Galaxy membawa Jingga ke meja makan, mereka berdua sedikit terkejut melihat ada sosok yang tidak diundang ada di sana.
“Pagi Galaxy, Jingga. Hari ini aku ikut mobil kalian, ya? Papi sudah bilang pada uncle Orion agar aku bisa berangkat bersama kalian,” ucap Ana yang sudah duduk manis di meja makan bersama dengan Orion.
Galaxy menatap sang ayah, untuk meminta menjelasan tentunya. Sedangkan Orion hanya mengangguk, Galaxy mau tak mau hanya bisa menurut. Sementara Jingga hanya diam, dia tidak ingin berkomentar apapun. Menjaga mood di pagi hari adalah yang utama baginya, dia tidak ingin suasana hatinya yang baik rusak hanya gara-gara Ana.
“Galaxy, sini piringnya. Aku ambilkan,”ucap Ana saat melihat Galaxy mengangkat piringnya dan hendak mengambilkan nasi untuk Jingga.
Galaxy melirik kearah sang bunda.
“Ana duduk saja, nak. Biar aunty yang ambilkan untuk Galaxy dan juga yang lain,” Nasya mengambil piring Galaxy dari tangan Ana.
Nasya kemudian mengisi piring tersebut dengan nasi dan beberapa lauk, tidak ke tinggalan dengan sayurnya. “Ayah! Ini sarapannya, sini piring ayah. Biar di pakai Galaxy,” Nasya mengambilkan dulu sarapan untuk sang suami.
“Terimakasih, sayang.” Orion mengambil piring berisi nasi, lauk dan sayuran dari tangan sang istri.
Orion sebenarnya sudah menolak ketika papi Ana yang tak lain adalah sahabatnya, saat papi Ana minta tolong agar sang putri bisa berangkat ke sekolah bersama dengan Galaxy.
Namun sang sahabat terus memaksa dan minta tolong, dengan alasan supir harus mengantar dirinya ke bandara. Orion akhirnya tidak punya alasan untuk menolak, dan di sinilah Ana berakhir. Sarapan pagi bersama dengan keluarganya, meskipun Orion juga harus kena imbasnya karena sang istri marah padanya.
“Hari ini mau bawa bekal lagi, sayang?” tanya Nasya pada Jingga.
“Boleh buna. Masakan buna tidak kalah enak dari masakan mommy,” jawab Jingga.
“Benarkah, sayang?”
“Iya buna,”
“Terimakasih, sayang.” Nasya menepuk lembut kepala Jingga yang duduk di sampingnya.
Dan di sana ada Ana yang memperhatikan interaksi ke dua perempuan beda generasi tersebut, dia merasa posisinya saat ini di rebut oleh Jingga. Dahulu dia yang selalu sarapan pagi di tempat Galaxy, sebelum mereka ke sekolah. Tentunya mereka akan selalu berangkat bersama-sama, namun saat ini bahkan Galaxy menjaga jarak darinya.
Terlebih melihat perhatian Nasya, bunda dari Galaxy pada Jingga. Nasya belum pernah memanggil Ana dengan sebutan sayang, tentu hal tersebut membuat Ana semakin cemburu pada Jingga.
“Galaxy! Jangan sampai lupa, lusa jadwal Jingga untuk cek up dan terapi. Buna sudah mendaftarkan jadwal untuk Jingga,” Nasya mengingatkan.
“Iya, bun. Galaxy ingat,”
“Apa Jingga boleh menemui daddy dan mommy, buna?” sorot mata Jingga menunjukkan kerinduan pada ke dua…
Serpihan Badai Rindu Cosmic Galaxy Senja
Gangguan di pagi hari
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 225 Episodes
Comments
Mikhaila Zea
ini kenapa Orion membuka peluang buat ulet bulu sihh... aneh nih ortu
2025-05-15
0
Syiffa Fadhilah
dih ayah orion tidak tegas banget masa sama sahabat gitu banget sampai ngorbanin anak. dijaga dong perasaan jingga dan galaxy
2025-05-15
0
Mikhaila Zea
Orion bener2 ngeselin sumpah ka... klo sampe arka tau Orion begitu abis km... biru jgn kasih kesempatan buat langit
2025-05-15
0