Langit ibukota hari itu cerah, tetapi suasananya jauh dari tenang.
Matahari yang hangat menimpa genting-genting merah dan jalanan berbatu yang ramai. Namun, di setiap sudut kedai teh, warung kecil, bahkan restoran kelas menengah, hanya ada satu topik pembicaraan yang menggelinding lebih cepat daripada roda kereta kuda: skandal Putri Agung Fangsu dan Tuan Muda Kedua An.
“Aku melihatnya sendiri!” Suara seorang pelayan kedai teh memecah keramaian. Ia berdiri di tengah, memegang teko, sementara puluhan pasang mata menatap penuh antusias.
“Kereta keluarga An berhenti di depan gerbang kediaman putri. Saat tirai disibakkan, Sang Putri turun dengan rambut acak-acakan, pakaian miring, wajahnya memerah. Dan siapa yang turun lebih dulu? Siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Kedua An!”
Beberapa pengunjung bersorak kecil, ada pula yang menutup mulutnya dengan kipas, pura-pura terkejut padahal jelas menikmatinya.
“Benarkah mereka… melakukan itu di dalam kereta?” tanya seorang saudagar gemuk sambil menyipitkan mata, nadanya penuh rasa ingin tahu.
“Apa lagi yang bisa menjelaskan mengapa Sang Putri nyaris jatuh dan Tuan Muda An menangkap pinggangnya begitu erat?” potong yang lain, suaranya penuh sindiran. “Kalau bukan karena terlalu lelah bersenang-senang, apa lagi?”
Gelak tawa pecah.
Mangkuk beradu, aroma teh bercampur kuah daging dan gosip menyebar lebih cepat dari angin.
Di restoran dua lantai yang tak jauh dari kedai, para tuan muda bangsawan juga sibuk membicarakan hal yang sama. Jendela terbuka, tirai sutra tipis bergoyang, sementara anggur dituangkan ke cawan giok.
"Meski reputasi Tuan Muda kedua An ini tidak terlalu bagus, tapi bermesraan dengan wanita di depan umum?" salah seorang tertawa keras. "Benar-benar keberanian tingkat dewa!" sindirnya.
"Apa kalian sudah dengar, katanya pernikahan ini diminta sendiri oleh oleh jenderal An!"
"Benarkah? Apakah Jenderal An bermaksud menjual putranya?" sambung yang lain dengan lirikan licik.
"Yang Mulia sangat menyayangi Putri Agung Fangsu,…
Harem Sang Putri
19. Rumor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 66 Episodes
Comments