Kehamilan

2 bulan kemudian.

"Selamat Nyonya Alya, anda hamil anak kembar tiga."

Jantung Alya seolah terhenti dan dia tak menyangka hamil padahal tidak ada tanda-tanda kehamilan padanya, mual dan muntah pun tidak.

"Dokter, kupikir aku hanya mengalami gangguan menstruasi dan aku juga tidak merasakan mual atau muntah."

"Nyonya Alya, kondisi pada ibu hamil memang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala tersebut dan ada yang tidak mengalaminya.

Anda lihat sendiri pada USG kali ini, usia kandungan anda sudah 8 minggu dan ini ketiga bayi anda yang tubuhmu sudah mulai terbentuk," jelas dokter itu.

Alya memandang layar monitor, satu bayi saja bisa membuat suaminya marah apalagi ada tiga bayi sekaligus.

"Oh iya, saya ingin bertanya luka di bagian sisi perut anda dan di belakang punggung anda itu luka apa? Kenapa bisa memar?" tanya dokter dengan penasaran.

"Oh, luka ini hanya memar biasa. Saya terjatuh tapi sekarang sudah baikan," jawab Alya."Benarkah? Luka ini seperti luka pukulan benda tumpul. Apa anda yakin tidak mendapat KDRT dari suami anda?"

Alya menggelengkan kepalanya. "Ini luka bekas terjatuh dan suami saya sangat sayang pada saya. Anda jangan khawatir!"

Tentu saja bekas luka itu diberikan kepada Leon , terakhir kali Alya dipukul menggunakan tongkat baseball dan dihempas ke tepi bak mandi. Alya tidak berani melapor kepada Kakek Alfred karena Leon mengancam akan menyakiti neneknya jika Alya berani mengadu atau lapor polisi.

Setelah dari dokter kandungan, Alya keluar dari gedung rumahsakit itu lalu menghela nafas panjang.

"Hah! Aku hamil dan kembar tiga, jika Leon tahu pasti dia akan membunuh anak ini. Aku harus bagaimana?"

Saat bersamaan ponsel Alya berdering, rupanya dari ibu mertuanya yaitu Riana.

"Di mana kamu? Kakek ingin bertemu denganmu."

"Baik, Bu. Saya akan segera ke sana."

Akhir-akhir ini Alfred memang dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung yang terus menggerogoti usianya. Alya lekas naik bus menuju ke rumah sakit tempat kakek mertuanya dirawat, dia berharap beliau baik-baik saja karena selama ini beliau sangat baik kepadanya.

Setibanya di rumah sakit tersebut, Alya langsung ke ruang ICU. Keadaan Alfred sangat kritis dan nafasnya sangat berat, Alya mendekat dan tangan Alfred menggenggamnya.

"Alya...."

"Kakek...."

"Kamu bahagia dengan Leon?"

Alya mengangguk walau sebenarnya tidak.

"Kakek sudah tidak bisa mengawasi kalian lagi terutama Leon tapi Kakek yakin kalian akan terus hidup bersama sebagai pasangan suami istri walau kakek sudah tidak ada."

Air mata Alya mengalir.

"Alya, sampaikan kepada nenekmu jika aku masih mencintainya. Dia adalah cinta pertamaku."

"Aku akan sampaikan kepada Nenek," jawab Alya.

Rafael menarik Alya dan mendekati sang ayah, mereka lalu bercakap-cakapan dan menyebut nama Leon. Tak berselang lama nafas kakek mulai berat, anggota keluarga yang lain pun juga tak kalah ikut bersedih.Ayah!"

Alfred meninggal dunia, tangisan keluarga itu menggema. Alya mundur perlahan dan mengusap air matanya, dia harus kehilangan orang yang paling baik di keluarga ini dan sekarang dia harus berjuang sendiri menghadapi kejamnya Leon.

Pemakaman dilakukan hari itu juga, wajah mereka yang setelah keluar dari rumah sakit sangat sedih sekarang menjadi ceria. Tentu saja, kepergian Alfred meninggalkan banyak warisan terutama untuk Leon selaku cucu pertamanya.

"Kenapa nggak dari awal matinya, bikin repot saja," ketus Riana. Alya heran kenapa mereka bisa begitu serakah dan tamak padahal harta Alfred sangat banyak.

Leon juga tidak datang ke pemakaman bahkan saat di rumah sakit tadi batang hidungnya juga tidak terlihat.

Acara pemakaman berlangsung pilu bagi Alya, dia terus menangis. Sementara Riana hanya menatap sinis kepada menantunya itu apalagi selama ini Alfred terlalu baik kepada gadis tersebut.

Setelah acara pemakaman selesai, Alya memutuskan untuk pulang ke apartemen karena dia kelelahan. Siapa tahu juga dia bisa membaringkan diri di atas tempat tidur yang empuk.

Tapi siapa sangka? Saat dia baru membuka pintu terdengar desahan. Jantung Alya berdegup dengan kencang dan dia sudah menebak siapa yang melalukan itu. Mata Alya terbelalak, dia saja belum pernah bercumbu dengan suaminya di tempat tidur itu tapi Leon malah tidur bersama Miki di sana.

"Leon!"

Miki terlonjak kaget, dia langsung menarik selimut dan menutupi tubuhnya yang polos.

Sementara Leon hanya melirik kesal kepada Alya yang sudah mengganggunya.

"Sialan! Siapa suruh kamu masuk ke kamarku?" tanya Leon .

"Ini kamar kita, kamar pengantin kita," jawab Alya sudah meneteskan air mata.

Leon mendekat dan menjambak rambut Alya, gadis itu rupanya sudah hilang kesabaran kepada suaminya itu apalagi saat sang kakek tiada Leon malah asyik bercumbu dengan selingkuhannya.

"Kenapa matamu melotot?" tanya Leon.

"Setidaknya kamu datang ke pemakaman Kakek," ucap Alya.

"Oh! Sekarang sudah berani mengaturku?"

Diam-diam Miki kabur, dia tidak mau terlibat pertengkaran suami istri itu.

Leon lalu menghempas Alya ke lantai dan Alya melindungi perutnya. Dia tidak mau ketiga bayinya sampai kenapa-kenapa karena ulah ayahnya sendiri..

"Aku sangat muak padamu! Selama dua bulan ini aku selalu menahannya dan saat inilah waktu yang tepat. Kakek sudah tidak ada dan dia tidak bisa mengatur kehidupanku lagi. Mulai sekarang aku menceraikanmu! Kamu pergi dari sini dan kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun dariku," ucap Leon.

"Kamu memang pengecut,"jawab Alya.

"Apa kamu bilang?!"

"Kamu pengecut, kamu hanya takut pada Kakekmu saja dan hanya ingin merebut harta miliknya.

Sebagai pria kamu memang tidak punya harga diri."

Leon yang sudah habis kesabaran menyeret paksa Alya masuk ke dalam kamar mandi.

Alya disiram menggunakan air dingin sementara kemarahan suaminya sudah menggebu-gebu.

"Harusnya aku tidak menikahimu, Sialan! Kamu membuat dua bulanku menjadi neraka!" kata Leon.

Alya kali ini mencoba melawan, dia berdiri dengan kaki yang bergetar kemudian melempar tempat sampah ke arah wajah suaminya itu. Leon yang hilang akal langsung memukuli wajah Alya , sementara gadis itu melindungi bagian perutnya supaya tidak dilukai oleh pria keparat itu.

"Leon!"

Rafael langsung menyeret putranya keluar dari kamar mandi.

"Apa yang kamu lakukan?

Kurang selangkah lagi kamu akan menjadi direktur. Jangan kotori tanganmu! Sekarang kamu bisa menceraikannya tanpa harus melukainya," jelas Rafael.

Leon melihat ke arah Alya yang wajahnya sudah terluka. "Apa yang aku lakukan? Bagaimana ini, Pah?"

"Kita bungkam dia dengan uang dan suruh dia pergi dari kota ini," jawab Rafael.

Sungguh biadab! Bapak dan anak itu tega menyingkirkan Alya demi sebuah harta warisan.

Leon mendekati Alya dan berjongkok di depannya. Alya ngos-ngosan dan tidak bisa berbuat ара-ара.

"Tenang, Pah! Aku akan membuang sampah ini pada tempatnya," kata Leon sambil berjongkok di depan Alya.

Terpopuler

Comments

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

klu nanti alya melahirkan triplets dan balik ke Leon maaf thor aku skip baca

2026-07-07

3

C2nunik987

C2nunik987

ia Alya pergi jauh cerai aja ma Leon km cukup hidup Ama anak anak mu ....dan ksh sumpah utk leon biar dikhianati ma Miki di dpn mata ....atau sumpahin Leon ga punya anak ma orang lain 😡😡😡

2026-06-15

2

Omah Tien

Omah Tien

jg sampai blk kan bc aku jht💪

2026-05-22

2

lihat semua
Episodes
1 Petaka di Resort
2 Keterpaksaan
3 Pernikahan Suram
4 Kekerasan
5 Kehamilan
6 Perceraian
7 Kepedihan Alya
8 Kejadian Tak Terduga
9 Bertemu Lagi
10 Mereka Anakku?
11 Muncul Pengganggu
12 Mulai Perhatian
13 Berusaha
14 Sama Persis
15 Kenakalan
16 Kesempatan
17 Letih
18 Kesakitan
19 Cucu ku?
20 Niat Jahat
21 Makin Jauh
22 Insiden
23 Kehancuran
24 Kesempatan Lagi
25 Kambuh
26 Cium
27 Anak Haram
28 Si Kembar yang Menolak
29 Jebakan Agra
30 Kasih Sayang Palsu
31 Hampir Jebol
32 Kesempatan Terakhir
33 Saham Untuk Triplets
34 Keinginan Apa?
35 Hari H
36 Mulai Posesif
37 Berduaan
38 Pacaran
39 Kejantanan Leon Yang Malang
40 Demam
41 Kesembuhan
42 Trauma Yang Kambuh
43 Mantan
44 Honeymoon
45 Honeymoon 2
46 Kebohongan Jardon
47 Kelembutan Di Pagi Hari
48 Hari Terakhir
49 Ketakutan
50 Kemarahan Leon
51 Pulang Liburan
52 Kembali Mabuk
53 Pindah Sekolah
54 Tingkah Aneh Triplets
55 Kesalahan Apa?
56 Hamil Lagi?
57 Asisten Baru
58 Mencurigakan
59 Drama Pagi
60 Semakin Memanas
61 Terciduk
62 Papa Idola Triplets
63 Twins Milik Triplets
64 Icibosnya Besar
65 Jadi Duda
66 Tambah Umur
67 Kebahagiaan Triplets
68 Lahir Lebih Awal
69 Pengen Minggat Dari Rumah
70 Beneran Pengen Minggat
71 Permintaan Maaf
72 Momen Pacaran Lagi
73 Pubertas Yang Kedua
74 Suara Aneh
75 Bayi Siapa?
76 Harus Kuat
77 Jadi Gila
78 Oh Ternyata
79 Menjadi Kakak
80 Kelakuan Aneh Fared
81 Perebutan Warisan
82 No Justice
83 Meriang
84 Hukuman
85 Membuat Perhitungan
86 Murka
87 Peduli Apa?
88 Merajuknya Fared
89 Ekonomi Yang Menurun
90 Keluarga Leonhart
91 Mantan Lagi?
92 Marahan
93 Mirip Seseorang
94 Bertemu Alya
95 Apa Yang Merasuki Mu?
96 Dikira Lugu Ternyata Suhu
97 Maaf
98 Tes DNA
99 Terungkap
100 Mencari Tau
101 Berkunjung Ke Kampung
102 Demam Berdarah
103 Fared Trauma
104 Mengerjai Papa Leon
105 Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
106 Di Tangkap Polisi
107 Penyesalan Vira
108 Sudah SMP
109 Makin Pusing
110 Kebersamaan Leon
111 Mendapat Warisan Baru
112 Perundungan
113 Bertemu Lagi
114 Mencari Keadilan
115 Di Roasting
116 Kejar Balik
117 Teman Baru
118 Rencana Pindah
119 Pertengkaran Kecil
120 Tambah Runyam
121 Kepergok
122 Perselingkuhan Lagi
123 Menjemput Alya
124 Berusaha Membujuk
125 Kecelakaan
126 Perdebatan Kecil
127 Kesempatan Terakhir
128 Sunat
129 Curiga
130 Membaik
131 Berhenti Salah Paham
132 Masuk SMA
133 Ekstrakurikuler
134 Teenagers In Love
135 Berupaya Memulihkan
136 Nasihat
137 Memulai Bakat
138 Insiden Kecil
139 Berjualan
140 Dukungan
141 Galau
142 Sebatas Adik
143 Kencan
144 Membawa Pasangan
145 Kebahagiaan (Ending)
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Petaka di Resort
2
Keterpaksaan
3
Pernikahan Suram
4
Kekerasan
5
Kehamilan
6
Perceraian
7
Kepedihan Alya
8
Kejadian Tak Terduga
9
Bertemu Lagi
10
Mereka Anakku?
11
Muncul Pengganggu
12
Mulai Perhatian
13
Berusaha
14
Sama Persis
15
Kenakalan
16
Kesempatan
17
Letih
18
Kesakitan
19
Cucu ku?
20
Niat Jahat
21
Makin Jauh
22
Insiden
23
Kehancuran
24
Kesempatan Lagi
25
Kambuh
26
Cium
27
Anak Haram
28
Si Kembar yang Menolak
29
Jebakan Agra
30
Kasih Sayang Palsu
31
Hampir Jebol
32
Kesempatan Terakhir
33
Saham Untuk Triplets
34
Keinginan Apa?
35
Hari H
36
Mulai Posesif
37
Berduaan
38
Pacaran
39
Kejantanan Leon Yang Malang
40
Demam
41
Kesembuhan
42
Trauma Yang Kambuh
43
Mantan
44
Honeymoon
45
Honeymoon 2
46
Kebohongan Jardon
47
Kelembutan Di Pagi Hari
48
Hari Terakhir
49
Ketakutan
50
Kemarahan Leon
51
Pulang Liburan
52
Kembali Mabuk
53
Pindah Sekolah
54
Tingkah Aneh Triplets
55
Kesalahan Apa?
56
Hamil Lagi?
57
Asisten Baru
58
Mencurigakan
59
Drama Pagi
60
Semakin Memanas
61
Terciduk
62
Papa Idola Triplets
63
Twins Milik Triplets
64
Icibosnya Besar
65
Jadi Duda
66
Tambah Umur
67
Kebahagiaan Triplets
68
Lahir Lebih Awal
69
Pengen Minggat Dari Rumah
70
Beneran Pengen Minggat
71
Permintaan Maaf
72
Momen Pacaran Lagi
73
Pubertas Yang Kedua
74
Suara Aneh
75
Bayi Siapa?
76
Harus Kuat
77
Jadi Gila
78
Oh Ternyata
79
Menjadi Kakak
80
Kelakuan Aneh Fared
81
Perebutan Warisan
82
No Justice
83
Meriang
84
Hukuman
85
Membuat Perhitungan
86
Murka
87
Peduli Apa?
88
Merajuknya Fared
89
Ekonomi Yang Menurun
90
Keluarga Leonhart
91
Mantan Lagi?
92
Marahan
93
Mirip Seseorang
94
Bertemu Alya
95
Apa Yang Merasuki Mu?
96
Dikira Lugu Ternyata Suhu
97
Maaf
98
Tes DNA
99
Terungkap
100
Mencari Tau
101
Berkunjung Ke Kampung
102
Demam Berdarah
103
Fared Trauma
104
Mengerjai Papa Leon
105
Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
106
Di Tangkap Polisi
107
Penyesalan Vira
108
Sudah SMP
109
Makin Pusing
110
Kebersamaan Leon
111
Mendapat Warisan Baru
112
Perundungan
113
Bertemu Lagi
114
Mencari Keadilan
115
Di Roasting
116
Kejar Balik
117
Teman Baru
118
Rencana Pindah
119
Pertengkaran Kecil
120
Tambah Runyam
121
Kepergok
122
Perselingkuhan Lagi
123
Menjemput Alya
124
Berusaha Membujuk
125
Kecelakaan
126
Perdebatan Kecil
127
Kesempatan Terakhir
128
Sunat
129
Curiga
130
Membaik
131
Berhenti Salah Paham
132
Masuk SMA
133
Ekstrakurikuler
134
Teenagers In Love
135
Berupaya Memulihkan
136
Nasihat
137
Memulai Bakat
138
Insiden Kecil
139
Berjualan
140
Dukungan
141
Galau
142
Sebatas Adik
143
Kencan
144
Membawa Pasangan
145
Kebahagiaan (Ending)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!