"Dia tampak berbeda, " ujar Varel menatap kepergian Megan.
Seulas senyum terbit di bibir Shakila. "Semua karena imbas dari perbuatan mu, Mas."
Varel mengernyit mendengar ucapan sang istri.
Bibir Shakila mendarat di bibir sang suami, kecupan singkat namun meninggalkan rasa manis yang memikat.
"Megan segan padamu karena tahu kamulah yang memberi bantuan untuk pengobatannya."
Benar, Shakila sangat mengenal sikap Nikolas, paruh baya itu sangat transparan mengenai orang-orang yang berjasa untuk keluarganya. Dan yakin mantan ayah mertuanya itu pasti memberi tahu kebaikan Varel pada Megan.
"Kamu... tau..?"
"Ya, dan aku benar-benar bangga bisa menjadi pendamping manusia baik satu ini," ujarnya sambil mengelus dada Varel."Mas, makasih ya untuk malam ini!" ujar Shakila sambil melangkahkan kaki bersama Varel. Mereka bersiap pulang.
Varel mengangguk sambil tersenyum. Ia melirik tangan Shakila yang berjalan di sebelahnya. Merapatkan tubuhnya lebih dekat dengan wanita itu dan menyentuh jemari tangannya perlahan.
Shakila menahan senyumnya saat jemari tangan Varel perlahan menggenggam jemari tangannya, ia tidak memungkiri jika semakin hari ia semakin jatuh cinta pada pria itu.
"Kamu tak mau menatap Megan, apa karena takut aku marah?" tanya Varel begitu mereka sampai di dekat mobil.
Shakila membalik badannya untuk berhadapan dengan Varel langsung.
"Kamu nggak akan marah, aku tau itu. Tapi, aku memang tidak ingin melihatnya Mas. Bagiku segala yang terjadi antara kami sudah berlalu, dan aku ingin melangkah maju bersma mu, jadi ku putuskan aku tidak ingin menatap laki-laki lain selain suamiku." Shakila melangkah maju, melingkarkan tangannya memeluk Varel, dan kepalanya ia tenggelamkan di dada laki-laki itu.
Di sudut yang tak terlihat, sepasang mata Megan terus mengawasi Shakila dan Varel. Air matanya mengalir saat melihat Shakila sedang memeluk pria lain. Ia pikir, Varel yang memaksakan hubungan mereka. Kenyataannya, Shakila yang sejak tadi terlihat mencurahkan segala perhatian pada V…
Kukira Rumah Ternyata Neraka
Antara kebahagiaan dan kesedihan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 99 Episodes
Comments
dewi rofiqoh
Megan belum bisa move dari penyelesaiannya. Meski sekarang kamu mencintai amora /shakila dengan sepenuh hati, semua sudah terlambat. Lebih baik kamu menata diri dan menerima takdir bahwa kamu sudah tidak bisa bersamanya lagi.
2025-08-06
0
Kar Genjreng
rasa kehilangan dan penyesalan bisa membunuhmu secara pelan megan,,,,ya mau bagaimana lagi sakitnya mantan sudah seperti apa,,,Tuhan adil lah
2025-09-17
0
Felycia Fernandez
ini hukuman terberat mu lho 😆
2025-08-06
0