Kami Yang Tak Dianggap

Kami Yang Tak Dianggap

Bab 1

Sena berjalan menuju kamar mandi sedari tadi ia merasakan kurang enak badan, sehingga membuat ibu muda itu harus bolak-balik ke kamar mandi, mengeluarkan seluruh isi perutnya.

  "Ueeegh ... ueeeegh ....," suara muntahan Sena terdengar hingga ke luar ruangan.

  Sementara itu, Arabella sang anak yang ingin menemui ibunya, karena ingin jalan-jalan seperti biasanya, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara muntahan dari kamar mandi ibunya, ia pun langsung cepat-cepat menyusul. "Mama ...!" teriaknya dengan raut wajah yang panik.

  Anak itu segera masuk ke dalam kamar mandi, memastikan keadaan ibunya sedang baik-baik saja. "Ma ... kenapa?" tanya anaknya itu.

  Sena menoleh sebentar, lalu mengusap mulutnya dengan sedikit air. "Gak tahu Sayang, tiba-tiba saja Mama muntah," sahut Sena.

  Sejenak Sena langsung menghampiri gadis kecilnya itu, tangannya mulai terulur untuk mengusap pelan kepalanya. "Anak baik kenapa cemberut?"

Ara sedikit cemberut sambil merengek. "Ma katanya mau makan di luar?"

Seketika Sena terkejut, sangking sibuk dengan tubuhnya ia sampai lupa dengan janjinya terhadap sang anak. "Ya ampun ... maaf ya Nak Mama lupa."

  "Ya sudah kalau begitu ayo, kita keluar, Ara sudah tidak sabar ingin makan di restaurant seafood kesukaanku," ajak anak itu.

  Sena hanya mengangguk mengiyakan apa yang diminta oleh sang anak. "Baiklah Sayang."

  Lima menit kemudian Sena sudah terlihat rapi dengan pakaian sederhana namun terlihat elegan, wanita cantik itu mulai menuruni anak tangga, meskipun tubuhnya sempat kurang enak badan namun demi putri tercintanya tubuhnya mendadak enakan.

  "Ara cantik ....," ucapnya menggema di ruang tamu. "Jangan manyun terus Nak, kita pergi sekarang," imbuh Sena sambil menghampiri sang putri.

  Sekilas senyum kecil itu mulai muncul kembali. "Ye ... Kita makan ke luar ... Ye ...!" sorak anak itu dengan gembira.

  Ibu dan anak itu mulai bergandeng tangan, melangkah ke luar rumah, dihadapan pintu utamanya, mereka sudah dihadang sebuah mobil yang siap mengantarkan mereka ke tempat tujuan, restaurant seafood.

  Mobil mulai melaju, dengan kecepatan sedang, di pertengahan jalan, entah kenapa perasaan Sena merasa tidak tenang, ada sesuatu yang menggelayut yang sulit untuk di jelaskan, sesekali matanya menatap ke luar jendela, udara yang tadinya terasa sejuk, kini menjadi dingin menusuk di hati.

  "Ya Allah perasaan apa ini, semoga saja tidak terjadi apa-apa di dalam keluarga kami," ucapnya dengan lirih.

  Mobil terus melaju melewati jalanan yang cukup ramai kendaraan bermotor, dan setelah itu mobil menerobos masuk ke area parkir, di sini Sena mulai meraih pegangan pintu, lalu membukanya, di saat ia membuka mobil tatapannya dihadapkan dengan sebuah mobil mewah berwarna hitam. Seketika hatinya mencoles.

  "Ya ampun! Sepertinya ini mobil Mas Dirga." meskipun mencoba untuk berbaik sangka, namun di dalam hatinya seperti ada ganjalan yang harus ia selidiki.

  Langkah kakinya mulai berayun sedikit cepat, sampai-sampai ia tidak menghiraukan sang anak yang begitu kesulitan mengimbanginya. "Ma ... jangan cepat-cepat Kakak aku kesulitan nih," ucap anaknya itu.

  Sena menghentikan langkahnya sejenak. "Maaf ya Nak, Mama sedikit keburu."

  "Pasti Mama sudah tidak sabaran ingin mencicipi seafood terenak di sini," sahut anaknya itu dengan nada polosnya.

  "I-iya Nak," kata Seno berusaha untuk menutupi penasarannya.

  Sambil melangkah pikiran Sena sudah dibuat tidak karuan, pasalnya dua hari yang lalu suaminya itu pit dengan baik-baik ingin tugas ke luar kota, selama satu Minggu, namun penampakan mobil tadi membuat ketenangannya terguncang.

Sesampainya di depan pintu restauran dua pegawai menyambutnya dengan salam hangat dan senyum yang begitu lama, Sena hanya menanggapi dengan anggukan, karena langkahnya yang mulai tergesa.

  "Sayang, kau tunggu sebentar ya, Mama mau ke toilet dulu," pamit Sena, ketika sudah sampai di meja duduk.

  "Iya Ma, pasti Mama mau muntah lagi ya," sahut anaknya itu, karena mengingat tadi mamanya yang sedang muntah-muntah.

  "Iya Sayang," ucap Sena.

  Tanpa menghambat waktu, langka Sena terus berjalan, matanya menyapu ke seluruh ruangan, namun ia tidak menemukan seseorang yang ia cari, hingga pada akhirnya kakinya mulai melangkah ke sudut ruangan yang sedikit jauh dari pengunjung restaurant, dawi situ ia menuangkan sosok lelaki yang diduga mirip suaminya, sedang memeluk wanita dari arah belakang.

  "Astaga! Sepertinya itu Mas Dirga ... apa benar itu dia," ucapnya dengan nada yang bergetar.

  Sejenak ia mulai mengambil langkah meskipun terasa berat, Sena ingin memastikan sendiri apa yang sedang dibicarakan oleh lelaki yang diduga suaminya itu.

"Mas kapan kau nikahin aku," ucap seorang wanita membuat hati Sena terguncang hebat, tangannya langsung mengepal dengan kuat.

  "Sabar Sayang, aku pasti nikahin kamu," sahut Dirga dengan nada yang cukup halus.

  Intonasi nada yang dianggap selama delapan tahun ini untuk dirinya ternyata tidak, suaminya itu juga mengumbar nada yang serupa ke wanita lain.

  "Tapi kan Mas, saat ini aku sedang mengandung anakmu," ucap wanita itu.

  Deg!!!

 Dunia Sena seolah runtuh begitu saja, suami yang selama ini ia anggap setia dan penuh kehangatan, ternyata dibalik itu semua menyimpan sebuah dusta yang tak bisa terlupakan.

  Sena mencoba memberanikan diri, melangkah lebih maju, meskipun air mata sudah membasahi pipinya, pernyataan suaminya ini membuat dunianya hancur seketika.

  "Aku pasti akan menikahi mu, asal anak yang kau kandung itu laki-laki, karena selama ini istriku tidak bisa memberikanku anak laki-laki," imbuh Dirga kembali. Membuat hari wanita dibelakangnya semakin teriris.

  "Anak laki ... laki....," sahut Sena dengan nada yang bergetar.

  Seketika Dirga menengok ke belakang dengan perasaan yang terkejut, ia tidak pernah menyangka kalau istrinya dadi tadi ada dibelakangnya. "Sena ... ke-kenapa kau ada di sini!" ucapnya dengan nada sedikit gugup.

  "Kenapa ... kau bilang kenapa? Aku di sini karena anakmu!" teriak Sena.

  Dirga segera menghampiri membekap mulut Sena, karena dia tidak ingin menimbulkan kericuhan di tempat umum seperti ini. "Sena aku mohon ... tenang jangan kau buat kericuhan di sini Sayang," ucap Dirga.

  Tawa Sena kecil, getir penuh dengan luka. "Kau bilang Sayang, kepadaku, setelah kau memanggil wanita lain dengan sebutan yang sama, bahkan aku tidak tahu sendiri setelah ini apa pantas hubungan kita dibilang suci?"

  Sena menatap Dirga dengan tatapan penuh luka, sementara Dirga merasa terancam dan malu, karena sebagian pengunjung mulai memperhatikan keberadaannya.

  "Sena ini tidak seperti yang kau pikir, kalau salah dengan Sayang."

  "Plaaaaak ....," seketika tamparan keras melayang ke pipi Dirga.

  Semua mata tertuju pada kedua orang itu, sementara Sena sudah sampai di puncak kemarahannya. "Kau pikir aku bodoh Mas, aku mendengar semua perbincangan kamu dengan wanita itu!" teriak Sena semakin menjadi.

  "Dan Kau ... aku tahu kamu selama ini bekerja di kantor suamiku, ternyata ini tujuanmu wanita bangsat! Jika memang suamiku ini menggodamu, kalau kau punya kehormatan ya tolak!" gertak Sena.

  Sementara wanita yang bernama Ika itu hanya menunduk wajahnya pucat karena menjadi sorotan pengunjung restaurant, namun di dalam hatinya menyimpan bara.

Seketika tatapannya mendongak penuh dengan ketidak terimaan, karena mulut pedas dari pengunjung yang mulai merendahkannya. "Aku sudah menolak namun suamimu yang terus memaksa, jadi kesalahan tidak di aku saja, seharusnya kau juga tahu diri, kenapa suamimu sampai berpaling."

  "He! Bangsat, kau menyuruh ku untuk intropeksi diri? Apa gak salah, seharusnya kata-kata itu ditunjukkan untuk dirimu sendiri, yang modal selakangan dihadapan pria beristri!" cetus Sena.

"Rupanya kau tidak sadar juga ya, bukannya kau tadi mendengar sendiri, suamimu menginginkan anak laki-laki dan anak yang aku kandung ini berjenis kelamin laki-laki, jadi siap-siap saja kau ditendang," sahut Ika dengan nada ejekan.

  Sena merasa tersulut amarahnya langkahnya mulai mendekat tanpa pikir panjang tangannya mulai menjambak rambut Ika dengan cukup keras sampai-sampai wanita itu berteriak. "Auuuu sakit ... Mas Dirga tolong aku!" teriak Ika seolah lemah dihadapan Dirga.

"Kau berani menghinaku, berati kau sudah berani menanggung resikonya!" desis Sena.

  "Sena cukup!" bentak Dirga.

  Sena menatap pria itu tanpa melepas tarikannya. "Jika kau melihat gundikmu ini kesakitan seperti ini, maka ketahuilah rasa sakit dihatiku melebihi dari ini," ucap Sena dengan tegas.

  "Lepas Sena itu anak orang!" teriak Dirga lagi.

  "Jika dia anak orang, lalu aku apa? Kau anggap aku apa, kau hancurkan hatiku kau hancurkan kehormatanku dihadapan wanita lain, apa itu tidak sadis, lalu aku membalas rasa sakit hatiku ini, kau anggap kesalahan, egois banget kalian berdua," sahut Seba sambil terus menarik dengan kuat, Tampa peduli teriakan dari Ika.

  Dirga tidak bisa berkutik, namun di sisi lain amarahnya mulai tersulut juga karena banyak pengunjung. "Sena tolong lepaskan dia sedang mengandung anak laki-laki ku anak yang selama ini tidak bisa kau berikan terhadapku."

  Deg!!!!

Seketika tubuh Sena bergetar, ia tidak akan pernah menyangka jika sang suami akan berbicara itu dihadapan gundik dan semua orang, tanpa mereka sadari. Sedari tadi anak kecil berusia 8 tahun itu menyaksikan sendiri pertengkaran kedua orang tuanya.

  "Papa ....," panggilnya dengan penuh luka.

  Bersambung .....

Assalamualaikum Kakak ... Selamat pagi aku datang lagi dengan cerita baruku, semoga saja kalian suka ya.

Terpopuler

Comments

Violetta

Violetta

nyesek banget sih, kenapa lagi2 Msalah anak. dasar egois lelaki seperti Dirga itu. tidak puny perasaan dan dia bukan suami yg baik. 🥺

2026-08-03

2

Aghitsna Agis

Aghitsna Agis

masalah anak itu karunia dari allah nga bisa nawar2 mau fkjasih laki atau perempuan ya terima aja pa dirga kaya orang yg nga beragama aja

2026-06-19

0

ria rosiana dewi tyastuti

ria rosiana dewi tyastuti

klo novelny author ini bny dikasih bawangny.....bikin termehek mehek..... sakit atiny ngena banget

2025-10-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 6
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 23
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 54
56 Bab 56
57 Bab57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Draft
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab108
109 Promo buku baruku
110 Promo Karya baruku lagi Genre Horor
111 Promo Karya temen Author
112 Promo karya baruku
113 Promosi karya baruku
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 6
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 23
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 54
56
Bab 56
57
Bab57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Draft
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab108
109
Promo buku baruku
110
Promo Karya baruku lagi Genre Horor
111
Promo Karya temen Author
112
Promo karya baruku
113
Promosi karya baruku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!