Pemurnian Sembilan Esensi

Malam itu hening, hanya terganggu oleh seruan serangga dan gemerisik dedaunan. Chen Kai bergerak seperti hantu menembus hutan di gunung belakang.

Tubuhnya, yang kini berada di Tahap Kondensasi Qi tingkat ketiga, terasa ringan dan penuh energi. Jika dulu dia membutuhkan waktu satu jam untuk mendaki bagian gunung ini, sekarang dia melintasinya dalam sepuluh menit.

Dia tidak langsung kembali ke gubuknya. Dia berhenti di tepi sungai kecil tempat dia menemukan Ramuan Embun Giok. Di bawah sinar bulan, dia melihat bayangannya di air.

Jubahnya compang-camping dan berlumuran darah kering serta lumpur. Tapi yang lebih penting adalah lapisan kotoran hitam berbau busuk yang menutupi kulitnya. Itu adalah hasil dari 'Pembersihan Tubuh' pertama, proses di mana Mutiara Kekacauan dan Sutra Hati Kaisar Naga membuang semua kotoran yang terakumulasi di tubuhnya selama bertahun-tahun.

Dia tidak bisa kembali seperti ini.

Dengan cepat, dia menanggalkan pakaiannya yang robek dan masuk ke dalam air sungai yang dingin. Rasa dingin itu menyengat, tetapi terasa menyegarkan. Dia menggosok kotoran itu dari kulitnya.

Saat dia membersihkan diri, dia memperhatikan perubahan. Kulitnya, yang dulu kusam dan pucat karena malnutrisi, kini memiliki kilau samar. Bekas-bekas luka kecil dan memar dari pekerjaan kasarnya selama tiga tahun telah lenyap. Dia tidak lagi terlihat seperti budak yang kelaparan, tetapi seorang kultivator muda yang bugar.

Indranya juga seratus kali lebih tajam. Dia bisa mendengar langkah kaki penjaga patroli klan di jalur utama, lebih dari lima ratus meter jauhnya. Dia bisa mencium aroma bunga malam yang mekar di seberang sungai.

Ini adalah kekuatan.

Setelah bersih, dia mengenakan kembali jubahnya yang masih robek, meskipun sekarang bersih dari lumpur. Dia harus tetap terlihat menyedihkan. Dia belum siap untuk menunjukkan kartunya. Menyembunyikan kekuatan adalah pelajaran pertama untuk bertahan hidup.

Dengan hati-hati, Chen Kai menyelinap kembali ke kompleks klan, menghindari patroli dengan mudah berkat indra barunya. Dia bergerak melalui bayang-bayang, langkahnya tidak bersuara, dan tiba di gubuk bobroknya.

Dia membuka pintu dengan hati-hati.

"Kakak!"

Chen Ling duduk di tempat tidur, matanya merah dan bengkak karena menangis. Dia pasti mengira kakaknya telah tewas di gunung.

"Ling'er, aku di sini. Aku tidak apa-apa."

Chen Kai bergegas ke sisinya. Chen Ling memeluknya erat, terisak-isak di dadanya yang basah.

"Aku takut... aku takut sekali... Kau lama sekali..."

"Maafkan aku, Ling'er. Aku terjatuh," kata Chen Kai lembut, menepuk punggungnya. Dia menjauhkan tubuhnya sedikit. "Lihat, aku membawakanmu sesuatu."

Dia membuka telapak tangannya. Di sana, tergeletak Ramuan Embun Giok, berkilauan di bawah cahaya lampu minyak yang redup.

Mata Chen Ling membelalak. "Kakak... kau... kau berhasil? Tapi ini... ini sangat mahal!"

"Aku menemukannya secara kebetulan di dekat sungai. Surga masih memberkati kita," kata Chen Kai, menggunakan kebohongan yang telah dia siapkan. Dia tidak bisa memberi tahu adiknya tentang Mutiara Hitam atau Kaisar Yao. Itu terlalu berbahaya.

"Cepat, Ling'er, makan ini," katanya, menyerahkan ramuan itu.

"Tunggu, bodoh!"

Suara Kaisar Yao tiba-tiba membentak di benaknya, begitu keras hingga membuat Chen Kai tersentak.

"Apa yang kau lakukan?" pikir Chen Kai, kesal karena diganggu.

"Apa yang kau lakukan?" balas Kaisar Yao dengan nada menghina. "Memberinya ramuan spiritual mentah? Meridiannya rapuh karena Penyakit Vena Beku. Energi spiritual yang liar di ramuan sampah itu hanya akan merobeknya dari dalam! Kau tidak menyembuhkannya, kau membunuhnya!"

Darah Chen Kai menjadi dingin. "Lalu apa yang harus kulakukan? Ini satu-satunya obat kita!"

"Kau sekarang adalah seorang kultivator. Dan kau memiliki pengetahuan dari Kaisar ini," gerutu Kaisar Yao. "Kau akan memurnikannya. Aku akan mengajarimu teknik alkimia paling dasar: 'Pemurnian Sembilan Esensi'. Itu akan memisahkan kotoran dan menenangkan energi liarnya. Cepat, kita tidak punya banyak waktu."

Gelombang informasi baru—serangkaian gerakan Qi yang rumit dan segel tangan sederhana—membanjiri pikiran Chen Kai.

Chen Kai berbalik ke adiknya, yang menatapnya dengan bingung.

"Kakak? Ada apa?"

"Ling'er, jangan makan dulu," kata Chen Kai, berusaha terdengar tenang. "Ramuan ini sedikit... kotor. Kakak perlu membersihkannya."

Dia duduk bersila di lantai kayu yang reyot, memegang Ramuan Embun Giok di antara kedua telapak tangannya. Dia menutup matanya.

"Fokuskan Qi-mu," perintah Kaisar Yao. "Gunakan Sutra Hati Kaisar Naga. Bentuk pusaran kecil..."

Chen Kai menarik napas dalam-dalam. Energi spiritual di dalam dantian-nya yang baru pulih mulai mengalir. Mengikuti instruksi, dia menyalurkan aliran Qi emas pucat ke telapak tangannya, membungkus Ramuan Embun Giok itu.

Ini adalah pertama kalinya dia mencoba mengendalikan Qi-nya dengan presisi seperti ini. Rasanya canggung.

"Lebih halus, bodoh! Kau menghancurkannya!" bentak Kaisar Yao.

Chen Kai mengertakkan gigi, keringat dingin mulai membasahi dahinya. Dia memperlambat aliran Qi-nya, membentuknya menjadi pusaran lembut, seperti batu giling yang berputar perlahan.

Ramuan Embun Giok di tangannya mulai bergetar.

Hsss...

Gumpalan asap hitam tipis yang berbau tidak sedap mulai keluar dari ramuan itu. Ini adalah kotoran yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Chen Kai menggunakan Qi-nya untuk memerasnya keluar.

"Sekarang, putar balik pusarannya! Pisahkan esensinya!"

Chen Kai membalikkan aliran Qi-nya. Ramuan itu mulai larut di telapak tangannya. Daun dan batangnya berubah menjadi bubuk, yang kemudian terlempar keluar, hanya menyisakan tiga tetes embun giok asli.

"Langkah terakhir! Gabungkan!"

Dia membentuk segel tangan sederhana. Pusaran Qi-nya menekan ketiga tetes embun itu menjadi satu.

Wusss!

Cahaya hijau lembut meledak di tangannya. Bau herbal pahit yang memenuhi ruangan langsung tergantikan oleh aroma manis dan menyegarkan yang luar biasa.

Chen Kai membuka matanya, terengah-engah. Qi di tubuhnya hampir habis. Proses 15 menit itu menghabiskan seluruh tenaganya.

Tapi hasilnya luar biasa.

Di telapak tangannya, tidak ada lagi ramuan. Yang ada hanyalah satu tetes cairan seukuran mutiara kecil. Warnanya hijau giok murni, bersinar dengan cahaya lembut, dan memancarkan energi kehidupan yang murni dan tenang.

Chen Ling menatap dengan mulut ternganga. "Kakak... apa... apa yang kau lakukan? Itu... sihir..."

Chen Kai tersenyum lemah. "Sebut saja... teknik pembersihan klan yang baru kuingat. Sekarang, buka mulutmu."

Dengan lembut, dia memasukkan tetesan esensi itu ke mulut adiknya.

Begitu tetesan itu masuk, keajaiban terjadi.

Energi kehidupan yang lembut dan murni menyebar ke seluruh tubuh Chen Ling. Wajahnya yang pucat pasi perlahan-lahan mendapatkan semburat merah muda. Batuk kering yang terus-menerus menyiksanya berhenti. Tubuhnya yang tegang menjadi rileks.

Aura beku di sekitar tubuhnya, yang disebabkan oleh Penyakit Vena Beku, didorong mundur oleh kehangatan tetesan itu.

Chen Ling tidak mengatakan apa-apa. Matanya terpejam, dan untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan, dia tertidur lelap dan damai. Pernapasannya dalam dan teratur.

Chen Kai merasakan beban berat terangkat dari bahunya. Dia menyelimuti adiknya, air mata kelegaan menggenang di matanya.

"Itu... hanya menstabilkannya," kata Kaisar Yao, suaranya lebih lembut dari sebelumnya, meski masih terdengar angkuh. "Esensi ramuan sampah itu hanya cukup untuk menekan hawa dingin di meridiannya selama sebulan. Tidak menyembuhkannya."

"Sebulan..." bisik Chen Kai. Itu lebih dari cukup.

"Untuk menyembuhkannya sepenuhnya, kau membutuhkan 'Pil Sembilan Matahari'. Dan untuk membuat pil itu, kau membutuhkan herbal yang seribu kali lebih langka. Dan untuk mendapatkan herbal itu, kau membutuhkan... kekuatan. Dan uang."

Chen Kai mengangguk, hatinya dipenuhi tekad yang dingin. Dia tahu apa yang harus dia lakukan.

Dia mungkin telah menstabilkan Ling'er untuk saat ini, tetapi musuh-musuhnya masih di luar sana. Dia membutuhkan lebih banyak sumber daya. Dia perlu menjadi lebih kuat.

Dia melihat ke luar jendela, ke arah pusat kompleks klan di mana Paviliun Harta Karun berada.

Dia tidak punya uang, tapi dia punya pengetahuan Kaisar Yao. Dia punya Mutiara Kekacauan. Dan dia baru saja membuktikan bahwa dia bisa menyuling herbal.

Jika dia bisa menyuling Ramuan Embun Giok, dia juga bisa menyuling ramuan lain. Dan di dunia kultivasi, alkimia... adalah jalan pintas tercepat menuju kekayaan.

Besok, dia akan mengunjungi Paviliun Harta Karun. Bukan sebagai 'sampah' yang memohon sisa-sisa, tapi sebagai pemasok.

Terpopuler

Comments

Visitor0306

Visitor0306

terlalu ribet, apa lagi baru pertama masuk.... karena ribet aplikasi ini aku delet saja.... ceritanya juga gak bagus2 amat

2026-04-21

1

Saptono Kresno

Saptono Kresno

lanjut agar tau adiknya bisa sembuh..🙏

2026-02-26

0

minak jinggo

minak jinggo

mc'nya gk ada cerdas2nya....

2026-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 Sampah dan Mutiara
2 Kaisar Yao
3 Pemurnian Sembilan Esensi
4 Paviliun Harta Karun
5 Aliansi Sang Alkemis
6 Kemajuan Pesat
7 Pedang Awan Mengalir
8 Pegunungan Binatang Buas
9 Perburuan
10 Tiga Pihak
11 Jeritan Raja Serigala
12 Pertaruhan Terakhir
13 Inti Iblis
14 Gua Persembunyian
15 Kelahiran Kembali
16 Badai Yang Mendekat
17 Manajer Yu
18 Persiapan
19 Terobosan ke Tingkat Lima
20 Tamu Terhormat Paviliun
21 Cakar Pemecah Batu
22 Pelelangan Dimulai
23 Perang Penawaran
24 Kedatangan yang Tak Terduga
25 Konfrontasi di Pelelangan
26 Jebakan
27 Pertarungan Melawan Alam Pembangunan Fondasi
28 Panen dan Pelarian
29 Panen Besar
30 Badai yang Mengamuk
31 Hutan
32 Konsolidasi
33 Pertemuan Berdarah
34 Harta Para Serigala
35 Teknik Penahan Nafas
36 Harta Karun di Sarang Ular
37 Kemarahan Ular Api
38 Terobosan ke Tingkat Enam
39 Token dan Kotak Giok
40 Gelombang Pertama
41 Kembali ke Kota Awan Jatuh
42 Lapangan Klan Chen
43 Kau Tidak Cukup Layak
44 Berikutnya!
45 Tantangan Langsung
46 Retakan di Perisai Giok
47 Kedatangan Tak Terduga
48 Keberangkatan
49 Janji yang Ditepati
50 Persiapan dan Perpisahan
51 Bersama
52 Geng Serigala Liar
53 Oasis Batu Karang
54 Konvoi Aliansi Pedagang
55 Pisau Hantu
56 Penegak Disiplin
57 Perkemahan Malam dan Niat Buruk
58 Kemarahan Seorang Kakak
59 Harga Penghasutan
60 Melintasi Dataran
61 Kota Perbatasan Awan
62 Penginapan Anggrek Giok
63 Mengunjungi Cabang Paviliun
64 Manajer Sun
65 Kultivasi Tertutup
66 Terobosan ke Tingkat Tujuh
67 Kekuatan Tingkat Tujuh
68 Menara Alkimia
69 Api Baru
70 Monopoli dan Ancama Bayangan
71 Ngarai Angin Puyuh
72 Kota di Bawah Awan
73 Paviliun Pusat
74 Persiapan
75 Lelang Puncak Awan
76 Api Seribu Tahun
77 Malam Sebelum Badai
78 Seribu Tangga
79 Konfrontasi
80 Puncak Pedang Sunyi
81 Jantung Gunung yang Berdetak
82 Paviliun Kitab Suci
83 Getaran Ombak
84 Getaran Kematian
85 Keheningan yang Menggangu
86 Papan Misi Merah
87 Lembah Tanpa Bayangan
88 Tarian di Tengah Kabut
89 Wajah Hantu yang Menjerit
90 Kembali dari Neraka
91 Menara Kultivasi Pedang
92 Cakar Naga Api
93 Tanah Sengketa
94 Cakar Melawan Gada
95 Putra Api
96 Dominasi Api Naga
97 Kembali ke Puncak Sunyi
98 Sembilan Matahari
99 Teknik Dewi Bulan
100 Satu Orang, Satu Pedang
101 Batas Waktu Satu Bulan
102 Penempaan Tulang Naga
103 Bertukar Pukulan
104 Taruhan Gila di Puncak Awan
105 Domba di Kandang Serigala?
106 Undian Maut dan Pedang Kilat
107 Bumi Melawan Langit
108 Patahnya Awan
109 Era Baru
110 Darah Terlarang
111 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Sampah dan Mutiara
2
Kaisar Yao
3
Pemurnian Sembilan Esensi
4
Paviliun Harta Karun
5
Aliansi Sang Alkemis
6
Kemajuan Pesat
7
Pedang Awan Mengalir
8
Pegunungan Binatang Buas
9
Perburuan
10
Tiga Pihak
11
Jeritan Raja Serigala
12
Pertaruhan Terakhir
13
Inti Iblis
14
Gua Persembunyian
15
Kelahiran Kembali
16
Badai Yang Mendekat
17
Manajer Yu
18
Persiapan
19
Terobosan ke Tingkat Lima
20
Tamu Terhormat Paviliun
21
Cakar Pemecah Batu
22
Pelelangan Dimulai
23
Perang Penawaran
24
Kedatangan yang Tak Terduga
25
Konfrontasi di Pelelangan
26
Jebakan
27
Pertarungan Melawan Alam Pembangunan Fondasi
28
Panen dan Pelarian
29
Panen Besar
30
Badai yang Mengamuk
31
Hutan
32
Konsolidasi
33
Pertemuan Berdarah
34
Harta Para Serigala
35
Teknik Penahan Nafas
36
Harta Karun di Sarang Ular
37
Kemarahan Ular Api
38
Terobosan ke Tingkat Enam
39
Token dan Kotak Giok
40
Gelombang Pertama
41
Kembali ke Kota Awan Jatuh
42
Lapangan Klan Chen
43
Kau Tidak Cukup Layak
44
Berikutnya!
45
Tantangan Langsung
46
Retakan di Perisai Giok
47
Kedatangan Tak Terduga
48
Keberangkatan
49
Janji yang Ditepati
50
Persiapan dan Perpisahan
51
Bersama
52
Geng Serigala Liar
53
Oasis Batu Karang
54
Konvoi Aliansi Pedagang
55
Pisau Hantu
56
Penegak Disiplin
57
Perkemahan Malam dan Niat Buruk
58
Kemarahan Seorang Kakak
59
Harga Penghasutan
60
Melintasi Dataran
61
Kota Perbatasan Awan
62
Penginapan Anggrek Giok
63
Mengunjungi Cabang Paviliun
64
Manajer Sun
65
Kultivasi Tertutup
66
Terobosan ke Tingkat Tujuh
67
Kekuatan Tingkat Tujuh
68
Menara Alkimia
69
Api Baru
70
Monopoli dan Ancama Bayangan
71
Ngarai Angin Puyuh
72
Kota di Bawah Awan
73
Paviliun Pusat
74
Persiapan
75
Lelang Puncak Awan
76
Api Seribu Tahun
77
Malam Sebelum Badai
78
Seribu Tangga
79
Konfrontasi
80
Puncak Pedang Sunyi
81
Jantung Gunung yang Berdetak
82
Paviliun Kitab Suci
83
Getaran Ombak
84
Getaran Kematian
85
Keheningan yang Menggangu
86
Papan Misi Merah
87
Lembah Tanpa Bayangan
88
Tarian di Tengah Kabut
89
Wajah Hantu yang Menjerit
90
Kembali dari Neraka
91
Menara Kultivasi Pedang
92
Cakar Naga Api
93
Tanah Sengketa
94
Cakar Melawan Gada
95
Putra Api
96
Dominasi Api Naga
97
Kembali ke Puncak Sunyi
98
Sembilan Matahari
99
Teknik Dewi Bulan
100
Satu Orang, Satu Pedang
101
Batas Waktu Satu Bulan
102
Penempaan Tulang Naga
103
Bertukar Pukulan
104
Taruhan Gila di Puncak Awan
105
Domba di Kandang Serigala?
106
Undian Maut dan Pedang Kilat
107
Bumi Melawan Langit
108
Patahnya Awan
109
Era Baru
110
Darah Terlarang
111
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!