PENYERANGAN

Dr. Nofia tahu, di balik dinding rumah sakit ini, permainan kotor telah dimulai, dan dia sang dokter yang menyelamatkan nyawa kini berada di tengah-tengah perang keluarga Arisena. Ia harus melindungi pasiennya, bukan hanya dari komplikasi medis, tetapi juga dari orang-orang terdekatnya sendiri.

Pada malam yang sunyi, ketika Dr. Nofia sedang mengecek monitor Tuan Arisena di ICU, suasana tenang tiba-tiba pecah oleh suara tembakan keras dari lobi utama. Alarm darurat rumah sakit meraung

DOR

DOR

DOR

Suara tembakan dari senjata api saling bersahutan, membuat keadaan rumah sakit malam itu sangat kacau.

Dr. Nofia tidak menyia-nyiakan waktu, dia tahu lorong ICU sudah tidak aman, dengan cepat Dr. Nofia mengambil keputusan untuk memindahkan Tuan Arisena, sebuah prosedur yang sangat berisiko bagi pasien pasca-operasi.

Dr. Nofia segera menghubungi Suster Nina melalui telepon internal.

"Nina, saya sudah melumpuhkan gelombang pertama. Saya akan memindahkan Tuan Arisena. Jangan keluar dari tempat persembunyianmu sebelum saya memberimu aba-aba," ucap Dr. Nofia, tegas.

"Baik Dokter. Anda hati-hati, rumah sakit sudah dikepung oleh ratusan pria bersenjata," jawab Suster Nina, di sebrang sana terdengar panik dan khawatir.

Tanpa membuang-buang waktu lagi, Dr. Nofia menarik kursi roda yang tersembunyi, lalu dengan hati-hati melepaskan Tuan Arisena dari semua kabel monitor yang tidak vital. Ia memindahkan pria tua yang rapuh itu ke kursi roda, memastikan jalur infus dan oksigen terpasang dengan aman.

Saat Dr. Nofia mendorong kursi roda, ia mengambil napas dalam-dalam dan berbicara kepada pasiennya, seolah Tuan Arisena bisa mendengarnya.

"Tuan Arisena, Anda harus kuat. Kami belum selesai. Maafkan saya harus melakukan ini," ucap Dr. Nofia, mencengkram kuat kursi roda Tuan Arisena.

Dr. Nofia mendorong kursi roda Tuan Arisena dengan tatapan mata yang sangat waspada, dia menghindari lorong utama yang dipenuhi suara tembakan dan bentrokan antara pengawal keluarga Arisena dan anggota mafia yang tersisa. Sebaliknya, ia memilih rute tersembunyi melalui dapur rumah sakit dan koridor layanan staf.

Dengan keahlian yang Dr. Nofia miliki, akhirnya mereka tiba di sebuah pintu baja yang jarang digunakan, pintu darurat menuju area parkir bawah tanah yang terisolasi. Dr. Nofia membuka pintu itu dengan hati-hati.

Saat itu, sebuah keajaiban terjadi. Tuan Arisena, yang seharusnya masih dalam pengaruh obat penenang pasca-operasi, perlahan membuka matanya yang keriput. Tatapannya tajam, terbebas dari kepayahan yang selama ini ia tunjukkan.

Tuan Arisena tersenyum samar, senyum yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takut, melainkan kebijaksanaan mendalam. Pria tua itu seolah sudah tahu bahwa penyerangan ini akan terjadi.

"Anda adalah dokter yang hebat," bisik Tuan Arisena, suaranya serak namun terdengar jelas di tengah kekacauan di atas.

"Saya telah menunggu. Mereka semua hanya memperebutkan warisan, tetapi Anda hanya berusaha menyelamatkan nyawa," lanjut Tuan Arisena.

Dr. Nofia tertegun, dia tidak menyangka pasiennya sudah sadar dan mengetahui namanya.

"Siapa nama Anda Dokter?" tanya Tuan Arisena.

"Nofia. Dan Anda Tuan Arisena, jangan bicara. Anda harus menghemat energi," ucap Dr. Nofia, matanya masih waspada mengawasi area sekitar.

"Tidak, saya harus bicara sekarang," jawab Tuan Arisena, tangan kurusnya meraih tangan Dr. Nofia.

"Ancaman yang Anda hadapi hari ini tidak akan berakhir. Setelah melihat cara Anda bergerak, saya yakin Anda bukan hanya seorang dokter," ucap Tuan Arisena.

"Anda telah melewati ujian saya, Nofia. Dua ujian, tepatnya. Sebagai dokter yang berdedikasi, dan sebagai pelindung yang tangguh," lanjut Tuan Arisena menghela napasnya panjang, matanya menatap dalam mata Dr. Nofia.

Dr. Nofia hanya diam, mendengar kan, karena menurut nya apa yang dia lakukan pada Tuan Arisena itu memang kewajiban nya sebagai seorang Dokter, menyelamatkan nyawa pasien nya.

"Itu milik saya, bukan milik putra atau putri saya. Kuncinya ada di saku jubah Anda. Pindahkan saya ke sana, dan pergi dari sini secepatnya. Ada tempat di mana kita bisa aman," ucap Tuan Arisena mengangkat tangan lainnya, menunjuk ke sebuah mobil sedan hitam biasa yang terparkir jauh di sudut.

"Tapi, bagaimana dengan putra-putri Anda? Dan rumah sakit ini?" tanya Dr. Nofia, masih bingung dengan alur pembicaraan yang tiba-tiba berbalik ini.

"Mereka sudah menjalankan peran mereka. Sekarang, Anda ambil alih. Saya mempercayakan nyawa dan rahasia saya kepada Anda, Dokter. Saya tidak punya waktu lagi untuk memilih-milih. Saya butuh dokter dan pengawal yang berintegritas," jawab Tuan Arisena menarik napas pendek.

"Di mobil itu, ada nomor kontak Tuan Gara Kepala Keamanan sejati keluarga Arisena. Beri dia kode. Phoenix Bangkit. Dia akan membantu kita. Sekarang, pergilah!" ucap Tuan Arisena, tegas.

Dr. Nofia, kini menyadari bahwa pria tua ini adalah dalang di balik semua kekacauan, mengangguk.

Dengan hati-hati, ia mendorong kursi roda menuju mobil hitam itu, tidak lupa Dr. Nofia mengambil pistol laras panjang dari tasnya dan membawanya sambil berjaga-jaga. Pertarungan barusan hanyalah pemanasan, perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Dr. Nofia dengan cepat memindahkan Tuan Arisena ke kursi belakang mobil sedan hitam itu. Mobil itu ternyata sudah dimodifikasi dengan kaca anti peluru dan lapis baja ringan. Saat Dr. Nofia bersiap masuk ke kursi kemudi, ia merasakan kehadiran di belakangnya.

"Mau lari ke mana, Dokter?"

Suara itu dingin dan keras, milik Tuan Genta Arisena, putra sulung Tuan Besar, yang kini berdiri di ujung lorong parkir bawah tanah, ditemani oleh dua pengawal pribadinya. Di tangan Tuan Genta, berkilauan sebuah pistol.

"Ayah Anda sudah sadar?" Tuan Genta tampak terkejut melihat Tuan Arisena sudah bangun, namun ia segera menguasai diri.

"Ayah, jangan dengarkan Dokter ini! Dia mencoba menculik Anda demi uang!" ucap Tuan Ganta, dengan tuduhan palsunya.

"Genta, hentikan sandiwara ini," jawab Tuan Arisena, suaranya tenang namun penuh otoritas.

"Aku tahu kau yang mengatur serangan ini, bekerja sama dengan mereka. Kau ingin aku mati di sini, bukan?" ucap Tuan Arisena, menatap tajam Putra sulung nya.

Wajah Tuan Genta menegang, rasa malu dan amarah memenuhi matanya.

"Jika Anda tidak mau mati karena mereka, Anda akan mati karena saya, Ayah! Warisan ini milik saya!" teriak Tuan Ganta, bersiap menarik pelatuk pistol nya.

"Keluar dari mobil itu, Dokter! Atau aku tembak kepalanya!" ancam Tuan Genta, mengarahkan pistolnya ke Tuan Arisena.

Dr. Nofia tahu, ia tidak punya waktu untuk bernegosiasi, ia melemparkan dirinya ke dalam mobil, segera menyalakan mesin, dan menginjak gas. Mobil melaju kencang, menabrak pagar rantai yang membatasi area parkir.

Seperti pembalap profesional, Dr. Nofia membawa mobil itu dengan kecepatan tinggi, membuat Tuan Ganta, meraung marah di belakang sana.

"SAILAN!!!"

"Kejar mobil itu cepat!!" perintah Tuan Ganta, sambil melepas tembakan nya.

DOR

DOR

DOR

Tuan Genta dan pengawalnya segera mengejar mobil yang dikendarai oleh Dr. Nofia, mereka melepaskan tembakan bertubi-tubi. Peluru memantul di kaca belakang mobil yang berlapis baja.

DOR

Terpopuler

Comments

Noorjamilah Sulaiman

Noorjamilah Sulaiman

ini namanya jgk novel,jd jgn dhairan dong,nikmati aja,

2025-12-24

1

Mommy Dza

Mommy Dza

Menikmati bacaan bab demi bab dengan secangkir teh di sore hari yg mendung ini ❤️

2026-01-23

0

Sugianto 9

Sugianto 9

sepertinya sy akan suka ni dengan novel ini.. semoga endingnya juga mantap..🤣🤣🤣🙏🙏🙏

2026-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 RUANG OPERASI
2 PENYERANGAN
3 PEMAKAMAN
4 ELARA VESTA
5 BERUBAH
6 RENCANA AWAL
7 NEGOSIASI
8 MENUJU PERBATASAN
9 PERKELAHIAN
10 PENGUNTIT
11 KABAR BURUK
12 JENDERAL GUNTUR
13 SURAT PERINTAH
14 RUMOR YANG MENYEBAR
15 RENCANA LICIK ANDINI
16 RUMOR MURAHAN
17 JEBAKAN
18 SISI GELAP ELARA
19 HUKUMAN
20 UNDANGAN
21 AWAL PEMBALASAN
22 RAMUAN DARI ELARA
23 KECURIGAAN
24 PANGGILAN
25 SERANGAN JANTUNG
26 TABIB CAMELLIA
27 PERINGATAN
28 ELARA VS REGANTARA
29 KEPUTUSAN REGANTARA
30 PERTARUNGAN DI KUIL
31 KERAPUHAN AMORGIA
32 PENCARIAN
33 BUKTI SUDAH TERKUMPUL
34 KEDATANGAN DUCHES CLARA
35 KEDATANGAN REGANTARA
36 KEBENARAN
37 IBU KOTA ELANG
38 PERTEMUAN
39 KEPUTUS ASAAN
40 PERSIAPAN KEBERANGKATAN
41 KERJAAN AMORGIA
42 OPERASI DARURAT
43 BERHASIL
44 SALAH TINGKAH
45 MELARIKAN DIRI
46 KONDISI RATU MENURUN
47 DONOR DARAH
48 DEKAPAN HANGAT
49 RESTU TANPA KATA
50 GODAAN PAGI HARI
51 TIDAK BISA FOKUS
52 TIDAK RELA
53 CIUMAN PERTAMA
54 HAMPIR GILA
55 MENEMUKAN KEHANGATAN
56 HADIAH KONYOL
57 SEMAKIN DEKAT
58 KELUARGA AMORGIA
59 ELARA KU
60 MENGANTAR ELARA
61 BERPISAH
62 TIDAK ADIL
63 TARIAN PEMIKAT
64 PERATURAN BARU
65 KEADILAN
66 PEMBURUAN
67 ELARA VS BARON VICO
68 PEMBERSIHAN MUSUH
69 KEDATANGAN PENGERAN DAVID
70 KERINDUAN YANG TERBAYAR
71 APAPUN UNTUK ELARA
72 PAGI YANG MENGEJUTKAN
73 MANJA
74 KECANDUAN
75 PENGAWAS PRIBADI
76 LAMARAN
77 TANPA BATAS WAKTU
78 FRUSTASI SEORANG AYAH
79 RENCANA KEMBALI
80 PERJALANAN PULANG
81 RENCANA PENYAMBUTAN
82 KEDATANGAN CALON RATU
83 MENGUBAH RENCANA
84 PERNIKAHAN (END)
85 BONCHAP
86 BONCHAP
87 PROMOSI KARYA BARU (MENDADAK JADI DUCHES)
88 BONCHAP
89 PROMOSI KARYA BARU (IBU SUSU BERDARAH DINGIN)
90 ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
91 KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)
Episodes

Updated 91 Episodes

1
RUANG OPERASI
2
PENYERANGAN
3
PEMAKAMAN
4
ELARA VESTA
5
BERUBAH
6
RENCANA AWAL
7
NEGOSIASI
8
MENUJU PERBATASAN
9
PERKELAHIAN
10
PENGUNTIT
11
KABAR BURUK
12
JENDERAL GUNTUR
13
SURAT PERINTAH
14
RUMOR YANG MENYEBAR
15
RENCANA LICIK ANDINI
16
RUMOR MURAHAN
17
JEBAKAN
18
SISI GELAP ELARA
19
HUKUMAN
20
UNDANGAN
21
AWAL PEMBALASAN
22
RAMUAN DARI ELARA
23
KECURIGAAN
24
PANGGILAN
25
SERANGAN JANTUNG
26
TABIB CAMELLIA
27
PERINGATAN
28
ELARA VS REGANTARA
29
KEPUTUSAN REGANTARA
30
PERTARUNGAN DI KUIL
31
KERAPUHAN AMORGIA
32
PENCARIAN
33
BUKTI SUDAH TERKUMPUL
34
KEDATANGAN DUCHES CLARA
35
KEDATANGAN REGANTARA
36
KEBENARAN
37
IBU KOTA ELANG
38
PERTEMUAN
39
KEPUTUS ASAAN
40
PERSIAPAN KEBERANGKATAN
41
KERJAAN AMORGIA
42
OPERASI DARURAT
43
BERHASIL
44
SALAH TINGKAH
45
MELARIKAN DIRI
46
KONDISI RATU MENURUN
47
DONOR DARAH
48
DEKAPAN HANGAT
49
RESTU TANPA KATA
50
GODAAN PAGI HARI
51
TIDAK BISA FOKUS
52
TIDAK RELA
53
CIUMAN PERTAMA
54
HAMPIR GILA
55
MENEMUKAN KEHANGATAN
56
HADIAH KONYOL
57
SEMAKIN DEKAT
58
KELUARGA AMORGIA
59
ELARA KU
60
MENGANTAR ELARA
61
BERPISAH
62
TIDAK ADIL
63
TARIAN PEMIKAT
64
PERATURAN BARU
65
KEADILAN
66
PEMBURUAN
67
ELARA VS BARON VICO
68
PEMBERSIHAN MUSUH
69
KEDATANGAN PENGERAN DAVID
70
KERINDUAN YANG TERBAYAR
71
APAPUN UNTUK ELARA
72
PAGI YANG MENGEJUTKAN
73
MANJA
74
KECANDUAN
75
PENGAWAS PRIBADI
76
LAMARAN
77
TANPA BATAS WAKTU
78
FRUSTASI SEORANG AYAH
79
RENCANA KEMBALI
80
PERJALANAN PULANG
81
RENCANA PENYAMBUTAN
82
KEDATANGAN CALON RATU
83
MENGUBAH RENCANA
84
PERNIKAHAN (END)
85
BONCHAP
86
BONCHAP
87
PROMOSI KARYA BARU (MENDADAK JADI DUCHES)
88
BONCHAP
89
PROMOSI KARYA BARU (IBU SUSU BERDARAH DINGIN)
90
ANAK RAHASIA RAJA VAMPIR
91
KARYA BARU (LUCIAN ALISTAIR)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!