Keheningan mencekam koridor medis Arkheon. Hanya suara beep monoton mesin yang mengawasi kehidupan yang tersisa. Di balik kaca ICU, Ruby dan Zack terbaring tak berdaya di ranjang canggih, dikelilingi labirin selang, kabel, dan alat bantu pernapasan.
Ruby, meski tubuhnya penuh luka dan perban, menunjukkan secercah harapan. Jantungnya berdetak stabil, napasnya lebih teratur, meski masih dibantu oksigen.
Zack, sebaliknya, terperangkap dalam koma. Operasi besar yang dilakukan tim medis seminggu lalu berhasil menghentikan pendarahan, namun serpihan logam armor yang menembus paru-paru dan menekan saraf tulang belakang membuatnya berada di ambang kematian. Meski mesin masih berjuang mempertahankan hidupnya, peluangnya untuk kembali… tipis.
Lily berdiri kaku di balik kaca, tangannya menempel pada permukaan dingin itu, matanya berkaca-kaca. Maya duduk di kursi panjang, tangannya terkepal erat, kepalanya tertunduk, menahan badai emosi yang menghantam dadanya.
“Kenapa harus Zack… kenapa dia yang harus menderita seperti ini…” suara Maya bergetar, air mata jatuh tanpa bisa dicegah.
Lily menghela napas panjang, suaranya pelan namun penuh tekad. “Dia masih bernapas, Maya. Itu berarti Zack belum menyerah. Kita juga tidak boleh menyerah untuk menunggunya kembali.”
Maya mendongak, menatap Lily dengan mata merah. “Kau benar-benar percaya dia akan sadar?”
“Ya,” jawab Lily mantap, menghapus air matanya. “Zack itu keras kepala. Jika ada orang yang paling tidak mungkin menyerah, itu dia. Ingat saat latihan? Dia selalu maju, meski tahu akan dihajar. Dia tidak akan berdiam diri di sana selamanya.”
Maya terdiam, bibirnya bergetar, lalu menunduk kembali.
Markas NOVA – Ruang Kendali Terlarang
Jauh di bawah pegunungan utara, markas NOVA diselimuti cahaya redup dari monitor raksasa. Profesor Marlo berdiri tegak di depan hologram desain mekanik, sementara Dr. Vex mondar-mandir dengan amarah membara.
“Chimera kita… dikalahkan oleh anak-anak ingusan dan pasukan Arkheon. Ini tidak bisa diterima!”…
IRONBOY Hero In The City
bab. 22 duka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments