"Kenapa harus menunggu nanti saat bertemu dengan saya? Apakah tidak bisa dikatakan sekarang?" tanya Bram di telepon. Sebetulnya ia merasa penasaran apa yang sebetulnya akan disampaikan oleh Malinda dan 'seseorang' yang katanya akan ia ajak menemui Bram.
"Tidak bisa melalui telepon, Bram. Aku dan orang ini harus menyampaikannya secara langsung kepadamu," jawab Malinda.
"Sebetulnya sepenting apa masalah yang akan kamu sampaikan ke aku?" tanya Bram. Sungguh Malinda sulit menjelaskannya, sebab percakapan melalui telepon mengenai hal penting akan menjadi sangat tidak nyaman sampai harus dibicarakan seluruhnya.
"Masalah Vania, ah ... nanti lah aku jelaskan. Ok, Bram?"
"Kamu bertengkar dengannya atau bagaimana?" tanya Bram pada Malinda, rasa-rasanya pertanyaan itu membuat Malinda seperti anak kecil saja.
"Bukan, sudah ... aku harus kembali syuting, nanti saja begitu aku dan orang ini ke sana, semua akan menjadi sangat jelas, Bram," jawab Malinda. ia tidak bisa memberitahukan Bram mengenai apa yang ingin ia bicarakan, sebab Edward hanya ingin berbicara secara langsung, empat mata dengan Bram.
"Baiklah, kalau begitu aku tunggu. Kamu tanya saja di rumah yang di Menteng, nanti aku akan ada di sana. Kebetulan harus bertemu dengan Mama juga, jadi silakan datang ke sana ya, Malinda, sampai ketemu nanti," kata Bram pada Malinda.
Malinda berdebar-debar, bagaimana jika saat dirinya dan Edward ke sana, lalu membicarakan masalah tingkah Vania di belakang. Setelahnya nanti Bram mengamuk lantas menyalahkan dirinya dan Edward, apa yang harus mereka lakukan?
Malinda menghela napas panjang, hanya berharap semoga saja nanti malam masalahnya akan lancar-lancar saja. Ia tidak ingin sampai terjadi keributan antara Bram dan Edward, meski ia tidak bisa menjamin jika Bram tidak akan memaki Edward. Kesalahan terletak pada dua belah pihak, bukan hanya Vania yang patut disalahkan dalam permasalahan ini.
Edward pun sebetulnya bersalah, tetapi kesalahannya memang tidak sebesar Vania, di sini Edward…
Abangku, Canduku
Bertemu Bram
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments