Dikira MONTIR Ternyata SULTAN

Dikira MONTIR Ternyata SULTAN

01. Kenyataan menyakitkan

"Sorry, Ren. Aku nggak bisa menerima cintamu," tolak Nancy tanpa basa-basi. Suaranya begitu dingin dan tatapan matanya sangat tajam, seakan menghujam hati Darren.

"Lalu selama ini... apa artinya?" Suara Darren bergetar menahan sakit. "Katakan padaku, Nan? Apa alasannya?"

Darren baru saja mengungkapkan perasaan cintanya pada gadis yang dicintainya. Namun, penolakan yang diterimanya sungguh meremukkan hatinya menjadi serpihan tak berarti.

"Aku mencintai Darrel sejak lama," desis Nancy, tanpa sedikit pun rasa iba. "Selama ini, kamu hanya alat bagiku... agar aku bisa mendekatinya."

"Kenapa, Nan? Mengapa kamu tega melakukan ini padaku?" Darren terhuyung, seolah baru saja menerima pukulan telak.

"Kenapa?" Nancy mencibir, matanya menyiratkan penghinaan. "Lihat dirimu! Kamu hanya lah seorang montir, Ren! Sangat jauh di bawah level Darrel, sang pewaris perusahaan!"

"Dan seolah semesta merestui, malam ini aku dengan Darrel akan bertunangan, karena para orangtua telah sepakat untuk menjodohkan kami!"

Nancy menunjuk dada Darren, lalu pergi begitu saja tanpa peduli pada perasaannya.

Sakit... Lebih dari sekedar luka, meski tak berdarah tetapi sakitnya sungguh luar biasa. Darren merasa harga dirinya diinjak-injak. Bersaing dengan Darrel, kembarannya yang sempurna, adalah mimpi buruk yang selalu menghantuinya. Dan kini, mimpi itu menjadi kenyataan.

Buket bunga di tangan Darren seakan layu dalam sekejap, seiring hatinya yang hancur berkeping-keping. Dia hanya bisa menatapnya nanar, merasakan kepedihan yang begitu perih dan mendalam.

Drrrttt...drrttt...

Darren tersentak kecil lalu mengusap butiran bening yang menetes di pipinya. Sejenak dia berusaha menetralkan napasnya, lalu melihat panggilan yang tertera di layar ponselnya kemudian mengangkatnya.

"Iya, Mi?"

"Abang... Abang di mana? Cepat datang ke mari, ya. Acara pertunangan Bang Rel, akan segera dimulai."

"Mami sudah kirimkan lokasinya lewat pesan. Cepat ya, Bang. Jangan sampai Abang ketinggalan momen bahagia mereka. Oke!"

"Hmmm..." Lalu panggilan terputus, menyisakan Darren yang masih termangu di tempatnya berdiri.

Darren tidak langsung pergi, dia mendudukkan dirinya di bangku taman dengan kedua siku bertumpu pada pahanya. Kepalanya tertunduk dalam. Berulang kali dia menarik napas panjang, mencoba melepaskan rasa sesak yang seakan menghimpit dadanya.

"Kenapa harus kamu, Rel. Sampai kapan aku harus berdiri di balik bayang-bayangmu?" Darren meraup mukanya kasar. Tak sanggup rasanya jika harus bertemu dengan keluarganya dalam keadaan menyedihkan seperti ini.

*

Di sebuah hotel mewah Al Gha Group.

Lampu-lampu temaram menghiasi rooftop hotel mewah tersebut, menciptakan suasana yang intim dan romantis. Pemandangan kota yang gemerlap menjadi latar belakang pesta pertunangan Darrel dan Nancy. Tamu-tamu berbusana elegan memenuhi area rooftop, bersenda gurau sambil menikmati minuman dan hidangan lezat.

Di tengah kemeriahan, Mami Mia, wanita itu tampak anggun meski dengan senyum yang dipaksakan. Ia berdiri gelisah di dekat pagar pembatas, matanya sesekali melirik ke arah lift.

Seorang pelayan menghampirinya dengan nampan berisi minuman di tangan. Mami Mia mengambil segelas, tetapi tidak segera meminumnya. Kegelisahannya semakin kentara.

"Ada apa, Mi?" tanya Papi Baim yang sejak tadi memperhatikan tingkah istrinya

"Ke mana sebenarnya Bang Ren pergi sih, Pi? Acara sepenting ini malah belum datang? Padahal sudah dikasih tahu jauh-jauh hari. Apa dia nggak bahagia saudaranya akan bertunangan?" tanya Mami Mia dengan raut wajah cemas.

"Sabarlah, Mi. Nanti Abang pasti juga datang, mungkin dia masih ada urusan yang lebih penting." Papi Baim mencoba menghibur.

"Memangnya nggak bisa ditunda, apa?"

Papi Baim mengangkat bahunya lalu merangkul pundak sang istri dan mengusapnya dengan lembut, berusaha memberi pengertian.

"Mami tahu kan, Bang Ren itu gila kerja? Atau mungkin terjebak macet di jalan. Jadi, Mami tenang saja ya, oke."

Mami Mia tampak menghela napas dalam dan panjang. Ia mencoba untuk tetap tenang dan tersenyum. Namun, di balik senyumnya, tersimpan kekhawatiran mendalam. Putra kedua mereka belum juga menampakkan diri. Padahal, malam ini adalah malam yang membahagiakan bagi Darrel, saudara kembarnya.

"Para hadirin yang terhormat, mari kita mulai acara ini dengan penuh sukacita dan harapan baik untuk pasangan yang berbahagia!" Dengan suaranya yang lantang, pembawa acara membuka acara tersebut.

"Dan sekarang, saatnya kita saksikan momen yang paling ditunggu-tunggu, yaitu penyematan cincin pertunangan!"

Darrel dan Nancy telah berdiri di depan meja kecil yang dihias bunga-bunga. Darrel lantas mengambil kotak cincin dari atas meja. Dengan gerakan lembut, dia membuka kotak tersebut, memperlihatkan dua cincin berlian yang berkilauan.

Darrel meraih tangan Nancy dan memasangkan cincin ke jari manisnya. Nancy tersenyum bahagia, lalu membalas memasangkan cincin ke jari Darrel.

Tamu-tamu bertepuk tangan meriah. Kilatan lampu kamera mengabadikan momen tersebut.

Setelah bertukar cincin, Darrel dan Nancy berdansa dengan diiringi musik yang mengalun lembut. Nancy tampak anggun dalam balutan gaun putih yang berkibar lembut tertiup angin malam, sementara Darrel gagah dengan setelan jas warna senada yang membalut tubuh atletisnya. Mereka terlihat serasi dan sangat bahagia di bawah gemerlapnya bintang-bintang yang menghiasi langit Jakarta, menambah kesan romantis dan spesial pada malam ini.

Di antara kerumunan tamu, sosok Darren terlihat berdiri mematung di dekat pintu masuk rooftop. Tersembunyi dalam remang cahaya tanpa seorang pun yang menyadari kehadirannya.

Matanya terpaku pada Nancy yang baru saja bertukar cincin. Gadis yang beberapa waktu lalu menolaknya, kini telah bertunangan dengan Darrel saudara kembarnya. Kenyataan menyakitkan yang tersaji di depan mata, seakan menghantamnya lebih keras dari yang dia bayangkan.

Darren mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rasa sakit dan pengkhianatan bercampur aduk menjadi satu. Dia pun tidak sanggup lebih lama lagi berada di tempat itu, kemudian berbalik dan pergi dengan membawa luka yang mendalam di hatinya

Dia berjalan menyusuri trotoar jalanan. Setiap langkah yang diambilnya terasa berat, seperti memikul beban dipundaknya. Lampu-lampu kota yang berpendar di sisi jalan yang laluinya seolah mengejek kesedihannya. Darren membiarkan dirinya tenggelam dalam pikiran dan perasaan yang campur aduk.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti menghadang langkah Darren. Kemudian keluarlah seorang pria muda. Dia mendekati Darren dan menariknya dengan paksa masuk ke dalam mobil tersebut.

Terpopuler

Comments

Raymatul Hanisa

Raymatul Hanisa

apa ada cerita sebelum nya? cerita mamak bapak nya. kalo ada jawab dong mbak😍

2026-05-10

1

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Ngak semua cewek suka sosok Darel..kalo aku pribadi suka sosok Daren yg kerja tpi slow ngak gila kerja kayak monster robot..enakan jg bngkel krn suamiku jg bengkel 🤣

2026-02-06

1

Deera__

Deera__

Dasar banggkkeeeeekkk ulet kadutt/Speechless/

2026-03-27

1

lihat semua
Episodes
1 01. Kenyataan menyakitkan
2 02. Aku ingin menjadi diriku sendiri
3 03. Kekhawatiran Mami Mia
4 04. Pengalaman baru
5 05. Ingin memulai semuanya dari nol
6 06. Darren difitnah
7 07. Usaha Darren
8 08. Bengkel Darren perlahan semakin dikenal
9 09. Semuanya sudah berakhir
10 10. Darren dijebak
11 11. Bebas
12 12. Tidak yakin
13 13. Akhirnya kebenaran menemukan jalannya
14 14. Pilihan sulit
15 15. Apa kamu yakin akan tetap bersamaku?
16 16. Harus siap dengan konsekuensinya
17 17. Dilamar
18 18. Rencana Pak Haris
19 19. Terpesona
20 20. Mimpi buruk
21 21. Hancur berkeping-keping
22 22. Keputusan Darren
23 23. Menghilang tanpa jejak
24 24. Konflik batin Ajeng
25 25. Semangat baru
26 26. Obrolan bersama
27 27.
28 28.
29 29. Kedatangan Ajeng
30 30. Talak sekaligus lamaran
31 31. Ajeng mencoba memprovokasi
32 32. Restu
33 33. Sarapan bersama
34 34. Sikapku tergantung bagaimana sikapmu terhadapku
35 35. Sah
36 36. Semoga kalian selalu berbahagia
37 37. Belum pengalaman
38 38. Indahnya kebersamaan
39 39. Pernikahan Ajeng
40 40. Insecure
41 41. Selamat datang di keluarga kami
42 42. Kisah Darren
43 43. Kejutan apalagi yang akan kamu berikan padaku?
44 44. Kejutan lagi?
45 45.
46 46.
47 47.
48 48.
49 49.
50 50. Tranding
51 51.
52 52. Resepsi
53 53. Apa kamu amnesia?
54 54. Seandainya
55 55.
56 56.
57 57. Salah paham
58 58. Kamu adalah prioritasku sekarang
59 59. Membanding-bandingkan
60 60. Kecewa
61 61.
62 62.
63 63. Live Bareng
64 64. Ambisi Ajeng
65 65. Pertengkaran
66 66. Sehari bersama Bu-mer
67 67.
68 68. Kembali ke Surabaya
69 69. Masalah
70 70. Pagi yang Tak Terduga
71 71.
72 72.
73 73.
74 74.
75 75. Ini yang terbaik
76 76. Ambisi Ajeng
77 77. Apa hubungannya denganku?
78 78.
79 79.
80 80. Hamil
81 81. Kegilaan Ajeng
82 82.
83 83. Partner terbaik
84 84. Anugerah terindah
85 85.
86 86.
87 87. Berbagi kebahagiaan
88 88. Maaf
89 89. Menemui Panji
90 90. Pelatihan montir gratis
91 91. Ungkapan syukur
92 92.
93 93.
94 94. Tasyakuran
95 95. Melahirkan
96 96. Kebahagiaan hakiki
97 Karya Baru
98 Sang pewaris tersembunyi
99 Dikira Montir Ternyata Sultan
100 Promo karya baru
Episodes

Updated 100 Episodes

1
01. Kenyataan menyakitkan
2
02. Aku ingin menjadi diriku sendiri
3
03. Kekhawatiran Mami Mia
4
04. Pengalaman baru
5
05. Ingin memulai semuanya dari nol
6
06. Darren difitnah
7
07. Usaha Darren
8
08. Bengkel Darren perlahan semakin dikenal
9
09. Semuanya sudah berakhir
10
10. Darren dijebak
11
11. Bebas
12
12. Tidak yakin
13
13. Akhirnya kebenaran menemukan jalannya
14
14. Pilihan sulit
15
15. Apa kamu yakin akan tetap bersamaku?
16
16. Harus siap dengan konsekuensinya
17
17. Dilamar
18
18. Rencana Pak Haris
19
19. Terpesona
20
20. Mimpi buruk
21
21. Hancur berkeping-keping
22
22. Keputusan Darren
23
23. Menghilang tanpa jejak
24
24. Konflik batin Ajeng
25
25. Semangat baru
26
26. Obrolan bersama
27
27.
28
28.
29
29. Kedatangan Ajeng
30
30. Talak sekaligus lamaran
31
31. Ajeng mencoba memprovokasi
32
32. Restu
33
33. Sarapan bersama
34
34. Sikapku tergantung bagaimana sikapmu terhadapku
35
35. Sah
36
36. Semoga kalian selalu berbahagia
37
37. Belum pengalaman
38
38. Indahnya kebersamaan
39
39. Pernikahan Ajeng
40
40. Insecure
41
41. Selamat datang di keluarga kami
42
42. Kisah Darren
43
43. Kejutan apalagi yang akan kamu berikan padaku?
44
44. Kejutan lagi?
45
45.
46
46.
47
47.
48
48.
49
49.
50
50. Tranding
51
51.
52
52. Resepsi
53
53. Apa kamu amnesia?
54
54. Seandainya
55
55.
56
56.
57
57. Salah paham
58
58. Kamu adalah prioritasku sekarang
59
59. Membanding-bandingkan
60
60. Kecewa
61
61.
62
62.
63
63. Live Bareng
64
64. Ambisi Ajeng
65
65. Pertengkaran
66
66. Sehari bersama Bu-mer
67
67.
68
68. Kembali ke Surabaya
69
69. Masalah
70
70. Pagi yang Tak Terduga
71
71.
72
72.
73
73.
74
74.
75
75. Ini yang terbaik
76
76. Ambisi Ajeng
77
77. Apa hubungannya denganku?
78
78.
79
79.
80
80. Hamil
81
81. Kegilaan Ajeng
82
82.
83
83. Partner terbaik
84
84. Anugerah terindah
85
85.
86
86.
87
87. Berbagi kebahagiaan
88
88. Maaf
89
89. Menemui Panji
90
90. Pelatihan montir gratis
91
91. Ungkapan syukur
92
92.
93
93.
94
94. Tasyakuran
95
95. Melahirkan
96
96. Kebahagiaan hakiki
97
Karya Baru
98
Sang pewaris tersembunyi
99
Dikira Montir Ternyata Sultan
100
Promo karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!