Aliansi Sang Alkemis

Chen Kai berjalan meninggalkan Paviliun Harta Karun di bawah tatapan puluhan pasang mata yang terbelalak. Dia bisa merasakan tatapan kebencian yang membara dari Chen Wei di punggungnya, begitu tajam seolah bisa mengebor lubang menembus tubuhnya.

Dia mengabaikannya.

Di dalam genggamannya, kantong berisi tiga koin perak terasa berat. Itu adalah kekayaan yang belum pernah dia pegang selama tiga tahun terakhir. Dia bisa membeli makanan layak untuk Ling'er, mungkin sepotong daging dan beberapa sayuran segar.

"Hmph. Sekelompok semut yang terkesan oleh setetes embun," suara Kaisar Yao terdengar di benaknya, penuh dengan penghinaan. "Teknik 'Pemurnian Sembilan Esensi' adalah teknik sampah yang bahkan tidak akan dilihat oleh murid pelayan di Sekte Naga Abadiku. Tapi di tempat terpencil ini, itu dianggap sebagai harta karun ilahi."

"Itu sudah lebih dari cukup," jawab Chen Kai dalam hati, langkahnya stabil saat dia kembali ke hutan. "Mereka meremehkanku, dan itu memberiku keuntungan. Sekarang, aku punya sekutu."

"Jangan sebut lelaki tua berantakan itu sekutu," gerutu Kaisar Yao. "Dia hanya lintah yang mencium bau keuntungan. Dia akan memerasmu sampai kering jika kau memberinya kesempatan."

"Aku tahu," pikir Chen Kai. "Dan aku akan memanfaatkannya sama seperti dia memanfaatkanku."

Dia menghabiskan sisa paginya dengan membelah kayu seperti biasa. Dia harus mempertahankan penyamarannya. Dia tidak ingin ada yang curiga, terutama Chen Wei, bahwa sesuatu yang drastis telah berubah. Dia bekerja dengan ritme yang stabil, tetapi di dalam tubuhnya, 'Sutra Hati Kaisar Naga Abadi' berputar tanpa henti, menyerap energi spiritual dari udara tipis untuk memulihkan Qi yang dia gunakan di paviliun.

Sore harinya, setelah memastikan Ling'er aman dan tertidur, dia menuju ke halaman dalam, ke kediaman pribadi Tetua Liu.

Ruang alkimia Tetua Liu adalah sebuah halaman kecil yang terisolasi di belakang paviliun. Begitu Chen Kai masuk menggunakan token gioknya, gelombang panas dan bau herbal yang menyengat menerpanya. Ruangan itu berantakan. Tumpukan ramuan kering, sisa-sisa pil yang gagal, dan botol-botol kosong berserakan di mana-mana. Di tengah ruangan, sebuah tungku perunggu setinggi manusia berdiri, permukaannya menghitam karena jelaga.

Tetua Liu sedang duduk di depan tungku, mengipasi api dengan ekspresi frustrasi. Dia bahkan tidak menoleh saat Chen Kai masuk.

"Kau terlambat dua menit," gerutu Tetua Liu.

"Saya harus menyelesaikan pekerjaan saya membelah kayu, Tetua," jawab Chen Kai dengan tenang.

Tetua Liu akhirnya menoleh, menatap Chen Kai dari atas ke bawah. "Seorang alkemis masih membelah kayu? Sungguh menggelikan." Dia berdiri dan menunjuk ke sudut ruangan. Di sana ada setumpuk besar ramuan yang tampak lebih buruk daripada 'Rumput Kristal Pagi' tadi pagi. Banyak yang sudah layu, membusuk, atau mengering.

"Itu," kata Tetua Liu, "adalah tumpukan sampah kita. Ramuan spiritual tingkat satu yang gagal diproses. Mereka akan dibuang besok. Aku ingin melihat apakah keajaiban pagimu itu hanya kebetulan."

Dia menunjuk ke tungku alkimia. "Kau tahu cara menggunakan ini?"

Chen Kai menggelengkan kepala.

Tetua Liu mendengus. "Tentu saja tidak. Dengar baik-baik, aku hanya akan mengatakannya sekali." Dia dengan cepat menjelaskan cara menyalakan api spiritual, mengontrol suhu, dan memasukkan bahan. Itu adalah instruksi yang sangat mendasar dan kasar.

Chen Kai mendengarkan dengan saksama. Informasi dari Tetua Liu digabungkan dengan pengetahuan mendalam tentang alkimia yang diberikan Kaisar Yao ke dalam benaknya.

"Bodoh sekali," Kaisar Yao berkomentar di dalam benaknya. "Dia bahkan tidak tahu prinsip dasar penyeimbangan Yin dan Yang dalam tungku. Apinya tidak stabil. Tidak heran pilnya penuh kotoran."

"Cukup bicaranya," kata Tetua Liu tidak sabar. "Mulai. Murnikan tumpukan 'Jamur Batu Hitam' yang busuk itu. Jika kau bisa menghasilkan esensi dengan kemurnian lima puluh persen saja dari sampah itu, aku akan percaya padamu."

Chen Kai melangkah ke tungku. Panasnya sangat menyengat. Dia mengambil napas dalam-dalam, mengabaikan kekacauan di sekitarnya. Dia mengaktifkan 'Sutra Hati Kaisar Naga Abadi'.

Alih-alih menggunakan Qi-nya untuk membentuk api seperti yang diajarkan Tetua Liu—metode yang kasar dan boros—dia malah menyalurkan Qi-nya ke dalam tungku itu sendiri, mengikuti instruksi Kaisar Yao. Dia tidak mengendalikan api, dia menjadi api.

Wusss!

Api di dalam tungku yang tadinya tidak stabil tiba-tiba berderak dan berubah warna menjadi biru pucat, jauh lebih panas dan lebih murni.

Mata Tetua Liu membelalak. "Kontrol... kontrol api yang begitu halus!"

Chen Kai tidak memedulikannya. Dia mengambil segenggam 'Jamur Batu Hitam' yang membusuk dan melemparkannya ke dalam tungku.

"Idiot! Terlalu banyak!" teriak Tetua Liu. "Itu akan meledak!"

Tapi ledakan itu tidak terjadi. Di bawah kendali Chen Kai, api biru itu membungkus jamur-jamur itu, membentuk pusaran kecil. 'Pemurnian Sembilan Esensi' diaktifkan.

HSSSS....!

Asap hitam pekat yang berbau busuk menyembur keluar dari cerobong tungku, jauh lebih banyak dari sebelumnya.

"Bau busuk apa ini!" seru Tetua Liu sambil menutup hidungnya.

"Kotoran," kata Chen Kai, matanya terpejam fokus.

Dia terus melemparkan segenggam demi segenggam ramuan busuk itu ke dalam tungku. Keringat membasahi dahinya, dan wajahnya menjadi pucat. Menggunakan teknik setingkat kaisar dengan tubuh Kondensasi Qi tingkat tiga sangat menguras tenaga.

Setelah satu jam penuh, seluruh tumpukan sampah itu telah hilang, diubah menjadi segumpal besar asap hitam.

"Selesai," bisik Chen Kai. Dia melakukan serangkaian segel tangan yang rumit dengan kecepatan kilat—jauh lebih kompleks daripada yang dia lakukan di paviliun.

Gabungkan!

Di dalam tungku, terdengar suara dentang jernih. Api biru padam.

Chen Kai membuka kompartemen keluaran di dasar tungku. Di sana, tergeletak tidak hanya satu, tetapi lima tetes esensi murni seukuran ibu jari, bersinar dengan cahaya hitam kehijauan yang pekat.

Aroma obat yang kaya dan murni langsung memenuhi ruangan, mengalahkan bau busuk tadi.

Tetua Liu gemetar. Dia bergegas maju, hampir mendorong Chen Kai ke samping. Dia mengambil satu tetes esensi dengan spatula giok. Dia mengamatinya di bawah cahaya.

Dia tidak bisa berkata-kata.

"Kemurnian... ini... ini sembilan puluh lima persen!" serunya, suaranya pecah. "Sembilan puluh lima persen! Dari tumpukan sampah! Ini... ini mustahil! Ini sihir!"

Dia menatap Chen Kai dengan campuran rasa takut, kagum, dan keserakahan yang tak terselubung. "Nak... siapa kau sebenarnya?"

"Saya Chen Kai," jawab Chen Kai, menyeka keringat di dahinya. "Murid dan alkemis rekanan Anda."

Tetua Liu menelan ludah. Dia sadar telah menemukan tambang emas. Dia tidak peduli lagi siapa Chen Kai atau dari mana dia mendapatkan tekniknya. Yang dia tahu, pemuda di depannya ini bisa mengubah sampah menjadi emas murni.

"Hahaha... bagus! Bagus sekali!" Tetua Liu tertawa terbahak-bahak. "Kesepakatan 50-50 kita berlaku! Mulai besok, kau akan mendapatkan pasokan tak terbatas dari ramuan berkualitas rendah klan."

Dia berhenti sejenak, lalu menatap jubah kotor Chen Kai. "Tapi ini tidak bisa. Seorang alkemis yang bekerja untukku tidak bisa terlihat seperti pengemis dan tinggal di gubuk. Itu akan memalukan aku."

Dia mengambil sebuah token lain dari pinggangnya. "Ini adalah kunci ke halaman kecil di sebelah timur. Tempatnya sederhana, tapi memiliki pelindung dasar dan lebih banyak energi spiritual daripada tempat tinggal murid luar. Pindah ke sana malam ini. Aku juga akan mengatur agar jatah makanan dan jubah baru dikirimkan kepadamu."

Chen Kai mengambil token itu. "Terima kasih, Tetua."

"Ini bukan untukmu," gerutu Tetua Liu. "Ini untuk esensi yang akan kau hasilkan. Sekarang pergi. Aku perlu... merenung." Dia menatap lima tetes esensi di tangannya seolah itu adalah kekasihnya yang telah lama hilang.

Chen Kai membungkuk sedikit dan pergi.

Malam itu, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Chen Kai dan Chen Ling pindah dari gubuk mereka yang reyot. Halaman baru mereka kecil, hanya dua kamar sederhana, tetapi bersih, hangat, dan yang terpenting, aman.

Ketika Chen Ling melihat keranjang berisi nasi putih hangat, daging panggang, dan sayuran segar yang dikirimkan ke pintu mereka, matanya berbinar tak percaya.

"Kakak... ini... apakah ini mimpi?" bisiknya.

Chen Kai tersenyum, senyuman tulus pertama setelah sekian lama. Dia mengusap kepala adiknya.

"Bukan mimpi, Ling'er," katanya lembut. "Makanlah. Mulai sekarang, kehidupan kita akan menjadi lebih baik."

Sementara itu, di halaman mewah di seberang kompleks klan, suara barang pecah belah terdengar.

PRAANG!

Sebuah vas mahal hancur berkeping-keping di dinding.

"Sampah! Sampah tidak berguna!" Chen Wei mengamuk. "Dia tidak hanya hidup, dia seorang alkemis? Dia bekerja dengan Tetua Liu? Dia pindah ke halaman dalam?!"

Seorang bawahan gemetar di sudut. "Patriark Muda... apa yang harus kita lakukan? Sekarang dia dilindungi oleh Tetua Liu, kita tidak bisa menyentuhnya dengan mudah."

Mata Chen Wei memerah. "Selidiki dia! Cari tahu bagaimana dia tiba-tiba bisa berkultivasi! Cari tahu dari mana dia mendapatkan teknik alkimia itu! Aku ingin tahu segalanya!"

Dia mengepalkan tinjunya. "Dia pikir dia aman? Aku akan menghancurkannya. Di Pesta Perburuan Klan... aku akan memastikan dia tidak akan pernah kembali hidup-hidup."

Terpopuler

Comments

Harman Loke

Harman Loke

tiiiiiiiiiingkaaaaaaaaaaaaatkaaaaaan teruuuuuuuusssssss kultivasimu yang lebih tinggi lagi

2026-04-05

0

Beno Jamal

Beno Jamal

asik ceritanya. alur ceritany mudah fi mengerti.. mantap

2026-02-27

0

Yeye Te

Yeye Te

macam cerita bhonging Changing,di cerita sebelah

2026-03-26

0

lihat semua
Episodes
1 Sampah dan Mutiara
2 Kaisar Yao
3 Pemurnian Sembilan Esensi
4 Paviliun Harta Karun
5 Aliansi Sang Alkemis
6 Kemajuan Pesat
7 Pedang Awan Mengalir
8 Pegunungan Binatang Buas
9 Perburuan
10 Tiga Pihak
11 Jeritan Raja Serigala
12 Pertaruhan Terakhir
13 Inti Iblis
14 Gua Persembunyian
15 Kelahiran Kembali
16 Badai Yang Mendekat
17 Manajer Yu
18 Persiapan
19 Terobosan ke Tingkat Lima
20 Tamu Terhormat Paviliun
21 Cakar Pemecah Batu
22 Pelelangan Dimulai
23 Perang Penawaran
24 Kedatangan yang Tak Terduga
25 Konfrontasi di Pelelangan
26 Jebakan
27 Pertarungan Melawan Alam Pembangunan Fondasi
28 Panen dan Pelarian
29 Panen Besar
30 Badai yang Mengamuk
31 Hutan
32 Konsolidasi
33 Pertemuan Berdarah
34 Harta Para Serigala
35 Teknik Penahan Nafas
36 Harta Karun di Sarang Ular
37 Kemarahan Ular Api
38 Terobosan ke Tingkat Enam
39 Token dan Kotak Giok
40 Gelombang Pertama
41 Kembali ke Kota Awan Jatuh
42 Lapangan Klan Chen
43 Kau Tidak Cukup Layak
44 Berikutnya!
45 Tantangan Langsung
46 Retakan di Perisai Giok
47 Kedatangan Tak Terduga
48 Keberangkatan
49 Janji yang Ditepati
50 Persiapan dan Perpisahan
51 Bersama
52 Geng Serigala Liar
53 Oasis Batu Karang
54 Konvoi Aliansi Pedagang
55 Pisau Hantu
56 Penegak Disiplin
57 Perkemahan Malam dan Niat Buruk
58 Kemarahan Seorang Kakak
59 Harga Penghasutan
60 Melintasi Dataran
61 Kota Perbatasan Awan
62 Penginapan Anggrek Giok
63 Mengunjungi Cabang Paviliun
64 Manajer Sun
65 Kultivasi Tertutup
66 Terobosan ke Tingkat Tujuh
67 Kekuatan Tingkat Tujuh
68 Menara Alkimia
69 Api Baru
70 Monopoli dan Ancama Bayangan
71 Ngarai Angin Puyuh
72 Kota di Bawah Awan
73 Paviliun Pusat
74 Persiapan
75 Lelang Puncak Awan
76 Api Seribu Tahun
77 Malam Sebelum Badai
78 Seribu Tangga
79 Konfrontasi
80 Puncak Pedang Sunyi
81 Jantung Gunung yang Berdetak
82 Paviliun Kitab Suci
83 Getaran Ombak
84 Getaran Kematian
85 Keheningan yang Menggangu
86 Papan Misi Merah
87 Lembah Tanpa Bayangan
88 Tarian di Tengah Kabut
89 Wajah Hantu yang Menjerit
90 Kembali dari Neraka
91 Menara Kultivasi Pedang
92 Cakar Naga Api
93 Tanah Sengketa
94 Cakar Melawan Gada
95 Putra Api
96 Dominasi Api Naga
97 Kembali ke Puncak Sunyi
98 Sembilan Matahari
99 Teknik Dewi Bulan
100 Satu Orang, Satu Pedang
101 Batas Waktu Satu Bulan
102 Penempaan Tulang Naga
103 Bertukar Pukulan
104 Taruhan Gila di Puncak Awan
105 Domba di Kandang Serigala?
106 Undian Maut dan Pedang Kilat
107 Bumi Melawan Langit
108 Patahnya Awan
109 Era Baru
110 Darah Terlarang
111 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Sampah dan Mutiara
2
Kaisar Yao
3
Pemurnian Sembilan Esensi
4
Paviliun Harta Karun
5
Aliansi Sang Alkemis
6
Kemajuan Pesat
7
Pedang Awan Mengalir
8
Pegunungan Binatang Buas
9
Perburuan
10
Tiga Pihak
11
Jeritan Raja Serigala
12
Pertaruhan Terakhir
13
Inti Iblis
14
Gua Persembunyian
15
Kelahiran Kembali
16
Badai Yang Mendekat
17
Manajer Yu
18
Persiapan
19
Terobosan ke Tingkat Lima
20
Tamu Terhormat Paviliun
21
Cakar Pemecah Batu
22
Pelelangan Dimulai
23
Perang Penawaran
24
Kedatangan yang Tak Terduga
25
Konfrontasi di Pelelangan
26
Jebakan
27
Pertarungan Melawan Alam Pembangunan Fondasi
28
Panen dan Pelarian
29
Panen Besar
30
Badai yang Mengamuk
31
Hutan
32
Konsolidasi
33
Pertemuan Berdarah
34
Harta Para Serigala
35
Teknik Penahan Nafas
36
Harta Karun di Sarang Ular
37
Kemarahan Ular Api
38
Terobosan ke Tingkat Enam
39
Token dan Kotak Giok
40
Gelombang Pertama
41
Kembali ke Kota Awan Jatuh
42
Lapangan Klan Chen
43
Kau Tidak Cukup Layak
44
Berikutnya!
45
Tantangan Langsung
46
Retakan di Perisai Giok
47
Kedatangan Tak Terduga
48
Keberangkatan
49
Janji yang Ditepati
50
Persiapan dan Perpisahan
51
Bersama
52
Geng Serigala Liar
53
Oasis Batu Karang
54
Konvoi Aliansi Pedagang
55
Pisau Hantu
56
Penegak Disiplin
57
Perkemahan Malam dan Niat Buruk
58
Kemarahan Seorang Kakak
59
Harga Penghasutan
60
Melintasi Dataran
61
Kota Perbatasan Awan
62
Penginapan Anggrek Giok
63
Mengunjungi Cabang Paviliun
64
Manajer Sun
65
Kultivasi Tertutup
66
Terobosan ke Tingkat Tujuh
67
Kekuatan Tingkat Tujuh
68
Menara Alkimia
69
Api Baru
70
Monopoli dan Ancama Bayangan
71
Ngarai Angin Puyuh
72
Kota di Bawah Awan
73
Paviliun Pusat
74
Persiapan
75
Lelang Puncak Awan
76
Api Seribu Tahun
77
Malam Sebelum Badai
78
Seribu Tangga
79
Konfrontasi
80
Puncak Pedang Sunyi
81
Jantung Gunung yang Berdetak
82
Paviliun Kitab Suci
83
Getaran Ombak
84
Getaran Kematian
85
Keheningan yang Menggangu
86
Papan Misi Merah
87
Lembah Tanpa Bayangan
88
Tarian di Tengah Kabut
89
Wajah Hantu yang Menjerit
90
Kembali dari Neraka
91
Menara Kultivasi Pedang
92
Cakar Naga Api
93
Tanah Sengketa
94
Cakar Melawan Gada
95
Putra Api
96
Dominasi Api Naga
97
Kembali ke Puncak Sunyi
98
Sembilan Matahari
99
Teknik Dewi Bulan
100
Satu Orang, Satu Pedang
101
Batas Waktu Satu Bulan
102
Penempaan Tulang Naga
103
Bertukar Pukulan
104
Taruhan Gila di Puncak Awan
105
Domba di Kandang Serigala?
106
Undian Maut dan Pedang Kilat
107
Bumi Melawan Langit
108
Patahnya Awan
109
Era Baru
110
Darah Terlarang
111
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!