SIMPANAN KAPTEN 3

Berbeda dengan azura yang saat menjejalkan tubuhnya ke balik selimut yang terasa hangat, Ia langsung tertidur pulas, tanpa menunggu regan menyelesaikan mandinya.

Kini regan yang akhirnya keluar dari dalam kamar mandi setelah seribu tahun meringkuk disana,eh.

Segera naik ke atas ranjang yang sama dengan azura dan ikut menjejalkan tubuhnya dibalik selimut.

Ia segera memeluk gadis itu dari belakang. Pelukan yang awalnya biasa saja, kini semakin erat. Namun, gadis itu tak bergeming. Nafasnya teratur, tanda Ia masih tenggelam dalam mimpinya.

Regan berusaha memejamkan mata, namun usahanya yang sia-sia itu, akhirnya Ia akhiri setelah sejam Ia melakukannya.

Kini naluri seorang pejantan tangguh, sudah menenggelamkan kewarasannya. Ia mulai memberanikan diri memasukkan tangannya kedalam kaos yang dikenakan azura dan menjamah salah satu bukit kembar azura yang masih terbungkus kacamata pelindungnya.

Ia mulai meremasnya perlahan, sambil berbisik di telinga gadis itu.

"Istriku, aku udah gak kuat, yuk... Bangun yuk!"

Azura menggeliat tak sadar dengan posisinya saat ini.

"Jangan banyak gerak, ntar si itingnya ngamuk!" ujar Regan sembari menyandarkan bagian bawah tubuhnya ke tubuh sang dokter dengan sedikit gerakan menekan, sehingga azura membuka matanya, karena merasakan tekanan dari rudal sang Kapten.

Saat membuka mata, azura segera tersadar, apa yang sedang terjadi, namun Ia pun tidak memiliki kuasa untuk menolak, sebab kini, Ia telah resmi menjadi istri sang kapten, dan dirinya halal bagi sang kapten, menurut hukum agama Islam.

"Ka-kapten!" lirih azura.

"Regan panggil saya Regan, saya suami kamu. Jangan cemas," ujar Regan menenangkan istri sirinya itu.

"Re...," azura masih merasa sungkan untuk menyebutkan nama itu. Ia segera terdiam. Namun, sentuhan demi sentuhan dibalik selimut itu, membuat azura pun tak mampu bertahan, sehingga desahan halus lolos dari mulutnya.

Mendengar hal itu, Regan kian lepas landas. Ia tidak ingin menyia-nyiakan momen ini. Ia segera membalikkan tubuh azura, dan mulai melumat bibir sensual azura, yang terlihat sangat menggiurkan.

Ciu man yang awalnya lembut, berubah semakin dalam dan lebih dalam lagi. Membuat keduanya terlena dalam irama yang mereka ciptakan sendiri.

Tak sadar, baju yang dikenakan azura kini sudah terlepas dari tubuhnya. Regan segera melepaskan celana pendek yang dikenakan gadis itu, sehingga menyisakan segitiga dan kacamata pelindung tubuh wanita itu.

Azura sudah tidak dapat berfikir lagi. Dia begitu tenggelam dan diam-diam menyukai sentuhan sang kapten.

Kini Regan mulai melepaskan kacamata pelindung itu, sehingga kedua benda kenyal itu, terpampang sempurna didepan matanya. Ia begitu mengagumi keindahan tubuh sang dokter.

"Ouhh... Ra, aku sudah gak kuat!" lirih Regan yang sudah tidak menyebutkan dirinya dengan sebutan 'saya' lagi.

"Aku istrimu Kapten! Lakukan saja, jika kau ingin melakukannya sekarang. Aghh...," ujar azura yang disertai desahan, sebab tangan Regan kini sudah menurun dan menyentuh area sensitif milik azura.

"Udah ba sah sayang"

Mendengar perkataan Regan, sontak azura menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Regan tersenyum 'nakal', wajah merah merona azura betul-betul candu ditatapan penuh gairah menggebu-gebu pria itu.

"Ra...," suara Regan kian serak.

"Aku suka, saat kamu dalam mode ini!" bisik pria itu, di kuping azura. Sehingga azura semakin malu dibuatnya.

"Hentikan Kapten," lirih azura.

Regan mulai melancarkan aksinya, Ia ingin membuka pelindung terakhir yang masih melekat pada tubuh gadis itu. azura pun sudah sangat pasrah, meskipun disudut hatinya, Ia masih berharap, pria itu mau menunda hal ini, sampai dirinya betul-betul siap.

Namun, saat tangan pria itu sudah memegang segitiga pengaman yang dikenakan azura, tangan azura refleks menahan gerakan tangan pria itu.

"Kapten...," Lirih azura dengan suara yang nyaris tak terdengar. Cekalan tangannya, tidak terlalu kuat. Ia nyaris hanya menyentuh tangan Regan dengan lembut. Hanya untuk memberi isyarat kalau dirinya masih belum siap.

Namun, Regan yang sudah dikuasai hasrat yang meninggi, tak mampu lagi menghentikan apa yang sudah Ia mulai ini.

"Aku akan melakukannya dengan lembut, kau tidak perlu takut," ujar Regan menenangkan gadis itu.

Akhirnya, azura melepaskan tangannya dan memberi akses lepas landas pada regan.

Dengan penuh semangat, pria itu ingin melepaskan pelindung itu, namun kini halangan lain pun datang, yakni dering handphone milik azura yang memecah kesunyian didalam kamar itu.

Regan menutup mata dan menegakkan tubuhnya. Wajahnya terlihat gusar, sehingga azura tidak berani meraih handphonenya yang Ia letakkan diatas nakas disamping ranjang.

Regan ingin meraihnya dan memberikannya pada azura namun dari nada dering khusus yang Ia stel, azura tahu, itu adalah panggilan dari ibunya.

Kini ada rasa takut yang mulai muncul bahkan mulai menyelimuti dirinya, karena apa yang hendak Ia lakukan ini.

"Jangan Kapten! Biarkan saja. I-itu... Panggilan dari Ibu." Ucapnya pelan sembari menutup mata.

Regan segera memastikannya, dan benar saja tulisan Ibuku dengan dua emot love yang mengapitnya, terpampang jelas disana. regan jadi merasa bersalah.

Ia tahu, azura sangat ingin menjawab panggilan itu, namun karena situasi mereka yang tidak memungkinkan membuat wanita itu mengurungkan niatnya.

"Ra... Jawab panggilannya, agar kau bisa mengetahui kondisi terkini ibumu." azura menggeleng cepat.

"Jangan Kapten, biarkan saja. Aku akan menelepon balik, nanti!" Melihat wajah sedih azura, sekejap saja, hasrat regan yang sudah sangat meninggi, akhirnya perlahan meredah.

"Jawab!" titah Regan sembari menyodorkan handphone itu ke hadapan azura. Namun, panggilan itu keburu terputus.

"Telepon balik!" tambahnya lagi.

"No regan, i can't!" airmata azura mulai berderai. Dan azura yang menyebutkan namanya barusan, membuat pria itu merasa bersalah. Kini dia bisa merasakan kegelisahan dan ketakutan gadis itu, karena telah melakukan hal besar ini, tanpa sepengetahuan ibunya.

Regan segera menarik selimut tebal itu, hingga menutupi seluruh tubuh azura. Ia segera membawa azura dalam pelukan hangatnya. Namun, bukan lagi pelukan penuh nafsu, melainkan pelukan hangat, untuk menenangkan hati gadis itu, yang sedang terisak, karena beban pikirannya yang begitu menyiksa.

"All Right, yuk kita tidur. Siang pertamanya, nanti ajah yah, istriku yang cantik!" Ucap Julian menenangkan azura.

"Makasih kap...,"

"Regan Ra, regan! Kau punya banyak waktu untuk memanggilku Kapten. Namun, saat seperti ini, aku ingin kau menyebutkan namaku."

"Mas gan, aku akan manggil kamu itu ajah, yah?!"

"Baiklah istriku, terserah kamu saja" balas regan sembari mengecup lembut pucuk kepala azura.

"Mas...,"

"Hmm!"

"Aku bantuin yah!?"

"Bantuin apa?"

"Keluarin, nanggung," ujar azura sembari menunjuk rudal Kapten tampan itu.

"Blow Job? Emang kamu bisa?"

"Aku seorang dokter Mas, aku tahu akibat menahan ejakulasi, tidak baik untuk kesehatan! Jadi aku akan berusaha semampuku, Bantu aku untuk ngarahin yahh!?"

Regan menggigit bibirnya dan tersenyum nakal.

"Ya udah, boleh, tapi aku sambil nyentuh itu yahh?!"

Wajah azura memanas, hingga ke telinganya memerah. "Gimana Sayang, boleh yahh?" tambah regan, yang membuat Azura semakin malu.

Namun, kali ini azura memberanikan dirinya, untuk menatap pria tampan yang sejak tadi terus saja menggodanya. Kedua manik dengan bulu mata yang begitu lentik, membuat azura begitu terpesona, dan tak akan bosan, menatap kedua mata yang terlihat sayu, karena aktivitas panas yang sedang mereka lakukan ini.

"Jangan nakal, Mas! Berhenti godain aku!" ujar azura pelan yang membuat regan sangat gemas.

Ia segera mencium lembut bibir gadis itu. azura pun segera membalasnya dengan sangat dalam, membuat regan membelalakkan matanya, sebab kini hasratnya kembali naik, menerima perlakuan itu.

Setelah hampir semenit mereka saling menikmati lumatan-lumatan yang membawa angin panas yang menerpa keduanya, kini azura yang segera memutuskannya lebih dulu, mulai bergerak turun, menyusuri setiap inci perut sixpack sang kapten, hingga berhenti disana.

"Ouuhh, Raaa...," erangan panjang itu, menandakan, betapa regan terbuai dengan sent uhan lembut sang istri di tubuhnya.

Azura segera menjalankan peran pertamanya sebagai seorang istri, pada pria yang sudah sangat berjasa dalam membantu pengobatan ibunya.

Setelah selesai melakukan hal itu, keduanya jatuh terlelap.

***

Waktu berlalu, malam di kota Wamena Papua, adalah malam terdingin di seluruh pulau Papua yang cenderung panas, karena letak geografis yang mendekati garis katulistiwa.

Kedua insan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri itu, baru saja terbangun.

"Mas, Mas...!" panggil Azura, sebab pria itu sejak tadi terus memeluk tubuhnya dengan sangat posesif, dan tidak melepaskannya.

"Hmm," dehem regan.

"Aku kebelet pi pis, lepasin gak! Ntar aku ngompol loh ini," ujar azura dengan wajah yang memerah, menahan buang air kecil.

Regan tersenyum, lalu mengecup lembut pucuk kepala istrinya itu, dan melepaskannya.

Setelah selesai urusan di toilet Azura mengajak Regan untuk keluar dari kamar hotel.

"Udah malam mas, aku agak lapar. Cari makan yuk! Trus ada beberapa hal yang harus aku beli, kita belanja sekarang yah, biar besok pagi gak ribet, dan tinggal kembali ke pos." Lagi-lagi regan hanya berdehem untuk menjawab ucapan azura.

Mereka segera melakukan apa yang perlu dilakukan, agar mereka dapat kembali pagi-pagi sekali.

Setelah berbelanja semua kebutuhan dan mampir untuk mengisi perut, mereka segera kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Terpopuler

Comments

DIANA MARIANA

DIANA MARIANA

kok ceritanya sama percis sama fisso ,cuma namanya yg lain

2026-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 SIMPANAN KAPTEN 1
2 SIMPANAN KAPTEN 2
3 SIMPANAN KAPTEN 3
4 SIMPANAN KAPTEN 4
5 SIMPANAN KAPTEN 5
6 SIMPANAN KAPTEN 6
7 SIMPANAN KAPTEN 7
8 SIMPANAN KAPTEN 8
9 SIMPANAN KAPTEN 9
10 SIMPANAN KAPTEN 10
11 HAZELLA
12 SIMPANAN KAPTEN 11
13 SIMPANAN KAPTEN 12
14 SIMPANAN KAPTEN 13
15 SIMPANAN KAPTEN 14
16 SIMPANAN KAPTEN 15
17 SIMPANAN KAPTEN 16
18 SIMPANAN KAPTEN 17
19 SIMPANAN KAPTEN 18
20 SIMPANAN KAPTEN 19
21 SIMPANAN KAPTEN 20
22 SIMPANAN KAPTEN 21
23 SIMPANAN KAPTEN 22
24 SIMPANAN KAPTEN 23
25 SIMPANAN KAPTEN 24
26 SIMPANAN KAPTEN 25
27 SIMPANAN KAPTEN 26
28 SIMPANAN KAPTEN 27
29 SIMPANAN KAPTEN 28
30 SIMPANAN KAPTEN 29
31 SIMPANAN KAPTEN 30
32 SIMPANAN KAPTEN 31
33 SIMPANAN KAPTEN 32
34 SIMPANAN KAPTEN 33
35 SIMPANAN KAPTEN 34
36 SIMPANAN KAPTEN 35
37 SIMPANAN KAPTEN 36
38 SIMPANAN KAPTEN 37
39 SIMPANAN KAPTEN 38
40 SIMPANAN KAPTEN 39
41 SIMPANAN KAPTEN 40
42 SIMPANAN KAPTEN 41
43 SIMPANAN KAPTEN 42
44 SIMPANAN KAPTEN 43
45 SIMPANAN KAPTEN 44
46 SIMPANAN KAPTEN 45
47 SIMPANAN KAPTEN 46
48 SIMPANAN KAPTEN 47
49 SIMPANAN KAPTEN 48
50 SIMPANAN KAPTEN 49
51 SIMPANAN KAPTEN 50
52 SIMPANAN KAPTEN 51
53 SIMPANAN KAPTEN 52
54 SIMPANAN KAPTEN 53
55 SIMPANAN KAPTEN 54
56 SIMPANAN KAPTEN 55
57 SIMPANAN KAPTEN 56
58 SIMPANAN KAPTEN 57
59 SIMPANAN KAPTEN 58
60 SIMPANAN KAPTEN 59
61 SIMPANAN KAPTEN 60
62 SIMPANAN KAPTEN 61
63 SIMPANAN KAPTEN 62
64 SIMPANAN KAPTEN 63
65 SIMPANAN KAPTEN 64
66 SIMPANAN KAPTEN 65
67 SIMPANAN KAPTEN 66
68 SIMPANAN KAPTEN 67
69 SIMPANAN KAPTEN 68
70 SIMPANAN KAPTEN 69
71 SIMPANAN KAPTEN 70
72 SIMPANAN KAPTEN 71
73 SIMPANAN KAPTEN 72
74 SIMPANAN KAPTEN 73
75 SIMPANAN KAPTEN 74
76 SIMPANAN KAPTEN 75
77 SIMPANAN KAPTEN 76
78 SIMPANAN KAPTEN 77
79 SIMPANAN KAPTEN 78
80 SIMPANAN KAPTEN 79
81 SIMPANAN KAPTEN 80
82 SIMPANAN KAPTEN 81
83 SIMPANAN KAPTEN 82
84 SIMPANAN KAPTEN 83
85 SIMPANAN KAPTEN 84
86 SIMPANAN KAPTEN 85
87 SIMPANAN KAPTEN 86
88 SIMPANAN KAPTEN 87
89 SIMPANAN KAPTEN 88
90 SIMPANAN KAPTEN 89
91 SIMPANAN KAPTEN 90
92 SIMPANAN KAPTEN 91
93 SIMPANAN KAPTEN 92
94 SIMPANAN KAPTEN 93
95 SIMPANAN KAPTEN 94
96 SIMPANAN KAPTEN 95
97 SIMPANAN KAPTEN 96
98 SIMPANAN KAPTEN 97
99 SIMPANAN KAPTEN 98
100 SIMPANAN KAPTEN 99
101 SIMPANAN KAPTEN 100
102 SIMPANAN KAPTEN 101
103 SIMPANAN KAPTEN 102
104 SIMPANAN KAPTEN 103
105 SIMPANAN KAPTEN 104
106 SIMPANAN KAPTEN 105
107 SIMPANAN KAPTEN 106
108 SIMPANAN KAPTEN 107
109 SIMPANAN KAPTEN 108
110 SIMPANAN KAPTEN 109
111 SIMPANAN KAPTEN 110
112 SIMPANAN KAPTEN 111
113 SIMPANAN KAPTEN 112
114 SIMPANAN KAPTEN 113
115 SIMPANAN KAPTEN 114
116 SIMPANAN KAPTEN 115
117 SIMPANAN KAPTEN 116
118 SIMPANAN KAPTEN 117
119 SIMPANAN KAPTEN SEASON 2
Episodes

Updated 119 Episodes

1
SIMPANAN KAPTEN 1
2
SIMPANAN KAPTEN 2
3
SIMPANAN KAPTEN 3
4
SIMPANAN KAPTEN 4
5
SIMPANAN KAPTEN 5
6
SIMPANAN KAPTEN 6
7
SIMPANAN KAPTEN 7
8
SIMPANAN KAPTEN 8
9
SIMPANAN KAPTEN 9
10
SIMPANAN KAPTEN 10
11
HAZELLA
12
SIMPANAN KAPTEN 11
13
SIMPANAN KAPTEN 12
14
SIMPANAN KAPTEN 13
15
SIMPANAN KAPTEN 14
16
SIMPANAN KAPTEN 15
17
SIMPANAN KAPTEN 16
18
SIMPANAN KAPTEN 17
19
SIMPANAN KAPTEN 18
20
SIMPANAN KAPTEN 19
21
SIMPANAN KAPTEN 20
22
SIMPANAN KAPTEN 21
23
SIMPANAN KAPTEN 22
24
SIMPANAN KAPTEN 23
25
SIMPANAN KAPTEN 24
26
SIMPANAN KAPTEN 25
27
SIMPANAN KAPTEN 26
28
SIMPANAN KAPTEN 27
29
SIMPANAN KAPTEN 28
30
SIMPANAN KAPTEN 29
31
SIMPANAN KAPTEN 30
32
SIMPANAN KAPTEN 31
33
SIMPANAN KAPTEN 32
34
SIMPANAN KAPTEN 33
35
SIMPANAN KAPTEN 34
36
SIMPANAN KAPTEN 35
37
SIMPANAN KAPTEN 36
38
SIMPANAN KAPTEN 37
39
SIMPANAN KAPTEN 38
40
SIMPANAN KAPTEN 39
41
SIMPANAN KAPTEN 40
42
SIMPANAN KAPTEN 41
43
SIMPANAN KAPTEN 42
44
SIMPANAN KAPTEN 43
45
SIMPANAN KAPTEN 44
46
SIMPANAN KAPTEN 45
47
SIMPANAN KAPTEN 46
48
SIMPANAN KAPTEN 47
49
SIMPANAN KAPTEN 48
50
SIMPANAN KAPTEN 49
51
SIMPANAN KAPTEN 50
52
SIMPANAN KAPTEN 51
53
SIMPANAN KAPTEN 52
54
SIMPANAN KAPTEN 53
55
SIMPANAN KAPTEN 54
56
SIMPANAN KAPTEN 55
57
SIMPANAN KAPTEN 56
58
SIMPANAN KAPTEN 57
59
SIMPANAN KAPTEN 58
60
SIMPANAN KAPTEN 59
61
SIMPANAN KAPTEN 60
62
SIMPANAN KAPTEN 61
63
SIMPANAN KAPTEN 62
64
SIMPANAN KAPTEN 63
65
SIMPANAN KAPTEN 64
66
SIMPANAN KAPTEN 65
67
SIMPANAN KAPTEN 66
68
SIMPANAN KAPTEN 67
69
SIMPANAN KAPTEN 68
70
SIMPANAN KAPTEN 69
71
SIMPANAN KAPTEN 70
72
SIMPANAN KAPTEN 71
73
SIMPANAN KAPTEN 72
74
SIMPANAN KAPTEN 73
75
SIMPANAN KAPTEN 74
76
SIMPANAN KAPTEN 75
77
SIMPANAN KAPTEN 76
78
SIMPANAN KAPTEN 77
79
SIMPANAN KAPTEN 78
80
SIMPANAN KAPTEN 79
81
SIMPANAN KAPTEN 80
82
SIMPANAN KAPTEN 81
83
SIMPANAN KAPTEN 82
84
SIMPANAN KAPTEN 83
85
SIMPANAN KAPTEN 84
86
SIMPANAN KAPTEN 85
87
SIMPANAN KAPTEN 86
88
SIMPANAN KAPTEN 87
89
SIMPANAN KAPTEN 88
90
SIMPANAN KAPTEN 89
91
SIMPANAN KAPTEN 90
92
SIMPANAN KAPTEN 91
93
SIMPANAN KAPTEN 92
94
SIMPANAN KAPTEN 93
95
SIMPANAN KAPTEN 94
96
SIMPANAN KAPTEN 95
97
SIMPANAN KAPTEN 96
98
SIMPANAN KAPTEN 97
99
SIMPANAN KAPTEN 98
100
SIMPANAN KAPTEN 99
101
SIMPANAN KAPTEN 100
102
SIMPANAN KAPTEN 101
103
SIMPANAN KAPTEN 102
104
SIMPANAN KAPTEN 103
105
SIMPANAN KAPTEN 104
106
SIMPANAN KAPTEN 105
107
SIMPANAN KAPTEN 106
108
SIMPANAN KAPTEN 107
109
SIMPANAN KAPTEN 108
110
SIMPANAN KAPTEN 109
111
SIMPANAN KAPTEN 110
112
SIMPANAN KAPTEN 111
113
SIMPANAN KAPTEN 112
114
SIMPANAN KAPTEN 113
115
SIMPANAN KAPTEN 114
116
SIMPANAN KAPTEN 115
117
SIMPANAN KAPTEN 116
118
SIMPANAN KAPTEN 117
119
SIMPANAN KAPTEN SEASON 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!