Bab 38 : Kearifan Lokal Mengiringi Langkah

Kearifan Lokal Mengiringi Langkah

Malam semakin larut di Agam Regency, namun kehangatan percakapan di beranda rumah Agni masih terasa. Setelah merenungkan perjalanan hidup yang penuh liku, Agni kembali teringat akan kearifan lokal yang sering ia dengar sejak kecil. Sebuah peribahasa Minang melintas dalam benaknya, terasa begitu pas menggambarkan semangat dan ketahanan yang telah ditunjukkan oleh dirinya dan kedua putrinya.

Agni tersenyum lembut dan berkata kepada Maya dan Sari, "Anak-anak Mama, dalam hidup ini, kita akan selalu dihadapkan dengan berbagai macam tantangan. Kadang, jalan yang kita harapkan tidak selalu tersedia. Tapi, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Ingatlah pepatah Minang yang sering didengar nenek dulu: ***Indak kayu janjang di kapiang, indak rotan aka pun jadi.***"

Maya dan Sari menatap ibunda mereka dengan penuh perhatian. Sari bertanya, "Apa artinya itu, Ma?"

Agni menjelaskan dengan penuh kasih, "Artinya, kalau tidak ada kayu untuk dijadikan tangga, tempurung kelapa pun bisa dipakai. Kalau tidak ada rotan, akar pun bisa menjadi penggantinya. Maknanya, kita harus selalu pandai mencari jalan keluar dalam setiap kesulitan. Kita harus kreatif dan memanfaatkan apa pun yang ada di sekitar kita untuk mencapai tujuan."

Maya mengangguk-angguk tanda mengerti. "Seperti saat kita tersesat di hutan Lakuk Kandang dulu ya, Ma? Kita harus memanfaatkan petunjuk-petunjuk kecil untuk menemukan jalan keluar."

"Benar sekali, Maya," jawab Agni. "Atau seperti saat Sari dulu kesulitan mencari inspirasi untuk lukisannya, tapi akhirnya bisa menemukan ide dari hal-hal sederhana di sekitarnya. Begitulah hidup ini, Nak. Kita harus selalu berusaha dan tidak mudah putus asa. Kalau satu cara tidak berhasil, kita cari cara lain."

Sari tersenyum. "Jadi, meskipun kita kehilangan Kak Anggi, kita tetap harus kuat dan mencari kebahagiaan dengan cara kita sendiri ya, Ma?"

Agni memeluk kedua putrinya dengan erat. "Tepat sekali, sayang. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang berharg…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Risa Virgo Always Beau

Risa Virgo Always Beau

Agni kamu bakal bisa melewati rintangan

2026-05-19

7

Risa Istri Cantik

Risa Istri Cantik

Agni menjelaskan kepada kedua anaknya

2026-05-18

7

lihat semua
Episodes
1 ​Kata Pengantar
2 Bab 1 : Keluarga Adalah Yang Terpenting
3 Bab 2 : Waktunya Berburu
4 Bab 3 : Gotcha!
5 Bab 4 : Pil-pil Perusak
6 Bab 5 : Hujan Deras Dihatiku
7 Bab 6 : Berantakan
8 Bab 7 : Tidak Ada Bukti
9 Bab 8 : Akan Kutunjukkan Betapa Remuk Redamnya Hatiku
10 Bab 9 : Luka
11 Bab 10 : Mentari Pagi yang Baru
12 Bab 11 : Jejak yang Hilang
13 Bab 12 : Dunia yang Tersembunyi
14 Bab 13 : Kembali ke Dunia Nyata
15 Bab 14 : Rumah, Kedamaian, dan Harapan
16 Bab 15 : Bisikan dari Hutan
17 Bab 16 : Echoes of Stone
18 Bab 17 : Bayangan Mengintai
19 Bab 18 : Rahasia di Balik Kegelapan
20 Bab 19 : Kenangan dari Jantung Hutan
21 Bab 20 : Jejak Cahaya di Kehidupan Sehari-hari
22 Bab 21 : Tahun-Tahun yang Berlalu
23 Bab 22 : Jejak yang Tak Lekang
24 Bab 23 : Kisah dari Hutan Ribu
25 Bab 24 : Jejak Awan di Langit Sore
26 Bab 25 : Menuju Hutan Ribu
27 Bab 26 : Senandung di Ketinggian
28 Bab 27 : Ketika Awan Berbisik Kata Bijak
29 Bab 28 : Simfoni Angin dan Awan
30 Bab 29 : Jejak Angin Menuju Hutan Kenangan
31 Bab 30 : Menembus Kabut Kenangan
32 Bab 31 : Semangat yang Tak Pernah Padam
33 Bab 32 : Ìlmu yang Menuntun Langkah
34 Bab 33 : Jejak Ilmu di Hutan Ribu
35 Bab 34 : Inspirasi dari Belahan Dunia Lain
36 Bab 35 : Langkah Mantap Menuju Esok
37 Bab 36 : Transendensi Naratif dalam Leksikon Akademis
38 Bab 37 : Implikasi Epistemologis dan Arah Penelitian Lanjutan
39 Bab 38 : Kearifan Lokal Mengiringi Langkah
40 Bab 39 : Undangan dari Alam
41 Bab 40 : Manyusuri Jalan Nan Takana
42 Bab 41 : Kabar dari Jantung Rimbo
43 Bab 42 : Manjalajah Rimbo Saribu
44 Bab 43 : Misteri Danau Hitam
45 Bab 44 : Melodi Pemulihan
46 Bab 45 : Bunga Pemulih dan Perpisahan
47 Bab 46 : Rencana di Bawah Bintang
48 Bab 47 : Menghadapi Kegelapan di Puncak
49 Bab 48 : Harmoni yang Pulih
50 Bab 49 : Sapaan dari Rimba Sunda
51 Bab 50 : Ikatan dengan Dunia Gaib
52 Bab 51 : Lidah yang Menjelajah Pulau
53 Bab 52 : Ketika Mantra Banyuwangi Bergema
54 Bab 53 : Menyusuri Jejak Kegelapan
55 Bab 54 : Menyusuri Kegelapan Gua
56 Bab 55 : Mata Air yang Merana
57 Bab 56 : Warisan Mantra dari Nenek Sesepuh
58 Bab 57 : Mendaki Puncak Suci
59 Bab 58 : Pertarungan di Puncak
60 Bab 59 : Kedamaian yang Kembali Merajai
61 Bab 60 : Harmoni yang Abadi
62 Bab 61 : Kenangan yang Abadi
63 Bab 62 : Panggilan Alam yang Kedua
64 Bab 63 : Menyusuri Jejak Kerusakan
65 Bab 64 : Menghadapi Para Perusak Hutan
66 Bab 65 : Melapor pada yang Berwenang
67 Bab 66 : Tantangan di Puncak Tertinggi
68 Bab 67 : Pertempuran di Jantung Kegelapan
69 Bab 68 : Kemenangan Cahaya dan Kembalinya Keseimbangan
70 Bab 69 : Kembali ke Rumah, Kembali ke Kehidupan
71 Bab 70 : Jejak Langkah di Tanah Sendiri
72 Bab 71 : Kekuatan dari Puncak Tertinggi
73 Bab 72 : Kekuatan yang Baru Terbangkitkan
74 Bab 73 : Konfrontasi di Hutan Gelap
75 Bab 74 : Janji Ilmu dari Sang Guru
76 Bab 75 : Bisikan Ombak Siberut
77 Bab 76 : Sosok di Balik Senja
78 Bab 77 : Menguasai Bayangan Diri
79 Bab 78 : Mengalir Bersama Kekuatan Air
80 Bab 79 : Merangkai Angin dalam Genggaman
81 Bab 80 : Menari Bersama Angin
82 Bab 81 : Menyempurnakan Keheningan yang Tak Terlihat
83 Bab 82 : Menjelajahi Keheningan Samudra
84 Bab 83 : Cahaya Pemurnian dan Keheningan yang Menyegarkan
85 Bab 85 : Harmoni yang Terukir dalam Jiwa
86 Bab 86 : Menuju Rimba Sunda Sekali Lagi
87 Bab 87 : Pertemuan dengan Penjaga Tanah Borneo
88 Bab 88 : limu Leluhur dari Tanah Borneo
89 Bab 89 : Menghadapi Inti Kegelapan di Danau Ungu
90 Bab 90 : Memanggil Kekuatan Leluhur Dayak
91 Bab 91 : Kembalinya Cahaya dan Keseimbangan di Tanah Sunda
92 Bab 92 : Bisikan dari Tanah Jawa
93 Bab 93 : Menuju Tanah Para Dewa
94 Bab 94 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa 1
95 Bab 95 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa 2
96 Bab 96 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa 3
97 Bab 97 : Bisikan dari Negeri Tirai Bambu
98 Bab 98 : Puncak yang Menanti
99 Bab 99 : Gema Kebenaran di Puncak Semeru
100 Bab 100 : Pertempuran di Puncak Para Dewa
101 Bab 101 : Warisan Penjaga Tanah Jawa
102 Bab 102 : Mengemban Amanah Penjaga
103 Bab 103 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa (Bagian 1)
104 Bab 104 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa (Bagian 2)
105 Bab 105 : Pertemuan dengan Sang Kera Sakti yang Merana
106 Bab 106 : Membebaskan Sang Legenda yang Terkurung
107 Bab 107 : Kebebasan Sang Kera dan Kedamaian Gunung Agung
108 Bab 108 : Sang Kera Sakti dan Keajaiban Zaman Now
109 Bab 109 : Pertemuan Tak Terduga di Puncak Para Dewa (Bagian 1)
110 Bab 110 : Kekuatan Humor dan Kehangatan Persahabatan
111 Bab 111 : Ketika Sang Kera Meniru Gaya Terbang Manusia Besi
112 Bab 112: Ketika Sang Kera Mencoba Selfie dengan Manusia Besi
113 Bab 113 : Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Tongkat Ajaib kepada Manusia B
114 Bab 114: Ketika Sang Kera Mencoba Memakai Armor Manusia Besi dan Hampir Meledak
115 Bab 115: Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Tongkat Ajaib I
116 Bab 116: Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Tongkat Ajaib II
117 Bab 117: Pertemuan dengan Sang Raja dan Si Burung Ajaib yang Cerewet
118 Bab 118: Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Ponsel kepada Raja Jawa
119 Bab 119: Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang dengan Ponsel
120 Bab 120: Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Tik Tok dan Hampir Menjadi Viral
121 Bab 121: Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang dengan Ponsel
122 Bab 122: Ketika Sang Kera Memesan Ojol dan Hampir Tersesat di Dunia Maya
123 Bab 123 Ketika Sang Kera Kembali dengan Kejutan dan Hampir Membuat Kakek Jantung
124 Bab 124 Ketika Sang Kera Mencoba Mengantar Penumpang
125 Bab 125 Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang
126 Bab 126 Ketika Sang Kera Mencoba Karaoke
127 Bab 127 Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Petak Umpet
128 Bab 128 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi
129 Bab 129 Hampir Membakar Beranda
130 Bab 130 Hampir Membakar Beranda
131 Bab 131 Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Gitar
132 Bab 132 Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Gamelan dan Hampir Memanggil Petir Sung
133 Bab 133 Ketika Sang Kera Mencoba Menari Piring dan Hampir Membuat Piring Terbang
134 Bab 134 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi dan Hampir Membakar Beranda
135 Bab 135 Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang dengan Ponsel dan Hampir Membak
136 Bab 136 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi dan Hampir Membakar Beranda
137 Bab 137 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi dan Hampir Membakar Beranda
138 Bab 138 Perpisahan yang Penuh Harapan
139 Bab 139 Kembali ke Kehidupan yang Lebih Tenang
140 Bab 140 Menuliskan Jejak Petualangan
141 Bab 141 Gema dari "Bisikan dari Rimba
142 Bab 142 Jejak yang Tak Pernah Usai
143 Bab 143 Misteri Mata Air Bromo
144 Bab 144 Arca Kegelapan di Bromo
145 Bab 145 Air Suci Bromo Kembali Mengalir
146 Bab 146 Kejutan di Tepi Sungai
147 Bab 147 Sapaan dari Jalan Setapak
148 Bab 148 Senja dan Busur di Tepi Sungai
149 Bab 149 Langkah Bersama di Bawah Rembulan Senja
150 Bab 150 Malam di Penginapan dan Tawa yang Menggema
151 Bab 151 Pagi di Kaki Gunung Suci
152 Bab 152 Mendaki Puncak yang Bergetar
153 Bab 153 Memurnikan Tanah yang Tercemar
154 Bab 154 Artefak Kegelapan dan Rencana Pemurnian
155 Bab 155 Kedamaian yang Kembali Bersemi di Agung
156 Bab 156 Persimpangan Jalan di Tanah Dewata
157 Bab 157 Kabar Buruk dari Rimba Saribu
158 Bab 158 Jejak Kegelisahan di Rimba Saribu
159 Bab 159 Jejak yang Tersembunyi di Hutan Ribu
160 Ringkasan Eksekutif
161 Bab 160: Persekutuan Lintas Dimensi di Gerbang Borneo
Episodes

Updated 161 Episodes

1
​Kata Pengantar
2
Bab 1 : Keluarga Adalah Yang Terpenting
3
Bab 2 : Waktunya Berburu
4
Bab 3 : Gotcha!
5
Bab 4 : Pil-pil Perusak
6
Bab 5 : Hujan Deras Dihatiku
7
Bab 6 : Berantakan
8
Bab 7 : Tidak Ada Bukti
9
Bab 8 : Akan Kutunjukkan Betapa Remuk Redamnya Hatiku
10
Bab 9 : Luka
11
Bab 10 : Mentari Pagi yang Baru
12
Bab 11 : Jejak yang Hilang
13
Bab 12 : Dunia yang Tersembunyi
14
Bab 13 : Kembali ke Dunia Nyata
15
Bab 14 : Rumah, Kedamaian, dan Harapan
16
Bab 15 : Bisikan dari Hutan
17
Bab 16 : Echoes of Stone
18
Bab 17 : Bayangan Mengintai
19
Bab 18 : Rahasia di Balik Kegelapan
20
Bab 19 : Kenangan dari Jantung Hutan
21
Bab 20 : Jejak Cahaya di Kehidupan Sehari-hari
22
Bab 21 : Tahun-Tahun yang Berlalu
23
Bab 22 : Jejak yang Tak Lekang
24
Bab 23 : Kisah dari Hutan Ribu
25
Bab 24 : Jejak Awan di Langit Sore
26
Bab 25 : Menuju Hutan Ribu
27
Bab 26 : Senandung di Ketinggian
28
Bab 27 : Ketika Awan Berbisik Kata Bijak
29
Bab 28 : Simfoni Angin dan Awan
30
Bab 29 : Jejak Angin Menuju Hutan Kenangan
31
Bab 30 : Menembus Kabut Kenangan
32
Bab 31 : Semangat yang Tak Pernah Padam
33
Bab 32 : Ìlmu yang Menuntun Langkah
34
Bab 33 : Jejak Ilmu di Hutan Ribu
35
Bab 34 : Inspirasi dari Belahan Dunia Lain
36
Bab 35 : Langkah Mantap Menuju Esok
37
Bab 36 : Transendensi Naratif dalam Leksikon Akademis
38
Bab 37 : Implikasi Epistemologis dan Arah Penelitian Lanjutan
39
Bab 38 : Kearifan Lokal Mengiringi Langkah
40
Bab 39 : Undangan dari Alam
41
Bab 40 : Manyusuri Jalan Nan Takana
42
Bab 41 : Kabar dari Jantung Rimbo
43
Bab 42 : Manjalajah Rimbo Saribu
44
Bab 43 : Misteri Danau Hitam
45
Bab 44 : Melodi Pemulihan
46
Bab 45 : Bunga Pemulih dan Perpisahan
47
Bab 46 : Rencana di Bawah Bintang
48
Bab 47 : Menghadapi Kegelapan di Puncak
49
Bab 48 : Harmoni yang Pulih
50
Bab 49 : Sapaan dari Rimba Sunda
51
Bab 50 : Ikatan dengan Dunia Gaib
52
Bab 51 : Lidah yang Menjelajah Pulau
53
Bab 52 : Ketika Mantra Banyuwangi Bergema
54
Bab 53 : Menyusuri Jejak Kegelapan
55
Bab 54 : Menyusuri Kegelapan Gua
56
Bab 55 : Mata Air yang Merana
57
Bab 56 : Warisan Mantra dari Nenek Sesepuh
58
Bab 57 : Mendaki Puncak Suci
59
Bab 58 : Pertarungan di Puncak
60
Bab 59 : Kedamaian yang Kembali Merajai
61
Bab 60 : Harmoni yang Abadi
62
Bab 61 : Kenangan yang Abadi
63
Bab 62 : Panggilan Alam yang Kedua
64
Bab 63 : Menyusuri Jejak Kerusakan
65
Bab 64 : Menghadapi Para Perusak Hutan
66
Bab 65 : Melapor pada yang Berwenang
67
Bab 66 : Tantangan di Puncak Tertinggi
68
Bab 67 : Pertempuran di Jantung Kegelapan
69
Bab 68 : Kemenangan Cahaya dan Kembalinya Keseimbangan
70
Bab 69 : Kembali ke Rumah, Kembali ke Kehidupan
71
Bab 70 : Jejak Langkah di Tanah Sendiri
72
Bab 71 : Kekuatan dari Puncak Tertinggi
73
Bab 72 : Kekuatan yang Baru Terbangkitkan
74
Bab 73 : Konfrontasi di Hutan Gelap
75
Bab 74 : Janji Ilmu dari Sang Guru
76
Bab 75 : Bisikan Ombak Siberut
77
Bab 76 : Sosok di Balik Senja
78
Bab 77 : Menguasai Bayangan Diri
79
Bab 78 : Mengalir Bersama Kekuatan Air
80
Bab 79 : Merangkai Angin dalam Genggaman
81
Bab 80 : Menari Bersama Angin
82
Bab 81 : Menyempurnakan Keheningan yang Tak Terlihat
83
Bab 82 : Menjelajahi Keheningan Samudra
84
Bab 83 : Cahaya Pemurnian dan Keheningan yang Menyegarkan
85
Bab 85 : Harmoni yang Terukir dalam Jiwa
86
Bab 86 : Menuju Rimba Sunda Sekali Lagi
87
Bab 87 : Pertemuan dengan Penjaga Tanah Borneo
88
Bab 88 : limu Leluhur dari Tanah Borneo
89
Bab 89 : Menghadapi Inti Kegelapan di Danau Ungu
90
Bab 90 : Memanggil Kekuatan Leluhur Dayak
91
Bab 91 : Kembalinya Cahaya dan Keseimbangan di Tanah Sunda
92
Bab 92 : Bisikan dari Tanah Jawa
93
Bab 93 : Menuju Tanah Para Dewa
94
Bab 94 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa 1
95
Bab 95 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa 2
96
Bab 96 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa 3
97
Bab 97 : Bisikan dari Negeri Tirai Bambu
98
Bab 98 : Puncak yang Menanti
99
Bab 99 : Gema Kebenaran di Puncak Semeru
100
Bab 100 : Pertempuran di Puncak Para Dewa
101
Bab 101 : Warisan Penjaga Tanah Jawa
102
Bab 102 : Mengemban Amanah Penjaga
103
Bab 103 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa (Bagian 1)
104
Bab 104 : Langkah Awal di Tanah Para Dewa (Bagian 2)
105
Bab 105 : Pertemuan dengan Sang Kera Sakti yang Merana
106
Bab 106 : Membebaskan Sang Legenda yang Terkurung
107
Bab 107 : Kebebasan Sang Kera dan Kedamaian Gunung Agung
108
Bab 108 : Sang Kera Sakti dan Keajaiban Zaman Now
109
Bab 109 : Pertemuan Tak Terduga di Puncak Para Dewa (Bagian 1)
110
Bab 110 : Kekuatan Humor dan Kehangatan Persahabatan
111
Bab 111 : Ketika Sang Kera Meniru Gaya Terbang Manusia Besi
112
Bab 112: Ketika Sang Kera Mencoba Selfie dengan Manusia Besi
113
Bab 113 : Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Tongkat Ajaib kepada Manusia B
114
Bab 114: Ketika Sang Kera Mencoba Memakai Armor Manusia Besi dan Hampir Meledak
115
Bab 115: Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Tongkat Ajaib I
116
Bab 116: Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Tongkat Ajaib II
117
Bab 117: Pertemuan dengan Sang Raja dan Si Burung Ajaib yang Cerewet
118
Bab 118: Ketika Sang Kera Menjelaskan Cara Kerja Ponsel kepada Raja Jawa
119
Bab 119: Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang dengan Ponsel
120
Bab 120: Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Tik Tok dan Hampir Menjadi Viral
121
Bab 121: Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang dengan Ponsel
122
Bab 122: Ketika Sang Kera Memesan Ojol dan Hampir Tersesat di Dunia Maya
123
Bab 123 Ketika Sang Kera Kembali dengan Kejutan dan Hampir Membuat Kakek Jantung
124
Bab 124 Ketika Sang Kera Mencoba Mengantar Penumpang
125
Bab 125 Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang
126
Bab 126 Ketika Sang Kera Mencoba Karaoke
127
Bab 127 Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Petak Umpet
128
Bab 128 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi
129
Bab 129 Hampir Membakar Beranda
130
Bab 130 Hampir Membakar Beranda
131
Bab 131 Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Gitar
132
Bab 132 Ketika Sang Kera Mencoba Bermain Gamelan dan Hampir Memanggil Petir Sung
133
Bab 133 Ketika Sang Kera Mencoba Menari Piring dan Hampir Membuat Piring Terbang
134
Bab 134 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi dan Hampir Membakar Beranda
135
Bab 135 Ketika Sang Kera Mencoba Memasak Rendang dengan Ponsel dan Hampir Membak
136
Bab 136 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi dan Hampir Membakar Beranda
137
Bab 137 Ketika Sang Kera Mencoba Membuat Kopi dan Hampir Membakar Beranda
138
Bab 138 Perpisahan yang Penuh Harapan
139
Bab 139 Kembali ke Kehidupan yang Lebih Tenang
140
Bab 140 Menuliskan Jejak Petualangan
141
Bab 141 Gema dari "Bisikan dari Rimba
142
Bab 142 Jejak yang Tak Pernah Usai
143
Bab 143 Misteri Mata Air Bromo
144
Bab 144 Arca Kegelapan di Bromo
145
Bab 145 Air Suci Bromo Kembali Mengalir
146
Bab 146 Kejutan di Tepi Sungai
147
Bab 147 Sapaan dari Jalan Setapak
148
Bab 148 Senja dan Busur di Tepi Sungai
149
Bab 149 Langkah Bersama di Bawah Rembulan Senja
150
Bab 150 Malam di Penginapan dan Tawa yang Menggema
151
Bab 151 Pagi di Kaki Gunung Suci
152
Bab 152 Mendaki Puncak yang Bergetar
153
Bab 153 Memurnikan Tanah yang Tercemar
154
Bab 154 Artefak Kegelapan dan Rencana Pemurnian
155
Bab 155 Kedamaian yang Kembali Bersemi di Agung
156
Bab 156 Persimpangan Jalan di Tanah Dewata
157
Bab 157 Kabar Buruk dari Rimba Saribu
158
Bab 158 Jejak Kegelisahan di Rimba Saribu
159
Bab 159 Jejak yang Tersembunyi di Hutan Ribu
160
Ringkasan Eksekutif
161
Bab 160: Persekutuan Lintas Dimensi di Gerbang Borneo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!