2. Bab 2.

..."Saya janji, Revana. Saya tidak akan melakukan apa pun yang membuatmu tidak nyaman. Saya hanya ingin kamu menemani saya."...

Rapat akhirnya selesai. Adrian menghela napas lega, namun pikirannya masih dipenuhi dengan bayangan Revana. Ia membereskan berkas-berkasnya dan bersiap untuk kembali ke ruangannya.

Tiba-tiba, Revana menghampirinya dengan wajah cemas. Adrian bisa merasakan ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran gadis itu.

Di saat yang sama, Revana menerima pesan dari ibunya yang memintanya segera datang ke rumah sakit untuk mengurus biaya administrasi ayahnya. Revana panik. Ia tahu, tabungannya tidak cukup untuk menutupi semua biaya pengobatan.

Dengan berat hati, Revana memberanikan diri untuk menemui Anton, berharap bisa meminjam sejumlah uang dari kantor. Namun, jawaban Anton membuatnya semakin dilema.

Ketika masuk ke ruangan Anton, Revana langsung duduk menghadap.

"Ada apa Rev ?" tanya Anton sembari sibuk membuka beberapa file dokumen di mejanya.

"Pak Anton, maaf mengganggu. Saya mau tanya, apa ada fasilitas pinjaman uang di kantor?" ucap Revana dengan nada cemas.

Anton menghentikan aktifitasnya, ia mengangkat alis. "Pinjaman uang? Untuk apa, Revana?" tanyanya penasaran.

Revana menunduk. "Ayah saya harus segera dioperasi, Pak. Tapi, saya kekurangan biaya."

Anton berpikir sejenak. "Hmm, biasanya sih ada. Tapi, prosesnya agak lama dan ribet. Kenapa kamu tidak coba minta bantuan langsung ke Pak Adrian saja?"

Revana terkejut. "Minta bantuan ke Pak Adrian? Tapi, saya tidak enak, Pak."

Anton menghela nafasnya kecil.

"Ayolah, Revana. Pak Adrian itu orangnya baik. Apalagi, kamu kan sekretarisnya. Pasti dia mau bantu. Lagipula, ini kan demi ayahmu."

"Tapi..." Revana menatap ragu.

"Sudahlah Rev, jangan ragu. Coba saja dulu. Siapa tahu dia mau bantu. Kalau tidak, baru kita pikirkan cara lain."

Revana mengigit bibirnya. Ia tahu, Anton benar. Tidak ada pilihan lain. Ia harus memberanikan diri untuk meminta bantuan pada Adrian. Meskipun ia merasa sangat tidak enak dan takut akan penolakan. Tapi, demi ayahnya, ia harus melakukan apa saja.

"Baik Pak, akan saya coba." Revana mengangguk samar, lalu dia undur diri keluar dari ruangan Anton.

Anton menatap punggung Revana yang menjauh, ia tersenyum penuh arti.

...☘️☘️...

Dengan langkah berat, Revana berjalan menuju ruangan Adrian. Jantungnya berdegup kencang, bercampur antara harapan dan kecemasan. Ia menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu.

"Permisi, Pak. Apa saya boleh masuk?" seru Revana dengan suara pelan.

"Masuk." jawab Adrian dari dalam.

Revana membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Adrian. Pria itu sedang duduk di kursinya, menatap layar komputer dengan serius.

Revana berdiri dengan canggung di depan meja Adrian. "Maaf mengganggu, Pak. Saya mau... minta tolong."

Adrian mengangkat wajah, menatap Revana dengan tatapan lembut. "Ada apa, Revana? Katakan saja."

Revana menunduk, memainkan jari-jarinya. "Begini, Pak... Ayah saya harus segera dioperasi. Tapi, saya kekurangan biaya. Tadi saya sudah tanya ke Pak Anton, tapi beliau menyarankan saya untuk minta bantuan ke Bapak."

Adrian terdiam sejenak, lalu mengangguk samar. "Berapa biaya yang kamu butuhkan?"

"Saya... butuh sekitar lima puluh juta, Pak." jawab Revana dengan ragu.

Adrian terkejut mendengar angka itu. Lima puluh juta bukanlah jumlah yang kecil. Namun, ia bisa melihat kesungguhan dan keputusasaan di mata Revana.

Adrian berdiri dari kursinya, berjalan mendekati Revana. "Revana, saya akan bantu. Tapi, ada satu syarat."

Revana mengangkat wajah, menatap Adrian dengan bingung. "Syarat? Syarat apa, Pak?"

Adrian menatap Revana dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada sesuatu yang berkilat di matanya, sesuatu yang membuat Revana merasa tidak nyaman.

"Kamu harus jadi milik saya." ucap Adrian dengan suara rendah.

Revana terkejut mendengar perkataan Adrian. Ia tidak percaya, pria yang selama ini ia kagumi ternyata memiliki sisi gelap seperti ini.

"Apa... apa maksud Bapak?" suara Revana bergetar.

Adrian mendekat, meraih tangan Revana. "Saya menginginkanmu, Revana. Jika kamu mau menjadi milik saya, saya akan memberikan apa pun yang kamu inginkan."

Revana menarik tangannya dengan kasar. Ia mendadak kesal dengan Adrian. Pria itu telah memanfaatkan kesulitannya untuk mendapatkan dirinya.

"Bapak keterlaluan! Saya tidak menyangka Bapak bisa seperti ini! Saya tidak akan pernah menjual diri saya demi uang!" ucap Revana dengan nada marah.

Revana berbalik dan berjalan cepat menuju pintu. Air matanya seketika berlinang. Ia merasa hancur dan kecewa. Pria yang selama ini ia hormati, ternyata hanya seorang pria hidung belang yang memanfaatkan kekuasaannya untuk mendapatkan wanita.

Belum sempat Revana benar-benar keluar dari ruangan Adrian, ponselnya kembali berdering. Nama ibunya tertera di layar. Revana tahu, panggilan ini pasti tentang kondisi ayahnya yang semakin memburuk.

Dengan ragu, Revana membalikkan badannya. Ia menatap Adrian yang masih berdiri mematung di tempatnya. Air mata masih mengalir di pipinya, namun ada tekad yang kuat di matanya.

"Tunggu, Pak. Apa maksud Bapak dengan 'menjadi milik Bapak'?"

Adrian terkejut melihat Revana kembali. Ia bisa melihat keraguan dan keputusasaan di mata gadis itu.

Adrian menghela napas, mencoba menjelaskan. "Revana, saya tahu ini berat untukmu. Tapi, saya benar-benar menyukaimu. Saya ingin kamu menjadi bagian dari hidup saya."

Revana menatap Adrian, dengan tatapan menyelidik. "Apakah itu berarti... saya harus menjadi simpanan Bapak? Menjadi wanita yang Bapak sembunyikan dari istri Bapak?"

Adrian terdiam. Ia tidak menyangka Revana akan bertanya sejujur itu.

"Saya... tidak tahu. Saya hanya ingin kamu ada di dekat saya. Saya akan membahagiakan kamu." jawab Adrian lirih, ucapan Anton tadi pagi benar-benar sudah mempengaruhinya.

Revana tertawa sinis. "Membahagiakan saya dengan cara menghancurkan hidup saya? Dengan cara membuat saya menjadi wanita murahan yang dibenci oleh semua orang?"

Adrian menunduk, merasa bersalah. "Tidak, Revana. Saya tidak ingin seperti itu. Saya hanya... bingung. Saya tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengungkapkan apa yang saya mau."

Revana menghapus air matanya, mencoba tegar. "Pak, saya menghargai perasaan Bapak. Tapi, saya tidak bisa menerima tawaran ini. Saya tidak ingin menjadi orang ketiga dalam pernikahan Bapak. Saya juga tidak ingin mengkhianati diri saya sendiri."

Adrian mengangkat wajah, menatap Revana dengan penuh harap. "Lalu, apa yang harus saya lakukan? Apa yang bisa saya lakukan untuk membantumu?"

"Bantu saya menyelamatkan ayah saya, Pak. Pinjamkan saya uang itu. Saya janji, saya akan mengembalikannya secepat mungkin. Saya akan bekerja lebih keras lagi. Saya akan melakukan apa saja." ucap Revana dengan memohon.

Adrian terdiam sejenak. Ia bisa melihat ketulusan di mata Revana. Ia tahu, gadis itu benar-benar membutuhkan bantuannya.

"Revana, saya akan bantu. Tapi, tetap ada satu syarat." ucap Adrian dengan suara rendah.

Revana menatap Adrian dengan bingung. "Apa ada Syarat yang lebih masuk akal, Pak?"

Adrian menatap Revana dengan tatapan yang sulit diartikan. "Saya ingin kamu menemani saya setiap saat ketika saya sedang di luar rumah. Itu saja."

Revana terkejut "Maksud Bapak? Menemani Bapak ke mana?"

"Ke acara bisnis, makan malam dengan kolega, atau sekadar jalan-jalan. Saya ingin kamu selalu ada di samping saya." jawab Adrian menjelaskan.

Revana masih bingung dan ragu. "Tapi, Pak... kenapa harus saya? Bukankah Bapak punya istri?"

Adrian menghela napas. "Saya tidak bisa menjelaskannya sekarang. Yang jelas, saya membutuhkanmu. Saya merasa nyaman saat bersamamu."

Revana menatap dengan nada curiga. "Apakah ini cara Bapak untuk menjadikan saya sebagai pengganti istri Bapak?"

Adrian terdiam sejenak. "Bukan begitu, Revana. Saya hanya ingin kamu menjadi teman saya. Seseorang yang bisa saya ajak bicara dan berbagi cerita."

lagi-lagi Revana menatap Adrian dengan tatapan menyelidik. "Apakah Bapak yakin hanya itu?"

Adrian menatap Revana dengan serius. "Saya janji, Revana. Saya tidak akan melakukan apa pun yang membuatmu tidak nyaman. Saya hanya ingin kamu menemani saya."

Revana mengigit bibirnya, berpikir keras. "Saya... tidak tahu, Pak. Saya perlu waktu untuk memikirkannya."

Adrian mengangguk "Saya mengerti. Tapi, ingatlah, Revana. Ayahmu membutuhkan operasi secepatnya. Waktu kita tidak banyak."

...☘️☘️☘️...

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Sebagai seorang CEO....50juta itu nilai yang sedikit ...kok kaget Pak Bos...

2026-04-01

0

Mamahnya Rayhan

Mamahnya Rayhan

Thor mana visualnya Adrian

2025-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bab 1
2 2. Bab 2.
3 3. Bab 3
4 4. Bab 4
5 5. Bab 5
6 6. Bab 6
7 7. Bab 7
8 8. Bab 8
9 9. Bab 9
10 10. Bab 10
11 11. Bab 11
12 12. Bab 12.
13 13. Bab 13
14 14. Bab 14.
15 15. Bab 15
16 16. Bab 16
17 17. Bab 17
18 18. Bab 18
19 19. Bab 19
20 20. Bab 20
21 21. Bab 21
22 22. Bab 22
23 23. Bab 23
24 24. Bab 24
25 25. Bab 25
26 26. Bab 26
27 27. Bab 27
28 28. Bab 28
29 29. Bab 29
30 30. Bab 30
31 31. Bab 31.
32 32. Bab 32
33 33. Bab 33
34 34. Bab 34
35 35. Bab 35
36 36. Bab 36
37 37. Bab 37
38 38. Bab 38
39 39. Bab 39
40 40. Bab 40
41 41. Bab 41
42 42. Bab 42
43 43. Bab 43
44 44. Bab 44
45 45. Bab 45
46 46. Bab 46
47 47. Bab 47
48 48. Bab 48
49 49. Bab 49
50 50. Bab 50
51 51. Bab 51
52 52. Bab 52
53 53. Bab 53
54 54. Bab 54
55 55. Bab 55
56 56. Bab 56
57 57. Bab 57
58 58. Bab 58
59 59. Bab 59
60 60. Bab 60
61 61. Bab 61
62 62. Bab 62
63 63. Bab 63
64 64. Bab 64
65 65. Bab 65
66 66. Bab 66
67 67. Bab 67
68 68. Bab 68
69 69. Bab 69
70 70. Bab 70
71 71. Bab 71
72 72. Bab 72
73 73. Bab 73
74 74. Bab 74
75 75. Bab 75
76 76. Bab 76
77 77. Bab 77
78 78. Bab 78
79 79. Bab 79
80 80. Bab 80
81 81. Bab 81
82 82. Bab 82
83 83. Bab 83
84 84. Bab 84
85 85. Bab 85
86 86. Bab 86
87 87. Bab 87
88 88. Bab 88
89 89. Bab 89
90 90. Bab 90
91 91. Bab 91
92 92.Bab 92
93 93. Bab 93
94 94. Bab 94
95 95. Bab 95
96 96. Bab 96
97 97. Bab 97
98 98. Bab 98
99 99. Bab 99
100 100. Bab 100
101 101. Bab 101
102 102. Bab 102
103 103. Bab 103
104 104. Bab 104
105 105. Bab 105
106 106. Bab 106
107 107. Bab 107
108 108. Bab 108
109 109. Bab 109
110 110 Bab 110
111 111. Bab 111
112 112. Bab 112
113 113. Bab 113
114 114. Bab 114
115 115. Bab 115
116 116. Bab 116
117 117.Bab 117
118 118. Bab 118
Episodes

Updated 118 Episodes

1
1. Bab 1
2
2. Bab 2.
3
3. Bab 3
4
4. Bab 4
5
5. Bab 5
6
6. Bab 6
7
7. Bab 7
8
8. Bab 8
9
9. Bab 9
10
10. Bab 10
11
11. Bab 11
12
12. Bab 12.
13
13. Bab 13
14
14. Bab 14.
15
15. Bab 15
16
16. Bab 16
17
17. Bab 17
18
18. Bab 18
19
19. Bab 19
20
20. Bab 20
21
21. Bab 21
22
22. Bab 22
23
23. Bab 23
24
24. Bab 24
25
25. Bab 25
26
26. Bab 26
27
27. Bab 27
28
28. Bab 28
29
29. Bab 29
30
30. Bab 30
31
31. Bab 31.
32
32. Bab 32
33
33. Bab 33
34
34. Bab 34
35
35. Bab 35
36
36. Bab 36
37
37. Bab 37
38
38. Bab 38
39
39. Bab 39
40
40. Bab 40
41
41. Bab 41
42
42. Bab 42
43
43. Bab 43
44
44. Bab 44
45
45. Bab 45
46
46. Bab 46
47
47. Bab 47
48
48. Bab 48
49
49. Bab 49
50
50. Bab 50
51
51. Bab 51
52
52. Bab 52
53
53. Bab 53
54
54. Bab 54
55
55. Bab 55
56
56. Bab 56
57
57. Bab 57
58
58. Bab 58
59
59. Bab 59
60
60. Bab 60
61
61. Bab 61
62
62. Bab 62
63
63. Bab 63
64
64. Bab 64
65
65. Bab 65
66
66. Bab 66
67
67. Bab 67
68
68. Bab 68
69
69. Bab 69
70
70. Bab 70
71
71. Bab 71
72
72. Bab 72
73
73. Bab 73
74
74. Bab 74
75
75. Bab 75
76
76. Bab 76
77
77. Bab 77
78
78. Bab 78
79
79. Bab 79
80
80. Bab 80
81
81. Bab 81
82
82. Bab 82
83
83. Bab 83
84
84. Bab 84
85
85. Bab 85
86
86. Bab 86
87
87. Bab 87
88
88. Bab 88
89
89. Bab 89
90
90. Bab 90
91
91. Bab 91
92
92.Bab 92
93
93. Bab 93
94
94. Bab 94
95
95. Bab 95
96
96. Bab 96
97
97. Bab 97
98
98. Bab 98
99
99. Bab 99
100
100. Bab 100
101
101. Bab 101
102
102. Bab 102
103
103. Bab 103
104
104. Bab 104
105
105. Bab 105
106
106. Bab 106
107
107. Bab 107
108
108. Bab 108
109
109. Bab 109
110
110 Bab 110
111
111. Bab 111
112
112. Bab 112
113
113. Bab 113
114
114. Bab 114
115
115. Bab 115
116
116. Bab 116
117
117.Bab 117
118
118. Bab 118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!