Suasana markas besar Arkheon malam itu begitu tegang, seperti tali busur yang ditarik terlalu kencang. Di ruang kendali utama, layar holografik raksasa masih menampilkan rekaman pertempuran udara yang baru saja berakhir. Di sana terlihat jelas bagaimana pasukan Arkheon, termasuk skuadron di bawah komando Kapten Krios, mencoba mengejar jet tempur misterius itu. Namun, kecepatan, kelincahan, dan kemampuan manuvernya sungguh di luar nalar.
“Tidak mungkin… pesawat tempur biasa tidak bisa melakukan manuver sebrutal itu,” gumam Komandan Erwin sambil mengepalkan tangannya, buku-buku jarinya memutih. Napasnya masih terengah, bekas ketegangan pertempuran belum sepenuhnya hilang. Ruby berdiri di sisinya, wajahnya pucat namun matanya tetap tajam mengamati rekaman yang berulang-ulang ditampilkan. Ia mencoba mencari pola, petunjuk, sesuatu yang bisa menjelaskan apa yang baru saja mereka saksikan.
Lily menutup mulutnya dengan tangan, shock melihat bagaimana jet itu menghilang sekejap lalu muncul di belakang skuadron Arkheon. “Itu… itu seperti teleportasi. Tapi bukannya mustahil teknologi teleportasi bisa diterapkan pada mesin sebesar itu?” suaranya bergetar, mencerminkan ketidakpercayaan semua orang di ruangan itu.
Zack yang duduk di kursi perawatan di pojok ruangan hanya bisa mendecak pelan, menggelengkan kepalanya dengan tak percaya. “Mustahil atau tidak, yang jelas mereka hampir menjatuhkan kapten Krios. Kalau saja sistem darurat tidak aktif, kita mungkin sudah kehilangan salah satu kapten terbaik malam ini. Dan itu akan jadi pukulan telak bagi moral pasukan.”
Maya menunduk, menahan rasa cemas yang mencengkeram hatinya. Bayangan jet itu begitu menghantui pikirannya, seperti mimpi buruk yang terus berulang. “Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini? Kita bahkan belum sempat memberi nama pada robot itu, sekarang muncul jet tempur yang teknologinya selaras. Ini bukan kebetulan… ini terlalu terencana.”
Dr. Selene, yang sejak tadi berdiri sambil memeluk tablet di dadanya, akhirny…
IRONBOY Hero In The City
bab. 30 - kekaguman dan kekhawatiran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 51 Episodes
Comments