IBU

Pagi-pagi suara gedoran pintu kuat, bel ditekan berkali-kali membuat Nia terbangun. Dia pikir hari libur bisa bangun siang, nyatanya tidak bisa.

Amer terburu-buru membuka pintu, melihat Lita sudah ada di depan pintu.

Tamparan kuat menghantam wajah Amer, dia tidak terima Amer punya tempat berteduh yang nyaman, sedangkan dirinya tidak terarah.

"Gila kamu!" serunya marah.

"Kamu yang gila, miring otakmu. Aku tidak akan menderita sendiri, kamu juga harus hancur." Sorot mata tajam, serasa ingin mencabik-cabik.

Senyuman Nia terlihat, dia melihat keributan di pagi hari yang membuat hatinya bahagia.

"Sarapan sudah masak, apa sebaiknya kita makan dulu," tawar Nia dengan nada mengejek.

Jari telunjuk Lita ke arah Nia, dia ingin masuk, tapi tubuhnya ditahan Amer agar tidak menganggu istrinya.

"Berhentilah, cepat pergi." Tubuh Lita didorong kuat, dia terjungkal jatuh hingga kepalanya terbentur dan berdarah.

Mulut Nia tergagap, Amer tidak memperdulikan langsung tutup pintu. Tanpa mengecek kondisi Lita, perasaan Nia terhadap benar-benar hilang.

"Tuhan, inilah lelaki yang aku do'akan setiap malam, tidak terlihat buruknya sama sekali," batin Nia.

"Sayang, aku sudah masak makanan kesukaan kamu." Wajah Nia diusap lembut.

"Bawa dia ke rumah sakit, bodoh," ucap Nia geram.

"Kamu mengatakan apa?"

Bel berbunyi kembali, tubuh Amer mematung menatap Kania. Matanya merah menyala, kali ini membuat Nia khawatir.

"Kania, jangan buat aku marah. Kembalilah menjadi Nia yang dulu, menurut, tunduk dan mengikuti aturan. Kita perbaiki, kita akan hidup selayaknya keluarga bahagia," ucapnya dengan nada lembut.

Senyuman Kania terlihat, dia tidak butuh Amer dalam hidupnya setelah pengkhianat.

"Kamu tahu tidak masalahnya apa Nia, aku melakukan ini karena mencintaimu kamu."

"Cinta?"

"Ya, kita punya anak, kamu tidak harus melahirkan, tidak perlu merasakan sakitnya proses hamil. Kita sudah memiliki anak," tegasnya.

Tamparan Kania kuat, dia meludahi Amer. Kedua tangan Amer tergempal, dia berusaha menahan diri a…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

new07

new07

ya ampun nungguinya berasa kayak antri sembako.. up nya se uprit

apa kah tar bu dokter bisa menerima dea kah... ? alia ibumu yg satu nih perempuan kuat . dia hanya akting buat nyari bukti bukti yg lebih biar bisa lepas dari si amer itu..

2025-11-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!