Bab 3 Apa Yang Terjadi

"Oh\, ya ampun\, Kak Ey. Wajahmu pucat sekali. Semalam begadang lagi\, ya\, baca komik? Kakak harus menguranginya. Hari ini\, kan\, acara ***awards.***Jangan pasang wajah seperti itu\," kata penata rias pribadi Eyliana.

"Hah, bukan. Kali ini karena fans fanatik yang mencoba masuk ke apartemenku. Dia tidak berhasil tertangkap, itu yang membuatku sedikit kepikiran," keluh Eyliana sambil menatap dirinya di depan kaca rias.

"APA?! Dia muncul lagi? Gila! Tapi jangan khawatir, Kak Ey. Aku tetap bisa membuat Kakak cantik dan segar kembali dengan keahlianku," kata penata rias itu sambil mengacungkan kuas rias ke wajah Eyliana.

"Terima kasih. Mohon bantuannya, ya," kata Eyliana sambil tersenyum.

Di Acara Penghargaan

Di acara awards, Eyliana berjalan perlahan di karpet merah. Ia terlihat sangat anggun dengan gaun biru muda model slip dress yang menonjolkan tulang selangka dan punggungnya. Kalung tiga lapis menghiasi lehernya, serasi dengan tas tangan yang ia tenteng. Banyak kamera mengabadikan kecantikan Eyliana. Suasana acara sangat ramai. Banyak artis, penyanyi, bahkan influencer media sosial pun turut hadir. Beberapa penggemar menyapa Eyliana di depan pintu masuk.

Setelah menyapa penggemar dan berfoto di depan kamera wartawan, Eyliana melangkah masuk ke dalam Hall. Ia melihat ke kanan dan kiri, banyak wajah yang ia kenal tapi tidak akrab dengannya. Eyliana berjalan menuju stan minuman untuk menenangkan diri. Bagaimanapun, ini adalah acara besar. Seterkenal apa pun dirinya, ia akan tetap merasa gugup jika datang ke acara seperti ini.

"Wah, wah, si cantik Eyliana. Sudah lama tidak bertemu," sapa Erik. Dia adalah aktor senior tampan yang pernah beradu akting dengan Eyliana.

"Hai, Erik. Kau tampak bersemangat hari ini," jawab Eyliana sambil tersenyum dan meneguk minumannya.

"Tentu saja. Aku tidak sabar mengoleksi plakat baru di lemari kacaku," kata Erik dengan percaya diri. Eyliana hanya menahan tawa mendengar perkataan Erik.

"Sepertinya panitia harus memberiku tempat duduk paling depan, agar aku tidak kesulitan berdiri untuk menerima plakat penghargaan milikku," kata Eyliana yang tak mau kalah menyombongkan diri.

"Hahaha, kamu bercanda, kan?" Erik tertawa dengan sedikit terpaksa.

"Eh, kita lihat saja nanti siapa yang paling banyak," jawab Eyliana sambil memberikan gelas kosong ke Erik, lalu berjalan meninggalkannya. Erik terdiam menatap punggung Eyliana yang mulai menghilang ditelan kerumunan.

Kini Eyliana berjalan menuruni tangga menuju dekat panggung. Banyak artis sudah duduk di tempat masing-masing. Area dekat panggung sengaja dibuat sedikit gelap agar panggung terlihat paling bersinar. Suasananya bisa dibayangkan seperti teater opera atau bioskop yang gelap.

Tiba-tiba, seseorang menyenggol bahu Eyliana. "Akh… Maaf..." Kalimatnya terhenti saat melihat pria yang berdiri di depannya. Pria tinggi dan formal itu tersenyum senang. Eyliana mematung dan merasakan sakit luar biasa di perutnya. Matanya kini beralih melihat perutnya yang sudah tertancap sebuah pisau dari pria tersebut.

Karena keadaan di dekat panggung gelap dan orang-orang sibuk mengobrol, tidak ada yang menyadari kejadian itu. "Jika kau tidak bisa dimiliki, lebih baik kau tiada," bisik pria itu di telinga Eyliana. Tangan Eyliana gemetar ketakutan mendengar perkataan pria tersebut. Eyliana menatap mata pria itu lekat-lekat. Ia menyadari, itu adalah salah satu fans fanatiknya.

"Bagaimana bi...sa… kau..." Kalimat Eyliana terhenti sambil menahan rasa sakit dari tusukan itu.

"Sstss... Lebih baik kau segera tidur," kata pria itu sambil memutar pisaunya yang masih menancap di perut Eyliana hingga darah keluar dari mulutnya.

"Ukh..." rintih Eyliana. Pria itu perlahan mencabut pisau, lalu menancapkannya kembali sambil tersenyum melihat pujaan hatinya.

Penglihatan Eyliana mulai kabur, ia hanya bisa melihat senyum lelaki itu. Ia tidak bisa berteriak karena rasa takut dan sakit yang luar biasa. Pisau yang sengaja diputar oleh pria itu sangatlah menyakitkan. Akhirnya, beberapa orang menyadari kejadian yang menimpa Eyliana. Mereka segera menarik pria itu secara paksa. Gaun biru muda Eyliana berubah sebagian menjadi merah. Beberapa orang menahan Eyliana dan berusaha menangkap pria yang menusuknya. Beberapa orang mengeluarkan handphone mereka dan merekam kejadian itu layaknya kejadian langka.

"Hahahaha, tidak ada yang bisa memilikimu!" kata fans fanatik itu kepada Eyliana yang mulai kehilangan kesadaran.

Beberapa orang mencoba mengembalikan kesadaran Eyliana dengan menepuk pelan pipinya, menjentikkan jari, dan memanggil namanya. Namun, tidak ada respons. Ambulans datang terlalu lama, membuat Eyliana kehilangan nyawanya.

"AAAAARRRKKKH!" teriak seorang gadis sambil bangun terduduk dari tempat tidurnya. Napas gadis itu terengah-engah karena ia mendapatkan mimpi yang sangat buruk. Jantungnya berdetak kencang, dan tangannya bergetar hebat sambil memegang perutnya yang masih terasa bekas sakit. Salah satu tangannya langsung menutup mulut karena mengingat mimpi itu membuatnya mual. Tiba-tiba, ia menyadari ada yang aneh.

"Hah? Aku hanya mimpi? Aku masih hidup!" kata gadis itu senang sambil meraba perutnya yang tidak ada bekas luka tusukan. Bahkan, darah pun tidak ada.

"Syukurlah hanya mimpi," gumam gadis itu. Tiba-tiba, pintu kamar terbuka lebar dengan keras.

"ERIKA?! Ada apa? Kamu kenapa?" kata seorang pria tampan yang tiba-tiba masuk ke kamar, lalu memegang kedua pipi gadis yang bernama Erika itu.

Gadis itu menatap wajah pria itu dengan terkejut sekaligus kagum. Matanya membulat melihat lelaki dengan rambut perak dan mata biru seperti lautan. 'Mungkin ini lelaki tertampan yang pernah aku lihat, melebihi Erik,' pikirnya.

"Tampannya..." bisik gadis itu pelan, membuat lelaki itu bingung.

"Jangan mengalihkan pembicaraan dari kakak. Kamu kenapa, Erika, tiba-tiba berteriak?" tanya pria itu dengan sedikit cemas, lalu duduk di kasur sambil memegang tangan gadis tersebut.

Senyum cerah Erika kini berubah datar. Ia berpikir sejenak apa yang terjadi. "Tunggu, tunggu. Sejak kapan aku punya kakak? Kamu siapa?! Kenapa kau ada di kamarku..." tanya gadis itu dengan curiga, yang membuat pria itu terkejut.

Gadis itu terlihat ketakutan melihat lelaki itu. Ia berpikir ada seseorang yang mencurigakan masuk ke kamarnya. ‘Apakah dia juga fans fanatik lainnya?’ Pikir gadis itu bergetar ketakutan. Gadis itu melirik orang-orang di belakang pria itu. Ada dua wanita yang terlihat cemas dan terkejut mendengar perkataan majikannya barusan.

"Kalian siapa?! Tunggu, tadi kamu panggil siapa? Erika? Aku 'kan..." Kalimat gadis itu terhenti.

Dia baru menyadari keadaannya sekarang. Ia melihat sekeliling kamarnya yang tampak berbeda dari kamar apartemennya. Kamar itu luas, berkonsep klasik, seolah-olah berada di sebuah kerajaan. Ada tempat tidur king size, ruang tamu, balkon luas, dan meja rias. Kamar ini sebesar satu unit apartemen miliknya. Ia melihat tangannya sendiri yang terlihat kurus, mulus, dan putih bersih. Pakaian tidurnya berwarna putih, dan rambutnya panjang, bergelombang, berwarna perak, hingga ke pinggang.

Gadis itu memegang rambutnya sendiri, memperhatikannya dengan tidak percaya. Ia beranjak dari kasur dan berlari ke kaca yang berdiri di dekat meja riasnya. Matanya terkejut melihat penampilannya yang berbeda. Matanya berubah menjadi biru safir. Ia terduduk lemas, membuat kakaknya datang memegang bahunya.

"Erika?! Erika?! Kamu kenapa? Apa kamu merasa sakit? Wajahmu pucat," kata pria itu dengan panik. Gadis itu menatap pria itu sambil bergumam pelan.

"Ini tidak mungkin. Aku yakin ini bukan softlens ataupun cat rambut..." Gadis itu sepertinya sudah menyadari bahwa ia masuk ke dunia yang berbeda. Karena nama aslinya adalah Eyliana, bukan Erika.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Ran Ersa

Ran Ersa

lanjutttt, penasaran jadi mc atau villainess🤭

2025-10-06

1

Indah Suci

Indah Suci

kerennnn bgtt ceritanya😍

2025-11-06

0

FantasiRemaja

FantasiRemaja

Ternyata Isekai 🤣 kaget aku

2025-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Sebuah Keluarga?
2 Bab 2 Kehidupan Eyliana Sekarang
3 Bab 3 Apa Yang Terjadi
4 Bab 4 Bagaimana Aku Kembali?
5 Bab 5 Kekhawatiran Seorang Kakak
6 Bab 6 Don't Try This At Home
7 Bab 7 Perketat Keamanan
8 Bab 8 Keluarga
9 Bab 9 Awal Yang Baru
10 Bab 10 Kegiatan Baru
11 Bab 11 Sapu Tangan
12 Bab 12 Latihan Khusus dari Kedua Kakak
13 Bab 13 Istana Utama Kekaisaran Pero
14 Bab 14 Persiapan Hari Kelahiran
15 Bab 15 Gang Kecil Kumuh
16 Bab 16 Kekhawatiran Saudara
17 Bab 17 Pertemuan Para Pangeran
18 Bab 18 Latihan Menjadi Bangsawan
19 Bab 19 Perintah Untuk Para Pangeran
20 Bab 20 Pesta Kelahiran Erika
21 Bab 21 Perubahan Alur
22 Bab 22 Dansa Pertama
23 Bab 23 Kecurigaan Pangeran Kedua
24 Bab 24 Tea Time Dengan Kaisar
25 Bab 25 Negosiasi dengan Kaisar
26 Bab 26 Istana Gypsophila
27 Bab 27 Ketegasan Pengawal Erika
28 Bab 28 Mencari Takdir
29 Bab 29 Pertemuan Pangeran Ketiga
30 Bab 30 Apakah Ini Termasuk Misi Berhasil?
31 Bab 31 Undangan Pangeran Ketiga Zester
32 Bab 32 Epidemic
33 Bab 33 Pikiran Erika
34 Bab 34 Misi Harus Tetap Lanjut
35 Bab 35 Rencana Kaisar Yang Baru
36 Bab 36 Bar Malam
37 Bab 37 Buah Puding Coklat
38 Bab 38 Langkah Bahagia Erika
39 Bab 39 Peringatan Keras dari Andreas
40 Bab 40 Masa Kecil dan Keinginan Mulia Pangeran Zester
41 Bab 41 Penjara Istana Amaris 1
42 Bab 42 Gundah
43 Bab 43 Persiapan Sapu Tangan dan Memori Tersembunyi
44 Bab 44 Kekalutan Hati
45 Bab 45 Kompetisi Berburu
46 Bab 46 Hilangnya Erika Serriot
47 Bab 47 Hilangnya Erika Serriot 2
48 Bab 48 Urat Wajah Andreas
49 Bab 49 Ketegangan di Kamar Erika
50 Bab 50 Rahasia Erika
51 Bab 51 Kegelapan dan Cahaya
52 Bab 52 Buku Aphrodite
53 Bab 53 Aktifitas kembali
54 Bab 54 Phaleria macrocarpa
55 Bab 55 Persiapan Pesta Malam Kompetisi Berburu
56 Bab 56 Suasana Pesta
57 Bab 57 Penjelasan Lucas
58 Bab 58 Di ruang bawah tanah yang gelap dan lembab
59 Bab 59 Flashback
60 Bab 60 Perbatasan Selatan
61 Bab 61 Rencana Penculikan
62 Bab 62 Kencan
63 Bab 63 Izin
64 Bab 64 Si Keras Kepala
65 Bab 65 Ekhem!
66 Bab 66 Persiapan
67 Bab 67 Pertemuan
68 Bab 68 Pertemuan 2
69 Bab 69 Masuk Rencana
70 Bab 70 Kembali Istana
71 Bab 71 Grand Duke Bertindak
72 Bab 72 Andreas Kembali Dari Perbatasan
73 Bab 73 Aksi Grand Duke Arode Serriot
74 Bab 74 Mengubah Keputusan
75 Bab 75 Kesedihan Lucas
76 Bab 76 Kegiatan Baru Lucas
77 Bab 77 Keadaan Erika
78 Bab 78 Kekhawatiran Grand Duke
79 Bab 79 Ajakan Tak Terduga
80 Bab 80 Alasan Erika
81 Bab 81 Kegaduhan ruang makan
82 Bab 82 Kembalinya Kesatria
83 Bab 83 Kilas Balik: Interogasi Pasukan Oriz
84 Bab 84 Debut Sosialita: Pesta Ulang Tahun
85 Bab 85 Tumpukan Pekerjaan
86 Bab 86 Kedatangan ke Istana
87 Bab 87 Perencanaan Erika
88 Bab 88 Kisah Cinta yang Terlambat
89 Bab 89 Persembunyian
90 Bab 90 Akhirnya
91 Bab 91 Kehidupan Baru Setelah Lamunan
92 Pengumuman Side Story
93 Side Story 1
94 Side Story 2
95 Side Story 3
96 Side Story 4
97 Side Story 5 [END]
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 1 Sebuah Keluarga?
2
Bab 2 Kehidupan Eyliana Sekarang
3
Bab 3 Apa Yang Terjadi
4
Bab 4 Bagaimana Aku Kembali?
5
Bab 5 Kekhawatiran Seorang Kakak
6
Bab 6 Don't Try This At Home
7
Bab 7 Perketat Keamanan
8
Bab 8 Keluarga
9
Bab 9 Awal Yang Baru
10
Bab 10 Kegiatan Baru
11
Bab 11 Sapu Tangan
12
Bab 12 Latihan Khusus dari Kedua Kakak
13
Bab 13 Istana Utama Kekaisaran Pero
14
Bab 14 Persiapan Hari Kelahiran
15
Bab 15 Gang Kecil Kumuh
16
Bab 16 Kekhawatiran Saudara
17
Bab 17 Pertemuan Para Pangeran
18
Bab 18 Latihan Menjadi Bangsawan
19
Bab 19 Perintah Untuk Para Pangeran
20
Bab 20 Pesta Kelahiran Erika
21
Bab 21 Perubahan Alur
22
Bab 22 Dansa Pertama
23
Bab 23 Kecurigaan Pangeran Kedua
24
Bab 24 Tea Time Dengan Kaisar
25
Bab 25 Negosiasi dengan Kaisar
26
Bab 26 Istana Gypsophila
27
Bab 27 Ketegasan Pengawal Erika
28
Bab 28 Mencari Takdir
29
Bab 29 Pertemuan Pangeran Ketiga
30
Bab 30 Apakah Ini Termasuk Misi Berhasil?
31
Bab 31 Undangan Pangeran Ketiga Zester
32
Bab 32 Epidemic
33
Bab 33 Pikiran Erika
34
Bab 34 Misi Harus Tetap Lanjut
35
Bab 35 Rencana Kaisar Yang Baru
36
Bab 36 Bar Malam
37
Bab 37 Buah Puding Coklat
38
Bab 38 Langkah Bahagia Erika
39
Bab 39 Peringatan Keras dari Andreas
40
Bab 40 Masa Kecil dan Keinginan Mulia Pangeran Zester
41
Bab 41 Penjara Istana Amaris 1
42
Bab 42 Gundah
43
Bab 43 Persiapan Sapu Tangan dan Memori Tersembunyi
44
Bab 44 Kekalutan Hati
45
Bab 45 Kompetisi Berburu
46
Bab 46 Hilangnya Erika Serriot
47
Bab 47 Hilangnya Erika Serriot 2
48
Bab 48 Urat Wajah Andreas
49
Bab 49 Ketegangan di Kamar Erika
50
Bab 50 Rahasia Erika
51
Bab 51 Kegelapan dan Cahaya
52
Bab 52 Buku Aphrodite
53
Bab 53 Aktifitas kembali
54
Bab 54 Phaleria macrocarpa
55
Bab 55 Persiapan Pesta Malam Kompetisi Berburu
56
Bab 56 Suasana Pesta
57
Bab 57 Penjelasan Lucas
58
Bab 58 Di ruang bawah tanah yang gelap dan lembab
59
Bab 59 Flashback
60
Bab 60 Perbatasan Selatan
61
Bab 61 Rencana Penculikan
62
Bab 62 Kencan
63
Bab 63 Izin
64
Bab 64 Si Keras Kepala
65
Bab 65 Ekhem!
66
Bab 66 Persiapan
67
Bab 67 Pertemuan
68
Bab 68 Pertemuan 2
69
Bab 69 Masuk Rencana
70
Bab 70 Kembali Istana
71
Bab 71 Grand Duke Bertindak
72
Bab 72 Andreas Kembali Dari Perbatasan
73
Bab 73 Aksi Grand Duke Arode Serriot
74
Bab 74 Mengubah Keputusan
75
Bab 75 Kesedihan Lucas
76
Bab 76 Kegiatan Baru Lucas
77
Bab 77 Keadaan Erika
78
Bab 78 Kekhawatiran Grand Duke
79
Bab 79 Ajakan Tak Terduga
80
Bab 80 Alasan Erika
81
Bab 81 Kegaduhan ruang makan
82
Bab 82 Kembalinya Kesatria
83
Bab 83 Kilas Balik: Interogasi Pasukan Oriz
84
Bab 84 Debut Sosialita: Pesta Ulang Tahun
85
Bab 85 Tumpukan Pekerjaan
86
Bab 86 Kedatangan ke Istana
87
Bab 87 Perencanaan Erika
88
Bab 88 Kisah Cinta yang Terlambat
89
Bab 89 Persembunyian
90
Bab 90 Akhirnya
91
Bab 91 Kehidupan Baru Setelah Lamunan
92
Pengumuman Side Story
93
Side Story 1
94
Side Story 2
95
Side Story 3
96
Side Story 4
97
Side Story 5 [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!