"Harapan hidup pasien tidak sampai 60%, ada pendarahan di batang otak akibat benturan keras, tindakan operasi juga sangat beresiko karena beberapa bagian vital melemah."
Ucapan dokter itu seperti petir di siang bolong yang menyebabkan seluruh persendian dua paruh baya di samping bangsal seorang pria melemah.
Penerus satu-satunya keluarga tersebut tengah terbaring tak berdaya dengan segala alat bantu menempel di tubuhnya, luka yang nyata terlihat di bagian dada, tetapi yang mengancam nyawa di bagian kepala. Megan tak menunjukkan respon apapun pada setiap sentuhan di tubuhnya.
Sebagai orang tua tentu sangat terpukul melihat kondisi tersebut, upaya yang bisa dilakukan saat ini hanya berdoa.
Keheningan yang sempat tercipta pudar saat Melinda membuka suara.
"Amora benar-benar tidak memiliki hati nurani, begitu angkuh bahkan sekedar menemuiku saja tidak mau!" keluhan Melinda mengalihkan perhatian Nikolas dari bangsal tempat Megan terbaring tak berdaya.
Paruh baya itu memejamkan matanya, menyesalkan setiap kalimat yang keluar dari bibir wanita yang pernah menjadi belahan jiwanya itu.
"Bisa diam? Mel... jika kau cuma bisa mengeluh alangkah baiknya keluar dari sini."
"Pa, Megan satu-satunya yang kita miliki, tidakkah kamu berupaya untuk membuatnya segera sadar?"
"Jika aku bisa, sudah ku lakukan!" Suara Nikolas naik satu oktaf. "Aku jauh lebih mementingkan kebahagiaan putraku di banding dirimu yang egois, Melinda!" sarkas Nikolas menunjuk wajah Melinda yang tercengang akibat bentakan sang suami.
"Aku egois?" tunjuk Melinda pada dirinya sendiri ketika tersadar dari keterkejutannya.
Nikolas menarik napas dalam-dalam dan mendengus kesal kearah Melinda.
"Jawab aku, Pa. Dimana letak keegoisan ku selama ini? Apa karena aku tidak menyukai Amora itu menjadi bentuk keegoisan? Anakmu juga tak mencintai wanita itu, yang aku lakukan adalah bentuk dukungan demi kebahagiaan Megan." Melinda membalas perkataan suaminya.
"Apa sekarang Megan bahagia? Bukankah tujuanmu sudah tercapai? Me…
Kukira Rumah Ternyata Neraka
Warisan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 99 Episodes
Comments
Dibalik Senja
Dasar mantan mertua gk beradab ,Amora sekarang sdh pnya suami yg tulus mencintai..melinda dr pada km sibuk menganggu mora urus aza'anakmu megan biar cepet smbuh
2025-07-21
1
dewi rofiqoh
Bu melinda hanya mencari pembenaran untuk dirinya sendiri, baginya apapun yang dilakukan amora dulu / shakila sekarang tetap salah
2025-07-22
0
Felycia Fernandez
nah bener tuh...
dulu disuruh menjauh,setelah jauh malah di cari...
bisa mikir gak sih apa mau nya,seenak hati aja...
2025-07-22
0