Bab 4

Beberapa menit kemudian Dirga datang karena mendapatkan panggilan dari kepala sekolah di tempat anaknya sekolah, dengan tergesa-gesa ia melangkah seolah ingin memberikan pelajaran terhadap Ika yang sudah lancang, namun di saat sampai di ruangan kepala sekolah pria itu merasa dilema, sulit memilih antara anaknya atau perempuan yang menjadi selingkuhannya itu.

  "Ika kau kenapa?" tanya Dirga setelah sampai di ruangan kepala sekolah. sementara Ara hanya bisa menangis melihat ayahnya yang langsung memberikan perhatian kepada wanita lain.

  "Ini Mas, aku tadi hanya ingin menemui Ara, tapi security malah membawaku ke sini padahal niatku baik," sahut Ika dengan nada lemah lembut dihadapan Dirga.

  "Maaf Pak, wanita ini sudah membuat kegaduhan bahkan membuat anak Bapak menangis," ujar Bu Dena kepala sekolah Ara.

  Sementara Ara hanya membuang pandangan, hatinya sudah cukup hancur melihat ayahnya yang seolah lupa akan keberadaannya.

   "Ibu, jangan melebih-lebihkan dong, kan temanku sendiri sudah menjelaskan kalau ia hanya ingin menemui anak saya," ucap Dirga.

  "Kalau hanya menemui kenapa Ara sampai histeris, Bapak ini peduli atau enggak sih sama anaknya," sahut Bu Dena dengan sedikit nada tinggi.

  "Bu, jangan ngegas kata gitu dong, kan aku hanya berpendapat, menurut apa yang dikatakan teman-teman saya," ungkap Dirga.

  "Bapak hanya melihat dari satu pihak saja, coba tanyakan langsung dengan anak bapak," sahut Ibu Dena.

  Dirga membuang nafas kesal disaat melihat sang anak yang membelakangi dirinya. "Ara ...!" panggil Dirga sedikit Sinis.

  Ara hanya menoleh tanpa menyahuti. "Ra kalau dipanggil Papa itu sahut dong," kata Dirga lalu mencoba mendekat.

  "Jangan dekat-dekat, Ara benci sama Papa," suara Ara membuat langkah Dirga terhenti.

  "Memangnya Papa salah apa?"

  "Papa sudah membela Tante jahat itu, padahal dia bohong sama Papa," sahut Ara.

  "Sayang, Tante Ika itu susah dewasa dia tidak mungkin bohong," jelas Dirga.

  "Kata siapa? Tante itu tadi bilang kalau Papa sudah gak sayang lagi dan Tante itu juga bilang dia mengandung anak Papa," sahut Ara mencoba untuk memberontak.

Ika langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, untuk membuat Dirga percaya dengannya. "Tidak Mas, aku tidak pernah mengatakan apa-apa, aku kesini tadi hanya lewat dan melihat dia, lalu aku samperin, dan ternyata mala kebaikanku ini di salah gunakan," ungkap Ika.

Dirga mulai menatap Ara dengan tatapan sedikit mengintimidasi. "Tuh kan kamu dengar sendiri Tante Ika itu hanya datang ingin menjenguk kamu, dia gak mungkin bersikap seperti itu Nak," terang Dirga, sementara Ara hanya terdiam, dia tidak bisa melawan lebih layaknya orang dewasa namun kepala sekolah mulai bertindak cepat, menyuruh wali kelas Ara untuk membawanya masuk kelas.

"Bapak, Dirga sebagai kepala sekolah saya merasa kecewa, dengan sikap Bapak yang tidak membela Ara ataupun memeluknya, padahal aku sengaja hanya menghubungi bapak saja, dan tidak menghubungi ibunya Ara, agar tidak memancing keributan, tapi justru sikap Bapak tidak bisa menengahi masalah ini," cetus Ibu Dina.

"Bu, jangan terlalu mempermasalahkan masalah ini, anak-anak itu memang terkadang suka berbohong," ujar Dirga.

Kepala sekolah itu menatapnya dengan seringai. "Heeeemb, aku sungguh kasihan sama Pak Dirga tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, padahal sudah jelas-jelas perempuan itu yang menyelonong masuk."

"Bu jaga mulut anda," cetus Ika.

"Maaf aku tidak sedang bicara sembarangan ini ada CCTV," ucap Bu Dina sambil memperlihatkan bukti yang susah ditangannya.

"Pak Dirga," panggil Bu Dina.

Dirga menoleh tatapannya begitu serius melihat sebuah rekaman beberapa detik itu. "Nih ya Pak, Ara masuk ke pintu gerbang, baru tiga langka, ia masuk, namun sudah dihadang oleh perempuan ini, nah itu saja cukup menjadi bukti, kalau kejadian ini bukan kebetulan melainkan kesengajaan yang dilakukan oleh Ibu Ika," ucap Ibu Dina.

Dirga terpaku meskipun bukti sudah menyatakan Ika bersalah, namun ego masih menyelimuti pikirannya, ia tidak mau dan tidak ingin jika wanita yang tengah mengandung anaknya itu disalahkan begitu saja.

"Sudah Bu, jangan diperpanjang ini masalah kecil, dan maaf saya harus pamit karena banyak kerjaan yang belum aku selesaikan," sahut Dirga sambil menggandeng tangan Ika.

Ibu Dina hanya mengelus dada melihat perlakuan seorang ayah yang tidak bisa adil terhadap darah dagingnya sendiri hanya demi wanita lain.

☘️☘️☘️☘️

Sementara di luar sana, di sudut kafe Sena dan Siska tengah membicarakan perihal penting mengenai hubungan rumah tangganya yang mulai berada diujung tanduk.

"Sen, kamu sudah yakin dengan keputusanmu ini?" tanya Siska.

"Aku sudah yakin, dengan keputusanku," sahut Sena.

"Ya sudah kalau begitu besok aku akan daftarin surat pengugatan cerainya, ke pengadilan agama," ucap Siska.

Sena mengangguk dengan mantap, di tengah-tengah rasa sakitnya ia berusaha untuk melepas seseorang yang dianggapnya begitu baik penyayang sabar dan pengertian, namun dibalik itu tersimpan sebuah dusta yang mungkin tidak bisa ia lupakan.

"Aku hanya ingin hidup tenang Sis, tanpa beban," sahutnya pelan.

Setelah berbincang-bincang cukup lama Sena pun memutuskan untuk pulang, ia pun tidak lupa untuk menjemput putrinya di sekolah.

Jam pulang sudah tiba, mobil yang dikendarai Sena sudah berhenti di depan sekolah anaknya, dari ujung sekolah Sena melihat raut wajah anaknya yang nampak begitu sedih.

Segera wanita itu menghampiri sang anak terlebih dahulu. "Ara ...," panggilnya dengan lembut.

"Mama ...," sahut anak itu lalu mulai memeluk ibunya dengan erat.

Sena membiarkan anaknya itu memeluk tubuhnya cukup lama, karena ia tahu hanya dirinya rumah yang terbaik untuk anaknya.

"Sayang, kenapa?" tanyanya setelah mendiamkan anaknya cukup lama.

Ara mulai melepas pelukan ibunya. "Ma, aku mau bicara," ucap Ara.

"Bicara apa?" tanya Sena sambil memperhatikan putrinya dalam-dalam.

Ara hanya terdiam seolah sulit dan takut untuk menceritakan kejadian tadi. Melihat sang anak yang seperti ketakutan Sena pun langsung mengajak anaknya masuk ke dalam mobilnya.

Di dalam mobil Ara menangis sejadi-jadinya, Sena melihatnya tidak tega ia pun mulai memeluk anaknya kembali. "Tenang ... Sayang, kau boleh ceritakan semuanya kepada Mama," ucap Sena.

"Gak mau nanti malah Mama gak percaya dengan ucapanku seperti Papa tadi," sahut Ara sambil menggelengkan kepalanya.

Ia takut orang dewasa akan menanggapi pembicaraannya sebagai omongan belaka seperti yang terjadi tadi terhadap dirinya.

"Enggak Sayang, Mama akan mendengarkan apa yang Ara bicarakan dan Mama tahu, Ara tidak pernah bohong," ucap Sena meyakinkan hari anaknya.

Ara terdiam, ia pun mencoba untuk memberanikan diri bercerita secara detail tentang kejadian tadi pagi. "Ma tadi pagi (.........)"

Sena tersentak ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya terhadap anaknya, tangannya langsung terulur untuk memeluk anaknya. Dalam hati ia berucap. "Ya Allah bagaimana posisi anakku tadi ketika berusaha membela diri dan hal yang paling menyakitkan, ayahnya sendiri yang seharusnya ada di garda terdepan, malah menjadi penghancur hati anakku."

Bersambung ....

Selamat pagi Kakak ... komen dong kak biar sedikit ramai lapakku.🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

sutiasih kasih

sutiasih kasih

hri ini km mnyakiti ankmu dirga.... demi pelacurmu....
kelak km yg akn mnagis krna sakit tam di akui ankmu sndiri.🙄🙄

2025-11-03

1

Larasati

Larasati

semoga si ikan lele anaknya cewek,,, kayaknya dena hamil jg semoga anaknya cowo

2025-10-23

1

Bak Mis

Bak Mis

semoga keadilan slalu berpihak pada anak kecil itu

2025-10-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 6
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 23
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 54
56 Bab 56
57 Bab57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Draft
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab108
109 Promo buku baruku
110 Promo Karya baruku lagi Genre Horor
111 Promo Karya temen Author
112 Promo karya baruku
113 Promosi karya baruku
Episodes

Updated 113 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 6
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 23
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 54
56
Bab 56
57
Bab57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Draft
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab108
109
Promo buku baruku
110
Promo Karya baruku lagi Genre Horor
111
Promo Karya temen Author
112
Promo karya baruku
113
Promosi karya baruku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!