"Kalau begitu aku rasa kita tidak perlu banyak bicara, karena kalian sendiri yang mencari kematianmu sendiri!" Teriak Joseph Zen memberi aba aba
Serentak seluruh anak buahnya menyerbu dan terjadi pertempuran yang sangat menegangkan. Korban mulai berjatuhan, Namun yang paling banyak berjatuhan di pihak Gunung Budha.
Kenyataannya seluruh pertempuran yang terjadi berat sebelah, karena lawan yang di hadapi oleh pihak Gunung Budha terlalu tangguh.
Hanya beberapa tokoh Gunung Budha angkatan tua yang bisa bertarung sama kuat, tapi itupun tidak bertahan terlalu lama. Tidak sampai setengah hari, pertempuran pun terhenti.
Tampak para Hwesio Gunung Budha tergelak dengan luka luka berat dan juga banyak yang mati.
Beberapa tokoh tua pihak Gunung Budha duduk bersemedi memulihkan luka dalam mereka.
"Hahaha..Bagaimana Khong Bok Hwesio! Masihkah kamu tidak mau menyerah dan tunduk naungan perintah Partai Langit dan Bumi?"
Kembali terdengar suara Joseph Zen di iringi suara tawa menyeringai.
"Omitohud! Keputusan kami sudah bulat, apapun yang terjadi kami tidak akan menyerah."
"Bangsat hidung kerbau keras kepala, matilah kau!" Sangking gusarnya Joseph Zen tak dapat menahan dirinya lagi.
Matanya berkilat tajam, satu pukulan bentuk bola tenaga di lancarkan kearah Khong Bok Hwesio.
Sudah tentu pasti pukulan itu amat hebat dan dahsyat yang tentu pasti tidak bisa di tahan oleh Khong Bok Hwesio yang sudah lemah.
Khong Bok Hwesio memejamkan matanya menunggu kematian, Namun kematian itu tak kunjung datang juga.
Saat pukulan itu hendak datang menamatkan riwayat hidupnya, tiba tiba datang sepasang tangan yang begitu halus yang bertenaga amat kuat menangkis pukulan tersebut.
Tangan tersebut amat lincah, tidak ada bunyi yang di timbulkan saat pukulan Joseph Zen bertemu dengan tangan halus itu.
Sungguh ajaib, tangan halus itu tidak hancur, melainkan menangkap bola pukulan tersebut dan dengan entengnya membelokkan arahnya ke sebuah batu besar yang ada di dekat sana.
"Duaaarrrrr..!"
Batu itu hancur b…
Pendekar Tampan
263~Serbuan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 428 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Harusnya pengacau itu dibunuh.. mungkin langsung kabur kali yaa
2025-11-13
0
Tini Timmy
amazing
2025-08-03
0