Tidak berbeda dengan aktivitas diapartemen Jingga dan Galaxy, karena malamnya di apartemen Kala dan Attar juga terjadi hal yang sama. Mami Eris tengah sibuk memasak makan malam setelah tadi siang mereka makan masakan Kala dan Azalea.
Malam itu mami Eris membuatkan spageti kegemaran para anak-anak mereka, Kala dan Azalea turut membantu mami Eris membuat menu makan malam. Mami Eris membuat steak ayam untuk menu makan malam mereka, untungnya Kala dan Azalea punya stok daging ayam.
“Mami sama papi di sini berapa lama?” tanya Kala sambil memotong sayuran.
“Kalian maunya berapa lama?” mami Eris balik bertanya.
“Satu bulan juga boleh, mi. Kangen masakan mami,” jawab Azalea yang mendapat anggukan kepala dari Kala.
“Eum. Nanti kita tanya papi, kalau mami sih ikut papi saja. Papi yang punya banyak pekerjaan, sayang. Kalau mami kan kerjaannya ngurusin keperluan papi,” ucap mami Eris.
Kedua putri cantiknya tersebut mengangguk, mereka kemudian melanjutkan memasak.
Sementara di ruang tengah, papi Ran sedang mengobrol bersama dengan Attar. Mereka membahas tentang bisnis, terlebih Attar yang memang masih baru terjun di dunia bisnis.
“Papi dengar dari Arya, kalau dia sudah memintamu untuk mulai mempelajari berkas-berkas. Sudah di mulai atau belum, nak?” tanya papi Ran pada Attar di tengah kesibukannya melihat tablet.
“Iya, pi. Mulai minggu kemarin papa Arya mengirimkan beberapa email untuk Attar pelajari,” jawab Attar.
Papi Ran mengangguk. “Bagaimana?”
“Ada beberapa hal yang Attar belum terlalu mengerti, pi. Apa papi bisa bantu?” tanyanya kemudian.
“Bawa kemari! Coba papi lihat. Apa yang bisa papi bantu untukmu,”
“Baik pi,” Attar bergegas masuk kedalam kamarnya, dia mengambil leptop dan membawanya keluar.
Dia mulai menunjukkan pada papi Ran beberapa file yang dikirim papa Arya padanya, papi Ran mulai memeriksa file-file tersebut. Dia memberikan arahan pada sang menantu tentang apa yang harus Attar lakukan dan pelajari, harus memulai dari bagian mana terlebih dahulu.
“Kamu harus perhatikan grafik pertumbuhan yang ini, nak!” tunjuknya pada Attar. “Ini adalah grafik omset perusahaan tiap bulan,” lanjut papi Ran.
Attar memperhatikan dengan seksama setiap ucapan papi Ran, dia tidak ragu untuk mencatat bagian-bagian penting yang papi Ran ajarkan padanya.
Mertua dan menantu tersebut begitu khusyu saat membahas bisnis, hingga makan malam siap bahkan mereka masih asik dengan pembicaraan tersebut.
“Panggil papi dan suamimu untuk makan malam, sayang. Mereka tidak akan berhenti kalau sudah membahas pekerjaan,” pinta mami Eris.
“Oke, mi.” Kala menuju ruang tengah untuk memanggil suami dan papinya tersebut.
“Sama kaya ayah Arka sama bang Gavin. Kalau sudah bahas pekerjaan sampai bunda yang harus turun tangan sendiri manggilnya,” oceh Azalea yang tiba-tiba rindu kedua orang tuanya dan juga sang kakak sulung.
Mami Eris menepuk puncak kepala Azalea dengan lembut. “Begitulah mereka, sayang. Karena mereka tulang punggung keluarganya dan juga menjadi harapan untuk semua karyawan yang menggantungkan hidup di perusahaan milik keluarga kita,” jawab mami Eris.
Sementara itu diruang tengah, kedua pria kesayangan Kala tersebut masih asik membahas tentang pekerjaan hingga tidak menyadari kedatangan Kala.
“Pi, mas Attar. Di panggil mami buat makan malam sekarang,” ucapnya mengalihkan atensi Attar dan papi Ran dari leptop.
“Oke, yank.” Attar langsung berdiri, dia menuju kearah Kala dan hendak merangkul pundak sang istri.
Namun si alnya, dia kalah cepat dengan sang mertua. “Princessnya papi kenapa tambah cantik saja sekarang,” papi Ran sudah merangkul pundak Kala.
Attar mendengus kesal karena keduluan sang mertua. “Istri aku, pi.”
Papi Ran pura-pura tidak mendengar ucapan Attar, dia terus merangkul pundak putri semata wayangnya tersebut menuju meja makan.
“Ck ... susah kalau sudah saingan sama cetakannya,” gumam Attar.
Mau tidak mau Attar harus mengalah karena sang mertua menguasai istrinya, mau bagaimana lagi. Tanpa papi Ran dia juga tidak mungkin menjadi suami Kala saat ini, jadi dia harus baik-baik pada sang mertua tersebut.
Mereka berlima menikmati steak ayam dan spageti buatan mami Eris, sudah lama juga bagi Kala tidak merasakan masakan sang mami. Sepertinya sudah hampir setengah tahun dari sejak dia mulai tinggal di Jepang, dan itu sebelum Jingga mengalami kecelakaan dengan Attar.
“Masakan mami memang best,” ucap Kala begitu menikmati masakan mami Eris.
“Bunda, mami sama mommy kalau bikin steak sama spageti rasanya bisa mirip begini ya?” celetuk Azalea. “Padahal hanya resepnya yang sama, tapi tetap saja rasanya benar-benar mirip. Selalu bisa bikin nambah,” lanjut Azalea.
“Kalian lupa kalau mami pernah tinggal bersama dengan bunda dan mommy? Apalagi spageti juga makanan favorit kami,” jawab mami Eris.
Mereka mengangguk, Attar dan papi Ran hanya diam menikmati makanan mereka sambil mendengarkan celoteh para ratu yang ada di meja makan tersebut.
Serpihan Badai Rindu Cosmic Galaxy Senja
Manisnya keluarga Kala
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 225 Episodes
Comments
Mikhaila Zea
udh nikah blm tuh Arya🤭😂
2025-09-29
0