Kereta megah istana Putri melaju perlahan di jalanan. Lonceng di sudut bergemerincing lembut, menutupi asap dan mesiu yang mereda.
Su Yin duduk tenang di samping Kusir, sama sekali tidak menyadari majikannya baru melakukan lelucon gelap.
Bagian dalam kereta masih sunyi, sampai Chuhua berbicara, "sebenarnya bukan karena tidak mempercayaimu, hanya saja beberapa urusan, semakin sedikit orang tahu akan semakin baik."
Jing Zimo memasukkan kembali cerminnya dan menuang secangkir teh.
"Tapi kali ini, Putri ini butuh bantuanmu?" lanjutnya sembari mengait jarinya, mengisyaratkan Jing Zimo untuk mendekat.
Jing Zimo terdiam sebentar sebelum mendekat. Dia merasakan napas dingin menghembus di telinganya saat Chunhua berbicara.
Awalnya ekspresinya cukup santai, tetapi semakin lama dia mendengar perkataan Murong Chunhua, ekspresinya berubah menjadi tidak percaya.
"Ini asli?" tanyanya setelah Chunhua selesai berbisik.
Chunhua mengangguk yakin dan menjawab, "lebih asli dari emas."
Jing Zimo masih terlihat ragu. "Ini ... bahkan sekutunya mungkin tidak tahu," katanya, "jadi bagaimana Yang Mulia bisa tahu?"
Chunhua mengedip genit. "Rahasia langit tidak bisa dibocorkan," katanya santai kemudian menyandarkan punggung. "Su Yin, ke restoran Yunlan."
"Baik Yang Mulia."
Kereta berguncang pelan saat berbelok.
Chunhua bersandar miring pada dinding berlapis sutra, jemarinya mengetuk ringan sisi jendela. Di depannya, Jing Zimo masih menatap, sorot matanya menyelidik di antara tirai cahaya yang bergoyang lembut.
Dari celah tirai, sinar matahari menerobos masuk yang condong ke sisi barat, membentuk garis tipis di wajah Chunhua. Ia menoleh keluar, menatap pemandangan kota yang melintas perlahan.
Sekilas, ia bisa melihat bagaimana semua orang menepi dan menunduk begitu kereta berlambang Istana Fangsu lewat. Hiruk-pikuk pasar mendadak mereda, seolah bayangan naga lewat di atas kepala mereka.
"Betapa ‘baiknya’ reputasi tubuh ini," gumam Chunhua, lirih.
Sudah beberapa kali ia keluar, tetapi hasilnya se…
Harem Sang Putri
26. Kesayangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 66 Episodes
Comments