, Cintia menghapus noda darah di pisau yang masih digenggamnya, seolah itu hanya percikan cat yang tak berarti. Ia melirik Araf, yang kini berlutut di samping Luna dengan ekspresi panik dan marah sekaligus.
"Kenapa, Araf? Kau masih berpihak padanya?" suara Cintia terdengar hampir manis, namun matanya bersinar dengan kegilaan yang tak terbantahkan.
Araf mengepalkan tangannya. "Cintia, kau sudah cukup jauh. Hentikan ini sebelum kau melangkah terlalu jauh untuk bisa kembali."
Cintia mendengus kecil, lalu tertawa. Tawa itu dingin, menusuk, penuh penghinaan. "Terlalu jauh? Araf, aku sudah melewati batas itu sejak lama. Tidak ada jalan kembali untukku."
Tanpa peringatan, ia melangkah maju dan menghantam perut Luna dengan tendangan keras. Luna menjerit kesakitan, tubuhnya terlipat sebelum terhempas kembali ke aspal yang kasar. Araf refleks bergerak untuk melindungi Luna, tapi Cintia langsung menekan pisau ke lehernya sebelum ia bisa berbuat sesuatu.
"Jangan berani-berani, sayang," bisik Cintia dengan suara mengancam.
Araf terdiam, tubuhnya tegang. Ia bisa merasakan dinginnya bilah pisau di kulitnya. Mata mereka bertemu, dan untuk sesaat, ia melihat sesuatu di mata Cintia—bukan sekadar kebencian, tapi kehampaan. Seolah yang berdiri di hadapannya bukan lagi Cintia yang pernah ia kenal, melainkan sesuatu yang lain, sesuatu yang telah kehilangan batas antara manusia dan monster.
Luna tersengal, mencoba merangkak menjauh, tapi Cintia menyadarinya. Ia menginjak tangan Luna dengan kasar, membuat wanita itu menjerit kesakitan. Tulangnya hampir remuk di bawah tekanan itu.
"Jangan mencoba kabur," bisik Cintia. "Permainan ini belum selesai."
Ia berjongkok, menatap waj…
Balas Dendam Psikopat
BAB 53 KEHANCURAN LUNA BAGIAN 3
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments