Bab 4 Bagaimana Aku Kembali?

Erika duduk di lantai, menatap seorang pria yang berlutut di depannya. Pria itu telah mengaku sebagai kakaknya. Matanya berwarna biru safir, rambutnya silver, dan wajahnya tampan, tetapi memiliki garis muka yang sama dengan Erika.

"Kau kakakku?" tanya Erika pelan.

Pria itu memasang wajah bingung melihat gadis kecil yang terduduk di lantai dengan wajah pucat dan terkejut. Pria itu merasa Erika sedikit aneh dan berbicara tidak formal kepadanya seperti biasanya. Di sisi lain, ia suka dengan Erika yang berbicara santai dengannya, tapi bukan itu masalah utamanya.

"Apa yang kau bicarakan? Jangan bercanda. Bagaimana bisa kamu melupakan kakakmu ini?" kata pria itu sambil memegang kedua pundak adiknya, menuntunnya agar Erika berdiri.

"Erika? Kau sangat aneh hari ini," kata pria itu dengan khawatir.

"Aku butuh waktu sendiri," kata Erika, menatap pria itu dengan wajah sedikit memohon.

Pria itu berpikir sejenak lalu mengangguk, tanda setuju. Tak lama kemudian, dua pelayan dan pria itu meninggalkan kamar Erika dengan sedikit ragu.

Erika berdiri dan menatap cermin lagi. Dia berpikir keras, mencoba menggunakan logikanya. Namun, menurutnya, ini adalah hal yang mustahil.

"Pertama… aku datang ke acara award nasional… lalu… tertusuk fans gila… lalu aku bangun dengan wajah…," kata Erika, mengingat kejadian terakhir dalam pikirannya. Dia melihat wanita cantik di cermin di depannya.

"Apakah ini kehidupanku yang kedua? Apakah aku sudah mati tertusuk oleh fans fanatik gila itu? Ini tidak masuk akal sehatku," kata Erika sambil memutar badannya untuk melihat penampilannya yang memukau.

"Apa ini yang dinamakan reinkarnasi? Tapi aku ingat semua kehidupan masa lalu. Ini benar-benar gila. Lalu bagaimana dengan Rara dan Raka? Bukankah ini mimpi?" kata Erika yang masih tidak percaya, lalu mencubit pipinya dengan keras. “Akh!” Jerit sakitnya.

"Sial. Ini kenyataan," katanya sambil mengelus pipinya. Kini matanya kembali melihat dirinya di cermin.

"Gila. Tubuh wanita ini luar biasa cantik dan sempurna," katanya, mendekatkan diri ke kaca dan menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan wajahnya. Terlihat kulit wajah Erika yang sehat dan terawat.

"Mata biru ini bukan softlens tapi warna asli. Bahkan rambutnya begitu sehat, terawat, dan lembut," kata Erika, memegang rambutnya sendiri.

"Erika… nama yang tidak asing… Dari tampilan sekarang yang aku miliki, seperti tokoh dalam komik yang kubaca. Tidak mungkin kan aku masuk ke dalam buku bacaan? Ini tidak masuk akal dan konyol," kata Erika yang masih mencoba memutar otak dan merasionalkan keadaannya. Ia menggigit ibu jarinya sambil berpikir. ‘Tuk..Tuk’ Suara gigitan ibu jari terus menerus.

"Erika… Erika…" Gumam Erika, mencoba mengingat nama yang tidak asing itu. Tiba-tiba dia terkejut karena berhasil mengingatnya.

"Erika Serriot?... Ini nama tokoh utama komik ‘To Be Queen’ yang dipinjamkan Rara! Tsk!” Dia terkejut sambil berdecak.

“Sial, aku belum selesai membacanya. Seharusnya aku menyelesaikannya sebelum ini terjadi... APA?! Apa yang aku aku pikirkan? Aarrgghh, siapa juga yang mengharapkan ini terjadi? Kehidupanku sebagai artis kaya raya sudah selesai! Sial, sial, aku bangun dengan susah payah! Lalu mati konyol tertusuk fans gila itu! Ini gila! Semua komikku yang susah aku koleksi! Karier! Orang yang kupercaya! Semua hilang dalam semalam!!" kata Erika, marah pada dirinya sendiri sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan.

"Aku harus cari jalan keluar. Aku juga tidak tahu akan jadi seperti ini. Aku harus berpikir mencari solusi, jangan panik!" kata Erika, berjalan lalu duduk di sofa kamarnya.

Ia berusaha tenang dan menarik napas dalam-dalam. Namun, wajah panik dan gelisah sulit ia tutupi. Dia tidak mengetahui alur cerita komik ‘To Be Queen’, karena dia hanya membaca setengah buku seri tersebut. Tidak ada konflik besar selama ia membaca. Tapi Erika mengingat ucapan Rara bahwa sebenarnya ada tokoh antagonis yang akan muncul.

"Sial. Percuma kalau aku hanya mengingat cerita di komik. Aku ingin kembali ke dunia asliku! Aku sudah lelah bekerja dan berhasil jadi kaya, terkenal, serta memiliki perpustakaan impianku. Di sisi lain, aku punya teman Raka dan Rara. Kalau di sini terus, aku tidak tahu siapa yang bisa kupercaya," gumam Erika, yang kembali menggigit ibu jarinya sambil memikirkan sebuah solusi agar kembali ke dunia aslinya.

"Bagaimana? Bagaimana ini? Bagaimana… kalau aku mati? Apakah aku akan…. kembali?" kata Erika, berdiri dari duduknya dengan semangat. Entah apa yang merasuki dirinya dengan pikiran tidak masuk akal tersebut.

"Aku datang dengan mati, berarti aku kembali dengan mati. Ini gila tapi layak dicoba, kan?" katanya dengan yakin. Ia melihat sekitar kamarnya untuk mencari benda yang bisa membuatnya kehilangan nyawanya. Erika berjalan ke setiap meja dan membuka beberapa laci. Meja yang dia buka hanya berisi peralatan pribadi seperti perawatan diri. Ia juga menemukan meja seperti meja kerja kecil yang berlaci. Laci pertama terdapat dokumen dan kertas kosong. Kertas yang memiliki aroma mawar dan terdapat logo bangsawan yang bertuliskan Serriot.

"Kertas mewah untuk surat? Sesuai dalam cerita. Di sini tidak ada ponsel?" pikir Erika, melihat kertas itu. Laci kedua ada bak tinta dan buku. Erika mengambil buku itu dan membukanya. Sepertinya buku itu adalah buku harian Erika sebelum dirinya. Tertulis, ‘Hari ini aku makan bersama kakak. Dia memberiku puding coklat kesukaanku’. Erika menutup buku itu dan tidak membaca lebih lanjut. Ia mengembalikan buku tersebut ke dalam laci kembali. Kini mata Erika tertuju pada pena berbulu.

"Ini pena tulis? Unik sekali. Mirip seperti di gambar," gumam Erika pelan sambil melihat ujung pena yang tajam.

Dia berpikir ujung pena cukup tajam untuk menusuk dirinya. Erika memegang perutnya yang sebenarnya sedikit sakit karena mimpi tusukan dari fans fanatiknya. Entah itu mimpi atau nyata, Erika merasa bingung saat ini. Erika menggenggam pena itu dengan kedua tangan secara kuat lalu ia menarik napas untuk bersiap menancapkan pena ke perut bagian ulu hati. Ya, bagian dia merasakan tusukan dari fans fanatiknya di kehidupan sebelumnya.

Saat Erika menggerakkan tangannya yang hendak menusuk dirinya, ia berhenti sebelum mengenai perutnya. Tangannya bergetar hebat karena membayangkan rasa sakit jika pena tersebut menusuk dirinya.

"Sepertinya aku tidak ingin mati dengan rasa yang sama," gumam Erika sambil kesal menaruh pena di atas meja.

Erika mencoba melihat sekeliling untuk mencari ide agar bisa mengakhiri kehidupan ini dan kembali ke dunia sebelumnya. Kali ini dia berjalan ke depan cermin dan menatap lekat tubuh dan wajahnya. Ia memegang cermin itu dengan kedua tangan dengan kuat lalu membenturkan kepala ke cermin itu. "PRAAANGK," suara kaca cermin pecah hancur yang membuat kepala Erika berdarah dan mengalir membasahi wajah dan pakaiannya. Matanya mulai kabur dan pusing sehingga dia terjatuh ke lantai tak sadarkan diri. “ekh..” Eram sakitnya sebelum kesadarannya benar-benar menghilang.

Bersambung...

Episodes
1 Bab 1 Sebuah Keluarga?
2 Bab 2 Kehidupan Eyliana Sekarang
3 Bab 3 Apa Yang Terjadi
4 Bab 4 Bagaimana Aku Kembali?
5 Bab 5 Kekhawatiran Seorang Kakak
6 Bab 6 Don't Try This At Home
7 Bab 7 Perketat Keamanan
8 Bab 8 Keluarga
9 Bab 9 Awal Yang Baru
10 Bab 10 Kegiatan Baru
11 Bab 11 Sapu Tangan
12 Bab 12 Latihan Khusus dari Kedua Kakak
13 Bab 13 Istana Utama Kekaisaran Pero
14 Bab 14 Persiapan Hari Kelahiran
15 Bab 15 Gang Kecil Kumuh
16 Bab 16 Kekhawatiran Saudara
17 Bab 17 Pertemuan Para Pangeran
18 Bab 18 Latihan Menjadi Bangsawan
19 Bab 19 Perintah Untuk Para Pangeran
20 Bab 20 Pesta Kelahiran Erika
21 Bab 21 Perubahan Alur
22 Bab 22 Dansa Pertama
23 Bab 23 Kecurigaan Pangeran Kedua
24 Bab 24 Tea Time Dengan Kaisar
25 Bab 25 Negosiasi dengan Kaisar
26 Bab 26 Istana Gypsophila
27 Bab 27 Ketegasan Pengawal Erika
28 Bab 28 Mencari Takdir
29 Bab 29 Pertemuan Pangeran Ketiga
30 Bab 30 Apakah Ini Termasuk Misi Berhasil?
31 Bab 31 Undangan Pangeran Ketiga Zester
32 Bab 32 Epidemic
33 Bab 33 Pikiran Erika
34 Bab 34 Misi Harus Tetap Lanjut
35 Bab 35 Rencana Kaisar Yang Baru
36 Bab 36 Bar Malam
37 Bab 37 Buah Puding Coklat
38 Bab 38 Langkah Bahagia Erika
39 Bab 39 Peringatan Keras dari Andreas
40 Bab 40 Masa Kecil dan Keinginan Mulia Pangeran Zester
41 Bab 41 Penjara Istana Amaris 1
42 Bab 42 Gundah
43 Bab 43 Persiapan Sapu Tangan dan Memori Tersembunyi
44 Bab 44 Kekalutan Hati
45 Bab 45 Kompetisi Berburu
46 Bab 46 Hilangnya Erika Serriot
47 Bab 47 Hilangnya Erika Serriot 2
48 Bab 48 Urat Wajah Andreas
49 Bab 49 Ketegangan di Kamar Erika
50 Bab 50 Rahasia Erika
51 Bab 51 Kegelapan dan Cahaya
52 Bab 52 Buku Aphrodite
53 Bab 53 Aktifitas kembali
54 Bab 54 Phaleria macrocarpa
55 Bab 55 Persiapan Pesta Malam Kompetisi Berburu
56 Bab 56 Suasana Pesta
57 Bab 57 Penjelasan Lucas
58 Bab 58 Di ruang bawah tanah yang gelap dan lembab
59 Bab 59 Flashback
60 Bab 60 Perbatasan Selatan
61 Bab 61 Rencana Penculikan
62 Bab 62 Kencan
63 Bab 63 Izin
64 Bab 64 Si Keras Kepala
65 Bab 65 Ekhem!
66 Bab 66 Persiapan
67 Bab 67 Pertemuan
68 Bab 68 Pertemuan 2
69 Bab 69 Masuk Rencana
70 Bab 70 Kembali Istana
71 Bab 71 Grand Duke Bertindak
72 Bab 72 Andreas Kembali Dari Perbatasan
73 Bab 73 Aksi Grand Duke Arode Serriot
74 Bab 74 Mengubah Keputusan
75 Bab 75 Kesedihan Lucas
76 Bab 76 Kegiatan Baru Lucas
77 Bab 77 Keadaan Erika
78 Bab 78 Kekhawatiran Grand Duke
79 Bab 79 Ajakan Tak Terduga
80 Bab 80 Alasan Erika
81 Bab 81 Kegaduhan ruang makan
82 Bab 82 Kembalinya Kesatria
83 Bab 83 Kilas Balik: Interogasi Pasukan Oriz
84 Bab 84 Debut Sosialita: Pesta Ulang Tahun
85 Bab 85 Tumpukan Pekerjaan
86 Bab 86 Kedatangan ke Istana
87 Bab 87 Perencanaan Erika
88 Bab 88 Kisah Cinta yang Terlambat
89 Bab 89 Persembunyian
90 Bab 90 Akhirnya
91 Bab 91 Kehidupan Baru Setelah Lamunan
92 Pengumuman Side Story
93 Side Story 1
94 Side Story 2
95 Side Story 3
96 Side Story 4
97 Side Story 5 [END]
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 1 Sebuah Keluarga?
2
Bab 2 Kehidupan Eyliana Sekarang
3
Bab 3 Apa Yang Terjadi
4
Bab 4 Bagaimana Aku Kembali?
5
Bab 5 Kekhawatiran Seorang Kakak
6
Bab 6 Don't Try This At Home
7
Bab 7 Perketat Keamanan
8
Bab 8 Keluarga
9
Bab 9 Awal Yang Baru
10
Bab 10 Kegiatan Baru
11
Bab 11 Sapu Tangan
12
Bab 12 Latihan Khusus dari Kedua Kakak
13
Bab 13 Istana Utama Kekaisaran Pero
14
Bab 14 Persiapan Hari Kelahiran
15
Bab 15 Gang Kecil Kumuh
16
Bab 16 Kekhawatiran Saudara
17
Bab 17 Pertemuan Para Pangeran
18
Bab 18 Latihan Menjadi Bangsawan
19
Bab 19 Perintah Untuk Para Pangeran
20
Bab 20 Pesta Kelahiran Erika
21
Bab 21 Perubahan Alur
22
Bab 22 Dansa Pertama
23
Bab 23 Kecurigaan Pangeran Kedua
24
Bab 24 Tea Time Dengan Kaisar
25
Bab 25 Negosiasi dengan Kaisar
26
Bab 26 Istana Gypsophila
27
Bab 27 Ketegasan Pengawal Erika
28
Bab 28 Mencari Takdir
29
Bab 29 Pertemuan Pangeran Ketiga
30
Bab 30 Apakah Ini Termasuk Misi Berhasil?
31
Bab 31 Undangan Pangeran Ketiga Zester
32
Bab 32 Epidemic
33
Bab 33 Pikiran Erika
34
Bab 34 Misi Harus Tetap Lanjut
35
Bab 35 Rencana Kaisar Yang Baru
36
Bab 36 Bar Malam
37
Bab 37 Buah Puding Coklat
38
Bab 38 Langkah Bahagia Erika
39
Bab 39 Peringatan Keras dari Andreas
40
Bab 40 Masa Kecil dan Keinginan Mulia Pangeran Zester
41
Bab 41 Penjara Istana Amaris 1
42
Bab 42 Gundah
43
Bab 43 Persiapan Sapu Tangan dan Memori Tersembunyi
44
Bab 44 Kekalutan Hati
45
Bab 45 Kompetisi Berburu
46
Bab 46 Hilangnya Erika Serriot
47
Bab 47 Hilangnya Erika Serriot 2
48
Bab 48 Urat Wajah Andreas
49
Bab 49 Ketegangan di Kamar Erika
50
Bab 50 Rahasia Erika
51
Bab 51 Kegelapan dan Cahaya
52
Bab 52 Buku Aphrodite
53
Bab 53 Aktifitas kembali
54
Bab 54 Phaleria macrocarpa
55
Bab 55 Persiapan Pesta Malam Kompetisi Berburu
56
Bab 56 Suasana Pesta
57
Bab 57 Penjelasan Lucas
58
Bab 58 Di ruang bawah tanah yang gelap dan lembab
59
Bab 59 Flashback
60
Bab 60 Perbatasan Selatan
61
Bab 61 Rencana Penculikan
62
Bab 62 Kencan
63
Bab 63 Izin
64
Bab 64 Si Keras Kepala
65
Bab 65 Ekhem!
66
Bab 66 Persiapan
67
Bab 67 Pertemuan
68
Bab 68 Pertemuan 2
69
Bab 69 Masuk Rencana
70
Bab 70 Kembali Istana
71
Bab 71 Grand Duke Bertindak
72
Bab 72 Andreas Kembali Dari Perbatasan
73
Bab 73 Aksi Grand Duke Arode Serriot
74
Bab 74 Mengubah Keputusan
75
Bab 75 Kesedihan Lucas
76
Bab 76 Kegiatan Baru Lucas
77
Bab 77 Keadaan Erika
78
Bab 78 Kekhawatiran Grand Duke
79
Bab 79 Ajakan Tak Terduga
80
Bab 80 Alasan Erika
81
Bab 81 Kegaduhan ruang makan
82
Bab 82 Kembalinya Kesatria
83
Bab 83 Kilas Balik: Interogasi Pasukan Oriz
84
Bab 84 Debut Sosialita: Pesta Ulang Tahun
85
Bab 85 Tumpukan Pekerjaan
86
Bab 86 Kedatangan ke Istana
87
Bab 87 Perencanaan Erika
88
Bab 88 Kisah Cinta yang Terlambat
89
Bab 89 Persembunyian
90
Bab 90 Akhirnya
91
Bab 91 Kehidupan Baru Setelah Lamunan
92
Pengumuman Side Story
93
Side Story 1
94
Side Story 2
95
Side Story 3
96
Side Story 4
97
Side Story 5 [END]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!