3. Bab 3

..."Revana adalah sekretaris terbaik saya." -Adrian Wijaksana...

Setelah bergelut dengan pikirannya, Revana akhirnya mengangguk lemah. Ia tidak punya pilihan lain. Demi keselamatan ayahnya, ia rela menerima syarat dari Adrian.

"Baiklah, Pak. Saya setuju." jawab Revana dengan suara lirih.

Adrian tersenyum lega mendengar jawaban Revana. Ia merasa seperti mendapatkan angin segar setelah sekian lama tertekan.

"Terima kasih, Revana. Kamu tidak akan menyesal." kata Adrian dengan senyum lebar.

Adrian segera mengambil ponselnya dan melakukan transfer sejumlah uang ke rekening Revana.

Revana terkejut melihat nominal yang tertera di pesan m-bankingnya. "Pak, ini... kenapa banyak sekali? Saya hanya butuh lima puluh juta."

"Ambil saja. Itu untuk biaya tambahan dan keperluan lainnya. Anggap saja ini sebagai tanda perjanjian kita." kata Adrian santai.

Revana merasa tidak enak. "Tapi, Pak..."

Adrian memotong perkataan Revana, cepat. "Sudahlah, jangan dipikirkan. Yang penting sekarang adalah kesehatan ayahmu. Segera kamu urus semuanya."

Revana terdiam. Ia merasa terharu dengan kebaikan Adrian. Meskipun ia tidak tahu apa yang sebenarnya ada di pikiran pria itu, ia tetap berterima kasih atas bantuannya.

"Terima kasih banyak, Pak. Saya janji, saya akan membalas semua kebaikan Bapak." ucap Revana tulus.

Adrian mengedipkan mata. "Saya akan menagih janjimu nanti."

Adrian kemudian memberikan senyuman penuh arti pada Revana, membuat gadis itu salah tingkah.

Setelah mendapatkan uang yang dibutuhkan, Revana segera berpamitan pada Adrian dan bergegas menuju rumah sakit. Ia tidak sabar untuk melihat ayahnya dan memastikan semuanya berjalan lancar.

Di sisi lain, Adrian menatap kepergian Revana dengan tatapan penuh kemenangan. Ia tahu, ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan. Revana akan selalu berada di dekatnya, menemaninya dalam setiap kesempatan.

Namun, di balik senyumnya, tersimpan sebuah rencana besar yang belum diketahui oleh siapa pun. Apa sebenarnya yang ada di benak Adrian? Dan apa yang akan terjadi pada Revana setelah ini?

...☘️☘️...

Dengan tergesa-gesa, Revana tiba di rumah sakit. Ia langsung menuju bagian administrasi untuk mengurus segala keperluan ayahnya. Hatinya berdebar-debar, berharap semuanya berjalan lancar.

"Selamat siang, Mbak. Saya mau mengurus biaya administrasi pasien atas nama Bapak Gavin Ahlan." ucap Revana dengan nafas tersenggal-senggal.

Petugas Administrasi menyambutnya dengan ramah. "Selamat siang, Kak. Sebentar, ya, saya cek datanya dulu."

Petugas administrasi itu mengetik sesuatu di komputernya. Revana menunggu dengan cemas.

setelah beberapa saat. "Oh, iya, betul. Bapak Gavin Ahlan sudah terdaftar perawatan dan jadwal operasi. Total biaya yang harus dibayarkan adalah lima puluh juta rupiah."

Revana menghela napas lega. "Baik, Mbak. Saya bayar sekarang. Supaya operasinya bisa segera di laksanakan."

Revana menyerahkan kartu debitnya kepada petugas administrasi. Petugas itu kemudian memproses pembayaran.

"Pembayaran berhasil ya, Kak. Ini bukti pembayarannya. Silakan dibawa ke bagian kasir untuk mendapatkan kuitansi."

"Baik, Mbak. Terima kasih banyak."

Revana mengambil bukti pembayaran dan bergegas menuju bagian kasir. Setelah mendapatkan kuitansi, ia langsung menuju ruang perawatan ayahnya.

Sesampainya di depan ruang perawatan, Revana melihat ibunya sedang duduk di kursi tunggu dengan wajah cemas.

Revana datang dengan senyum cerah, menyembunyikan kegelisahan hatinya. "Ibu!"

Ibu Revana terkejut, langsung berdiri memeluk Revana. "Revana, Nak! Kamu sudah datang? Bagaimana, Nak? Apa kamu sudah dapat uangnya?"

Revana mengangguk. "Sudah, Bu. Semuanya sudah beres. Ayah akan segera dioperasi."

Ibu Revana menangis haru. "Ya Tuhan, terima kasih, Nak. Kamu memang anak yang berbakti."

Revana memeluk ibunya erat-erat. Ia merasa lega karena bisa membantu ayahnya.

"Sudah, Bu, jangan menangis lagi. Sekarang kita berdoa saja semoga operasi ayah berjalan lancar." kata Revana dengan nada menenangkan.

Mira, Ibu Revana mengangguk. "Iya, Nak. Mari kita berdoa bersama."

Revana dan ibunya kemudian berdoa bersama, memohon kepada Tuhan agar memberikan kelancaran dan kesembuhan bagi ayah Revana.

Setelah berdoa, Revana dan ibunya masuk ke dalam ruang perawatan untuk menemani ayah Revana. Ayah Revana tampak lemah dan pucat, namun ia tersenyum saat melihat kedatangan anak dan istrinya.

"Revana, Nak... kenapa jam segini kamu datang, kamu gak ke kantor?" ujar Pak Gavin dengan suara lemah.

Revana menggenggam tangan ayahnya. "Ayah jangan khawatir. Aku ijin Yah, Aku juga sudah urus semuanya. Ayah akan segera sembuh."

Ayah Gavin tersenyum, namun sorot matanya merasa bersalah. "Maaf Nak, ayah udah bikin kamu susah. Pasti biayanya tak sedikit kan ?"

Revana membalas senyuman ayahnya.

"Ayah nggak usah khawatir, uang bisa di cari Yah, yang penting Ayah sembuh dan sehat kembali." Revana merasa bahagia karena bisa memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Namun, di balik kebahagiaan itu, tersimpan sebuah perjanjian yang mungkin akan mengubah hidupnya selamanya.

Keesokan harinya, Revana tidak masuk kerja. Pikirannya hanya tertuju pada ayahnya yang sedang menjalani operasi. Ia menemani ibunya di ruang tunggu rumah sakit, menunggu dengan cemas setiap detik yang berlalu.

Di kantor, Adrian merasa gelisah. Ia terbiasa dengan kehadiran Revana yang selalu sigap membantu segala urusannya. Tanpa Revana, semua terasa sedikit kacau. Jadwal rapat berantakan, dokumen penting sulit ditemukan, dan telepon berdering tanpa henti.

Adrian mencoba fokus pada pekerjaannya, tetapi bayangan Revana terus menghantuinya. Ia teringat senyum manis gadis itu, suaranya yang lembut, dan perhatiannya yang tulus.

Tiba-tiba, Adrian menyadari sesuatu. Ternyata tanpa ia sadari selama ini, ia terlalu bergantung pada Revana. Ia tidak pernah benar-benar memperhatikan betapa pentingnya peran sekretarisnya itu.

Adrian menghela napas panjang. Ia merasa bersalah karena telah memanfaatkan Revana. Ia seharusnya memperlakukan gadis itu dengan lebih baik, bukan hanya sebagai seorang bawahan, tetapi juga sebagai seorang teman.

"Sial! Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Revana benar-benar sangat berarti bagiku." gumamnya dalam hati.

Adrian meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Revana. Namun, panggilannya tidak dijawab. Ia semakin merasa khawatir.

Adrian memutuskan untuk pergi ke rumah sakit setelah jam kerja selesai. Ia ingin melihat keadaan ayah Revana dan memberikan dukungan kepada gadis itu.

Di perjalanan, Adrian terus memikirkan Revana. Ia bertanya-tanya, apakah gadis itu menyesal telah menerima syaratnya? Apakah Revana membencinya karena telah memanfaatkannya?

Adrian merasa takut kehilangan Revana. Ia tidak ingin gadis itu menjauh darinya. Ia ingin memperbaiki kesalahannya dan membuktikan bahwa ia benar-benar peduli pada Revana.

Sesampainya di rumah sakit, Adrian mencari tahu ruang tunggu keluarga pasien yang sedang dioperasi. Ia melihat ibu Revana sedang duduk seorang diri dengan wajah sedih.

Dengan hati-hati, Adrian mendekat dan memberi sapaan. "Selamat malam, Bu. Maaf mengganggu. Saya Adrian, atasan Revana di kantor."

Ibu Revana terkejut, menatap Adrian dengan bingung. "Oh, Bapak Adrian. Silakan duduk, Pak."

Adrian duduk di samping ibu Revana. Ia merasa canggung dan tidak tahu harus berkata apa.

"Bagaimana keadaan Bapak, Bu?" tanya Adrian dengan nada khawatir.

Ibu Revana menghela napas. "Operasinya masih berlangsung, Pak. Kami masih menunggu kabar dari dokter."

Adrian mengangguk mengerti. Ia bisa merasakan kecemasan yang dirasakan oleh ibu Revana.

"Saya berharap semuanya berjalan lancar, Bu. Saya akan terus berdoa untuk kesembuhan Bapak." ucap Adrian tulus.

Ibu Revana tersenyum tipis. "Terima kasih banyak, Pak Adrian. Bapak baik sekali sudah mau datang menjenguk."

"Saya datang ke sini bukan hanya untuk menjenguk, Bu. Saya juga ingin memberikan dukungan kepada Revana. Dia adalah gadis yang baik dan kuat. Saya sangat menghargainya."

Ibu Revana menatap Adrian dengan tatapan penuh rasa terimakasih, ia tak menyangka Revana mempunyai Pimpinan yang sangat peduli.

"Terimakasih Pak Adrian, sudah perhatian dengan Revana." ujar Bu Mira dengan nada hati-hati

Adrian terkejut mendengar perkataan ibu Revana. yang tidak menaruh curiga dengan kedatangannya.

"Sudah menjadi tugas Saya Bu, Revana adalah sekretaris terbaik Saya."

Ibu Revana tersenyum lega mendengar janji Adrian. Ia berharap, pria itu benar-benar bisa dipercaya.

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Bos anakmu itu ada udang dibalik bakwan Bu..

2026-04-01

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bab 1
2 2. Bab 2.
3 3. Bab 3
4 4. Bab 4
5 5. Bab 5
6 6. Bab 6
7 7. Bab 7
8 8. Bab 8
9 9. Bab 9
10 10. Bab 10
11 11. Bab 11
12 12. Bab 12.
13 13. Bab 13
14 14. Bab 14.
15 15. Bab 15
16 16. Bab 16
17 17. Bab 17
18 18. Bab 18
19 19. Bab 19
20 20. Bab 20
21 21. Bab 21
22 22. Bab 22
23 23. Bab 23
24 24. Bab 24
25 25. Bab 25
26 26. Bab 26
27 27. Bab 27
28 28. Bab 28
29 29. Bab 29
30 30. Bab 30
31 31. Bab 31.
32 32. Bab 32
33 33. Bab 33
34 34. Bab 34
35 35. Bab 35
36 36. Bab 36
37 37. Bab 37
38 38. Bab 38
39 39. Bab 39
40 40. Bab 40
41 41. Bab 41
42 42. Bab 42
43 43. Bab 43
44 44. Bab 44
45 45. Bab 45
46 46. Bab 46
47 47. Bab 47
48 48. Bab 48
49 49. Bab 49
50 50. Bab 50
51 51. Bab 51
52 52. Bab 52
53 53. Bab 53
54 54. Bab 54
55 55. Bab 55
56 56. Bab 56
57 57. Bab 57
58 58. Bab 58
59 59. Bab 59
60 60. Bab 60
61 61. Bab 61
62 62. Bab 62
63 63. Bab 63
64 64. Bab 64
65 65. Bab 65
66 66. Bab 66
67 67. Bab 67
68 68. Bab 68
69 69. Bab 69
70 70. Bab 70
71 71. Bab 71
72 72. Bab 72
73 73. Bab 73
74 74. Bab 74
75 75. Bab 75
76 76. Bab 76
77 77. Bab 77
78 78. Bab 78
79 79. Bab 79
80 80. Bab 80
81 81. Bab 81
82 82. Bab 82
83 83. Bab 83
84 84. Bab 84
85 85. Bab 85
86 86. Bab 86
87 87. Bab 87
88 88. Bab 88
89 89. Bab 89
90 90. Bab 90
91 91. Bab 91
92 92.Bab 92
93 93. Bab 93
94 94. Bab 94
95 95. Bab 95
96 96. Bab 96
97 97. Bab 97
98 98. Bab 98
99 99. Bab 99
100 100. Bab 100
101 101. Bab 101
102 102. Bab 102
103 103. Bab 103
104 104. Bab 104
105 105. Bab 105
106 106. Bab 106
107 107. Bab 107
108 108. Bab 108
109 109. Bab 109
110 110 Bab 110
111 111. Bab 111
112 112. Bab 112
113 113. Bab 113
114 114. Bab 114
115 115. Bab 115
116 116. Bab 116
117 117.Bab 117
118 118. Bab 118
Episodes

Updated 118 Episodes

1
1. Bab 1
2
2. Bab 2.
3
3. Bab 3
4
4. Bab 4
5
5. Bab 5
6
6. Bab 6
7
7. Bab 7
8
8. Bab 8
9
9. Bab 9
10
10. Bab 10
11
11. Bab 11
12
12. Bab 12.
13
13. Bab 13
14
14. Bab 14.
15
15. Bab 15
16
16. Bab 16
17
17. Bab 17
18
18. Bab 18
19
19. Bab 19
20
20. Bab 20
21
21. Bab 21
22
22. Bab 22
23
23. Bab 23
24
24. Bab 24
25
25. Bab 25
26
26. Bab 26
27
27. Bab 27
28
28. Bab 28
29
29. Bab 29
30
30. Bab 30
31
31. Bab 31.
32
32. Bab 32
33
33. Bab 33
34
34. Bab 34
35
35. Bab 35
36
36. Bab 36
37
37. Bab 37
38
38. Bab 38
39
39. Bab 39
40
40. Bab 40
41
41. Bab 41
42
42. Bab 42
43
43. Bab 43
44
44. Bab 44
45
45. Bab 45
46
46. Bab 46
47
47. Bab 47
48
48. Bab 48
49
49. Bab 49
50
50. Bab 50
51
51. Bab 51
52
52. Bab 52
53
53. Bab 53
54
54. Bab 54
55
55. Bab 55
56
56. Bab 56
57
57. Bab 57
58
58. Bab 58
59
59. Bab 59
60
60. Bab 60
61
61. Bab 61
62
62. Bab 62
63
63. Bab 63
64
64. Bab 64
65
65. Bab 65
66
66. Bab 66
67
67. Bab 67
68
68. Bab 68
69
69. Bab 69
70
70. Bab 70
71
71. Bab 71
72
72. Bab 72
73
73. Bab 73
74
74. Bab 74
75
75. Bab 75
76
76. Bab 76
77
77. Bab 77
78
78. Bab 78
79
79. Bab 79
80
80. Bab 80
81
81. Bab 81
82
82. Bab 82
83
83. Bab 83
84
84. Bab 84
85
85. Bab 85
86
86. Bab 86
87
87. Bab 87
88
88. Bab 88
89
89. Bab 89
90
90. Bab 90
91
91. Bab 91
92
92.Bab 92
93
93. Bab 93
94
94. Bab 94
95
95. Bab 95
96
96. Bab 96
97
97. Bab 97
98
98. Bab 98
99
99. Bab 99
100
100. Bab 100
101
101. Bab 101
102
102. Bab 102
103
103. Bab 103
104
104. Bab 104
105
105. Bab 105
106
106. Bab 106
107
107. Bab 107
108
108. Bab 108
109
109. Bab 109
110
110 Bab 110
111
111. Bab 111
112
112. Bab 112
113
113. Bab 113
114
114. Bab 114
115
115. Bab 115
116
116. Bab 116
117
117.Bab 117
118
118. Bab 118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!