BAIK-BAIK

Wajah Kania panik, dia berlarian ke rumahnya, tapi tidak nampak kedua anaknya pulang ke rumah.

"Apa di rumah El?" Nia berlari keluar lagi, mengecek rumah El yang terkunci.

Nia berlari masih memakai heels, dia ngos-ngosan menuju minimarket, tapi tidak terlihat keberadaan Lia dan Dea. Pilihan terakhir ada di Coffe shop, ternyata belum buka.

"Di mana mereka?" Nia mengusap keringat dikening nya.

Dari jauh Lia dan Dea menatap ibu Nia yang ngos-ngosan, binggung apa yang dilakukannya sampai lari-larian.

"Ibu," panggilnya.

Kepala Nia menoleh, dia menarik napas lega menatap dua anak kecil memegang ice cream berjalan ke arahnya.

"Ibu kenapa?"

"Lia baik-baik saja, apa ada yang menganggu pikiranmu?"

Kepala Lia menggeleng, dia merasa baik. Tidak ada yang menganggu pikirannya. Selama ada uang, bisa jajan, tidak ada masalah bagi Lia.

"Ibu mencemaskan Lia, aku sudah besar." Gigi nyengir.

Nia memeluk lembut, satu tangannya meraih Dea yang langsung dipeluk juga.

Tidak ada yang paling berharga selain Lia dan Dea, Nia tidak punya orangtua lagi, tidak ada saudara, dirinya hanya seorang diri.

"Kenapa ibu menangis?"

"Ibu cariin kalian, tapi tidak ada."

Air mata diusap, Lia meyakinkan bisa jaga diri dan menjaga adiknya.

"Ayo kita pulang, ibu buatkan makanan." Nia mengandeng keduanya.

"Hah makan di rumah, katanya mau nongkrong di coffe shop?" bibir Dea manyun, dia belum pernah main ke cafe.

Senyuman Nia terlihat, nanti dia akan menemani keduanya pergi ke cafe. Mereka bisa memesan cake dan minuman yang segar.

Di depan gerbang rumah sudah berdiri dua orang, sengaja menunggu kepulangan Nia.

"Akhirnya kamu pulang, ibu sudah menunggu."

"Temui Amer di penjara, dia tidak tinggal disini lagi." Nia meminta Lia dan Dea masuk lebih dulu.

Bapak Amer mendekati Nia, menantunya tidak punya sopan santun, bertemu orangtua bukannya dipersilahkan masuk, diberi minum, tapi dimintai segera pergi.

"Rumah ini juga hak Amer, kamu tidak bisa mengusirnya."

"Dari mana letaknya hak Amer?"

Ibu tertawa lucu, sepuluh tah…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

new07

new07

woooohhh cari penyakit nih duo tua... siap siap nyusulin Si amer kayaknya emak bapaknya.. gemessss pengen nampol bikin trauma anak kecil kumat lagi

2025-11-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!