Tak henti-hentinya Alina berurai air mata sejak bayi itu meninggalkan rumah sakit.
Ia merasakan kekosongan yang nyata dan membuat hatinya terasa semakin perih.
Lengkingan bayi itu bahkan masih terngiang di telinga, menciptakan rasa sakit yang sama seperti saat ia bermimpi Sashy datang ke mimpinya dengan membawa gelas kosong. Bahkan semalam, ia bermimpi melihat Sashy menangis mengulurkan tangan kepadanya.
"Sabar, ya. Allah yang akan menjaga bayi itu untuk kamu." Brayn memeluknya, berbisik pelan.
"Kenapa rasanya sakit sekali. Bahkan lebih sakit dibanding saat Sashy meninggalkan aku. Kenapa seperti ini, Kak?"
"Mungkin, karena kamu sudah terikat batin dengan anak itu. Karena bentuk kasih sayangmu sudah mengalir dalam darahnya."
Ia merangkum wajah istrinya dan mengusap air mata yang mengaliri pipi.
"La tahzan, Khumairah. Suatu hari kamu akan paham tentang skenario Allah yang paling indah. Di saat kamu tidak berniat mencari sesuatu, tapi Allah tiba-tiba hadirkan suatu anugerah. Saat kamu tidak pernah lagi berpikir untuk mengejar, tapi Allah berikan kemudahan."
Wanita itu hanya mengangguk, lalu kembali membenamkan dirinya ke pelukan sang suami. Satu-satunya tempat yang bisa membuatnya tenang untuk saat ini.
"Sudah siap pulang?" sapaan Pak Vino mengalihkan perhatian Brayn.
Ia menoleh kepada papanya dan memberi sebuah isyarat bahwa Alina butuh sedikit waktu.
Pak Vino yang paham pun segera mendekat, mengusap punggung menantunya.
Pagi ini ia dan Bagas menyempatkan waktu untuk menjemput Alina ke rumah sakit.
Untuk sementara, rencananya Alina dan Brayn akan tinggal bersama mereka, dan sore ini akan digelar doa bersama untuk Sashy.
"Bersabarlah, Anakku. Insya Allah waktu yang akan menyembukan semua lukamu." Ia menatap Brayn. "Apa bayi itu sudah dibawa oleh keluarganya?"
"Sudah, Pa. Baru beberapa menit yang lalu."
Pak Vino mengangguk pelan seraya menatap Alina yang masih berusaha menahan tangis.
"Tapi, bagaimana kondisinya sekarang? Apa sudah aman dibawa keluar dari rumah saki…
Suamiku Dokter Sultan
Bab 90
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments
Ninik
nah kan ketuker bayinya itu jelas2 kelalaian perawat di ruang inkubator
2025-10-04
0
Endang 💖
nah kan ketukar bayinya sesuai tebakan ku
2025-10-05
0
Happyy
😯😯😯👍🏻👍🏻👍🏻
2025-10-04
0