Keterpaksaan

Alya terduduk di sudut kamar asrama kecilnya sambil meremas kedua tangannya. Wajahnya pucat, matanya sembap. Baru saja ia dipanggil oleh dua pria tua—Rafael dan Alfred Leonhart—keluarga dari pria yang telah menodainya. Mereka berjanji akan bertanggung jawab, padahal Alya sama sekali tidak pernah mengharapkan itu.

“Hei, Alya… kenapa bengong kayak mayat hidup gitu?” tanya Maya, teman sekamarnya.

Alya menghela napas berat. “Maya, kalau kamu dipaksa oleh seorang pria yang bahkan nggak kamu kenal… lalu keluarganya ingin menikahkan kamu dengan dia, kamu bakal apa?”

Maya spontan mengernyit. Pertanyaan itu jelas aneh dan berat.

“Kalau keluarganya orang kaya ya… aku terima aja. Lagian kehormatan wanita itu penting, laki-laki harus tanggung jawab,” jelas Maya tanpa ragu.

“Walau kamu nggak kenal dia sama sekali, tetap mau?” tanya Alya lirih.

“Kalau sudah terlanjur hamil bagaimana?”

Alya sontak terdiam. Maya menatapnya tajam, penuh curiga, lalu ikut duduk dekatnya.

“Itu yang kamu rasain sekarang, kan? Siapa pria itu, Ly?” tanya Maya pelan.

Alya terkejut sampai tubuhnya menegang. Aib itu terlalu berat baginya—dia selalu menjaga kehormatan, tak pernah berniat menyentuh lelaki sembarangan. Maya mengusap punggung Alya lembut, ia sudah mengerti ketika melihat wajah panik dan kebingungan sahabatnya itu.

“Apa dia salah satu tamu VVIP vila Indraloka?” tanya Maya perlahan.

Air mata Alya langsung pecah. Akhirnya ia menceritakan semuanya dari awal. Maya mendengar tanpa memotong, wajahnya berubah iba. Mereka sama-sama bekerja jauh dari keluarga demi mencari nafkah, tetapi nasib buruk bisa menghampiri kapan saja—terutama di tempat kerja yang hanya memandang status dan kekuasaan.

“Kalau dia mau nikahin kamu, mending kamu terima,” ujar Maya.

“Terus aku harus berhenti kerja? Kerja di resort ini impian aku, May. Gajinya besar… aku butuh biayai nenek.”

“Aku yakin suami kamu bisa menafkahi kalian. Kalau dia tinggal di vila VVIP… udah pasti orang super kaya,” ucap Maya mantap.

Alya hanya menggeleng sambil menangis. Ia tidak tahu harus memilih apa. Jika menolak, bagaimana jika ia benar-benar hamil? Kalau sampai itu terjadi, dia tetap tak bisa bekerja lagi di sini.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamar. Maya cepat bangkit dan membukanya. Kepala pelayan berdiri di sana.

“Alya, seseorang ingin bertemu denganmu. Kamu harus ikut saya sekarang.”

“Baik, Pak…” jawab Alya pelan.

Maya menepuk punggung Alya lembut, memberi semangat.

Dengan langkah berat, Alya mengikuti kepala pelayan itu menuju sebuah ruangan tertutup. Bulu kuduknya meremang—jantungnya berdebar tak karuan, saat ini memikirkan kemungkinan terburuk seperti pemecatan nya dari pelayan Resort.

 

Sesampainya di ruangan itu, Alya masuk perlahan dan pintu tertutup di belakangnya. Kepala pelayan meninggalkannya sendirian. Di dalam, ia melihat pria yang telah merenggut kehormatannya secara brutal—Leonhart Varellion. Pria itu hanya melirik sekilas tanpa rasa bersalah sedikit pun, lalu memalingkan wajah seolah semua itu bukan apa-apa.

“Namamu Alya Renatha?” tanya Leon tanpa emosi.

“Iya, Tuan…” jawab Alya gugup.

“Jangan panggil aku ‘Tuan’. Aku belum setua itu,” bentak Leon sinis.

“M–maaf…”

Leon mengangkat dagunya, menatapnya dengan pandangan merendahkan. “Beginikah sifat orang miskin yang memanfaatkan keadaan? Kamu bisa saja kabur, tapi malah menikmati permainan itu.”

Alya terbelalak. “Apa maksudmu?” tanyanya lirih namun terdengar tidak terima.

Leon berdiri dan melangkah mendekatinya, langkahnya berat dan tajam. Alya mundur sampai punggungnya menempel ke dinding.

“Kamu bisa lari saat aku akan menyentuhmu. Tapi kamu malah menyerahkan diri. Semua wanita sama saja—ingin dapat pria kaya dengan mudah dengan menjual harga diri,” ujar Leon dingin.

Tanpa pikir panjang, Alya menamparnya keras. Tangannya bergetar, tapi ia tidak menyesal. Ucapan pria itu terlalu menyakitkan. Leon menatapnya tajam—baru kali ini ada wanita yang berani melayangkan tangan padanya.

“Ternyata uangmu tidak bisa membeli etika,” ucap Alya gemetar namun tegas.

“Kamu…” Leon mendesis marah.

“Apa? Mau menamparku balik? Tampar saja! Itu cuma menunjukkan betapa rendahnya kamu sebagai pria,” balas Alya, menatapnya balik tanpa mundur.

Tiba-tiba pintu terbuka. Leon segera mundur dan duduk kembali, pura-pura tenang. Yang masuk adalah Alfred dan Rafael Leonhart. Alya kembali gugup, apalagi ia sadar apa yang barusan ia lakukan—menampar pewaris keluarga Leonhart.

 

Alya hampir tak percaya barusan ia menampar pria kaya yang telah merusaknya. Saat pintu terbuka, Alfred Leonhart masuk bersama Rafael.

“Alya Renatha?” tanya Alfred.

“Iya, Tuan…”

“Silakan duduk di sebelah Leon.”

Alya dan Leon saling bertatapan sebentar sebelum keduanya cepat-cepat memalingkan wajah. Alya melangkah pelan dan duduk di samping Leon. Mereka sama-sama membuang muka, sementara Alfred tersenyum kecil melihat tingkah keduanya.

“Kalau dilihat-lihat, wajah kalian agak mirip,” goda Alfred.

“Kakek menyamakan aku dengan seorang pelayan? Level kami sangat berbeda,” sahut Leon dengan nada angkuh.

“Oh Leon, jangan terlalu sombong. Coba lihat calon istrimu—dia cantik, hanya butuh sedikit dipermak,” ucap Alfred santai.

“Sudahlah Ayah, jangan terlalu banyak basa-basi,” potong Rafael, yang sejak awal tidak suka bila putranya disamakan dengan seorang pelayan.

Alfred tertawa kecil. “Baiklah. Alya, Leon… setelah kita pulang dari sini, kalian akan menikah. Walaupun pernikahan ini mendadak, Kakek yakin suatu saat benih-benih cinta akan muncul di antara kalian.”

Pria tua itu melirik Alya lembut. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu cucu dari wanita yang pernah dicintainya di masa muda—dan justru terlibat insiden buruk dengan cucunya sendiri.

“Tapi Tuan… pekerjaan saya bagaimana? Saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya begitu saja,” tanya Alya panik.

“Tenang, Nak. Setelah menikah dengan Leon , hidupmu akan jauh lebih baik. Keluarga kami akan menanggung semuanya, termasuk ekonomi keluargamu,” jawab Alfred.

Leon tiba-tiba bersuara, nada suaranya tidak suka. “Lalu apa untungnya untukku?”

“Cucu bodoh! Perbuatanmu itu bisa merusak nama keluarga kita. Kamu memang harus bertanggung jawab. Kamu pikir ini masalah kecil?” bentak Alfred.

Leon menatap Rafael. Ayahnya hanya mengangguk pelan, meminta putranya mengikuti keputusan sang kakek.

“Kemasi barang-barangmu,” ucap Alfred kepada Alya. “Setelah vila ini kami tinggalkan dan helikopter tiba, kita akan terbang ke Jakarta.”

“Tuan… saya bahkan belum menyetujui pernikahan ini,” ucap Alya memelas.

“Jika kamu hamil bagaimana?” balas Alfred. “Kamu tidak tahu siapa kami. Kalau kami pergi tanpa kabar, kamu tidak akan bisa mencarinya. Ini demi kebaikanmu—setidaknya pria yang menodaimu akan menikahimu.”

Alya terdiam. Tidak ada pilihan lain.

“Baik, Tuan… saya akan berkemas dan berpamitan dengan rekan kerja saya.”

“Kamu punya waktu satu jam,” jawab Alfred.

Alya baru saja melangkah keluar ketika tiba-tiba Leon menarik tangannya kasar dan membawanya ke sebuah ruangan kosong. Ia mendorong Alya ke dinding, tatapannya gelap dan tajam.

“Jangan senang dulu,” desisnya dingin. “Aku menikahimu karena terpaksa. Setelah upacara nanti, kau minum obat pelancar—pastikan kau tidak hamil anakku.”

Terpopuler

Comments

C2nunik987

C2nunik987

kakek setuju karena Alya cucu dr wanita yg dicintainya di masa lalu ....Leon tuch kek ksh obat tikus cucumu kurang hajar 😂😂😂

2026-06-15

2

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Wah kakek pantas aja setuju😁

2026-01-18

4

lihat semua
Episodes
1 Petaka di Resort
2 Keterpaksaan
3 Pernikahan Suram
4 Kekerasan
5 Kehamilan
6 Perceraian
7 Kepedihan Alya
8 Kejadian Tak Terduga
9 Bertemu Lagi
10 Mereka Anakku?
11 Muncul Pengganggu
12 Mulai Perhatian
13 Berusaha
14 Sama Persis
15 Kenakalan
16 Kesempatan
17 Letih
18 Kesakitan
19 Cucu ku?
20 Niat Jahat
21 Makin Jauh
22 Insiden
23 Kehancuran
24 Kesempatan Lagi
25 Kambuh
26 Cium
27 Anak Haram
28 Si Kembar yang Menolak
29 Jebakan Agra
30 Kasih Sayang Palsu
31 Hampir Jebol
32 Kesempatan Terakhir
33 Saham Untuk Triplets
34 Keinginan Apa?
35 Hari H
36 Mulai Posesif
37 Berduaan
38 Pacaran
39 Kejantanan Leon Yang Malang
40 Demam
41 Kesembuhan
42 Trauma Yang Kambuh
43 Mantan
44 Honeymoon
45 Honeymoon 2
46 Kebohongan Jardon
47 Kelembutan Di Pagi Hari
48 Hari Terakhir
49 Ketakutan
50 Kemarahan Leon
51 Pulang Liburan
52 Kembali Mabuk
53 Pindah Sekolah
54 Tingkah Aneh Triplets
55 Kesalahan Apa?
56 Hamil Lagi?
57 Asisten Baru
58 Mencurigakan
59 Drama Pagi
60 Semakin Memanas
61 Terciduk
62 Papa Idola Triplets
63 Twins Milik Triplets
64 Icibosnya Besar
65 Jadi Duda
66 Tambah Umur
67 Kebahagiaan Triplets
68 Lahir Lebih Awal
69 Pengen Minggat Dari Rumah
70 Beneran Pengen Minggat
71 Permintaan Maaf
72 Momen Pacaran Lagi
73 Pubertas Yang Kedua
74 Suara Aneh
75 Bayi Siapa?
76 Harus Kuat
77 Jadi Gila
78 Oh Ternyata
79 Menjadi Kakak
80 Kelakuan Aneh Fared
81 Perebutan Warisan
82 No Justice
83 Meriang
84 Hukuman
85 Membuat Perhitungan
86 Murka
87 Peduli Apa?
88 Merajuknya Fared
89 Ekonomi Yang Menurun
90 Keluarga Leonhart
91 Mantan Lagi?
92 Marahan
93 Mirip Seseorang
94 Bertemu Alya
95 Apa Yang Merasuki Mu?
96 Dikira Lugu Ternyata Suhu
97 Maaf
98 Tes DNA
99 Terungkap
100 Mencari Tau
101 Berkunjung Ke Kampung
102 Demam Berdarah
103 Fared Trauma
104 Mengerjai Papa Leon
105 Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
106 Di Tangkap Polisi
107 Penyesalan Vira
108 Sudah SMP
109 Makin Pusing
110 Kebersamaan Leon
111 Mendapat Warisan Baru
112 Perundungan
113 Bertemu Lagi
114 Mencari Keadilan
115 Di Roasting
116 Kejar Balik
117 Teman Baru
118 Rencana Pindah
119 Pertengkaran Kecil
120 Tambah Runyam
121 Kepergok
122 Perselingkuhan Lagi
123 Menjemput Alya
124 Berusaha Membujuk
125 Kecelakaan
126 Perdebatan Kecil
127 Kesempatan Terakhir
128 Sunat
129 Curiga
130 Membaik
131 Berhenti Salah Paham
132 Masuk SMA
133 Ekstrakurikuler
134 Teenagers In Love
135 Berupaya Memulihkan
136 Nasihat
137 Memulai Bakat
138 Insiden Kecil
139 Berjualan
140 Dukungan
141 Galau
142 Sebatas Adik
143 Kencan
144 Membawa Pasangan
145 Kebahagiaan (Ending)
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Petaka di Resort
2
Keterpaksaan
3
Pernikahan Suram
4
Kekerasan
5
Kehamilan
6
Perceraian
7
Kepedihan Alya
8
Kejadian Tak Terduga
9
Bertemu Lagi
10
Mereka Anakku?
11
Muncul Pengganggu
12
Mulai Perhatian
13
Berusaha
14
Sama Persis
15
Kenakalan
16
Kesempatan
17
Letih
18
Kesakitan
19
Cucu ku?
20
Niat Jahat
21
Makin Jauh
22
Insiden
23
Kehancuran
24
Kesempatan Lagi
25
Kambuh
26
Cium
27
Anak Haram
28
Si Kembar yang Menolak
29
Jebakan Agra
30
Kasih Sayang Palsu
31
Hampir Jebol
32
Kesempatan Terakhir
33
Saham Untuk Triplets
34
Keinginan Apa?
35
Hari H
36
Mulai Posesif
37
Berduaan
38
Pacaran
39
Kejantanan Leon Yang Malang
40
Demam
41
Kesembuhan
42
Trauma Yang Kambuh
43
Mantan
44
Honeymoon
45
Honeymoon 2
46
Kebohongan Jardon
47
Kelembutan Di Pagi Hari
48
Hari Terakhir
49
Ketakutan
50
Kemarahan Leon
51
Pulang Liburan
52
Kembali Mabuk
53
Pindah Sekolah
54
Tingkah Aneh Triplets
55
Kesalahan Apa?
56
Hamil Lagi?
57
Asisten Baru
58
Mencurigakan
59
Drama Pagi
60
Semakin Memanas
61
Terciduk
62
Papa Idola Triplets
63
Twins Milik Triplets
64
Icibosnya Besar
65
Jadi Duda
66
Tambah Umur
67
Kebahagiaan Triplets
68
Lahir Lebih Awal
69
Pengen Minggat Dari Rumah
70
Beneran Pengen Minggat
71
Permintaan Maaf
72
Momen Pacaran Lagi
73
Pubertas Yang Kedua
74
Suara Aneh
75
Bayi Siapa?
76
Harus Kuat
77
Jadi Gila
78
Oh Ternyata
79
Menjadi Kakak
80
Kelakuan Aneh Fared
81
Perebutan Warisan
82
No Justice
83
Meriang
84
Hukuman
85
Membuat Perhitungan
86
Murka
87
Peduli Apa?
88
Merajuknya Fared
89
Ekonomi Yang Menurun
90
Keluarga Leonhart
91
Mantan Lagi?
92
Marahan
93
Mirip Seseorang
94
Bertemu Alya
95
Apa Yang Merasuki Mu?
96
Dikira Lugu Ternyata Suhu
97
Maaf
98
Tes DNA
99
Terungkap
100
Mencari Tau
101
Berkunjung Ke Kampung
102
Demam Berdarah
103
Fared Trauma
104
Mengerjai Papa Leon
105
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
106
Di Tangkap Polisi
107
Penyesalan Vira
108
Sudah SMP
109
Makin Pusing
110
Kebersamaan Leon
111
Mendapat Warisan Baru
112
Perundungan
113
Bertemu Lagi
114
Mencari Keadilan
115
Di Roasting
116
Kejar Balik
117
Teman Baru
118
Rencana Pindah
119
Pertengkaran Kecil
120
Tambah Runyam
121
Kepergok
122
Perselingkuhan Lagi
123
Menjemput Alya
124
Berusaha Membujuk
125
Kecelakaan
126
Perdebatan Kecil
127
Kesempatan Terakhir
128
Sunat
129
Curiga
130
Membaik
131
Berhenti Salah Paham
132
Masuk SMA
133
Ekstrakurikuler
134
Teenagers In Love
135
Berupaya Memulihkan
136
Nasihat
137
Memulai Bakat
138
Insiden Kecil
139
Berjualan
140
Dukungan
141
Galau
142
Sebatas Adik
143
Kencan
144
Membawa Pasangan
145
Kebahagiaan (Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!