Bab 4. Arka hilang

Gerbong terlihat sangat gelap dan juga terasa sangat angker, untung mereka tadi memang sempat membawa senter untuk menerangi jalan yang akan mereka tuju di dekat rel kereta api ini. sudah pasti adalah Arka yang menjadi komando dalam perjalanan kali ini, yang lain hanya ikut saja dan bila ada masalah maka Arka juga yang akan turun tangan.

Arka memang sudah sangat penasaran karena dia mendengar kabar soal kuntilanak merah yang terus membuat masalah, lagi pula dia juga sedang tidak ada pekerjaan sehingga oke saja bila memang ingin mengurus soal rel kereta api yang banyak memakan korban bila kuntilanak merah sudah menampakkan diri di hadapan mereka.

Ini Surya tidak sempat cerita dengan apa yang dialaminya ketika hampir mati hanya karena tempat melihat kuntilanak merah dan masuk dalam jebakan, andai tadi dia berbicara maka Arka akan berhenti di pos dan banyak bertanya pada Surya beserta Umar yang pasti tahu banyak soal rel kereta api ini.

"Ar, ini lorong panjang nggak sih?" Udin mendadak cemas di tengah jalan.

Arka berjalan paling depan tapi dia segera melambaikan tangan pertanda tidak akan jauh lagi mereka segera menemukan ruangan yang sudah tidak tertutup lagi, lorong ini memang terlihat sangat seram dan juga gelap karena itulah mereka semua menjadi merasakan kengerian yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.

Tak, Tak.

Digo cepat memegang tangan Udin ketika dia mendengar suara batu yang di lemparkan oleh seseorang, Udin juga mengerti pertanda dari Digo ini sehingga dia menoleh ke sana kemari untuk memastikan apakah ada kuntilanak merah yang sedang mereka cari bersama ini.

Arka yang di depan terus saja berjalan seolah tidak ingat kalau teman yang belakang ini sangat bergantung pada dia dalam perjalanan tersebut, dasar memang kadang kala anak ular tersebut ada saja tingkah gilanya sehingga membuat teman yang diajak memiliki rasa trauma mendalam saat bertemu dengan setan yang sedang di cari.

"Itu suara batu yang seperti di lempar gitu ya." bisik Digo pada Udin.

"Kau ngapain bisik bisik begitu, aku jadi tambah tidak tenang." Riski juga cemas sekarang.

"Sudah lah, ayo kita cepat kejar Arka itu." ajak Udin mempercepat langkah.

"Ini perasaanku saja atau menurut kalian juga kalau langkah Arka seolah sangat cepat dan begitu jauh dari kita." Riski bertanya pada Digo dan Udin.

"Ya emang dia kalau berjalan kan seperti itu sangat cepat dan lincah." Digo berusaha untuk berpikiran positif.

"Enggak, Go! jarak Arka dan kita ini sangat jauh loh." Riski tetap saja kekeh mengatakan Arka sangat jauh.

Udin berdehem sekilas untuk memastikan apa memang jarak mereka sangat jauh dari Arka yang sudah ada di bagian depan sana, padahal tadi rasanya mereka sangat dekat dan sama sekali tidak ada berhenti sehingga jarak bisa sampai sejauh ini, mana Arka juga tidak ada menoleh sedikitpun pada mereka bertiga yang ada di sini.

"Ka!" Riski berteriak untuk memastikan apa Arka bisa mendengar suara mereka.

"Heh jangan berteriak seperti itu karena suara kita justru akan menggema di sini." Digo melarang Riski.

"Ini kalau kita tidak lari maka tidak akan segera mencapai Arka." Riski sangat cemas karena di sini memang mereka bergantung pada Arka.

"Ya sudah, ayo kita berlari mengejar dia." Udin setuju untuk segera berlari saja mengejar Arka yang sudah ada di depan.

Tiga pria ini berlari kencang menuju Arka yang terasa begitu jauh di hadapan mereka, tapi sekarang setelah berlari cukup lama tetap saja Arka tidak bisa di kejar oleh mereka. jaraknya bila dilihat mata terlihat dekat dan bila mereka berhenti seolah Arka itu sangat bisa di kejar hanya dengan berlari kecil, tapi ketika mereka berlari kencang maka Arka justru semakin menjauh.

"ARKA!" Udin berteriak keras agar Arka bisa berhenti sekarang.

Tak.

"Aduh!" justru Udin yang terpekik karena ada batu melayang di kepala dia.

"Apa ini? jangan bilang malah kita sudah di kerjai oleh hantu penunggu gerbong ini." Riski menjadi sangat cemas.

"Sakit sekali kepala ku yang di lempar oleh seseorang tadi." Udin mengusap kepala yang terkena lemparan batu.

Tak.

"Aduh, aku juga kena lempar!" Digo ikut berteriak merasakan sakit pada kepala.

"Astaga ini bagaimana? Arka sudah tidak ada lagi di hadapan kita!" Riski menjadi begitu panik.

"La Ilaha illallah, jadi kita harus bagaimana ini sekarang?!" Digo ketakutan karena mereka terpisah dari Arka.

"Ini pasti kerjaan hantu yang ada di gerbong ini." Udin sangat yakin dan dia menatap sekitar tembok untuk memastikan apa ada kuntilanak merah yang sedang di cari.

Sangat berbahaya bila kuntilanak itu malah muncul sekarang dan menakuti mereka bertiga di sini, apa yang bisa mereka lakukan karena mereka tidak tahu apa-apa atau hal gaib dan yang bisa mengerti itu hanya Arka saja, tapi anak ular itu malah entah hilang ke mana.

Mana mereka juga terus di lempar batu oleh seseorang sehingga menambah panik dan juga ketakutan di dalam hati, karena tidak punya pilihan lain maka mereka memilih untuk terus berlari saja sampai nanti batas gerbong ini habis dan bisa melihat suasana yang terbuka tanpa ada gerbong menutupi kawasan tersebut.

"Aku tidak sanggup lagi untuk berlari." Riski terengah-engah karena terus aja berlari kencang.

"Bahaya kalau kita malah berhenti di sini, nanti kereta api lewat dan kita kena sambar." cemas Udin.

"Ayo lah, Riski! aku takut ada yang melempar kepala ku lagi dengan batu, Arka kurang ajar sekali dia meninggalkan kita di sini." Digo pun lelah tapi dia tetap saja ingin berlari keluar.

"Kita harus keluar, bila terus di sini maka bisa saja hal lain buruk mulai terjadi pada kita." Udin berusaha untuk menarik tangan Riski.

"Din, kau kan sudah menikah dengan Seruni apa tidak ada di beri kekuatan oleh dia?" Digo bertanya pada Udin.

"Mana ada, kau pikir kekuatan itu apa bisa sembarangan di berikan pada orang lain." Udin kadang agak kesal dengan pertanyaan Digo yang tidak masuk akal.

"Ya kan sudah bersatu itu kau dengan dia, siapa tahu saja jadi masuk kekuatan itu di dalam dirimu." Digo mulai berpikiran dengan yang hal mesum.

Padahal sekarang mereka sedang berlari kencang untuk meninggalkan gerbong yang terasa begitu sangat panjang, sebab Arka yang mengajak masuk sini belum kelihatan lagi di mana batang hidungnya, Digo yang iseng pun menoleh ke belakang untuk melihat apakah ada sesuatu, tapi gara-gara melihat ke belakang maka jantung Digo seakan ingin lepas karena di belakang sana malah satu sosok melayang ingin menerkam mereka bertiga.

Selamat siang besti.

Terpopuler

Comments

Kardi Kardi

Kardi Kardi

AYO AJA MANDEGGG. RUN TERUSSSS. GOOOO TEAMSSSS👍

2025-12-03

1

Dewi

Dewi

Alah alah si arka ini ya da2 ja tingkh nya klo mau liat" minimal ajak member lah bukn temen2 yg gk tau apa"

2025-11-30

0

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

hayoo... itu pasti kunti merah ya 🤣🤣🤣🤣aduh ko ya pake nengok ke belakang Digo

2025-10-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Rel kereta api
2 Bab 2. Hampir jadi korban
3 Bab 3. Rombongan Arka
4 Bab 4. Arka hilang
5 Bab 5. Di hajar kuntilanak merah
6 Bab 6. genderuwo hitam
7 Bab 7. Bingung nya Seruni
8 Bab 8. Mata merah
9 Bab 9. Kendal tumbang
10 Bab 10. Menemukan Kendal
11 Bab 11. Di marahi
12 Bab 12. Dewa iblis dan Jalak
13 Bab 13. Otong di lempar
14 Bab 14. Janji Arya
15 Bab 15. Gadis berbaju putih
16 Bab 16. Di takuti Yasmin
17 Bab 17. Suketi
18 Bab 18. Purnama mendekat
19 Bab 19. Sama² kembang desa
20 Bab 20. Kunmerah menang lotre
21 Bab 21. Arya datang
22 Bab 22. Rekso vs Yasmin
23 Bab 23. Mengalahkan genderuwo
24 Bab 24. Lebay nya Xavier
25 Bab 25. Arini dan Saiyara
26 Bab 26. Debat bersama Suketi
27 Bab 27. Laporan Khodijah
28 Bab 28. Part mewek
29 Bab 29. Suketi tertampar
30 Bab 30. Ada ketua nya
31 Bab 31. Rudi keras kepala
32 Bab 32. Kedatangan Xiela
33 Bab 33. Nyanyian setan
34 Bab 34. Arya datang
35 Bab 35. Mencari di gerbong
36 Bab 36. Menendang kaleng
37 Bab 37. Dapat kuku kuntilanak
38 Bab 38. Mahluk tanpa kepala
39 Bab 39. Pertempuran duo besti
40 Bab 40. Saling bertempur
41 Bab 41. Arjuna Muak
42 Bab 42. Rapat
43 Bab 43. Ajakan Kiara
44 Bab 44. Amukan Xavier
45 Bab 45. Di jitak Arya
46 Bab 46. Mencari Rudi
47 Bab 47. Ngeyel sekali
48 Bab 48. Pemuda dari desa mati
49 Bab 49. Bertemu ketua
50 Bab 50. Bertempur
51 Bab 51. Fiona
52 Bab 52. Mencari para member
53 Bab 53. Arini vs kuntilanak
54 Bab 54. Purnama terluka
55 Bab 55. Kiara vs Senopati
56 Bab 56. Terkencing di celana
57 Bab 57. Arya vs kuntilanak merah
58 Bab 58. kecurigaan Purnama
59 Bab 59. curiga yang semakin besar
60 Bab 60. Derita kuntilanak merah
61 Bab 61. Katemi keras kepala
62 Bab 62. Memotong gigi
63 Bab 63. Kisah Suamiati
64 Bab 64. Korban lagi
65 Bab 65. Mencari Katemi
66 Bab 66 . Tidak menemukan
67 Bab 67. Kisah Sumiati part 2
68 Bab 68. Kisah Sumiati part3
69 Bab 69. Kisah Sumiati part4
70 Bab 70. Perasaan Sumiati
71 Bab 71. Pembalasan untuk Ayu
72 Bab 72. Siksaan untuk Damar
73 Bab 73. Tamparan kencang
74 Bab 74. Kematian Yanti
75 Bab 75. Malu nya Digo
76 Bab 76. Mengejek Digo
77 Bab 77. Debat dengan Kiara
78 Bab 78. Tubuh bercahaya putih
79 Bab 79. Mencari arwah lagi
80 Bab 80. Mencuci baju
81 Bab 81. Gagal merenung
82 Bab 82. Mas Untung
83 Bab 83. Kesedihan Aji
84 Bab 84. Rasa sedih Aji
85 Bab 85. Di kejar anjing
86 Bab 86. Digo atau Bego
87 Bab 87. Hantu di balik pohon
88 Bab 88. Angsa putih
89 Bab 89. Menghajar iblis kaki enam
90 Bab 90. Suketi sedih
91 Bab 91. Di kira gay
92 Bab 92. Kuntilanak merah iri
93 Bab 93. Arka datang
94 Bab 94. Banyak tuduhan
95 Bab 95. Suketi histeris
96 Bab 96. Tangisan setan pohon
97 Bab 97. Mengancam Digo
98 Bab 98. Latihan dengan Dewa iblis
99 Bab 99. Mas Untung
100 Bab 100. Pertemuan haru
101 Bab 101. Ingatan yang kembali
102 Bab 102. Mendatangi Nolan
103 Bab 103. Mencari penawar Mas Untung
104 Bab 104. Perasaan galau Sumiati
105 Bab 105. Latihan Digo
106 Bab 106. Sibuk mencari
107 Bab 107. Sukma tertuduh
108 Bab 108. Sukma menuduh Sumiati
109 Bab 109. Kecurigaan Anita
110 Bab 110. Anita mengamuk
111 Bab 111. Xavier dan Digo
112 Bab 112. Sedikit bertengkar
113 Bab 113. Kendal sebagai Saksi
114 Bab 114. bertarung
115 Bab 115. Zidan hampir di perkosa
116 Bab 116. Anggrek merah
117 Bab 117. Menemukan goa angrek
118 Bab 118. Menemukan Ratu ular
119 Bab 119. Masih menghajar
120 Bab 120. Menghajar Kemuning
121 Bab 121. Mencari maaf
122 Bab 122. Pertanyaan untuk Digo
123 Bab 123. Siksaan Sumiati
124 Bab 124. galau nya Kana
125 Bab 125. di siram air sungai kematian
126 Bab 126. Mendorong Purnama
127 Bab 127. Kembali membunuh Sumiati
128 Bab 128. Aji meminta lagi
129 Bab 129. Soda api
130 Bab 130. Kumpul bersama
131 Bab 131. Sudah akur
Episodes

Updated 131 Episodes

1
Bab 1. Rel kereta api
2
Bab 2. Hampir jadi korban
3
Bab 3. Rombongan Arka
4
Bab 4. Arka hilang
5
Bab 5. Di hajar kuntilanak merah
6
Bab 6. genderuwo hitam
7
Bab 7. Bingung nya Seruni
8
Bab 8. Mata merah
9
Bab 9. Kendal tumbang
10
Bab 10. Menemukan Kendal
11
Bab 11. Di marahi
12
Bab 12. Dewa iblis dan Jalak
13
Bab 13. Otong di lempar
14
Bab 14. Janji Arya
15
Bab 15. Gadis berbaju putih
16
Bab 16. Di takuti Yasmin
17
Bab 17. Suketi
18
Bab 18. Purnama mendekat
19
Bab 19. Sama² kembang desa
20
Bab 20. Kunmerah menang lotre
21
Bab 21. Arya datang
22
Bab 22. Rekso vs Yasmin
23
Bab 23. Mengalahkan genderuwo
24
Bab 24. Lebay nya Xavier
25
Bab 25. Arini dan Saiyara
26
Bab 26. Debat bersama Suketi
27
Bab 27. Laporan Khodijah
28
Bab 28. Part mewek
29
Bab 29. Suketi tertampar
30
Bab 30. Ada ketua nya
31
Bab 31. Rudi keras kepala
32
Bab 32. Kedatangan Xiela
33
Bab 33. Nyanyian setan
34
Bab 34. Arya datang
35
Bab 35. Mencari di gerbong
36
Bab 36. Menendang kaleng
37
Bab 37. Dapat kuku kuntilanak
38
Bab 38. Mahluk tanpa kepala
39
Bab 39. Pertempuran duo besti
40
Bab 40. Saling bertempur
41
Bab 41. Arjuna Muak
42
Bab 42. Rapat
43
Bab 43. Ajakan Kiara
44
Bab 44. Amukan Xavier
45
Bab 45. Di jitak Arya
46
Bab 46. Mencari Rudi
47
Bab 47. Ngeyel sekali
48
Bab 48. Pemuda dari desa mati
49
Bab 49. Bertemu ketua
50
Bab 50. Bertempur
51
Bab 51. Fiona
52
Bab 52. Mencari para member
53
Bab 53. Arini vs kuntilanak
54
Bab 54. Purnama terluka
55
Bab 55. Kiara vs Senopati
56
Bab 56. Terkencing di celana
57
Bab 57. Arya vs kuntilanak merah
58
Bab 58. kecurigaan Purnama
59
Bab 59. curiga yang semakin besar
60
Bab 60. Derita kuntilanak merah
61
Bab 61. Katemi keras kepala
62
Bab 62. Memotong gigi
63
Bab 63. Kisah Suamiati
64
Bab 64. Korban lagi
65
Bab 65. Mencari Katemi
66
Bab 66 . Tidak menemukan
67
Bab 67. Kisah Sumiati part 2
68
Bab 68. Kisah Sumiati part3
69
Bab 69. Kisah Sumiati part4
70
Bab 70. Perasaan Sumiati
71
Bab 71. Pembalasan untuk Ayu
72
Bab 72. Siksaan untuk Damar
73
Bab 73. Tamparan kencang
74
Bab 74. Kematian Yanti
75
Bab 75. Malu nya Digo
76
Bab 76. Mengejek Digo
77
Bab 77. Debat dengan Kiara
78
Bab 78. Tubuh bercahaya putih
79
Bab 79. Mencari arwah lagi
80
Bab 80. Mencuci baju
81
Bab 81. Gagal merenung
82
Bab 82. Mas Untung
83
Bab 83. Kesedihan Aji
84
Bab 84. Rasa sedih Aji
85
Bab 85. Di kejar anjing
86
Bab 86. Digo atau Bego
87
Bab 87. Hantu di balik pohon
88
Bab 88. Angsa putih
89
Bab 89. Menghajar iblis kaki enam
90
Bab 90. Suketi sedih
91
Bab 91. Di kira gay
92
Bab 92. Kuntilanak merah iri
93
Bab 93. Arka datang
94
Bab 94. Banyak tuduhan
95
Bab 95. Suketi histeris
96
Bab 96. Tangisan setan pohon
97
Bab 97. Mengancam Digo
98
Bab 98. Latihan dengan Dewa iblis
99
Bab 99. Mas Untung
100
Bab 100. Pertemuan haru
101
Bab 101. Ingatan yang kembali
102
Bab 102. Mendatangi Nolan
103
Bab 103. Mencari penawar Mas Untung
104
Bab 104. Perasaan galau Sumiati
105
Bab 105. Latihan Digo
106
Bab 106. Sibuk mencari
107
Bab 107. Sukma tertuduh
108
Bab 108. Sukma menuduh Sumiati
109
Bab 109. Kecurigaan Anita
110
Bab 110. Anita mengamuk
111
Bab 111. Xavier dan Digo
112
Bab 112. Sedikit bertengkar
113
Bab 113. Kendal sebagai Saksi
114
Bab 114. bertarung
115
Bab 115. Zidan hampir di perkosa
116
Bab 116. Anggrek merah
117
Bab 117. Menemukan goa angrek
118
Bab 118. Menemukan Ratu ular
119
Bab 119. Masih menghajar
120
Bab 120. Menghajar Kemuning
121
Bab 121. Mencari maaf
122
Bab 122. Pertanyaan untuk Digo
123
Bab 123. Siksaan Sumiati
124
Bab 124. galau nya Kana
125
Bab 125. di siram air sungai kematian
126
Bab 126. Mendorong Purnama
127
Bab 127. Kembali membunuh Sumiati
128
Bab 128. Aji meminta lagi
129
Bab 129. Soda api
130
Bab 130. Kumpul bersama
131
Bab 131. Sudah akur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!