Semua mata tertuju pada Kevin. Harap yang begitu jelas memancar dari Riri dan Ani, masing-masing seolah berdoa agar kursinya yang dipilih pemuda itu. Namun, bukannya mendekat ke bangku mereka, Kevin justru melangkah tenang ke arah Kevia.
Dengan santai, ia meletakkan tasnya di atas meja kosong di sebelah Kevia, lalu menoleh. “Via, jam pertama pelajaran apa?” tanyanya datar, seolah sama sekali tak peduli pada puluhan tatapan yang menusuk punggungnya.
Kevia sempat tersentak, jantungnya berdegup lebih kencang ketika suara berat namun datar itu menyapanya. Tatapannya naik perlahan, bertemu dengan wajah Kevin yang menunggu jawabannya tanpa ekspresi berlebihan.
“B–bahasa Indonesia,” jawab Kevia, suaranya terdengar lirih, nyaris tenggelam dalam riuh kecil kelas.
Kevin mengangguk tipis, lalu duduk di bangku kosong tepat di sebelahnya. Kehadirannya membuat udara seakan berubah. Kevia bisa mencium aroma samar dari parfum maskulin yang segar, bercampur dengan wangi kertas buku baru. Ia buru-buru menunduk, berpura-pura sibuk merapikan pensil di atas meja, meski sebenarnya jemarinya gemetar tak jelas sebabnya.
Ani yang sejak tadi berdiri penuh harap langsung menghentakkan kakinya keras ke lantai. Wajahnya cemberut, lalu ia kembali duduk di sebelah Riri dengan wajah tak terima. Riri sendiri menatap Kevia dengan sorot mata tajam, tangannya terkepal di atas meja, seakan ingin menelan Kevia hidup-hidup.
Suasana kelas jadi riuh rendah penuh desahan kecewa dan bisik-bisik tak percaya. Seolah tak ada satupun yang mengerti kenapa Kevin memilih duduk di sana.
Kevin mengangguk kecil, lalu berkata tenang, “Boleh aku pinjam jadwal mata pelajaran?”
Kevia, meski ragu, mengangguk dan menyodorkan catatan kecilnya. Jari-jarinya nyaris bersentuhan dengan jemari Kevin, membuat gadis itu buru-buru menarik tangannya kembali.
Namun, saat Kevin baru menunduk untuk menyalin jadwal, suara lirih Kevia terdengar, ragu-ragu, “Em… sebaiknya kamu duduk sama yang lain saja.”
Kalimat itu membuat Kevin mendongak…
DEBU (DEMI IBU)
22. Penasaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments
Anitha
wow kereeen KeVia..otakmu sangat cerdas, Kevin sangat tertarik sama kamu dan penasaran,membuat ia bakalan betah dan tidak bosan denganmu...
yang lain pada iri.apalagj si Riri sm si Ani huh...cuma pinter dandan dan menghina orang dua ulat itu...Kevia di deketin sm Kevin khawatir si Riri akan menyiksa Kevia di rumahnya karena iri...
2025-08-30
3
anonim
Kevia boleh tidak di sukai oleh Ani dan Riri - tapi Kevia murid yang cerdas.
Dan Kevin tertarik dengan Kevia tidak mau pindah duduknya ketika Kevia meminta Kevin duduk dengan yang lain.
Asal Riri dan Ani jangan bikin ulah yang merugikan Kevia saja - tapi pasti Kevin bakal bantuin Kevia.
2025-08-30
1
love_me🧡
aku agak curiga kalau Kevin itu anak trouble maker di sekolah yg lama makanya pindah sekolah & di dalam hati dia selalu berkata kalau di sekolah ini gak akan bosan
2025-09-08
1