Bab 3. Rombongan Arka

"Apa yang kau lakukan di sana itu, Sur?!" Umar berteriak marah setelah ketenangan di jiwa mereka.

"Aku...aku juga bingung ini." Surya mengusap wajah nya kasar dan begitu lega karena baru saja lepas dari maut.

"Lain kali kau jangan bengong kalau memang lagi jaga sendirian, kita sudah lama kerja di sini jadi mustahil kau tidak tau peraturan nya." Umar ada kesal dan juga lega melihat Surya.

Surya masih melongo karena dia sangat setelah menyadari apa yang terjadi pada dirinya ini, andai saja tadi ditelisik terlebih dahulu wanita yang meminta tolong karena mengatakan ada seseorang yang ingin bunuh diri di atas rel kereta api. tapi saat itu Surya langsung pergi begitu saja dan berteriak keras, andai saja tidak di tolong oleh Umar maka dapat di pastikan Surya yang akan menjadi korban.

Untung Allah masih memberikan nyawa panjang sehingga dia bisa selamat dan terlepas dari marabahaya yang baru saja datang mengintai, bila tidak ditolong oleh Umar maka dapat dipastikan tubuh Surya akan hancur lebur terlindas oleh kereta api yang sedang lewat di rel kereta ini. Surya masih bingung atas apa yang sudah terjadi pada dia dan kenapa bisa di temui dengan arwah seorang wanita, entah itu arwah atau bukan tapi yang jelas memang mengajak Surya bicara.

Sebagai orang awam tentu saja mereka tidak tahu dan cara membedakan antara arwah dan juga iblis, hanya saja Surya sangat yakin bahwa sebelumnya dia memang melihat wanita bergaun merah yang ada di seberang rel kereta api. biasanya memang itu pertanda bila ada orang yang akan meninggal kecelakaan atau tersambar kereta api, tapi sedikitpun Surya tidak menyangka kalau orang itu adalah dia sendiri.

Memang sebelumnya Surya sama sekali tidak pernah melihat akan keberadaan wanita bergaun merah itu, walau sudah banyak gosip yang beredar bahwa setiap orang yang akan meninggal maka bisa melihat keberadaan wanita bergaun merah atau lebih tepat mendapat julukan kuntilanak merah.

"Cepat kembali ke pos saja!" Umar segera menarik tangan Surya.

"Ya Allah terima kasih aku masih di beri nyawa panjang." Surya sangat lega.

"Maka nya lain kali jangan bengong saja lah kau itu, biasa nya juga kita tidak pernah begini." Umar masih merutuk karena dia baru saja akan kehilangan teman.

"Apa ini ada hubungan nya ya dengan wanita bergaun merah itu?" Surya bertanya pelan.

"Sudah, jangan di bahas lagi soal dia." Umar agak takut dan menatap sekitar.

"Ku rasa memang iya, sebab beberapa orang mengatakan kalau yang meninggal maka akan melihat kuntilanak merah." gumam Surya.

"Jadi kau melihat kuntilanak merah?" Umar bertanya dengan suara pelan.

"Yang kemarin itu, kan aku ada bilang padamu." sahut Surya pelan nyaris berbisik.

"Hahhh untung lah aku terbangun dan bisa menolong kau, maka nya lain kali kalau memang aku ketiduran maka kau baca apa saja biar tidak bengong." nasihat Umar.

Surya mengangguk paham karena memang saat itu dia bengong akibat memikirkan kuntilanak merah yang sempat dia lihat, mungkin saja karena sedang dipikirkan maka kuntilanak itu menampakkan diri di hadapan Surya lalu akan membuat nyawa Surya melayang terlindas oleh kereta api yang akan segera lewat di rel ini, mungkin selama ini orang yang banyak meninggal bisa melihat penampakan kuntilanak.

"Sudah lah, banyak istigfar saja kau itu." Umar menepuk pundak teman nya.

"Itu manusia atau bukan, Mar?" Surya menunjuk orang yang sedang berjalan.

"Orang kayak nya, tunggu biar aku sorot dulu." Umar segera berdiri untuk melihat.

"Rombongan kok itu, peringati saja agar jangan terlalu dekat dengan rel." Surya menyorot dengan senter.

Yang sedang berjalan adalah rombongan Arka karena mereka ingin melihat apa memang benar bahwa rel kereta api ini ada sesuatu, jadi sekitar empat orang ingin meneliti apa yang sudah terjadi di rel kereta api ini karena kabar angin sangat cepat berhembus.

"Jangan dekat dekat dengan rel kereta ya!" teriak Umar memberikan peringatan.

"Siap, Pak!" Arka memberikan hormat pada Umar.

"Rombongan para anak muda, kalau tidak salah anak nya Mas Arya." Surya agak buram juga melihat.

"Sudah biarkan saja kalau anak Mas Arya, dia tidak akan dapat ganguan." ujar Umar pula yang memang kenal Arka.

Yang tinggal di desa ini maka sudah pasti akan kenal siapa duda karatan itu, karena namanya yang sangat tenar dan juga sekarang begitu dikagumi karena sudah berusia tapi tetap saja berwajah muda dan bila orang yang tidak tahu maka akan mengatakan Arya masih berusia sekitar dua puluh tahun.

"Ka, kita sudah berjalan sangat panjang tapi tidak dapat apa yang kau cari kan?" Digo menatap Arka.

"Ya sabar dong, kita kan sambil patroli jadi ya tidak masalah berjalan ke sana kemari." Arka berkata santai.

"Kaki ku ini sudah lemas dan tidak sanggup kalau terus berjalan seperti ini." Digo mengeluh karena dia memang jarang olahraga.

"Kalau kau lemah seperti ini maka tidak akan pernah ku restui hubunganmu dengan Kiara." ancam Arka.

"Lah kok ya main ancam lah." Digo jadi merutuk kesal.

"Iya, Ka! jangan mau kalau sama cowok lemah begitu, nanti Kiara terus mengeluh karena batin tidak terpenuhi." ejek Riski pula.

Digo ingin menjitak kepala Riski karena sudah di katai seperti itu oleh temannya ini, padahal memang kalau lemah maka sudah pasti nanti tidak akan bisa memuaskan nafsu istri. kadang sebagian para pria mengabaikan soal itu dan beranggapan bahwa istri akan sangat puas, padahal nyatanya banyak istri yang merasa kurang puas.

"Kenapa kau melirik aku seperti itu?!" Digo berteriak pada Udin.

Udin menggeleng sambil tersenyum karena dia memang jarang melontarkan ucapan yang mengejek teman, tapi hanya lewat tatapan saja dan itu sudah membuat Digo sangat kesal pada semua yang ada di sini, sekarang memang Digo yang menjadi sasaran empuk bagi semua teman karena sudah lama dan masih terus berusaha untuk mendapatkan hati Kiara.

"Kawasan nya memang terasa sangat angker ya?" Arka menatap sepanjang rel.

"Kalau masuk gerbong sana apa kah kita bisa kesambar saat kereta lewat?" tanya Riski.

"Enggak lah, kan ada pinggiran nya juga." jawab Arka.

"Jangan bilang kau mau mengajak masuk gerbong ya!" Digo sudah punya firasat itu.

Semua saling pandang dan kemudian mengangguk, hanya Digo yang mengeluh karena dia merasa kesal untuk di ajak masuk gerbong itu, ada rasa takut juga karena ini memang rel kereta api yang begitu angker sehingga tidak bisa sembarangan saja.

Selamat pagi, sayaaaaaaang.

Terpopuler

Comments

tse

tse

pagi kaka sayaaaaaaang/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/makasih jadi mood boaster nih pagi2 dah baca kisah mu.... terima kasih kaka....
sudah sarapan apa ka....
kalo aku sama dimsum🤭🤭🤭🤭🤭

2025-10-29

1

Kardi Kardi

Kardi Kardi

WAHHH. NGETES MASUK GERBONGGGG💪

2025-12-03

1

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

kumat manggil2 sayang ..ngeri kali 🤣🤣

semoga aja arka ketemu kuntilanak merah biar dapet minimal jitakan untuk si kuntilanak itu ...bisa2 nya ganggu orang 🤭

2025-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Rel kereta api
2 Bab 2. Hampir jadi korban
3 Bab 3. Rombongan Arka
4 Bab 4. Arka hilang
5 Bab 5. Di hajar kuntilanak merah
6 Bab 6. genderuwo hitam
7 Bab 7. Bingung nya Seruni
8 Bab 8. Mata merah
9 Bab 9. Kendal tumbang
10 Bab 10. Menemukan Kendal
11 Bab 11. Di marahi
12 Bab 12. Dewa iblis dan Jalak
13 Bab 13. Otong di lempar
14 Bab 14. Janji Arya
15 Bab 15. Gadis berbaju putih
16 Bab 16. Di takuti Yasmin
17 Bab 17. Suketi
18 Bab 18. Purnama mendekat
19 Bab 19. Sama² kembang desa
20 Bab 20. Kunmerah menang lotre
21 Bab 21. Arya datang
22 Bab 22. Rekso vs Yasmin
23 Bab 23. Mengalahkan genderuwo
24 Bab 24. Lebay nya Xavier
25 Bab 25. Arini dan Saiyara
26 Bab 26. Debat bersama Suketi
27 Bab 27. Laporan Khodijah
28 Bab 28. Part mewek
29 Bab 29. Suketi tertampar
30 Bab 30. Ada ketua nya
31 Bab 31. Rudi keras kepala
32 Bab 32. Kedatangan Xiela
33 Bab 33. Nyanyian setan
34 Bab 34. Arya datang
35 Bab 35. Mencari di gerbong
36 Bab 36. Menendang kaleng
37 Bab 37. Dapat kuku kuntilanak
38 Bab 38. Mahluk tanpa kepala
39 Bab 39. Pertempuran duo besti
40 Bab 40. Saling bertempur
41 Bab 41. Arjuna Muak
42 Bab 42. Rapat
43 Bab 43. Ajakan Kiara
44 Bab 44. Amukan Xavier
45 Bab 45. Di jitak Arya
46 Bab 46. Mencari Rudi
47 Bab 47. Ngeyel sekali
48 Bab 48. Pemuda dari desa mati
49 Bab 49. Bertemu ketua
50 Bab 50. Bertempur
51 Bab 51. Fiona
52 Bab 52. Mencari para member
53 Bab 53. Arini vs kuntilanak
54 Bab 54. Purnama terluka
55 Bab 55. Kiara vs Senopati
56 Bab 56. Terkencing di celana
57 Bab 57. Arya vs kuntilanak merah
58 Bab 58. kecurigaan Purnama
59 Bab 59. curiga yang semakin besar
60 Bab 60. Derita kuntilanak merah
61 Bab 61. Katemi keras kepala
62 Bab 62. Memotong gigi
63 Bab 63. Kisah Suamiati
64 Bab 64. Korban lagi
65 Bab 65. Mencari Katemi
66 Bab 66 . Tidak menemukan
67 Bab 67. Kisah Sumiati part 2
68 Bab 68. Kisah Sumiati part3
69 Bab 69. Kisah Sumiati part4
70 Bab 70. Perasaan Sumiati
71 Bab 71. Pembalasan untuk Ayu
72 Bab 72. Siksaan untuk Damar
73 Bab 73. Tamparan kencang
74 Bab 74. Kematian Yanti
75 Bab 75. Malu nya Digo
76 Bab 76. Mengejek Digo
77 Bab 77. Debat dengan Kiara
78 Bab 78. Tubuh bercahaya putih
79 Bab 79. Mencari arwah lagi
80 Bab 80. Mencuci baju
81 Bab 81. Gagal merenung
82 Bab 82. Mas Untung
83 Bab 83. Kesedihan Aji
84 Bab 84. Rasa sedih Aji
85 Bab 85. Di kejar anjing
86 Bab 86. Digo atau Bego
87 Bab 87. Hantu di balik pohon
88 Bab 88. Angsa putih
89 Bab 89. Menghajar iblis kaki enam
90 Bab 90. Suketi sedih
91 Bab 91. Di kira gay
92 Bab 92. Kuntilanak merah iri
93 Bab 93. Arka datang
94 Bab 94. Banyak tuduhan
95 Bab 95. Suketi histeris
96 Bab 96. Tangisan setan pohon
97 Bab 97. Mengancam Digo
98 Bab 98. Latihan dengan Dewa iblis
99 Bab 99. Mas Untung
100 Bab 100. Pertemuan haru
101 Bab 101. Ingatan yang kembali
102 Bab 102. Mendatangi Nolan
103 Bab 103. Mencari penawar Mas Untung
104 Bab 104. Perasaan galau Sumiati
105 Bab 105. Latihan Digo
106 Bab 106. Sibuk mencari
107 Bab 107. Sukma tertuduh
108 Bab 108. Sukma menuduh Sumiati
109 Bab 109. Kecurigaan Anita
110 Bab 110. Anita mengamuk
111 Bab 111. Xavier dan Digo
112 Bab 112. Sedikit bertengkar
113 Bab 113. Kendal sebagai Saksi
114 Bab 114. bertarung
115 Bab 115. Zidan hampir di perkosa
116 Bab 116. Anggrek merah
117 Bab 117. Menemukan goa angrek
118 Bab 118. Menemukan Ratu ular
119 Bab 119. Masih menghajar
120 Bab 120. Menghajar Kemuning
121 Bab 121. Mencari maaf
122 Bab 122. Pertanyaan untuk Digo
123 Bab 123. Siksaan Sumiati
124 Bab 124. galau nya Kana
125 Bab 125. di siram air sungai kematian
126 Bab 126. Mendorong Purnama
127 Bab 127. Kembali membunuh Sumiati
128 Bab 128. Aji meminta lagi
129 Bab 129. Soda api
130 Bab 130. Kumpul bersama
131 Bab 131. Sudah akur
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Bab 1. Rel kereta api
2
Bab 2. Hampir jadi korban
3
Bab 3. Rombongan Arka
4
Bab 4. Arka hilang
5
Bab 5. Di hajar kuntilanak merah
6
Bab 6. genderuwo hitam
7
Bab 7. Bingung nya Seruni
8
Bab 8. Mata merah
9
Bab 9. Kendal tumbang
10
Bab 10. Menemukan Kendal
11
Bab 11. Di marahi
12
Bab 12. Dewa iblis dan Jalak
13
Bab 13. Otong di lempar
14
Bab 14. Janji Arya
15
Bab 15. Gadis berbaju putih
16
Bab 16. Di takuti Yasmin
17
Bab 17. Suketi
18
Bab 18. Purnama mendekat
19
Bab 19. Sama² kembang desa
20
Bab 20. Kunmerah menang lotre
21
Bab 21. Arya datang
22
Bab 22. Rekso vs Yasmin
23
Bab 23. Mengalahkan genderuwo
24
Bab 24. Lebay nya Xavier
25
Bab 25. Arini dan Saiyara
26
Bab 26. Debat bersama Suketi
27
Bab 27. Laporan Khodijah
28
Bab 28. Part mewek
29
Bab 29. Suketi tertampar
30
Bab 30. Ada ketua nya
31
Bab 31. Rudi keras kepala
32
Bab 32. Kedatangan Xiela
33
Bab 33. Nyanyian setan
34
Bab 34. Arya datang
35
Bab 35. Mencari di gerbong
36
Bab 36. Menendang kaleng
37
Bab 37. Dapat kuku kuntilanak
38
Bab 38. Mahluk tanpa kepala
39
Bab 39. Pertempuran duo besti
40
Bab 40. Saling bertempur
41
Bab 41. Arjuna Muak
42
Bab 42. Rapat
43
Bab 43. Ajakan Kiara
44
Bab 44. Amukan Xavier
45
Bab 45. Di jitak Arya
46
Bab 46. Mencari Rudi
47
Bab 47. Ngeyel sekali
48
Bab 48. Pemuda dari desa mati
49
Bab 49. Bertemu ketua
50
Bab 50. Bertempur
51
Bab 51. Fiona
52
Bab 52. Mencari para member
53
Bab 53. Arini vs kuntilanak
54
Bab 54. Purnama terluka
55
Bab 55. Kiara vs Senopati
56
Bab 56. Terkencing di celana
57
Bab 57. Arya vs kuntilanak merah
58
Bab 58. kecurigaan Purnama
59
Bab 59. curiga yang semakin besar
60
Bab 60. Derita kuntilanak merah
61
Bab 61. Katemi keras kepala
62
Bab 62. Memotong gigi
63
Bab 63. Kisah Suamiati
64
Bab 64. Korban lagi
65
Bab 65. Mencari Katemi
66
Bab 66 . Tidak menemukan
67
Bab 67. Kisah Sumiati part 2
68
Bab 68. Kisah Sumiati part3
69
Bab 69. Kisah Sumiati part4
70
Bab 70. Perasaan Sumiati
71
Bab 71. Pembalasan untuk Ayu
72
Bab 72. Siksaan untuk Damar
73
Bab 73. Tamparan kencang
74
Bab 74. Kematian Yanti
75
Bab 75. Malu nya Digo
76
Bab 76. Mengejek Digo
77
Bab 77. Debat dengan Kiara
78
Bab 78. Tubuh bercahaya putih
79
Bab 79. Mencari arwah lagi
80
Bab 80. Mencuci baju
81
Bab 81. Gagal merenung
82
Bab 82. Mas Untung
83
Bab 83. Kesedihan Aji
84
Bab 84. Rasa sedih Aji
85
Bab 85. Di kejar anjing
86
Bab 86. Digo atau Bego
87
Bab 87. Hantu di balik pohon
88
Bab 88. Angsa putih
89
Bab 89. Menghajar iblis kaki enam
90
Bab 90. Suketi sedih
91
Bab 91. Di kira gay
92
Bab 92. Kuntilanak merah iri
93
Bab 93. Arka datang
94
Bab 94. Banyak tuduhan
95
Bab 95. Suketi histeris
96
Bab 96. Tangisan setan pohon
97
Bab 97. Mengancam Digo
98
Bab 98. Latihan dengan Dewa iblis
99
Bab 99. Mas Untung
100
Bab 100. Pertemuan haru
101
Bab 101. Ingatan yang kembali
102
Bab 102. Mendatangi Nolan
103
Bab 103. Mencari penawar Mas Untung
104
Bab 104. Perasaan galau Sumiati
105
Bab 105. Latihan Digo
106
Bab 106. Sibuk mencari
107
Bab 107. Sukma tertuduh
108
Bab 108. Sukma menuduh Sumiati
109
Bab 109. Kecurigaan Anita
110
Bab 110. Anita mengamuk
111
Bab 111. Xavier dan Digo
112
Bab 112. Sedikit bertengkar
113
Bab 113. Kendal sebagai Saksi
114
Bab 114. bertarung
115
Bab 115. Zidan hampir di perkosa
116
Bab 116. Anggrek merah
117
Bab 117. Menemukan goa angrek
118
Bab 118. Menemukan Ratu ular
119
Bab 119. Masih menghajar
120
Bab 120. Menghajar Kemuning
121
Bab 121. Mencari maaf
122
Bab 122. Pertanyaan untuk Digo
123
Bab 123. Siksaan Sumiati
124
Bab 124. galau nya Kana
125
Bab 125. di siram air sungai kematian
126
Bab 126. Mendorong Purnama
127
Bab 127. Kembali membunuh Sumiati
128
Bab 128. Aji meminta lagi
129
Bab 129. Soda api
130
Bab 130. Kumpul bersama
131
Bab 131. Sudah akur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!