Pagi pukul 06.45
"Bagaimana? Sudah siap?"
"Sudah!!"
"Kalau begitu kita berangkat!"
Pagi ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ricardo kemarin, dia datang menjemput Celine untuk pergi ke sekolah.
Tapi tak seperti biasanya menggunakan mobil, mereka kali ini menaiki motor untuk pergi ke sekolah agar Celine juga bersemangat karena gadis itu lebih suka diantar menggunakan motor dibandingkan dengan mobil.
"Paman tidak bekerja apa?" tanya nya di perjalan sambil memandangi sekeliling.
"Bekerja, hanya saja paman tidak masuk ke kantor hari ini dan bekerja dari rumah" jawab Ricardo
"Enak ya jika bekerja dari rumah, tidak perlu repot-repot bersiap untuk pergi ke kantor, tidak perlu bertemu orang yang tidak penting, benar-benar menyenangkan..." celetuk Celine seperti dia sudah mengerti bagaimana dunia kerja.
"Astaga nak, memangnya kamu tahu apa yang dilakukan oleh orang-orang yang bekerja di kantor?" Ricardo kembali bertanya padanya.
"Tahu, Celine dulu sering mendengar papa bicara di telepon nya dengan nada marah-marah, dan itu dari rekan di kantor nya"
"Hm... pendengar yang baik" ucap Ricardo dengan nada main-main.
"Paman jangan seperti itu, kan memang sulit bekerja di kantor"
"Memang benar, tapi terkadang itu juga tergantung pada orang-orang yang ada di kantor tempat kita bekerja. Tidak semua perusahaan itu berisi karyawan yang toxic, Celine. Dan lagi, ada kalanya juga kita yang menjadi toxic bagi orang lain" jelas Ricardo dengan suara pelan agar gadis itu mengerti.
"Hm...begitu ya paman? Kalau begitu nanti Celine jika sudah besar ingin membangun perusahaan Celine sendiri. Perusahaan yang tidak akan ada orang-orang toxic nya, dan juga yang akan peduli dengan rekan kerjanya"
"Wah, itu bagus pastinya. Tapi...memangnya Celine kalau sudah besar ingin jadi apa?"
"Sama seperti paman dan juga papa, menjadi orang bisnis, hehe"
"Itu bagus Celine, tapi di dunia seperti itu pasti akan banyak sekali kesulitan nya, apalagi jika kita yang membangun perusahaan sendiri"
"…
Celine Juga Ingin Bahagia
Naik motor lagi!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 70 Episodes
Comments