"Sstt! Handuk saja yang jatuh, jangan teriak," bisik Brayn lembut sambil mendudukkan Alina di kursi meja rias, kemudian membungkuk dan memakai kembali handuknya. "Lihat juga tidak dosa, sudah halal, kok."
Namun, Alina belum berani membuka mata. Kejadian singkat yang berlangsung beberapa detik lalu itu benar-benar membuatnya malu dan syok.
Suara ketukan pintu pun terdengar dan mengalihkan perhatian keduanya. Bukan lagi ketukan pintu pelan, melainkan terdengar seperti mendesak agar segera dibuka.
Brayn melirik Alina sejenak sambil memberi isyarat. Lelaki itu langsung keluar kamar untuk melihat ada apa di depan.
Saat membuka pintu, ia malah mendapati kedua mertuanya sedang berdebat di depan pintu kamar.
"Loh ... Ayah, Ibu?" Brayn memandang mereka penuh tanya.
Melihat sang menantu hanya memakai handuk yang melilit pinggang membuat mata Bagas melotot.
Memandang dari ujung kaki ke ujung kepala, lalu memiringkan kepala mengintip ke dalam kamar untuk melihat kondisi putrinya.
Dari tempatnya berdiri, Bagas bisa melihat Alina duduk di depan meja rias dengan memakai piyama.
Rambut putrinya yang terlihat sedikit berantakan dan wajah letih membuatnya berpikir lain.
"Alina sedang apa di sana?"
"Duduk."
"Kenapa tadi kita dengar suara Alina teriak?" Bagas sudah melayangkan tatapan penuh ancaman.
"Ooh itu ... Alina lihat kecoa di kamar. Makanya takut. Tapi, sudah aku usir kecoanya."
Bagas masih belum puas. "Kamu kenapa tidak pakai baju malam-malam?"
"Habis mandi, Ayah Bro. Masa tidak paham pengantin baru." Ingin sekali Brayn menyemburkan tawa setelah melihat raut wajah ayah mertuanya.
Paham seposesif apa Bagas dalam menjaga putri satu-satunya, maka ia berniat menjahili sedikit.
"Tapi, Alina tidak apa-apa, kan?" Ia masih bertanya khawatir, membuat Brayn mengatupkan bibir menahan tawa.
Sedangkan Maya yang malu dengan kelakuan Bagas itu menarik lengan suaminya.
"Ayo, ke kamar. Alina baik-baik saja. Mereka sudah mau tidur."
"Memang ada apa, Bu?" tanya Brayn.
"Biasa ... Ayah ini orangnya…
Suamiku Dokter Sultan
Bab 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments