Keheningan menyelimuti kediaman megah yang saat ini menjadi tempat Amora dan Sakala berbincang. Baik Sakala ataupun Amora hanya tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Sampai cahaya pagi mengapa. Amora tidak tahu bagaimana menghadapi semua ini. Dia bahagia namun juga bingung dalam waktu bersamaan.
Sementara Sakala diam-diam tersenyum dalam hati. Walaupun Amora tidak mengatakan jika dia memiliki tanda lahir seperti yang ia katakan, kediaman perempuan itu menjadi jawaban atas kebenarannya.
"Mora," panggil Sakala pelan. Sungguh jika tidak salah satu diantara mereka mengurai keheningan, bisa-bisa mereka menua sia-sia.
"Ya?" sahut Amora tak kalah pelan.
"Boleh kakak peluk kamu?"
Seketika mata Amora terangkat melihat kearah Sakala yang kini melihatnya dengan senyuman lembut.
"Boleh?" tanya Sakala lagi, dan laki-laki itu berdiri dari duduknya.
"Boleh!"
Tak sampai satu menit tubuh ramping itu tenggelam dalam dekapan hangat tubuh Sakala yang tinggi menjulang.
Air mata kakak beradik itu berjatuhan, kelegaan memenuhi hati keduanya. Terlebih Amora yang tidak pernah memiliki tempat untuk berbagi kisah kini tiba-tiba mempunyai kakak laki-laki seperti Sakala.
Amora sendiri benar-benar tidak menyangka jika senyumnya duplikat ibunya, yang juga merupakan ibu Sakala.
Sakala sudah menunjukkan foto orang tuanya yang lebih besar, foto yang berada di ruang pribadi di rumah besar itu. Cara tertawa mereka serupa, hanya saja Amora lebih mungil dibanding sang ibu yang tingginya 181cm.
Pagi ini serasa mimpi bagi kedua kakak beradik yang baru bertemu itu.
Amora duduk di depan Sakala menikmati makanan yang ter hidang di meja. Tidak jemu Sakala mendengarkan perjalanan hidup adiknya. Amora ceritakan secara ringkas, juga tentang bagaimana akhirnya Amora bisa bertemu dengan Varel, menjadi satu-satunya orang yang ingin Amora jadikan pendamping hidup.
"Ayah akan sangat bahagia bertemu dengan mu."
"Ayah?"
Sakala mengangguk pelan, kembali senyum itu menghiasi bibirnya menambah kadar ketampanan laki-laki…
Kukira Rumah Ternyata Neraka
Tidak dapat restu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 99 Episodes
Comments
Dibalik Senja
Alhmdulillah amora pnya 2 laki2 yg bnr2 tulus mencintai,1 kakaknya dan yg satunm calon suaminya sekarang wktunya km bahagia mora
2025-06-08
2
Felycia Fernandez
Verel dengerin dulu penjelasan Amora...
ntar kamu beneran gak dapat restu lho dari Saka...
2025-06-09
0
mei
gak perlu tes DNA ya.... karena insting seorang kakak begitu kuat
2026-03-08
0