Suara langkah kaki yang hanya terdengar saat Celine menaiki anak tangga berjalan menuju kamarnya. Diiringi perasaan sedih yang menjalar ke seluruh tubuh nya, dia tak suka ini tapi dia tak bisa memproses nya.
Saat gadis itu sampai di kamarnya dia langsung menutup pintu rapat-rapat, tak ingin diganggu oleh siapapun. Bahkan, jika nanti bibi Erina sekalipun yang masuk dia tak akan membukakan pintunya.
Dia melempar tasnya ke lantai, menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur karena lelah dan sedih. "Padahal kan dia kakak ku..." ucapnya lirih dengan mata berkaca-kaca.
Di luar hujan deras turun mengguyur tanah, seolah-olah ikut merasakan kesedihan dari gadis kecil tersebut. Celine pun menangis dengan keras saat itu juga, suaranya tak terdengar karena hujan yang turun menutupi suaranya yang keras.
kilat dan petir terus bersahut-sahutan dan air hujan terus jatuh ke tanah, sementara gadis kecil itu terus menangis dan berpegangan pada boneka panda besar miliknya.
"Mochi...aku juga ingin disayang seperti itu, aku juga ingin dipeluk seperti itu...kapan aku bisa merasakan pelukan dari mereka lagi?." gumamnya dengan wajahnya yang terbenam di boneka panda miliknya.
"Mama... Celine ingin ketemu mama... Mama dimana? Celine sendirian, tahu." gumamnya sambil terus menangis. Tak ada lagi rasa takut pada gemuruh langit, hanya kesedihan yang mendalam yang saat ini dia rasakan.
Drrt...drrtt...drtt...
Ponselnya bergetar, telepon masuk. Celine pun dengan cepat mengambil ponselnya itu dan menghentikan tangisannya. "Haloo..." suaranya pelan.
Di balik telepon hanya ada diam, tak menjawab perkataan nya. Celine pun kembali bicara seperti sebelumnya. "Halo...." tapi tetap saja tak ada jawaban.
Dia menatap layar ponselnya lagi sambil mengernyitkan dahi "Kakak, kakak kenapa tidak bicara?!" kesabaran nya habis kali ini dan terlihat kesal.
Ternyata yang menelpon dirinya adalah Felix kakaknya, tapi tak ada jawaban apapun dari Felix hanya diam. Sampai akhir nya dia pun bicara dan membalas adikny…
Celine Juga Ingin Bahagia
Kapan kembali?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 70 Episodes
Comments