I Don'T Want To Be The Main Character In A Comic

I Don'T Want To Be The Main Character In A Comic

Bab 1 Sebuah Keluarga?

“Jika kau tidak bisa dimiliki, lebih baik kau tiada," bisik pria itu di telinga Eyliana. Penglihatan Eyliana mulai kabur, ia hanya bisa melihat senyum lelaki itu. Ia tidak bisa berteriak karena rasa takut dan sakit yang luar biasa. Ambulans datang terlalu lama, membuat Eyliana kehilangan nyawanya. Tapi itu bukan akhir dari segalanya, melainkan awal lembaran cerita bagi Eyliana.

Flashback

Malam Hari di Suatu Keluarga

"DASAR KAU ISTRI TIDAK BERGUNA!! KAU HANYA BERSANTAI DI RUMAH. SEDANGKAN AKU HARUS BEKERJA KERAS" teriak seorang pria paruh baya sambil menampar istrinya dengan sangat keras.

Suasana tegang di rumah yang dihuni orang tua dan seorang anak ini sering terjadi. Ayah yang pulang dengan keadaan mabuk berat dan tercium aroma alkohol di seluruh tubuhnya adalah hal yang tidak asing lagi. Ibu yang sering menjadi samsak tinju ketika ayah tersulut amarah sedikit saja. Entah apa yang mereka ributkan setiap harinya. Mungkin karena tidak ada makanan di meja makan, tumpukan piring kotor, atau mungkin karena melihat wajah istri yang menurutnya kurang menarik. Entahlah, semua bisa menjadi alasan pertengkaran.

Sementara itu, anak perempuan mereka satu-satunya sedang duduk membaca komik di dalam kamar. Ia mendengar pertengkaran kedua orang tuanya, tetapi tetap tersenyum. Seolah-olah kamarnya kedap suara, atau telinganya sudah terbiasa. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka lebar dengan suara keras. 'BRAKK!'

"EYLIANA! ANAK INI! SUDAH KU KATAKAN CEPAT TIDUR! KENAPA KAU BELUM JUGA TIDUR?!" seru ibunya, memasang wajah kesal karena anaknya membaca komik dengan wajah bahagia.

Ibu itu merasa kesal karena hanya dialah yang menderita di kehidupan ini. Eyliana menatap ibunya dengan wajah datar. Jika dia masih berumur lima tahun, ia akan takut, menangis, dan gemetar hebat melihat wajah ibunya yang marah. Tetapi tidak untuk Eyliana yang sudah berusia 16 tahun. Kebiasaan ini menuntut Eyliana menjadi anak yang kuat, mati rasa, dan lupa cara menangis. Eyliana hanya menatap ibunya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Ibu itu mendekati Eyliana dengan langkah berat dan merebut komik di tangannya dengan paksa. "BACA KOMIK?! TIDAK ADA GUNANYA! LAKUKAN LAH YANG BERGUNA. KAU PIKIR JIKA MEMBACA KOMIK DAPAT MENGHASILKAN UANG HAH?" katanya sambil merobek setiap halaman buku Eyliana, seolah-olah amarahnya tersalurkan di setiap sobekan.

Ia lalu melemparkan robekan kertas itu ke wajah Eyliana dengan kasar. Wajah Eyliana tidak bisa menyembunyikan kebencian yang sudah terpendam selama 16 tahun. Ibu yang melihat wajah itu tak segan-segan meninju anak kandungnya sendiri. 'BUKGG!'

Eyliana hanya merintih kesakitan sambil memegang pipi kanannya. Rahang bawahnya terasa seperti ingin lepas, dan ia bisa merasakan darah keluar dari sudut bibirnya.

"Sial. Aku belum selesai baca bukunya dan itu buku baru yang aku beli," gumam Eyliana pelan, hanya mengkhawatirkan komiknya.

Ibunya yang mendengar samar-samar, mempertanyakan perkataan Eyliana. "APA KAU BILANG?! BAGAIMANA BISA KAU MENGATAKAN ITU! DASAR ANAK YANG TIDAK DI UNTUNG" tanyanya sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.

Eyliana menatap ibunya, lalu menggelengkan kepalanya. "Apa Ibu sudah puas memukul saya hanya sekali?" tanyanya dengan wajah datar.

Seolah-olah ini adalah hal biasa baginya, setelah ibu dimarahi ayah, ia akan melampiaskan amarahnya pada anak kandungnya. Ibu Eyliana sangat kesal mendengar perkataan itu dan tidak bisa menahan diri. Ia memukulinya secara brutal. Ditampar, ditinju, ditendang, dan rambutnya ditarik, seolah-olah Eyliana adalah boneka pelampiasan amarah. Jangan tanya seberapa sakit fisiknya. Berulang kali ia merintih, tetapi air matanya tidak menetes lagi. Eyliana hanya menahan rasa sakit itu sambil merapatkan giginya.

Ibu dan ayah Eyliana selalu mengatakan bahwa Eyliana tidak berguna. Anak yang tidak bisa diatur. Tidak bisa dibanggakan. Anak yang membawa sial. Eyliana sendiri tidak pernah tahu alasan kedua orang tuanya sangat membenci dirinya.

"TIDAK SEHARUSNYA KALIAN MELAHIRKANKU!! SAYA TIDAK PERNAH MENGHARAPKAN INI SEMUA" adalah kata yang sering terucap oleh Eyliana saat ia kesal pada orang tuanya.

Meskipun Eyliana tidak diurus oleh orang tuanya, beberapa tetangga bersimpati padanya. Ada yang memberinya uang jajan dan makanan. Terkadang, Eyliana juga diizinkan tidur di rumah mereka jika kondisi rumahnya sedang tidak baik.

"Kau anak yang cantik, tapi kau tidak beruntung memiliki keluarga seperti itu," kata salah satu tetangganya sambil mengelus kepalanya.

Eyliana tersenyum mendengar ucapan bibi tetangga itu. "Ehei, aku orang yang beruntung karena bisa bertemu Bibi yang baik hati, walaupun mendapat orang tua seperti itu," kata Eyliana dengan ceria. Mendengar pujian Eyliana membuat Bibi itu tersenyum malu. “Apakah aku harus mengangkatmu jadi anak?” Kata Bibi itu mencubit pipi Eyliana yang tertawa. “Sayang sekali anak Bibi semua perempuan, Jika ada lelaki, akan aku jodohkan kalian” Kata salah satu Bibi lain yang sedang bersamanya. Mereka tertawa begitu juga Eyliana. Tapi hati Eyliana sedikit kesal walaupun dia harus memasang wajah ceriannya. ‘Aku bukan barang yang dimiliki sesukanya’ Pikir Eyliana di pelukan salah satu Bibi tetangganya.

Bibi itu hanya mengelus kepala Eyliana. Anak itu berjuang hidup dengan kasih sayang dari orang lain. Eyliana tidak masalah harus berakting lucu, baik, manis, dan sopan di depan para tetangga untuk mendapatkan simpati, meskipun ia tidak menginginkan belas kasihan. Itu karena pada dasarnya orang tuanya tidak mengurusnya dengan benar.

Satu tahun kemudian, waktu terasa cepat berlalu, tetapi tidak bagi Eyliana yang merasakan lambatnya setiap hari. Eyliana kini sudah berusia 17 tahun. Dia berjalan memasuki ruangan yang sudah dipenuhi orang-orang berpakaian hitam. Setiap langkah Eyliana, membuat orang di ruangan itu terdiam dan memperhatikannya. Kini dia berdiri di depan foto orang tuanya yang baru saja meninggal dunia karena kecelakaan. Ruang duka itu penuh dengan dupa dan bunga putih. Beberapa kerabat berdiri di belakang pintu, khawatir dengan keadaan Eyliana setelah ditinggalkan kedua orang tuanya. Ruangan itu beraroma menyengat dan menyesakkan bagi Eyliana hingga beberapa kali menahan nafasnnya.

Namun, "Teryata butuh tujuh belas tahun. Akhirnya hari ini datang juga," gumam Eyliana pelan sambil tersenyum tipis.

Ia menaruh sekuntum bunga mawar hitam yang ia cat sendiri menggunakan tinta hitam di depan foto itu. ‘Bukankah itu bagus untuk kalian?’ Pikir Eyliana melihat tinta hitam pada bunga mawar masih menetes di peti orang tuanya. Mawar hitam lebih pantas daripada warna merah untuk kedua orang tuanya. Itulah di benak gadis yang sudah berumur tujuh belas tahun ketika menatap peti ayah ibunya.

"Aku harap neraka akan menyambut kalian dengan pintu terbuka sangaaaat lebar," gumamnya.

Ia menutup mulut, pundaknya mulai bergetar. Ia menahan tawa karena bahagia dengan apa yang telah terjadi. Ia merasa 17 tahun hidupnya seperti drama komedi yang berakhir tragis untuk antagonis, sementara peran utama bahagia karena antagonis mati. Ia berjalan keluar ruang duka dan menepuk pundak salah satu bibinya.

"Terserah mereka mau ditaruh mana. Saya sudah tidak peduli," bisiknya pelan pada bibi yang merupakan adik ibunya. Bibi itu sedikit terkejut dengan ucapan Eyliana yang mengatakan ‘ditaruh mana’ seolah orang tua kandungnya adalah barang bekas.

Hatinya sudah mati, dan ia tidak percaya lagi dengan kalimat 'keluarga'. Menurut Eyliana, keluarga adalah kata yang paling menyeramkan, menyesakkan, menyakitkan, dan Sampah. Ya! Sampah, pikirnya. Untungnya ia sudah menginjak usia dewasa sehingga tidak memerlukan wali lagi.

Bersambung….

Terpopuler

Comments

Ran Ersa

Ran Ersa

dasar sifat apatis dan benci karakter tidak terbentuk dengan asal, tapi efek dari perilaku keluarga yg broken, good job😍

2025-10-06

0

FantasiRemaja

FantasiRemaja

FL nya kasian bet. Baru baca 1 chapter. dari blurbnya menarik 😍 jadi mau baca. Jangan drop ya Thor 💪

2025-10-17

0

isekaifans

isekaifans

broken FL detected🤣

2025-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Sebuah Keluarga?
2 Bab 2 Kehidupan Eyliana Sekarang
3 Bab 3 Apa Yang Terjadi
4 Bab 4 Bagaimana Aku Kembali?
5 Bab 5 Kekhawatiran Seorang Kakak
6 Bab 6 Don't Try This At Home
7 Bab 7 Perketat Keamanan
8 Bab 8 Keluarga
9 Bab 9 Awal Yang Baru
10 Bab 10 Kegiatan Baru
11 Bab 11 Sapu Tangan
12 Bab 12 Latihan Khusus dari Kedua Kakak
13 Bab 13 Istana Utama Kekaisaran Pero
14 Bab 14 Persiapan Hari Kelahiran
15 Bab 15 Gang Kecil Kumuh
16 Bab 16 Kekhawatiran Saudara
17 Bab 17 Pertemuan Para Pangeran
18 Bab 18 Latihan Menjadi Bangsawan
19 Bab 19 Perintah Untuk Para Pangeran
20 Bab 20 Pesta Kelahiran Erika
21 Bab 21 Perubahan Alur
22 Bab 22 Dansa Pertama
23 Bab 23 Kecurigaan Pangeran Kedua
24 Bab 24 Tea Time Dengan Kaisar
25 Bab 25 Negosiasi dengan Kaisar
26 Bab 26 Istana Gypsophila
27 Bab 27 Ketegasan Pengawal Erika
28 Bab 28 Mencari Takdir
29 Bab 29 Pertemuan Pangeran Ketiga
30 Bab 30 Apakah Ini Termasuk Misi Berhasil?
31 Bab 31 Undangan Pangeran Ketiga Zester
32 Bab 32 Epidemic
33 Bab 33 Pikiran Erika
34 Bab 34 Misi Harus Tetap Lanjut
35 Bab 35 Rencana Kaisar Yang Baru
36 Bab 36 Bar Malam
37 Bab 37 Buah Puding Coklat
38 Bab 38 Langkah Bahagia Erika
39 Bab 39 Peringatan Keras dari Andreas
40 Bab 40 Masa Kecil dan Keinginan Mulia Pangeran Zester
41 Bab 41 Penjara Istana Amaris 1
42 Bab 42 Gundah
43 Bab 43 Persiapan Sapu Tangan dan Memori Tersembunyi
44 Bab 44 Kekalutan Hati
45 Bab 45 Kompetisi Berburu
46 Bab 46 Hilangnya Erika Serriot
47 Bab 47 Hilangnya Erika Serriot 2
48 Bab 48 Urat Wajah Andreas
49 Bab 49 Ketegangan di Kamar Erika
50 Bab 50 Rahasia Erika
51 Bab 51 Kegelapan dan Cahaya
52 Bab 52 Buku Aphrodite
53 Bab 53 Aktifitas kembali
54 Bab 54 Phaleria macrocarpa
55 Bab 55 Persiapan Pesta Malam Kompetisi Berburu
56 Bab 56 Suasana Pesta
57 Bab 57 Penjelasan Lucas
58 Bab 58 Di ruang bawah tanah yang gelap dan lembab
59 Bab 59 Flashback
60 Bab 60 Perbatasan Selatan
61 Bab 61 Rencana Penculikan
62 Bab 62 Kencan
63 Bab 63 Izin
64 Bab 64 Si Keras Kepala
65 Bab 65 Ekhem!
66 Bab 66 Persiapan
67 Bab 67 Pertemuan
68 Bab 68 Pertemuan 2
69 Bab 69 Masuk Rencana
70 Bab 70 Kembali Istana
71 Bab 71 Grand Duke Bertindak
72 Bab 72 Andreas Kembali Dari Perbatasan
73 Bab 73 Aksi Grand Duke Arode Serriot
74 Bab 74 Mengubah Keputusan
75 Bab 75 Kesedihan Lucas
76 Bab 76 Kegiatan Baru Lucas
77 Bab 77 Keadaan Erika
78 Bab 78 Kekhawatiran Grand Duke
79 Bab 79 Ajakan Tak Terduga
80 Bab 80 Alasan Erika
81 Bab 81 Kegaduhan ruang makan
82 Bab 82 Kembalinya Kesatria
83 Bab 83 Kilas Balik: Interogasi Pasukan Oriz
84 Bab 84 Debut Sosialita: Pesta Ulang Tahun
85 Bab 85 Tumpukan Pekerjaan
86 Bab 86 Kedatangan ke Istana
87 Bab 87 Perencanaan Erika
88 Bab 88 Kisah Cinta yang Terlambat
89 Bab 89 Persembunyian
90 Bab 90 Akhirnya
91 Bab 91 Kehidupan Baru Setelah Lamunan
92 Pengumuman Side Story
93 Side Story 1
94 Side Story 2
95 Side Story 3
96 Side Story 4
97 Side Story 5 [END]
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 1 Sebuah Keluarga?
2
Bab 2 Kehidupan Eyliana Sekarang
3
Bab 3 Apa Yang Terjadi
4
Bab 4 Bagaimana Aku Kembali?
5
Bab 5 Kekhawatiran Seorang Kakak
6
Bab 6 Don't Try This At Home
7
Bab 7 Perketat Keamanan
8
Bab 8 Keluarga
9
Bab 9 Awal Yang Baru
10
Bab 10 Kegiatan Baru
11
Bab 11 Sapu Tangan
12
Bab 12 Latihan Khusus dari Kedua Kakak
13
Bab 13 Istana Utama Kekaisaran Pero
14
Bab 14 Persiapan Hari Kelahiran
15
Bab 15 Gang Kecil Kumuh
16
Bab 16 Kekhawatiran Saudara
17
Bab 17 Pertemuan Para Pangeran
18
Bab 18 Latihan Menjadi Bangsawan
19
Bab 19 Perintah Untuk Para Pangeran
20
Bab 20 Pesta Kelahiran Erika
21
Bab 21 Perubahan Alur
22
Bab 22 Dansa Pertama
23
Bab 23 Kecurigaan Pangeran Kedua
24
Bab 24 Tea Time Dengan Kaisar
25
Bab 25 Negosiasi dengan Kaisar
26
Bab 26 Istana Gypsophila
27
Bab 27 Ketegasan Pengawal Erika
28
Bab 28 Mencari Takdir
29
Bab 29 Pertemuan Pangeran Ketiga
30
Bab 30 Apakah Ini Termasuk Misi Berhasil?
31
Bab 31 Undangan Pangeran Ketiga Zester
32
Bab 32 Epidemic
33
Bab 33 Pikiran Erika
34
Bab 34 Misi Harus Tetap Lanjut
35
Bab 35 Rencana Kaisar Yang Baru
36
Bab 36 Bar Malam
37
Bab 37 Buah Puding Coklat
38
Bab 38 Langkah Bahagia Erika
39
Bab 39 Peringatan Keras dari Andreas
40
Bab 40 Masa Kecil dan Keinginan Mulia Pangeran Zester
41
Bab 41 Penjara Istana Amaris 1
42
Bab 42 Gundah
43
Bab 43 Persiapan Sapu Tangan dan Memori Tersembunyi
44
Bab 44 Kekalutan Hati
45
Bab 45 Kompetisi Berburu
46
Bab 46 Hilangnya Erika Serriot
47
Bab 47 Hilangnya Erika Serriot 2
48
Bab 48 Urat Wajah Andreas
49
Bab 49 Ketegangan di Kamar Erika
50
Bab 50 Rahasia Erika
51
Bab 51 Kegelapan dan Cahaya
52
Bab 52 Buku Aphrodite
53
Bab 53 Aktifitas kembali
54
Bab 54 Phaleria macrocarpa
55
Bab 55 Persiapan Pesta Malam Kompetisi Berburu
56
Bab 56 Suasana Pesta
57
Bab 57 Penjelasan Lucas
58
Bab 58 Di ruang bawah tanah yang gelap dan lembab
59
Bab 59 Flashback
60
Bab 60 Perbatasan Selatan
61
Bab 61 Rencana Penculikan
62
Bab 62 Kencan
63
Bab 63 Izin
64
Bab 64 Si Keras Kepala
65
Bab 65 Ekhem!
66
Bab 66 Persiapan
67
Bab 67 Pertemuan
68
Bab 68 Pertemuan 2
69
Bab 69 Masuk Rencana
70
Bab 70 Kembali Istana
71
Bab 71 Grand Duke Bertindak
72
Bab 72 Andreas Kembali Dari Perbatasan
73
Bab 73 Aksi Grand Duke Arode Serriot
74
Bab 74 Mengubah Keputusan
75
Bab 75 Kesedihan Lucas
76
Bab 76 Kegiatan Baru Lucas
77
Bab 77 Keadaan Erika
78
Bab 78 Kekhawatiran Grand Duke
79
Bab 79 Ajakan Tak Terduga
80
Bab 80 Alasan Erika
81
Bab 81 Kegaduhan ruang makan
82
Bab 82 Kembalinya Kesatria
83
Bab 83 Kilas Balik: Interogasi Pasukan Oriz
84
Bab 84 Debut Sosialita: Pesta Ulang Tahun
85
Bab 85 Tumpukan Pekerjaan
86
Bab 86 Kedatangan ke Istana
87
Bab 87 Perencanaan Erika
88
Bab 88 Kisah Cinta yang Terlambat
89
Bab 89 Persembunyian
90
Bab 90 Akhirnya
91
Bab 91 Kehidupan Baru Setelah Lamunan
92
Pengumuman Side Story
93
Side Story 1
94
Side Story 2
95
Side Story 3
96
Side Story 4
97
Side Story 5 [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!